
Jantung Riani berdetak sangat kencang saat ia menghubungi nomor yang mengirimkan sms padanya. Dea sedang menjaga baby Reo di kamar dan Riani beralasan ingin minum kopi di restoran hotel yang ada di bawah.
Akhirnya panggilan itu terjawab.
"Hallo...!' terdengar suara seorang laki-laki.
"Aku Riani, mamanya Arma. Tolong jangan lakukan apapun pada anakku." mohon Riani.
"Anakmu akan baik-baik saja kalau kau juga taat pada perjanjian kita. Tak ada satu pun yang akan terlibat dengan masalah ini kecuali dirimu."
"Baik."
"Aku minta uang tebusan 2 miliyard. Kamu harus membawanya dalam bentuk cas."
"Baik. Aku bisa memberikannya asalkan anakku kau kembalikan dalam keadaan sehat."
"Akan ku kirimkan foto Arma saat ini juga. Dan jika uangnya sudah siap, kau bisa menghubungi aku lagi."
Riani menutup percakapan diantara mereka. Ia membuka pesan yang dikirimkan oleh orang itu. Nampak Arma sedang duduk dengan menggunakan seragam sekolahnya. Riani langsung menangis saat melihat wajah anaknya terlihat sedih.
Sabar ya sayang. Mama akan lakukan apa saja agar kau bisa kembali bersama mama. Mama sayang Arma.
Riani mengusap layar ponselnya kemudian ia kembali ke kamar. Kalau masalah uang, Riani tahu kalau itu bukan perkara yang sulit. Setiap bulan Riani selalu mendapatkan uang belanja dari Jack yang jika dinominalkan dalam kurs rupiah sekitar 2 miliyard. Belum lagi dengan tabungan bersama yang dimilikinya bersama Jack. Jumlahnya saja sudah membuat Riani pusing.
Yang harus Riani lakukan sekarang adalah menghubungi pihak bank untuk bisa menyediakan dana yang dibutuhkannya. Dan itu akan Riani lakukan esok hari.
*************
Jack sudah tak tenang saat mendapatkan berita bahwa Riani berangkat ke Indonesia karena ayahnya yang tiba-tiba sakit dan Arma yang hilang.
Segera Sam menyediakan penerbangan bagi bosnya itu. Dan malam itu juga mereka sudah sampai di Menchaster.
Seperti biasa, Jack menumpahkan kemarahannya kepada seluruh pelayan karena tak ada satupun diantara mereka yang mencegah kepergian Riani.
"Dia membawa Reo yang masih berusia 4 bulan tanpa ada pengasuh yang bersamanya. Riani memang keras kepala dan suka mengambil keputusan sendiri. Aku bisa gila dibuatnya." jack mengusap wajahnya kasar.
"Daddy, masalahnya begitu mendesak. Mommy tak mau menganggu daddy yang sedang ikut turnamen. Dan mommy juga tak bisa menunggu daddy selesai mengikuti lomba itu. Mommy sangat tegang karena masalah yang terjadi secara bersamaan. Daddy kiranya mengerti mommy." ujar Cassie.
"Bagaimanapun aku ini adalah suaminya. Seharusnya dia minta ijin padaku. Bukannya pergi sendiri membawa bayi yang baru berusia 4 bulan"
"Uncle Clark bersama mommy."
"Damn! Selalu Clark. Maunya Clark apa sih? Apa dia mau tampil sebagai pahlawan di mata Riani? Atau jangan-jangan mereka berdua memang punya hubungan khusus?"
Sam menatap Cassie dengan tatapan penyesalan. Ia seharusnya tak mengatakan kalau Riani bersama Clark.
"Cassie, sebaiknya Cassie ke kamar saja ya?" Ujar Sam.
__ADS_1
Cassie mengangguk dan segera ke kamarnya.
Ponsel Jack berbunyi. Ada pesan masuk pemberitahuan penarikan uang yang sangat banyak dari rekening milik Riani.
"Untuk apa ia memerlukan uang sebanyak ini? Bukankah biaya operasi ayah sudah dibayarkan?" Jack langsung menghubungi Riani namun istrinya itu tak menerima panggilan Jack.
"Sam, urus keberangkatan ku ke Indonesia sekarang juga. Pakai pesawat pribadiku."
"Prosesnya tak bisa selesai 1 hari, bos. Karena kita perlu ijin bandara dan juga visa bagi semua yang akan berangkat ke Indonesia. Jadi supaya bisa lebih cepat sebaiknya tuan naik pesawat komersil saja."
"Ya sudah. Kamu urus semuanya. "
"Baik, bos."
****************
"Kamu mau ke mana?" tanya Clark.
"Aku mau ke rumah sakit."
Clark menatap tas yang dibawa Riani. "Kamu membawa apa di tas itu?"
"Pakaian untuk ayah dan ibu."
"Oh....., aku juga mau ikut ke rumah sakit bersamamu."
"Baiklah. Aku akan menjaganya. Kamu hati-hati ya? Kabari aku jika ada kabar tentang Arma ya?"
Riani mengangguk. Ia pun segera pergi meninggalkan kamar hotel. Jantung Riani berdetak kencang karena ia sebenarnya tak suka jika harus berdusta.
Dengan naik taxi, Riani pun pergi ke tempat yang sudah dijanjikan.
Sebuah tempat pinggiran kota.
Setelah menempuh perjalanan selama hampir 1 jam, Riani tiba di tempat yang dimaksud. Sebuah gudang tua.
Di sana ada 2 lelaki yang sudah menunggu Riani. Dengan cepat Riani diminta masuk ke sebuah mobil pick up yang sudah menunggu mereka.
***********
Clark menjadi gelisah setelah sore dan Riani belum juga tiba. Ia sudah menghubungi ponsel Riani namun tak aktif. Dessy mengatakan bahwa Riani tak pernah datang ke rumah sakit.
Clark langsung menghubungi anak buahnya yang memang ada di Surabaya ini, meminta mereka untuk segera melacak gps nomor ponsel Riani.
"GPS nya berakhir di sebuah gudang yang ada di pinggiran kota. Namun gudang itu kosong. Kami sudah pergi ke tempat itu, bos. Dan kami menemukan ponsel nyonya Riani di buang di sana. Kami menemukan SMS dari sebuah nomor. Namun saat kami lacak nomor itu tak terdaftar dan sudah tak aktif."
"Terima kasih."
__ADS_1
Clark mengusap wajahnya. Menatap baby Reo yang akhirnya tertidur setelah menangis mencari ibunya. Untunglah Dea seorang pengasuh yang handal sehingga ia bisa membujuk baby Reo dan berhasil membuat anak itu minum susu formula.
"Dea, tolong jaga baby Reo, ya? Aku harus mencari Riani. Namun aku mohon padamu agar jangan menceritakan hal ini pada Dessy. Aku takut jika Dessy menceritakan pada ayah dan ibu Riani."
"Baik, tuan."
Clark pun segera menghubungi anak buahnya untuk membawa ponsel Riani ke hotel.
************
Jack tiba di Surabaya. Clark langsung menghubunginya sehingga Jack langsung tiba di hotel. Ia memeluk baby Reo karena ia sangat rindu dan mengkhawatirkan anaknya itu.
"Di mana Riani?" tanya Jack.
"Sejak kemarin pagi ia pergi membawa tas yang besar dan sampai hari ini dia tak kembali. Anak buah ku menemukan ponselnya di sebuah gudang tua di pinggiran kota." ujar Clark.
"Ini sudah jam 8 malam. istriku itu 3 hari yang lalu menarik uang yang banyak. Sekitar 2 miliyard."
Clark terkejut. "Apakah mungkin itu uang tebusan?"
"Entahlah. Riani sungguh gegabah. Bertindak sendiri tanpa berpikir panjang." Jack menjadi semakin gelisah.
"Bos, bukankah kalung yang bos berikan di hari ulang tahun nyonya ada GPS nya?" ujar Sam.
"Apakah Riani memakai kalung?" tanya Jack pada Clark.
"Iya. Kalung liontin bunga matahari kan?"
"Benar." Jack tersenyum lega. Ia memberikan baby Reo kembali pada Dea lalu mengeluarkan ponselnya untuk mengecek titik GPS kalung itu. Ada sebuah pesan yang masuk. Sebuah kiriman video. Jack langsung membukanya.
Mata Jack terbelalak. Video itu menampilkan Riani dan Daniel di sebuah kamar hotel. Riani hanya menggunakan baju dalamnya. Keduanya saling berciuman dengan penuh napsu. Tangan Daniel bahkan membelai semua bagian tubuh Riani yang sangat sensitif.
Tangan Jack bergetar. Ia tak sanggup melihat video itu lebih lanjut.
"Bos...!" panggil Sam.
"Siapkan kepulangan aku ke Inggris, Sam. Aku akan membawa Reo pulang. Bekukan semua rekening istriku dan siapkan berkas perceraian kami."
Clark terkejut. "Jack, ada apa?"
"Riani tak ada bedanya dengan Cecilia." ujar Jack lalu melemparkan ponselnya ke dinding sehingga ponsel itu hancur.
***************
Hallo semua.....
Masih mendukung emak dan Amanda kan?
__ADS_1