Janda Muda Dikejar Om Bule

Janda Muda Dikejar Om Bule
Janda Incaran Bule


__ADS_3

Saat Riani memasuki kantor di pagi ini, semua yang berpapasan dengan Riani langsung mengangkat jempol mereka. Ia sendiri jadi kaget saat melihat perilaku semua teman-temannya.


"Ada apa sih Abigail?" tanya Riani pada teman satu divisinya yang bernama Abigail.


"Berita tentang dirimu yang berdansa dengan pangeran Philip menjadi tranding topik hari ini. Semua pada heboh karena penasaran siapa sih perempuan Asia yang bisa menarik perhatian pangeran Philip yang terkenal pendiam itu? Pangeran Philip bukan tipe play boy yang suka gonta ganti pacar. Orang sempat bingung karena ia putus dengan Anastasya. Dia bahkan tak pernah menunjukan kedekatannya dengan Perempuan manapun selain mantan tunangannya itu. Namun saat kalian berdansa tadi malam, sangat jelas terlihat bagaimana ia menatap mu dengan kagum dan penuh rasa cinta."


Riani tertawa. "Jangan berlebihan. Sikapnya padaku hanya biasa-biasa saja."


Abigail mengikuti langkah Riani ke ruangannya. "Kalau memang dia hanya menganggap mu biasa saja, mengapa ada bunga itu di mejamu?"


Riani terkejut melihat buket bunga mawar merah yang sangat besar ada di mejanya. Ia segera membuka kartu nama yang ada di sana.


"Terima kasih untuk dansa semalam yang sangat berkesan. Kau membuat tidurku tak nyenyak semalam. Philip." Abigail membacakan tulisan yang ada di kartu itu. "Aow....aow ...Riani membuat tidur pangeran tak nyenyak."


"Abigail, diam...! Nanti ada yang dengar." Riani membungkam mulut Abigail dengan tangannya.


"Biar saja Riani. Biar semua orang tahu kalau salah satu pegawai terbaik di perusahaan ini membuat pangeran Philip klepek-klepek. Tapi, apakah tuan Clark tak cemburu?"


"Abigail, berapa kali harus aku katakan padamu kalau aku dan Clark hanya berteman. Dia menolong aku dalam kesusahan ku dan aku tahu kalau hatinya hanya milik seorang perempuan yang adalah cinta pertama dalam hidupnya."


Abigail menarik napas panjang. "Tuan Clark orang baik. Sayangnya ia gagal dalam percintaan. Tunangannya diambil Jack Almond dan akhirnya meninggal. Sejak itu, tuan Clark jomblo. Memang sih aku dengar dia dekat dengan Cecilia Smith namun kami semua yakin kalau tuan Clark bukan orang seperti itu."


Riani hanya tersenyum. Bagaimana jika mereka tahu kalau dirinya adalah janda Jack Almond?


**********


Jack membanting tablet yang ada di tangannya saat melihat topik berita pagi ini lengkap dengan video saat Riani berdansa dengan Philip.


"Bad mood?" tanya Sam yang baru masuk ke ruangan Jack.


"Tidak." jawab Jack berusaha menyembunyikan hatinya yang kacau.


"Sudah baca berita hari ini?"


"Apa?" tanya Jack pura-pura sambil membuka map yang baru saja Sam bawa dan mulai menandatangani file itu.


"Tentang mantan mu yang menjadi pusat perhatian seluruh Inggris saat ini. Mereka begitu penasaran dengan sosok gadis Asia yang sanggup membuat sang pangeran memujinya setinggi langit. Pada hal itu bukan kebiasaan pangeran Philip."


"Oh ya?"


"Kamu juga hadir di sana kan, Jack? Penampilan Riani yang memang sangat jauh berbeda dari biasanya membuat orang tak mengenali dia sebagai mantan mantan istrimu. Betapa beruntungnya Riani, saat kamu membuangnya dengan alasan perselingkuhannya, dia justru menjadi incaran bule-bule kaya. Pertama Clark dan sekarang Pangeran Philip."


"Apa agendaku hari ini?" tanya Jack memotong ucapan Sam sambil menyerahkan kembali map yang tadi di bawa Jack.


"Nanti jam 4 sore ada pertemuan dengan investor dari Jerman. Pagi sampai siang ini kamu free."


"Tolong pesankan meja untuk makan siang antara aku dan Firuse. Di restoran biasa."


"Ok." ujar Sam sambil membuka map itu. "Jack, kenapa kamu tanda tangan di tempat yang salah?"


"Buat lagi yang baru. Nanti aku tanda tangan lagi."


Sam menggelengkan kepalanya. Aku tahu kamu cemburu dengan Riani, Jack. Aku berharap saat kau menyadari kalau Riani adalah perempuan yang baik, semuanya belum terlambat.

__ADS_1


********


Riani terkejut saat Clark memanggilnya ke ruangannya dan ternyata di sana ada Philip.


"Selamat siang pangeran." Sapa Riani sambil menunduk hormat.


"Jangan terlalu formal denganku, Riani. Panggil saja namaku. Aku sebenarnya tak terlalu suka dengan embel-embel pangeran ini. Lagi pula yang putra mahkota adalah kakakku dan bukan aku."


Riani hanya tersenyum.


"Oh ya, aku sudah minta ijin pada Clark untuk mengajak kamu makan siang. Itu pun jika kamu tak keberatan."


"Eh aku....ada rapat ....." Riani jadi bingung. Sungguh ia tak ingin pemberitaan semalam akan menjadi heboh siang ini.


"Aku sudah meminta Abigail untuk menggantikan mu." ujar Clark.


"Oh...begitu ya...." Riani tak bisa menolak.


"Baiklah kalau begitu. Kita bisa pergi sekarang?" tanya Philip.


Riani mengangguk. "Aku akan singgah sebentar ke ruangan ku untuk mengambil tas ku."


"Ok. Clark, kami pergi dulu ya?" pamit Philip. Clark mengangguk sambil mengangkat kedua jempolnya.


Tak lama kemudian, Riani dan Philip tiba di sebuah restoran mewah yang ada di kota itu.


Ada perasaan canggung dalam hati Riani saat melihat bagaimana mereka diperlakukan dengan sangat istimewa.


"Pangeran, silahkan di pilih meja mana yang...."


"Jack...!" panggil Philip saat melihat Jack yang baru saja memasuki ruangan itu dengan Firuse yang bergelut manja di lengan Jack.


"Pangeran..." Jack terlihat salah tingkah melihat Philip dan Riani ada di sana.


"Mau makan di sini juga? Ayo kita gabung bersama!" ajak Philip.


"Eh...kami...." Jack berniat akan menolak.


"Kenapa tidak?" ujar Firuse membuat Jack tak bisa menolak lagi.


Akhirnya mereka berempat duduk di meja yang sama.


"Pangeran, saya sangat menyukai tulisan anda tentang sejarah Inggris yang terlupakan. Karena aku juga sangat suka sejarah." ujar Firuse saat mereka mulai menikmati makan siangnya.


"Oh ya? Aku memang sangat menyukai sejarah. Mengenang masa lalu itu memang baik. Namun tidak untuk urusan percintaan." ujar Philip.


"Wah, pangeran sepertinya mau mengatakan bahwa anda sudah move on dari putri Anastasya?" tanya Firuse.


"Ya. Untuk apa mengenang masa lalu jika masa lalu itu pernah menyakiti kita? Bagaimana menurutmu, Riani?" tanya Philip sambil menatap Riani.


"Eh...ya. Bagiku masa lalu biarkanlah menjadi masa lalu. Karena kita juga tak hidup untuk masa lalu kan? Apalagi jika masa lalu itu sungguh menorehkan luka yang dalam." ujar Riani pelan namun sangat menusuk hati Jack.


"Setuju." Ujar Firuse. "Riani sepertinya kamu pernah patah hati?"

__ADS_1


Riani tersenyum. "Ya. Namun pelajaran hidup akan memberikan aku kekuatan. Makanya patah hati tak akan pernah membuatku lemah. Aku akan memperjuangkan semua yang menjadi hak ku untuk bahagia."


"Bagaimana menurutmu, Jack?" tanya Philip.


"Ya." hanya itu yang bisa Jack ucapkan.


"Aku ke toilet sebentar ya?" pamit Firuse.


"Ok." Jack mengangguk.


"Riani, aku penasaran tadi saat kau bilang bahwa kau pernah patah hati. Lelaki mana yang tega membuat gadis secantik kamu patah hati?" tanya Philip.


"Eh itu...., aku tak mau mengatakannya, pangeran. Aku sudah melupakannya." ujar Riani membuat wajah Jack nampak masam.


Tentu saja kau sudah melupakan semuanya Riani. Karena kau sudah mendapatkan seseorang yang lebih dari aku. Dasar matre! Umpat Jack dalam hati.


"Bagaimana kabar anak-anakmu, Riani?" tanya Philip membuat Riani terkejut.


"Anak-anakku?"


"Ya. Jangan kaget mengapa aku tahu. Karena jika aku dekat dengan seseorang, aku harus tahu kehidupannya. Bukan karena aku membeda-bedakan orang namun supaya aku tahu bagaimana menjalin hubungan yang baik dengan orang itu." ujar Philip membuat Riani bernapas lega. Ia senang karena Philip sudah tahu tentang statusnya sebagai janda anak dua.


"Anak-anakku semuanya baik. Aku hidup untuk mereka."


"Good. Itulah sebabnya aku merasa bahwa kamu itu sangat luar biasa. Sungguh bodoh mantan suamimu yang menceraikan kamu. Bagaimana menurut mu, Jack? Bodoh kan lelaki yang menceraikan Riani. Aku harap pria itu akan menderita saat melihat bahwa Riani adakah Perempuan yang baik. Clark mengatakan padaku bahwa mantan suami Riani menceraikannya karena menuduh Riani selingkuh. Sungguh bodoh lelaki itu. Aku saja yang baru semalam mengenal Riani dapat tahu, bahwa Riani bukan tipe wanita seperti itu."


Riani tersenyum lagi. "Biarlah. Suatu saat nanti kebenaran pasti akan berbicara. Oh ya pangeran, sebentar, aku juga mau ke toilet." Riani berdiri begitu melihat Firuse yang sudah kembali.


Riani tahu perkataan Philip membuat Jack tak nyaman. Rupanya Clark tak cerita pada Philip kalau Riani dan Jack pernah ada hubungan. Riani pun berpikir itu juga tak patut diceritakan karena ia bertekad untuk segera move on dari Jack dan mengobati luka hatinya.


Selesai buang air kecil, Riani mencuci tangannya.Tepat di saat itu seorang perempuan masuk. Keduanya saling menatap melalui kaca dan keduanya sama-sama terkejut.


"Cecilia?" guman Riani pelan dan membuat Cecilia mengenali Perempuan yang ada di depannya.


"Aow....rupanya kamu perempuan yang dikabarkan dekat dengan Pangeran Philip? Hebat kamu ya? Lepas dari Jack, kini merayu sang pangeran." kata Cecilia dengan sikap meremehkan.


"Kamu pikir aku Perempuan murahan seperti hal nya dirimu?"


"Jadi kamu pikir aku adalah perempuan murahan?"


"Memangnya tak murahan cara yang kau dan Dewi pakai untuk membuat aku dan Daniel nampak buruk di mata Jack? Kau memang berhasil memisahkan aku dan Jack. Jack dengan mudahnya percaya skenario yang kalian buat. Dan kau tahu, demi Arma aku siap melakukan apa saja. Namun kau tak bisa membuat Jack kembali padamu. Buktinya Jack sekarang bersama Firuse dan Dewi akhirnya di depak oleh Daniel. Kau tahu Cecilia, kejahatan tak akan pernah menang melawan kebaikan."


"Brengsek kau, Riani! Aku akan terus menghancurkan mu sampai akhirnya kau di deportasi dari negara ini. Kau pasti akan menderita karena akan terpisah dari baby Reo."


"Lakukan saja apa yang kau mau, Cecilia. Aku tak peduli. Jika kau coba mengusik hubunganku dengan anak-anakku, maka kau akan melihat kekuatan apa yang aku miliki untuk menghancurkan mu juga!" kata Riani lalu menabrak bahu Cecilia yang menghalangi langkahnya. Saat ia mendorong pintu toilet, langkahnya terhenti melihat Jack yang berdiri di sana dengan tatapan yang sulit untuk Riani artikan.


Apakah Jack mendengar ?


***********


Duh....duh emak kok di gantung sih?


He...he....jika yang komen pas 100 hari ini, emak tambah 1 bab lagi deh 😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2