Janda Muda Dikejar Om Bule

Janda Muda Dikejar Om Bule
Istri Jack Almond


__ADS_3

Tangan dan kaki Riani dirasakannya mulai mengeluarkan keringat saat ia merasa menjadi pusat perhatian malam ini.


Jack dapat merasakan kalau istrinya gugup sehingga dengan lembut ia mengusap pinggang istrinya yang sedang dipeluknya lalu membisikan kata-kata yang memberikan ketenangan bagi Riani.


"Santai saja, sayang. Aku bersamamu. Tersenyumlah dan semua akan baik-baik saja."


Riani pun tersenyum sambil menyalami beberapa teman Jack yang mulai datang menyapa mereka.


Daniel dan Dewi datang sebagai salah satu kolega perusahaan milik Jack.


Dewi yang selama ini tak tahu siapa suami Riani, nampak terkejut ketika mereka saling berpapasan.


"Hallo nyonya Dewi." Jack menyapa Dewi dan berpura-pura tak tahu tentang perseteruan yang sedang mereka alami.


"Tuan, Jack." Dewi terlihat tak percaya dengan apa yang dialaminya.


"Sayang, ini adalah tuan Daniel dan istrinya Dewi. Mereka juga orang Indonesia." Jack memperkenalkan istrinya dengan bangga.


Dewi nampak menahan rasa kesal di hati. Ia yang pernah menghina Riani kini terkejut karena ternyata wanita itu menikah dengan lelaki yang 10x lebih kaya dari Daniel.


Sedangkan Daniel menahan rasa cemburu yang sangat dalam dari hatinya. Gadis yang menjadi cinta sejatinya, perempuan yang pernah dinikahinya, kini ada dalam dekapan lelaki yang lebih segala-galanya dari dirinya.


"Tuan Anggara!" Jack menyapa seorang pria berusia sekitar 60an.


Riani mengenalinya. Dia adalah ayahnya Daniel.


"Tuan Jack. Senang akhirnya bisa mengenal anda secara langsung. Sungguh suatu kehormatan bisa diundang di acara sebesar ini. Ini istri anda?" tanya Anggara.


"Ya. Namanya Riani Artarina. Namun sekarang sudah menjadi Riani Almond. Tuan Anggara pasti mengenalnya. Dia juga berasal dari Surabaya seperti anda dan putra anda." ujar Jack.


Anggara menatap Riani. Ia sungguh tak mengenal perempuan cantik ini kalau bukan karena Jack yang menyebutkan namanya dan ia melihat bagaimana cara putranya menatap Riani. Pria paruh baya itu sedikit salah tingkah.


Namun Riani tak mau menatapnya dengan wajah mengejek. Ia tersenyum manis sambil melingkarkan tangannya di lengan sang suami.


Riani menatap pria yang telah memisahkannya dengan Daniel di masa lalu. Ada rasa kasihan sekaligus juga rasa syukur. Rasa kasihan karena Daniel ditipu oleh keluarganya sendiri namun rasa syukur karena sekarang ia dengan bangga mengangkat wajahnya di hadapan pria yang dulu merendahkannya.


"Sayang, mari ku perkenalkan dirimu dengan menteri ekonomi kerajaan kami."Kata Jack saat melihat kalau orang penting itu sudah datang.


"Kami permisi!" Ujar Riani lalu mengikuti langkah suaminya dengan tenang.


Daniel menatap Riani yang terlihat semakin cantik dan dewasa. Hatinya sakit saat melihat bagaimana bahagianya Riani dalam dekapan Jack.


"Mas, kok kamu menatap dia seperti itu sih?" Dewi memukul lengan Daniel.


"Kamu kenapa Dewi? Sangat kekanak-kanakan." Daniel langsung menjauhi istrinya. Ia mengambil segelas sampanye yang dijalankan oleh salah satu pelayan yang ada. Dengan satu kali tegukan ia menghabiskannya lalu mengulanginya sampai 3 gelas.


"Ayah, libatkan kelakuan Daniel. Dia sama sekali tak mencintaiku. Ia hanya mencintai perempuan desa itu." keluh Dewi tanpa bisa menghentikan air matanya.


"Dewi, kau harus berusaha tenang dan lakukan segala cara agar bisa hamil. Karena anak dari perempuan itu yang kini sudah diketahui oleh Daniel, akan mengancam keutuhan rumah tangga kalian." ujar Anggara sebelum meninggalkan menantunya itu pergi.

__ADS_1


Hati Dewi menjadi panas melihat semua orang memuji Riani yang memang sangat cantik. Kecantikan khas perempuan Indonesia. Apalagi sekarang ia menjadi istri dari seorang Jack Almond. Pastilah status sosial Riani jauh di atas Dewi.


Acara pun di mulai. Seperti biasa Jack akan tampil memberikan sambutan.


"Terima kasih untuk semua yang sudah hadir dan memberikan dukungan kepada perusahaan kosmetik sehingga kini bisa sukses sampai kini sudah ada di 130 negara. Saya sangat bangga karena mendapatkan dukungan dari kalian semua. Saya juga tahun ini merasa bahagia karena akhirnya setelah 12 tahun jadi duda, Tuhan memberikan saya seorang istri yang sangat luar biasa. Honey, ayo ke atas."


Riani terkejut karena Jack mengajaknya ke atas. Namun ia berdiri juga dan naik ke atas panggung.


Kecantikan perempuan itu nampak terlihat jelas. Menjadi pusat perhatian ratusan orang yang hadir.


"Inilah istri saya." Jack meraih tangan Riani dan menggenggamnya erat. "Inilah istri saya Riani Almond."


Semua orang langsung bertepuk tangan. Riani merasakan jantungnya berdetak sangat keras. Namun ia berusaha tersenyum. Jack menatap istrinya dengan lembut.


"Pernikahan kami dilaksanakan di Indonesia. Aku sengaja tak mempublikasikan karena sebenarnya aku tak mau kenyamanan istriku terganggu dengan kehadiran para paparasi. Makanya setelah menikah kami memilih tinggal di rumah masa kecilku. Namun aku kemudian berpikir, tak baik membiarkan orang berpikir kalau aku masih bujang. Makanya aku memperkenalkan wanita terbaik dalam hidupku ini kepada kalian semua. Jack Almond kini sudah memiliki istri."


Kembali semua bertepuk tangan.


"Atas rasa syukurku memiliki istri yang luar biasa ini, aku akan memberikan bonus bagi semua karyawan yang berprestasi di sepanjang tahun ini. Bonus gaji 13 dan jalan-jalan ke Belanda bagi 20 orang karyawan paling berprestasi."


Sorak-sorai terdengar di kalangan pegawai dan karyawan yang ada. Riani pun ikut bahagia melihat kemurahan hati istrinya.


Setelah sambutan itu selesai, parabtanu dijamu dengan makan malam yang super mewah dan lantai dansa pun dimulai.


Jack dengan sangat bangga membawa istrinya ke lantai dansa dan menunjukan keromantisan diantara mereka di hadapan banyak orang.


Tak lama kemudian, Riani pamit untuk pergi ke toilet. Saat ia memasuki lorong untuk arah ke toilet perempuan, Daniel mencegatnya.


"Ayo kita pulang ke Surabaya!"


"Aku nggak mau!"


"Kita besarkan Arma bersama. Seperti mimpi kita dahulu."


"Aku sudah tak mencintai kamu. Aku mencintai Jack."


"Kau mencintai hartanya kan?"


Plak!


Riani menampar Daniel dengan sangat keras. "Aku tak pernah tahu kalau Jack orang kaya saat menikahinya. Aku mencintai Jack tanpa memandang status dan hartanya. Kau salah besar jika berpikir kalau aku tak mencintainya." Riani langsung meninggalkan Daniel sendiri.


Ia masuk ke toilet dengan kesal. Ia kepala karena Daniel sama sekali tak mau melepaskannya.


Selesai dari toilet, Riani kembali ke ruangan. Jack sudah menantinya dengan wajah khawatir.


"Aku takut jika kamu pusing di sana. Aku baru saja akan menyusul mu." ujar Jack lalu melingkarkan tangannya di pinggang sang istri.


"Daniel menganggu aku lagi, Jack." kata Riani tanpa menyembunyikan rasa kesalnya.

__ADS_1


"Aku akan menghajarnya."


"Sudahlah, sayang. Semuanya sudah berlalu. Aku bisa mengatasinya." Riani mengusap lengan Jack untuk menenangkan suaminya itu.


Saat acara mulai berakhir, dan para tamu sudah mulai berpamitan, di pintu masuk terlihat ada kekacauan.


"Ada apa?" tanya Jack pada salah satu anak buahnya.


"Tuan, di luar ada nona Cecilia Smith. Ia memaksakan diri untuk masuk namun karena ia tak membawa undangan, dan acara sudah selesai, pihak keamanan tak membiarkan ia masuk."


Jack mengeram kesal. "Amankan wanita itu segera."


"Baik, tuan!"


Riani melihat kalau Jack sangat marah tapi juga wajahnya tegang.


"Sayang, sebaiknya kita pulang ikut jalan rahasia saja." Jack langsung memberikan kode kepada para pengawalnya. Ia kemudian meminta Riani mengambil dompetnya sehingga mereka akan segera pergi.


Para pengawal mengatur jalan agar sang bos dan istrinya melewati jalan aman. Mobil Jack sudah di parkir di bagian belakang gedung hotel ini.


Akhirnya mereka bisa pulang dengan aman tanpa ada gangguan para wartawan dan pemburu berita lainnya.


Namun, alangkah terkejutnya mereka saat akan memasuki halaman rumah, nampak Cecilia berdiri di sana dan menghadang langkah mereka.


Jack turun dan meminta Riani untuk tetap berada di dalam mobil.


"Apa maumu Cecilia?"


Cecilia menatap Jack. "Tanggung jawab mu!"


"Sudah ku katakan kalau aku ingin melihat hasil tes DNA nya."


"Ini anakmu, Jack!"


"Jangan terlalu yakin, Cecilia!"


"Riani.....! Turun kamu!"


Cecilia melangkah ke arah mobil. Jack menahan Cecilia. Menariknya dengan kasar.


Riani akhirnya turun melihat situasi itu.


"Ada apa?" tanya Riani.


"Aku hamil anaknya, Jack!" teriak Cecilia membuat Riani nampak sangat terkejut.


**********


Selamat pagi.....

__ADS_1


selamat hari Jumat Barokah


semangat terus dukung emak ya guys


__ADS_2