
Jack bingung karena menurut Cassie hp Riani tiba-tiba saja rusak. Dan Riani saat ini sudah tidur karena semenjak Jack pergi, ia muntah terus.
Pada hal Jack sangat merindukan istrinya itu. Ia rindu mendengar suaranya.
Jack pun membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
Turnamen tahun ini adalah turnamen yang terbesar. Sebagai seorang peselancar yang sudah lama menekuni olahraga ini, tentu saja Jack tertantang untuk mengikutinya.
Namun Jack yang dulu sangatlah berbeda dengan Jack yang sekarang. Berada jauh dari Riani tentu bukan merupakan hal yang ia inginkan. Jack tak mengerti sifatnya yang dulu posesif pada Cecilia, tak membuatnya seperti ini. Justru dengan Riani, Jack menjadi semakin posesif, menjadi takut kehilangan. Riani mampu mengalihkan dunianya dan membuat Jack sering berada di bawa kendali istrinya itu. Walaupun Riani tak pernah mengintimidasi Jack, namun Jack yakin kalau dialah yang terlalu terikat dengan istrinya itu.
Jack membuka galeri foto di hp nya. Ia langsung tersenyum melihat wajah cantik istrinya. Untuk sesaat Jack teringat dengan Camila. Perempuan itu hanya sesaat hadir dalam kehidupan Jack. Namun dia memberi banyak arti. Termasuk meninggalkan Cassie yang menjadi kekuatan Jack sampai hari ini.
I miss you so much dear. Can't wait to meet and hug you again. Call me when you wake up ok?
Jack mengirimkan pesan itu lalu memejamkan matanya. Sore nanti ia akan latihan.
************
Dokter Sarini mencuci tangannya selesai memeriksa Riani.
"Bagaimana dok?" tanya Riani lalu perlahan bangun setelah asisten dokter selesai membersihkan gel yang ada di perutnya.
"Janinnya baik. Darah yang keluar itu hanya karena stres dan kelelahan. Apalagi nyonya baru saja melakukan perjalanan dari luar negeri. Saya akan berikan obat penguat kandungan dan vitamin. Saya berharap selama beberapa hari ini nyonya bedrest dulu."
Riani menarik napas lega. "Terima kasih, dok."
Dokter Sarini pun menuliskan resepnya lalu ia memberikannya pada Riani dengan beberapa pesan.
"Terima kasih dok." Riani keluar dari ruangan pemeriksaan dan Arma serta Clark sudah menunggu dia si sana.
"Bagaimana?" tanya Jack.
"Dia baik-baik saja." ujar Riani sambil mengusap perutnya. Arma sendiri langsung mendekat dan mencium perut mamanya. Mereka bertiga pun keluar dari klinik itu.
Sesampai di rumah, Clark langsung kembali ke hotel dengan mobil sewaan itu.
"Ayah, ibu, jangan pernah ijinkan Daniel membawa Arma lagi. Arma nggak suka ada di sana karena istri Daniel tak suka dengan Arma." kata Riani setelah ia selesai menidurkan Arma.
"Ayah tahu. Hanya saja Daniel datang dengan petugas polisi. Bagaimana ayah bisa menolaknya?" ujar Arya.
"Aku akan melaporkan tindakan Daniel sebagai sebuah pemaksaan. Kalau perlu aku akan pergi ke Komisi perlindungan anak. Tindakan Daniel itu suatu hal yang tak baik untuk perkembangan Arma."
"Sebaiknya Arma ikut kamu saja ke Inggris." ujar Sulastri.
"Aku inginnya juga begitu. Tapi Arma nggak mau, bu. Dia masih ingin di sini bersama ayah dan ibu. Atau ayah dan ibu saja yang tinggal dengan kami di Inggris?"
__ADS_1
Sulastri dan Arya saling berpandangan. "Nak, kami juga belum siap pergi ke sana. Apalagi setelah Dessy memberitahukan pada kami siapa sebenarnya menantu ayah dan ibu itu. Jack ternyata orang terkenal. Rumah saja kayak istana. Gimana gitu rasanya jika harus pergi."
"Kenyataannya sudah seperti itu, saya harus bagaimana lagi?" Riani mengangkat kedua bahunya.
"Jack sangat baik. Ia mengirim uang setiap bulan untuk keperluan Arma. Ia juga bilang agar ayah dan ibu tak usah lagi mengurus sawah supaya tak terlalu capek. Ia juga meminta ayah untuk merenovasi rumah ini. Semua uang yang Jack kirimkan sangat banyak." ujar Arya.
"Begitulah dia, ayah. Aku bahagia karena dia sangat memperhatikan Arma juga ayah dan ibu." Riani enggan menceritakan bagaimana sebenarnya ia tak suka menjalani kehidupan sebagai istri Jack yang kaya raya itu. Bagaimana Riani harus selalu mengenakan pakaian mahal saat menemani suaminya. Bagaimana Riani harus menjaga sikapnya karena banyak kamera yang tertuju pada mereka.
Setelah puas berbincang dengan orang tuanya. Riani pun memilih untuk beristirahat. Ia bahagia bisa tidur sambil memeluk Arma lagi.
Tak lupa Riani membalas pesan Jack.
Miss you too honey
************
Pagi ini, setelah sarapan dan mengantarkan Arma ke sekolah, Riani langsung ke kantor polisi untuk membuat pengaduan. Ia juga melaporkan tindakan Daniel ke Komnas perlindungan anak.
Clark pun menemani Riani sambil terus mengingatkan perempuan itu agar jangan terlalu stres karena ia sedang hamil.
Siangnya, Daniel menelepon dan meminta mereka untuk bertemu.
"Apa yang kau inginkan, Daniel?" tanya Riani saat mereka bertemu.
"Mari kita berdamai, Ri. Ijinkan aku dan keluargaku dekat dengan Arma. Bagaimana pun aku adalah ayahnya."
"Ri, aku tak pernah tahu kalau Arma ada. Tolong, Ri. Jangan seperti ini padaku."
"Mengapa baru sekarang kamu ingin menjadi ayah bagi Arma? Kenapa dulu saat orang tuamu mengatakan kalau aku yang sengaja mengugurkan kandunganku, kamu tak pernah datang dan mencari tahu kebenarannya? Aku tak pernah pindah rumah. Aku selalu ada di desaku. Namun selama 7 tahun kenapa kamu diam saja? Kamu justru menikmati pernikahanmu dengan Dewi. Ya sudah, jalani saja kehidupan kalian."
Daniel kelihatan frustasi. "Ri, aku mencintai Arma. Ibuku juga menyayangi Arma. Dia membawa darah keluarga kami."
"Maaf Daniel! Arma tidak nyaman setiap kali kalian membawanya ke sana. Apalagi dengan Dewi. Istrimu selalu menatapnya dengan sinis."
"Masa sih?" Daniel nampak terkejut.
"Arma tidak mungkin berbohong. Dia akan menyayangi orang yang menyayanginya. Seperti saat pertama Jack datang ke rumahku. Arma langsung menyukainya." Riani akan berdiri namun Daniel menahan tangannya.
"Ri, sudah ku katakan padamu, jika kamu bersedia kembali padaku, aku akan menceraikan Dewi. Ayo kita bangun hubungan dari awal lagi."
"Maaf. Aku menyayangi Jack. Dan sekarang aku sedang hamil anaknya. Jadi, berhentilah bermimpi seolah aku akan kembali padamu." Riani menarik tangannya dari genggaman Jack. Ia kemudian pergi meninggalkan pria itu.
"Bagaimana?" tanya Clark yang menunggu di mobil.
"Daniel justru mengajak aku kembali dengannya. Gila apa?"
__ADS_1
Clark hanya tersenyum sambil mengemudikan mobilnya. "Kamu cantik, Ri. Kamu juga baik hati dan lembut. Makanya banyak pria yang suka padamu. Sebenarnya Jack sangat beruntung mendapatkan mu."
"Aku tak tahu bagaimana tanggapan Jack nantinya. Makanya aku ingin agar urusan ini cepat selesai dan kembali lagi ke London."
"Sudah tahu beritanya? Jack menang dalam turnamen ini. Ia mendapatkan lagi medali emas."
"Oh ya? Aku sendiri bahkan belum memberi selamat padanya karena dua hari ini sibuk dengan Komnas perlindungan anak. Dessy, kedua orang tuaku bahkan para tetangga siap memberikan saksi untuk mengatakan bahwa 3 hari setelah pernikahan kami, Daniel justru meninggalkan aku. Jadi dia tak punya hak apapun atas diri Arma."
"Aku doakan semoga semua usahamu berhasil."
"Terima kasih, Clark. Kau sungguh baik."
Clark hanya tersenyum. Riani tak tahu kalau Clark melakukan ini semua karena ia menebus rasa bersalahnya terhadap Camila.
************
"Selamat ya sayang. Maaf aku baru menelepon. Seharian aku hanya ada di kamar dan tidur terus. Ponselnya juga entah kenapa jadi kayak gini. Nggak bisa Videocall."
"Pada hal aku kangen sekali melihat wajahmu. Kenapa nggak pakai hp salah satu pelayan aja? Atau kenapa nggak beli hp baru saja?"
"Malas ah, sayang. Biar aja kamu kangen sama aku. Supaya pas ketemu kangennya asyik."
Jack tertawa. "Kamu membuat aku bahagia. Tak sabar rasanya ingin pulang. Sayangnya aku masih harus menghadiri reuni peselancar seluruh dunia dan membuka pameran alat olahraga milik perusahaan ku sekalian syuting iklan. Makanya jadwal pulang ku molor 2 hari, sayang."
"Nggak masalah. Aku menunggumu dengan setia."
"Titip ciumanku untuk si kecil di perut ya? I love you."
"Love you too."
**********
Syuting iklan akhirnya selesai. Jack bernapas lega. Ia segera ganti pakaian dan mengambil hpnya dari Sam.
Saat ia membuka pesan masuk, Jack terkejut melihat sebuah foto yang dikirimkan Cecilia padanya. Foto Riani yang sedang berpegangan tangan dengan Daniel di sebuah tempat. Dan Jack tambah meradang saat menyadari bahwa itu bukan di Manchester.
Ternyata istri tercintamu sedang menikmati kebersamaan dengan mantan suaminya.
Dada Jack terasa panas. Rahangnya mengeras. Dia ingin membunuh orang saat ini juga.
**********
Selamat sore.....
Apa yang akan terjadi kemudian?
__ADS_1
Dukung emak terus yang guys