Janda Muda Dikejar Om Bule

Janda Muda Dikejar Om Bule
Di buru Wartawan


__ADS_3

Jack bangun pagi ini dengan wajah sumringah. Mungkin karena semalam ia dan Riani bermesraan cukup lama. Keintiman mereka membuat Jack melupakan sebentar masalahnya dengan Cecilia.


Bagi Jack, Riani adalah sosok perempuan yang mampu mengalihkan dunianya. Kelembutan dan kesederhanaannya mampu membuat Jack bahagia. Mungkin karena itulah, Cassie juga sangat menyayangi Riani.


Bangun dan berolahraga sebentar adalah kebiasaan Jack di pagi hari. Kali ini ia memilih berolahraga di ruang gym nya.


Selama hampir 1 jam Jack melaksanakan rutinitas paginya.


"Tuan, ini jus nya." ujar James sang kepala koki.


"Terima kasih. Di mana Leo?" tanya Jack karena yang biasa membawakan jus nya adalah kepala pelayan.


"Leo sedang menemani nona main sepeda."


"Apakah dia main di luar rumah? Bagaimana kalau ada wartawan? Aku bosan dengan mereka yang terus berada di luar rumahku. Jika mereka datang lagi, minta satpam untuk mengusir mereka." ujar Jack lalu menyeka keringatnya kemudian mengambil jus yang masih ada di atas nampan yang dipegang oleh James.


"Baik tuan."


"Panggil Leo dan anakku."


James mengangguk, sedikit membungkuk ia pamit lalu meninggalkan ruangan gym.


Jack pun bergegas akan ke kamarnya namun ia mengurungkan niatnya saat melihat Riani yang sedang menuruni tangga. Ia menggunakan dress berwarna pink dengan rambut yang masih agak basah.


Berulangkali Riani meminta Jack untuk mengambil pakaiannya yang ada di rumah desa namun Jack meminta istrinya itu untuk memakai semua pakaian yang sudah ia siapkan. Jack tahu Riani enggan memakai baju merk terkenal. Tak ada lagi kaos oblong dan celana ceper yang biasa Riani kenakan.


"Good morning honey." Jack menyambut istrinya di tangga terakhir. Mereka kemudian saling berciuman mesra. "Kau sangat cantik. Aku suka gaunnya."


"Kalau di Indonesia, gaun seperti ini dipakai ke kondangan. Aneh rasanya dijadikan pakaian rumahan saja." kata Riani. "Aku rindu menggunakan dasterku."


Jack terkekeh. "Jangan keseringan memakai daster. Nanti aku malas pergi kerja."


"Kenapa?"


"Kamu terlalu menggoda jika menggunakan daster itu."


"Ih....Jack!" Riani menjadi malu. Ia memukul dada suaminya dengan manja.


"Good morning." Cassie dan Leo masuk dari serambi samping.


"Leo, kenapa membawa Cassie main ke luar rumah. Bagaimana jika ada wartawan?" tanya Jack.


"Cassie yang memaksa, daddy. Jangan salahkan paman Leo. Lagi pula di depan sepi. Para wartawan masih tidur karena kecapean mengejar daddy sejak kemarin." ujar Cassie membuat mereka tertawa mendengar apa yang diucapkan oleh gadis remaja itu.


"Ya sudah. Daddy mandi dulu setelah itu kita sarapan bersama."Jack mengacak rambut anaknya namun ia memberikan tatapan yang membuat Leo mengerti bahwa sang majikan tak ingin putrinya keluar tanpa ijin darinya.

__ADS_1


Satu jam kemudian....


Keluarga Almond sarapan di halaman belakang. Cuaca pagi ini yang cerah membuat mereka ingin menikmatinya.


"Daddy, mau pergi kerja juga? Ini kan weekend?" tanya Cassie. Terlihat ada tatapan protes dari putrinya itu.


"Ada tamu dari Amerika, sayang. Mereka mau membeli produksi alat kesehatan dan olahraga kita. Daddy harus turun langsung karena paman Sam sedang ke Jerman. Pacarnya ulang tahun. Mungkin sekitar jam 3 sore daddy sudah pulang."


"Ya sudah. Kan ada mommy di sini." Riani menggengam tangan Cassie membuat anak sambungnya itu langsung tersenyum.


Setelah Jack pergi, Riani dan Cassie duduk sambil menonton acara TV.


"Mommy, bosan!"


Riani menatap Cassie. "Inginnya kita buat apa?"


"Inginnya main ke mall. Cassie nggak sama dengan anak-anak lain. Nggak pernah ke mall sama seperti teman-teman yang lain. Daddy lebih suka ke butik yang sepi, penuh privasi. Atau belanja online. Entah kenapa. Di sekolah, Cassie juga nggak boleh bilang kalau Cassie anak Daddy. Makanya Cassie sangat suka saat ke Bali. Karena kami bisa bersama."


Riani menatap Cassie. "Jadi, mau ke mall?"


Mata Cassie langsung berbinar. "Sekarang?"


"Iya. Sekarang baru pukul 10 pagi. Daddy akan kembali sekitar jam 3 sore. Kita punya 4 jam untuk main-main di sana."


"Main-main dan belanja. Aku mau ganti gaun seperti warna gaun mommy. Warna pink." Cassie segera berlari ke kamarnya membuat Riani bahagia.


**********


Satu jam lebih Riani membiarkan Cassie bermain. Ia sendiri lebih banyak duduk karena ia tak mau kandungannya mengalami gangguan.


Selesai bermain, Cassie mengajak Riani memasuki beberapa toko untuk membeli baju. Dia ingin baju dan sepatu yang couple dengan ibu sambungnya itu.


Beberapa pasang mata mulai memperhatikan Riani dan Cassie. Ada yang membuka hp mereka dan melihat profil Jack Almond yang memperkenalkan istrinya beberapa waktu yang lalu.


"Sayang, mereka kok memperhatikan mommy ya?" bisik Riani.


Cassie melihat orang-orang itu. "Kayaknya mereka mengenal mommy. Kan mommy sudah beberapa kali pergi bersama daddy di acara-acara penting."


"Mommy kok kurang nyaman ya..."


Cassie menggandeng tangan Riani. Tinggi badan mereka yang hampir sama membuat Cassie dan Riani terlihat bagaikan kakak dan adik.


"Kita pergi makan saja mommy." ujar Cassie. Ia menelepon sopir mereka untuk membawakan belanjaan mereka. Setelah itu ia dan Riani menuju ke salah satu restoran yang ada di sana. Setelah memesan makanan, Riani kembali merasa tak nyaman dengan tatapan orang-orang yang ada di sana. Sampai akhirnya ada seorang ibu yang berpakaian mewah dengan dandanan yang sedikit menor mendekati mereka.


"Kamu kok bisa-bisanya menikmati hidup tenang sementara ada seorang wanita yang sedang hamil dan dibiarkan oleh suamimu? Memangnya kamu nggak sakit dikhianati?"

__ADS_1


"Kamu bicara apa?"Riani jadi bingung.


"Jangan ganggu mommy ku!" ujar Cassie. Ia langsung berdiri dan memasang dada untuk membela Riani.


"Siapa kamu? Anaknya wanita ini? Memangnya berapa usianya saat melahirkanmu?" perempuan itu memandang Cassie dan Riani secara bergantian dengan tatapan mengejek.


"Sebaiknya kita pergi saja, Cassie!" ajak Riani.


"Ayo mommy!" Cassie meraih tas dukungnya dan segera mengikuti langkah Riani.


"Hei, suruh Jack Almond bertanggungjawab pada Cecilia." teriak wanita itu membuat langkah Riani terhenti. Kini ia mengerti apa yang wanita itu katakan tadi.


"Ayo mommy! Jangan dengarkan omongannya." Cassie menarik tangan Riani.


Saat mereka keluar dari mall, beberapa wartawan sudah menunggu mereka.


"Nyonya Almond, bagaimana tanggapan anda mengenai pengakuan Cecilia Smith yang sedang mengandung anakmu?"


"Apakah anda akan berpisah dengan Jack Almond?"


"Siapa gadis kecil ini? Apakah dia ada hubungannya dengan Jack Almond?"


Riani dan Cassie terkejut melihat banyak orang yang sudah menunggu mereka. Ada kamera, ada ponsel dan beberapa alat perekam lainnya. Mereka mulai mendesak Riani dan Cassie.


"Hei...., jangan dorong mommy!" Cassie mulai panik. Riani pun berusaha menjaga keseimbangan tubuhnya.


Pada saat yang genting itu, beberapa orang lelaki berbadan besar dan berseragam hitam segera memagari Riani dan Cassie sehingga keduanya bisa lolos dan segera masuk ke dalam mobil yang sudah menunggu mereka.


"Mommy, are you ok?" tanya Cassie melihat Riani yang nampak gemetar.


"Iya, sayang." Riani berusaha tersenyum walaupun sebenarnya ia merasa takut dan gentar. Para pemburu berita itu begitu ingin mendapatkan apa yang mereka inginkan.


Cassie membuka tasnya dan memberikan sebotol air mineral pada Riani.


"Terima kasih sayang." ujar Riani meras sangat terharu dengan perhatian dan kasih sayang Cassie untuknya.


Begitu mereka tiba di rumah, mobil Jack juga sampai. Lelaki itu nampak sangat marah.


"Siapa yang mengijinkan kalian keluar?" tanyanya dengan emosi yang tak tertahankan lagi.


************


Selamat sore


have a bless day

__ADS_1


Semoga suka dengan part ini ya?


__ADS_2