
Ada rasa bahagia di hati Riani saat mendengar Arma yang tertawa saat bercengkrama dengan Daniel.
Dulu, Riani memang sangat membenci Daniel dan tak pernah menginginkan Daniel dekat dengan Arma. Namun saat melihat ketulusan dan kegigihan Daniel dalam membuktikan cintanya yang tulus sebagai seorang papa, Riani pun akhirnya luluh dan membiarkan Arma mengenal lebih dalam orang yang menjadi papa kandungnya. Lagi pula Daniel tak sepenuhnya bersalah saat ia meninggalkan Daniel.
"Mama...!" panggil Arma yang sudah masuk ke dalam rumah.
"Ya, sayang."
"Papa sudah mau pulang. Nanti besok papa yang akan menjemput Arma untuk ke sekolah."
"Arma sudah siap ke sekolah?"
Arma mengangguk.
Riani pun mencium pipi anaknya lalu segera ke teras depan.
"Ri, aku pulang ya? Jika kamu nggak keberatan, besok aku yang akan mengantar Arma ke sekolah. Aku juga akan menemaninya selama beberapa hari di sekolah sampai Arma sudah siap untuk ditinggalkan sendiri di sana." kata Daniel begitu melihat Riani yang datang.
"Memangnya kamu nggak kerja?"
Daniel tersenyum kecut. "Untuk beberapa waktu, aku menjadi pengangguran dulu."
"Kenapa?"
"Papaku memecat aku sebagai wakil direktur perusahaan karena aku menceraikan Dewi. Namun tak masalah. Aku masih punya bisnis di Inggris dan aku bisa menjamin biaya hidup Arma."
"Urusan perceraiannya sudah selesai?"
"Ya. Dewi memang langsung setuju di persidangan pertama. Namun di depan orang tuaku, dia penuh drama sehingga papa marah dan mengusirku dari rumah."
"Kamu tinggal di mana?"
"Aku masih punya apartemen."
"Apartemen yang lama itu?"
"Ya." jawab Daniel sambil tersenyum. Tentu saja apartemen itu punya kenangan manis diantara mereka. Namun Daniel berusaha untuk menepis kenangan itu. "Kamu sendiri, kapan akan pulang ke Inggris?"
Riani menarik napas panjang lalu menghembuskan nya secara perlahan. "Jack mencekal ku untuk kembali ke sana. Ia bahkan sudah melayangkan gugatan cerai. Namun aku belum mengatakan nya pada kedua orang tuaku. Aku tak mau ayah sakit lagi. Dokter kan bilang jika ayahku harus tenang, nggak boleh terlalu banyak berpikir apalagi stres."
Daniel dapat melihat kesedihan di mata Riani. Ingin rasanya ia memeluk dan memberikan bahunya untuk Riani bersandar. Namun ia tahu, hati Riani sudah bukan untuknya lagi.
"Aku akan mencoba mencari jalan agar kau bisa ke Inggris lagi."
"Terima kasih Daniel."
"Sama-sama, Ri. Titip salam untuk ayah dan ibumu ya? Aku pulang dulu ." pamit Daniel lalu segera pergi.
__ADS_1
Riani menatap mobil putih Daniel yang meninggalkan pekarangan rumahnya. Ia pun segera menutup pintu pagar.
Sekarang, rumah orang tua Riani adalah rumah yang paling besar di kampung ini. Tak sampai setahun, Jack telah mengubah rumah yang dulu sederhana ini menjadi salah satu rumah yang cukup mewah untuk kalangan orang yang tinggal di desa ini. Jack sendiri yang mendatangkan para tukang dan mengerjakan rumah mereka tak sampai 7 bulan.
Hati Riani kembali sakit saat mengingat Jack. Apalagi jika teringat dengan Reo.
Riani masih terus memompa ASI nya agar tetap berproduksi bagus saat ia bertemu dengan anaknya.
************
Wajah Jack langsung berubah masam saat melihat Clark ada di rumahnya dan sedang memeluk baby Reo.
"Ngapain kamu di sini?" tanya Jack.
"Bertemu dengan ponakanku. Memangnya nggak boleh?"
Jack melangkah ke arah wastafel dan mencuci tangannya. Ia kemudian mendekati Clark yang memeluk Reo lalu mengambil anaknya itu dari pelukan Clark.
Clark menatap pengasuh Reo dan memintanya untuk pergi meninggalkan mereka.
"Aku ingin bicara, Jack." ujar Clark.
"Kalau tentang Riani, aku tak mau mendengarnya."
"Kau tak punya hak untuk memisahkan seorang ibu dari anaknya. Apalagi anak ini masih bayi." kata Clark tanpa memperdulikan apa yang Jack ungkapkan.
"Ini bukan masalah cara mengurus anak. Tapi soal hak seorang ibu. Kau bahkan mencekal Riani untuk datang ke sini. Aku tahu kalau kau punya kuasa untuk melakukan itu. Namun itu salah, Jack."
"Riani sudah memilih jalannya bersama Daniel, jadi mau bagaimana lagi? Dia berarti sudah tak memikirkan Reo."
"Kau tak tahu masalahnya. Dia..."
"Cukup, Clark! Kau tak punya hak untuk mengatakan apapun. Apa yang Riani dan Daniel sudah lakukan sangat menyakitkan bagiku. Jadi apapun yang terjadi Reo akan tetap bersamaku."
Clark tersenyum sinis. "Kau memang sejak dulu egois. Aku tak bisa bayangkan bagaimana Riani bisa jatuh cinta pada pria sepertimu. Saat kasus kehamilan Cecilia viral, apakah Riani tak memaafkan mu? Dia meaaafkanmu kan?"
"Tapi kan akhirnya terbukti kalau anak itu bukan anakku."
"Ok. Cecilia mengarang cerita yang kebenarannya nanti terbukti saat ia mengalami keguguran. Tapi sebelum kebenaran itu terungkap, bukankah Riani tetap ada di sisimu? Dia memang marah tapi bukankah dia akhirnya membelamu di depan umum? Tapi sekarang...."
"Cukup Clark. Diam!"
"Aku nggak akan diam. Aku nggak perduli jika kamu memang tak mencintai Riani lagi. Namun memisahkan seorang anak dari ibunya, itu bukan tindakan yang benar. Reo punya hak untuk bersama ibunya."
Baby Reo tiba-tiba saja menangis. Jack langsung memanggil pengasuhnya dan menyerahkan anaknya itu untuk diberikan susu.
"Clark, aku sudah bertindak baik padamu dengan mengijinkanmu datang ke rumahku. Namun kalau kau terlalu masuk campur urusan pribadiku, aku akan melarangmu bertemu dengan anak-anakku."
__ADS_1
Clark mengambil ponsel dan kunci mobilnya yang ada di atas meja.
"Jadi orang jangan terlalu egois dan keras kepala, Jack. Kau akan menyesal saat tahu kebenarannya. Dan aku berharap saat kau menyesal, Riani tak akan pernah memaafkan mu."
Lalu dengan cepat Clark meninggalkan rumah Jack membuat Jack terdiam.
**********
Hari ini Riani kembali ke kantor imigrasi. Ia mengirimkan surat permohonan kepada pihak pemerintah Inggris untuk mengijinkan dia datang ke sana karena anaknya yang masih bayi yang sudah dipisahkan darinya. Riani juga mengirimkan surat kepada Jack karena ia tahu hanya itu akses satu-satunya bagi dia untuk mengutarakan isi hatinya.
**********
Cassie memasuki ruangan kerja papanya.
"Ada apa, sayang?" tanya Jack yang sementara membaca sesuatu di laptopnya.
"Ada surat untuk daddy!"
"Letakan saja di situ." kata Jack sambil menunjukan sebuah meja kecil yang ada di depan meja kerjanya.
"Surat ini penting dan Daddy harus membacanya segera."
Jack tersenyum. "Mengapa kamu tahu itu penting? Memangnya kamu sudah membacanya?"
"Tidak. Hanya saja aku yakin isinya penting. Karena ini dari mommy Riani."
Wajah Jack langsung berubah dingin. "Letakan di situ saja. Dan Cassie segera tidur karena ini sudah jam 10 malam."
"Daddy, jika mommy tak ada di sini. Maka Cassie ingin kembali ke asrama saja." ujar Cassie menahan tangisnya dan langsung keluar dari ruang kerja Jack setelah meletakan surat itu di atas meja.
Jack mengusap wajahnya. Ia terlihat lelah dan kacau. Kesibukan kerja tak juga membuatnya melupakan bayangan Riani.
Perlahan ia berdiri lalu keluar dari meja kerjanya dan mengambil surat yang dikirimkan Riani untuknya. Agak ragu Jack pun akhirnya membukanya.
Jack, aku tak meminta dirimu untuk memaafkan aku untuk semua yang telah terjadi karena aku tahu hati dan pikiranmu sangat yakin dengan apa yang kau lihat dan yang kau dengar. Aku akan menyetujui semua yang kau inginkan. Termasuk perceraian kita, asalkan jangan pisahkan aku dengan anakku. Mungkin di matamu aku bukanlah istri yang baik. Namun aku ibu yang peduli dengan anak-anak ku. Seperti aku menyayangi Arma dengan sepenuh jiwa ragaku, begitu juga aku menyayangi Reo. Jack, tolong jangan cekal aku untuk datang ke sana. Reo masih membutuhkan ASI dariku. Reo masih membutuhkan kasih sayang dariku. Aku sangat tersiksa karena tak bisa memeluk anakku. Aku siap diceraikan olehmu. Bahkan tanpa tunjangan apapun aku siap. Tapi aku tak siap saat kau memisahkan aku dari Reo. Bencilah aku sepuas hatimu, Jack. Hinakan aku sepuas yang kau mau. Tapi jangan rebut Reo dariku. Aku bisa mati karena tak bisa bertemu dengan anakku. Aku mohon padamu, Jack.
Jack melepaskan kertas yang berisi surat dari Riani. Ia segera keluar dari ruangan kerjanya dan pergi ke bar mini yang ada di bagian belakang rumah. Jack langsung menuangkan minuman. Hatinya kacau.
************
Hallo semua...
Ini konflik terakhir di kisah ini ya...
karena emak sudah akan merilis novel terbaru. kisah cinta Edewina dan Reo.
dukung kami terus ya
__ADS_1