
"Bagaimana si Jack, masih menghindar terus kah?" tanya Jack selesai rapat siang ini.
"Tidak juga. Kemarin pagi, saat aku ke rumahnya, dia masih ada di rumah. Tapi kami tak saling menyapa karena Jack ada di kamarnya. Saat ia pamitan pada Reo, aku justru sedang di dapur menyiapkan sarapan untuk Reo. Beberapa malam yang lalu juga dia pulang masih jam 7 malam. Hanya tersenyum sekilas ke arahku, lalu mencium Reo yang sedang ada di keretanya. Setelah itu ia langsung naik ke lantai 2 dan nggak turun-turun sampai aku pulang."
Clark tertawa sambil menggelengkan kepalanya. Ia kemudian mengajak Riani ke ruangannya.
"Besok malam atas acara amal untuk yayasan kanker milik pemerintah. Semua pengusaha diundang untuk hadir. Kebetulan acaranya tahun ini dilaksanakan di Manchester. Kamu mau kan menemani aku?"
"Jack hadir kah?"
"Memangnya kenapa kalau dia hadir? Kamu takut dia salah mengerti dengan kedekatan kita? Biar saja. Kan kamu sekarang wanita bebas. Dan dia sendiri yang membebaskan kamu."
"Bukan itu masalahnya. Aku dengar kalau dia....."
"Dekat dengan Firuse Bhakti? Artis asal Turki itu? Mereka dekat sejak buat iklan bersama 3 minggu yang lalu. Aku dengar perusahaan Jack juga mengontrak Firuse menjadi bintang iklan alat olahraga milik Jack."
"Eh....."
"Apakah pengaruh bagimu mendengar Jack dekat dengannya? Kalian kan sudah 5 bulan bercerai. Belum move on juga?"
"Bukan begitu, Clark."
Clark tersenyum. "Kamu nggak rela karena Jack sudah move on dan kamu belum?"
"Bukan tentang Move on, Jack. Tapi tentang luka hati yang belum sembuh. Aku juga sudah berjanji dalam hatiku, tak akan pernah membuka hatiku untuk Jack. Tapi bukan berarti semua luka yang Jack berikan padaku akan cepat sembuh kan? Butuh proses."
Clark mengangguk. "Aku tahu. Dulu aku juga pernah ada di posisimu saat Camila memilih Jack. Namun, pengalaman mengajarkan padaku, semakin sering kau melihat orang yang pernah hadir di hatimu bersama dengan orang lain, maka akan semakin cepat kita menyembuhkan luka hati kita sendiri. Namun tenang saja, sudah 4 tahun belakangan ini, Jack tak pernah hadir di acara amal seperti ini. Walaupun sumbangan dari Jack selalu ada."
"Apakah kamu tak malu mengajakku?"
Clark mengerutkan dahinya. "Kenapa harus malu?"
"Aku ini seorang janda, Clark. Janda anak dua."
"Aku sangat yakin tak akan ada yang mengenali mu sebagai janda Jack Almond. Selanjutnya, kamu tak nampak seperti janda. Kamu tuh cantik. Kecantikan khas milik wanita Asia. Kalau Jack takut memoles mu terlalu dalam karena ia posesif akan semakin pria yang menyukaimu, aku akan memoles mu dengan sangat luar biasa agar kilau mu nampak. Dan aku yakin, kehadiranmu bersamaku besok akan mengalahkan semua wanita berkelas yang akan ada di sana."
"Clark....!"
"Selesai makan siang, kita akan ke salon langganan ku. Kita akan perawatan di sana dan setelah itu ke butik untuk memilih gaun. Bolehkan nanti sore baru kamu menemui Reo?"
"Akan ku telepon pengasuhnya."
Clark pun menyimpan sesuatu dalam hatinya. Jangan menyesal saat melihat Riani besok, Jack.
*********
Jack melihat Cassie yang sedang bermain dengan Reo di kamarnya. Ia menatap jam tangannya yang menunjukan pukul setengah enam sore.
"Cassie, mana suster Hanna?"
__ADS_1
"Sedang membuat makan malam Reo."
"Mommy Riani nggak ada?"
"Tadi mommy datang tapi jam 5 sudah pulang. Katanya ada acara kantor atau apa gitu, Cassie juga kurang jelas mendengarnya soalnya tadi lagi teleponan dengan teman."
"Oh...." Jack segera ke kamarnya. Ia harus bersiap untuk menghadiri acara amal malam ini. Sudah lama ia tak pergi. Namun Firuse yang masih baru di Inggris begitu ingin menghadiri acara itu karena dilaksanakan langsung oleh pihak pemerintah.
Jack maklum, Firuse tentu ingin bertemu dengan banyak orang ternama untuk semakin memuluskan jalannya menjadi bintang di Inggris. Walaupun pada kenyataannya, artis berusia 28 tahun itu sudah sangat terkenal di negara asalnya.
Jack akan menjemput Firuse di hotel pukul 7 malam. Makanya ia akan segera menyiapkan dirinya.
**********
Clark hampir tak bisa berkata-kata melihat Riani yang baru keluar dari ruang make up.
Gaun berwarna hijau lumut sangat kontras dengan kulit putih khas Asia milik Riani. Gaun yang panjangnya selutut, itu nampak pas di tubuh sintal Riani yang memang memiliki bentuk tubuh seperti gitar Spanyol.
Gaun tanpa lengan itu memang terlihat sederhana namun nampak mewah di tubuh Riani. Riani sebenarnya kurang setuju membeli gaun itu karena harganya saja lebih mahal dari gaji Riani sebulan. Namun Clark seakan tak peduli dengan harga gaun itu.
Sepatu hak tinggi, dompet hitam yang Riani gunakan malam ini, harganya juga selangit. Belum lagi dengan perhiasan yang Riani kenakan. Walaupun karena Riani sudah menolaknya namun Clark akhirnya setuju jika perhiasan yang Riani kenakan akan ia kembalikan pada Clark selesai acara.
"Clark, apakah tidak berlebihan aku menggunakan ini semua ke pesta itu? Ini kan pesta amal."
"Tidak, cantik. Kau akan melihat bagaimana pesta amal ini sebenarnya menjadi ajang pertunjukan gaun, sepatu, tas dan perhiasan."
"Baiklah."
Karena ini acaranya para bangsawan, pengusaha terkenal dan juga bintang-bintang ternama Inggris, maka red karpet pun disediakan.
Jack dan Firuse lebih dulu sampai. Perempuan cantik itu nampak sangat bahagia menggandeng tangan Jack melewati red karpet.
Setiap yang datang pun akan terlihat di layar raksasa yang tersedia di salah satu dinding yang ada di ruangan itu.
Beberapa wartawan berusaha bertanya tentang kedekatan Jack dan Firuse namun Jack tak menanggapinya. Mereka pun mulai curiga, kemana istri Jack yang sudah tak pernah kelihatan bersama Jack selama beberapa bulan ini.
Tak lama kemudian, mobil Mercedes Benz yang ditumpangi Clark bersama Riani pun tiba.
Saat keduanya turun dan Clark meminta Riani menggandeng tangannya, semua wartawan langsung menyorot pasangan itu. Apalagi Clark yang sudah bertahun-tahun lamanya selalu datang seorang diri.
"Itu kan, Clark? Akhirnya dia datang membawa pasangan juga." ujar Caleb Thomson, salah satu pengusaha muda asal London yang baru saja menikah dengan Grace Aslon . (Yang belum tahu siapa mereka boleh baca novel I hate you bule, My Best Photo dan 3 hati 1 cinta).
Jack yang ada di meja yang Caleb dan istrinya duduki pun ikut melirik ke dinding yang menampilkan para tamu saat melewati red karpet.
Jantung Jack berdetak sangat kencang. Ia sebenarnya hampir tak mengenali gadis yang bersama Clark. Namun saat melihat lesung Pipit itu, saat wajah itu tersenyum dan menampilkan sederet gigi putih yang tertata rapi, apalagi dengan bentuk tubuh yang sebenarnya sudah Jack hafal setiap lekukannya, membuat pria itu tiba-tiba saja merasa panas sampai ia harus melonggarkan dasinya sedikit.
Clark yang sudah mengatur agar bisa satu meja dengan Jack pun segera dituntun oleh sang penjemput tamu menuju ke meja sesuai yang tertera di undangan.
"Clark, akhirnya kau membawa pasangan ke acara ini." Ujar Caleb sambil memeluk kakak tingkatnya saat kuliah di Amerika itu.
__ADS_1
"Mau mu aku harus jomblo terus?" Clark menepuk bahu rekan bisnisnya itu. Ia kemudian menatap Grace. "Hai Grace..., semakin cantik saja setelah memiliki anak. Selamat ya?"
"Terima kasih, kak." ujar Grace sambil menjabat tangan Clark dan Riani secara bergantian.
Clark kemudian menatap Jack. "Hallo, bro. Hai, Firuse kan?"
Jack hanya membalas sapaan Clark dengan anggukan pelan karena matanya tertuju pada Riani. Terutama pada belahan dada Riani yang menurutnya terlalu rendah.
"Perkenalkan ini Riani. Rekan bisnisku asal Indonesia."
"Mamaku juga orang Indonesia." kata Caleb dan langsung menggunakan bahasa Indonesia. Grace pun nampaknya juga senang ketemu Riani.
Acara pun di mulai. Dari pihak kerajaan hadir pangeran Philip. Lelaki tampan yang berusia 30 tahun itu nampak cukup mencuri perhatian dari semua yang hadir setelah pertunangannya dengan putri Anastasya kandas ditengah jalan.
Setiap pengusaha, bangsawan dan bintang yang hadir di malam ini diperkenalkan.
Philip yang duduk di atas podium langsung terpesona pada seorang perempuan berwajah Asia, yang menggunakan gaun berwarna hijau lumut.
Saat acara sudah selesai dan para tamu menikmati makan malam, Philip mendekati meja Clark. Rupanya ia kenal dengan Caleb.
"Pangeran!" Sapa Caleb langsung berdiri sambil membungkukkan tubuhnya. Yang lain pun melakukan hal yang sama.
"Terima kasih atas sumbangannya. Semoga usaha kita ini dapat menolong orang-orang yang membutuhkan pertolongan." ujar pangeran Philip sambil sesekali melirik ke arah Riani.
"Siapakah wanita cantik ini?" tanya Philip tanpa bisa menahan rasa penasarannya saat melihat Riani.
"Dia sahabat Clark." ujar Caleb.
"Kamu orang Asia?" tanya Philip.
"Ya." Jawab Riani sambil menjabat tangan Philip.
"Siapa namamu?"
"Riani."
"Nama yang cantik. Secantik orangnya." puji Philip membuat Riani sedikit tersipu. Tanpa mereka sadari, hati Jack justru menjadi semakin panas.
Apalagi saat para pengusaha yang lain datang dan memuji kecantikan Riani, hati Jack seakan tak rela.
"Bolehkah acara dansa malam ini aku buka dengan mengajak wanita tercantik di ruangan ini untuk berdansa?" ujar Philip dari pengeras suara.
Semua menunggu dengan tegang, siapakah yang akan diajak oleh orang kerajaan ini untuk berdansa. Saat Philip akhirnya mengulurkan tangannya ke arah Riani, para wanita terlihat cemburu namun para pria setuju untuk mengatakan bahwa pilihan pangeran Philip tak salah.
Dan hati Jack semakin tak rela. Hasrat dalam dirinya seakan mendorong dia untuk menarik Riani keluar dari ruangan itu.
***********
Terima kasih sudah membaca part ini. Semoga suka ya....
__ADS_1
Jangan lupa dukung emak terus