Janda Muda Dikejar Om Bule

Janda Muda Dikejar Om Bule
Rumah Jack


__ADS_3

Cecilia menatap Jack yang berdiri di hadapannya. "Aku hamil, Jack."


"Mana buktinya kalau kamu hamil?" tanya Jack.


Cecilia mengeluarkan surat pemeriksaan dari rumah sakit yang menyatakan kehamilannya. "Kalau kamu masih kurang yakin, aku akan melakukan tes sekarang."


Jack menarik napas panjang ketika membaca hasil itu. "Aku tak percaya kalau ini adalah anakku. Bukankah selama ini kamu sangat menjaga bentuk tubuhmu dan tak berniat untuk memiliki anak?"


"Aku juga tak berencana untuk memiliki anak. Namun semuanya terjadi begitu saja. Malam itu aku lupa kalau sedang dalam masa suburku."


Ada senyum mengejek dari Jack. "Bagaimana mungkin kau mau hamil anak dari pria yang tak kau sukai? Gugurkan saja!"


"Jack! Aku mencintaimu." Cecilia menyentuh tangan Jack. "Dan aku yakin kalau kamu juga mencintai aku."


"Aku tidak mencintai kamu! Bukankah kau pernah mengatakan kalau hubungan diantara kita sekarang hanya sebatas kepuasan di atas ranjang saja? Aku mencintai Riani. Dia adalah istriku!"


Cecilia menggelengkan kepalanya. "Kamu bohong, Jack! Kamu masih mencintai aku. Buktinya kamu mencari istri yang wajahnya mirip denganku."


"Kemiripan kalian hanyalah sebuah kebetulan! Riani memiliki pribadi yang jauh lebih baik darimu." Jack akan melangkah pergi namun Cecilia kembali menghadang langkahnya. "Aku akan membeberkan kebenarannya di depan publik."


"Coba saja kalau kamu berani. Aku bukan Jack yang dulu, yang pernah kau sakiti. Dan jika usia kandunganmu sudah cukup, aku akan mengadakan tes DNA sebelum anak itu lahir."


"Bagaimana kalau terbukti jika anak ini memang adalah anakmu?"


"Aku akan tetap membiayai kehidupannya, memberikan nama belakangku padanya, namun tidak dengan menjadikanmu istriku. Permisi!" Jack langsung pergi meninggalkan apartemen Cecilia.


"Aku akan mengatakannya pada istri kampungan mu itu, brengsek!" teriak Cecilia kesal. Ia tak berharap kalau Jack akan meninggalkannya. Dia baru sadar kalau Jack ternyata cinta dalam hidupnya, setelah Jack menikah dengan wanita lain. Wanita dari kalangan biasa yang tak memiliki apa-apa jika dibandingkan dengan dirinya. Cecilia tahu kalau tujuan Jack menikahi Riani adalah untuk membalaskan dendam padanya.


***********


Riani tertawa saat mendengar cerita Clark mengenai apa yang dialaminya. Hari ini pria tampan itu datang menjenguk Riani.


"Aow...., lukanya masih sakit." Riani memegang dahi Kanannya yang masih terbungkus dengan perban. Di sanalah mereka mengoperasinya karena mengalami benturan yang sangat keras dan menyebabkan tengkoraknya sedikit mengalami retak.


"Maaf...jika aku telah membuatmu terluka. "Oh ya, bagaimana kabar Arma?"


"Baik. Kami sudah tiga kali saling teleponan dan aku harus memakai baju yang lain dan menggunakan penutup kepala agar Arma dan orang tuaku tak curiga dengan keadaanku. Jack sebenarnya ingin memindahkan aku ke rumah sakit yang lain, namun aku nggak mau. Aku suka dengan para medis di sini yang baik dan ramah."


"Sebenarnya kalau kamu pindah ke rumah sakit lain pun pelayan kepadamu akan tetap sama. Kamu adalah nyonya besar. Istri dari Jack Almond."


Riani menggeleng lemah. "Aku tak merasa demikian. Dan aku juga tak mau menjadi nyonya besar. Aku justru bahagia dengan keadaanku yang sekarang. Walaupun sebenarnya ada rasa sedih di hatiku karena Jack tak mau jujur padaku."


Clark mengusap punggung Riani dengan lembut. "Aku yakin kalau Jack mencintaimu."


"Aku justru sekarang meragukan cintanya. Entahlah, Clark. Aku belum mau memikirkan semua masalah ini. Aku ingin fokus pada pemulihan ku sendiri. Aku sungguh bodoh menarik stir mobil tanpa memikirkan akibatnya bagi diriku sendiri."


"Semuanya sudah berlalu. Sekarang, saatnya bagi dirimu untuk bangkit."

__ADS_1


"Ingin rasanya aku pulang ke Indonesia. Aku sangat merindukan anakku."


"Hei, jangan menangis." Clark mengambil dua lembar tissue dan memberikannya pada Riani.


Tanpa keduanya sadari, Jack mendengarkan percakapan itu dari awal. Ia tak menyangka kalau Clark mendukung nya dengan mengatakan kalau ia mencintai Riani.


Jack pun memilih untuk duduk di bangku yang ada di depan ruangan Riani. Saat Clark keluar, keduanya saling bertatapan.


"Aku pergi...!" kata Clark dengan gaya cueknya.


"Terima kasih!"


Langkah Clark terhenti. Namun ia tak membalikan badannya.


"Aku tahu kalau kamu yang mengirim video tentang Dewi yang meremehkan istriku."


Clark menoleh. "Aku melakukannya untuk Riani. Bukan untuk dirimu. Kau dulu pernah merusak mimpi dan harapanku. Namun aku tak akan melakukan itu padamu." Lalu Clark melangkah pergi dengan santainya


Hati Jack bergetar. Sesaat ia mengingat sepenggal kisah masa lalu itu. Hubungannya yang memang tak begitu akrab dengan Clark menjadi sangat buruk setelah ia merenggut semua yang Clark miliki. Termasuk cinta terbesar dalam hidup Clark.


Setelah menguatkan hatinya, Jack pun masuk ke dalam. Di lihatnya Riani sedang duduk sambil memegang ponselnya.


"Honey......!" Panggil Jack membuat Riani menoleh ke arah pintu masuk. Dengan cepat ia menghapus air matanya dan tersenyum.


Jack langsung mendekat dan memeluk Riani. "Kenapa menangis?"


Jack melepaskan pelukannya. Ia membelai wajah istrinya. "Kita akan pulang ke Indonesia, sayang. Tapi tunggu kamu sembuh dulu. Kata Dokter butuh 3 bulan untuk bisa pulih karena kamu harus menjalani serangkaian pemeriksaan pasca operasi untuk melihat apakah bekas benturan itu tak akan membawa masalah di kemudian hari."


"Aku bosan di sini terus, Jack."


"Aku tahu. Dokter sudah mengijinkan kita pulang hari ini. Dokter akan datang setiap 2 hari sekali untuk memeriksa luka bekas operasi mu."


"Benarkah?" Riani senang. Setidaknya jika di rumah ia bisa lebih bersantai bahkan dijauhkan dari bau rumah sakit yang membuat ia selalu ingat kampung halamannya.


"Cassie juga diberikan ijin untuk pulang selama seminggu. Sekolahnya diliburkan karena ada beberapa temannya yang terkena virus yang mematikan sehingga mereka dikarantina di rumah. Syukurlah saat menjalani pemeriksaan, Cassie bersih sehingga tak perlu diisolasi."


"Wah, senangnya ada Cassie."


"Aku sudah menceritakan keadaanmu pada Cassie. Aku bilang kalau kamu ditabrak mobil. Aku tak ingin Cassie tahu keadaan yang sebenarnya. Sekarang, aku akan selesaikan administrasinya dulu lalu kita akan pergi."


Riani hanya mengangguk.


30 menit kemudian seorang perawat datang dan membantu Riani mengganti baju pasien rumah sakitnya dengan bajunya sendiri. Secara hati-hati juga perawat itu menyisir rambut panjang Riani lalu atas permintaan Riani, rambutnya diikat satu.


Saat Jack kembali ke kamar, Riani sudah siap. Infus di tangannya sudah dicabut. Jack menggendong Riani lalu meletakan tubuh istrinya itu di atas kursi roda. Jack sendiri yang mendorongnya.


Riani melihat ada 2 lelaki berpakaian hitam yang membawa barang-barang Riani. Ia ingin bertanya namun di tahannya.

__ADS_1


Ketika mereka tiba di lobby rumah sakit, Jack kembali mengangkat tubuh Riani dan berjalan menuju ke sebuah mobil hitam mewah. Mobil hammer. Pintu mobil langsung dibuka oleh seorang lelaki yang berpakaian hitam juga. Jack meletakan tubuh Riani secara perlahan lalu menutup pintunya. Ia sendiri berputar ke sisi yang berlawanan dan akhirnya duduk di samping istrinya itu. Sementara di depan, ada seorang sopir yang berpakaian jas dan menggunakan topi. "Ke rumah utama, tuan?" tanya sopir itu.


"Ya." Jawab Jack


"Di mana mobil pickup mu?" tanya Riani.


Jack hanya tersenyum. Ia merapatkan tubuhnya pada Riani lalu melingkarkan tangannya di bahu istrinya itu. "Tidurlah sayang. Perjalanan kita membutuhkan waktu hampir 2 jam."


Riani bersandar di dada Jack. Di kepalanya muncul berbagai macam pertanyaan namun karena ia merasa lelah dan juga pengaruh obat yang diminum, ia pun memejamkan matanya.


Riani kemudian terbangun saat mobil memasuki sebuah gerbang besar dengan pintu hitam yang sangat tinggi dan terlihat kokoh. Pintu itu dibukakan oleh seorang pria berseragam hitam juga.


Riani mengangkat kepalanya yang bersandar di dada Jack. Ia melihat kalau mereka memasuki halaman luas dengan taman bunga yang sangat indah. Ada air mancur tepat di depan serambi depan. Di sana, sudah berdiri 4 orang pelayan perempuan menggunakan seragam putih hitam dan di antara mereka ada seorang laki-laki berusia sekitar 50 tahun menggunakan setelah semi jas.


Ketika mobil berhenti, lelaki itu yang datang membukakan pintu.


"Selamat datang, tuan!" sapa lelaki itu.


Jack hanya mengangguk. Ia turun lebih dulu. "Sayang, ayo mendekat. Biar aku menggendong mu."


Riani mendekatkan tubuhnya. Namun saat Jack akan mengangkatnya, Riani sedikit menjauh.


"Ini rumah siapa Jack?" Tanya Riani sambil mendongak dan menatap istana yang ada di depannya.


"Rumah kita, sayang."


"Maksudmu?" Riani bingung. Namun sebelum Jack menjawabnya terdengar suara Cassie.


"Apakah mommy sudah pulang?"


Jack langsung meraih tubuh Riani dan membawanya keluar dari mobil. Cassie langsung menangis saat melihat dahi Riani yang diperban dan beberapa luka memar di wajah dan tangannya.


"Jangan bersedih, sayang. Mommy sudah sembuh." kata Riani sambil tersenyum.


Cassie menghapus air matanya. "Selamat datang di rumah kita, mommy." ujar gadis itu.


"Selamat datang Nyonya Almond!" serempak para pelayan menunduk dan mengucapkan salam.


Riani menjadi semakin bingung. Ia sock dengan perubahan yang dilihatnya sekarang.


************


Selamat pagi......


Duh, Riani sock lihat rumah gede Jack. Gimana selanjutnya?


Dukung emak terus ya guys

__ADS_1


__ADS_2