
Sudah 2 hari ini Jack sangat sibuk latihan menjelang perlombaan yang akan diikutinya di Barcelona nanti.
Jack yang masih aktif sebagai peselancar sangat antusias mengikuti kegiatan lomba tahun ini karena sekalian reuni dengan beberapa peselancar legendaris di dunia ini.
"Lombanya satu minggu lagi. Aku sebenarnya ingin sekali kamu ikut, sayang. Namun karena kamu masih hamil muda, aku takut sesuatu terjadi dengan kehamilanmu. Aku sudah konsultasi dengan dokter Diana. Katanya, lebih baik tidak melakukan perjalanan yang panjang. Kalau janinnya sudah 4 bulan, dia sudah kuat." Ujar Jack sambil mengenakan sepatunya.
Riani yang sedang duduk di ruang sofa hanya bisa tersenyum sambil memandang suaminya itu. Sebenarnya, ia merasa bosan karena tak pernah diijinkan Jack untuk bekerja. Bahkan jika dia menginginkan makanan tertentu, kepala koki hanya akan menanyakan bahan-bahan apa yang dia inginkan untuk digunakan, setelah itu Riani hanya duduk saja sampai makanannya siap. Sungguh membosankan !
"Sayang, aku pergi dulu ya?" Jack mendekat. Ia menunduk dan mengecup perut Riani. "Aku janji jika rapat selesai, aku akan langsung pulang."
"Iya."
"Atau, kamu mau ikut aku ke kantor?"
"Di sini saja, Jack. Nanti aku bosan di sana."
Jack tersenyum. "Kamu jangan bergerak ya? Tidur aja jika capek." pesan Jack sebelum pergi. Riani hanya bisa mengangguk. Begitulah Jack. Selalu melarangnya melakukan apa saja. Para pelayan pun tak mau kalau Riani sampai bekerja karena mereka diawasi oleh Jack sendiri dari CCTV.
"Jack, aku mau keluar sebentar hari ini. Mau membeli keperluan pribadiku. Bolehkan?"
"Tentu saja boleh. Tapi nanti harus ditemani oleh 2 bodyguard ya?"
Riani nampak kesal namun ia tak bisa menolaknya. "Baiklah."
"Jangan jauh-jauh dari para bodyguard ya, sayang?"
"Iya, tuan."
Jack tersenyum mendengar jawaban istrinya. Begitulah Riani kalau ia kurang suka dengan apa yang Jack katakan maka ia akan menyebut Jack dengan sebutan 'tuan'
Setelah Jack pergi, Riani segera menelepon Clark dan mengajaknya ketemu.
"Saya mau keluar sebentar." ujar Riani pada Lessi. Pelayan perempuan yang mengurus semua keperluannya.
"Saya akan katakan pada sopir untuk menyiapkan mobil. Apakah Nyonya ingin ditemani?"
"Tidak. Sudah cukup 2 bodyguard itu membuatku pusing."
__ADS_1
Lessi kemudian segera meninggalkan kamar Riani dan Turin ke lantai 1 untuk menyiapkan mobil bagi nyonya itu.
15 menit kemudian, Riani sudah siap. Ia mengenakan gaun berwarna kuning dan rambut dibiarkan saja tergerai. Riani sengaja memakai kacamata hitam dengan make up tipis agar ia tak terlalu dikenali oleh para wartawan.
Karena ada bodyguard yang mengikutinya, Riani meminta Clark agar mereka pura-pura ketemu di mall itu sehingga tak menimbulkan kecurigaan bahwa mereka sudah janjian.
Clark pun mengajak Riani minum kopi di salah satu cafe sementara dua bodyguard itu menunggu di luar cafe sambil terus mengawasi.
"Jadi, kamu sungguh ingin pulang ke Indonesia?"
"Ya."
"Bagaimana jika Jack tak mengijinkan?"
"Kerena Jack tak mengijinkan makanya aku ingin minta bantuanmu untuk mengurus keberangkatan ku. Jack akan tahu jika aku membeli tiket. Karena semua transaksi kartuku masuk ke nomor hp nya. Please Clark. Aku nggak bisa tenang karena anakku setiap hari menelepon dan mengatakan kalau ia tak mau tinggal dengan papanya."
Clark menarik napas panjang. "Jack pasti akan membunuhku."
"Aku tak akan memberitahukan jika kamu yang menolongku."
"Ri, apakah tidak sebaiknya kamu membujuk Jack?"
Melihat wajah Riani yang penuh permohonan, Clark jadi ingat dengan Camila. Saat Camila hamil dan meminta ijin pada Clark untuk menikah dengan orang yang membuatnya hamil.
"Ri, apa kamu yakin kalau kandunganmu nggak akan bermasalah? Aku tahu kalau Jack sangat menginginkan anak ini."
"Percayalah padaku. Aku memiliki rahim yang kuat."
"Baiklah. Aku punya orang dalam yang bekerja di bandara dan juga bagian imigrasi. Berikan saja pasport mu padaku."
Riani yang memang sudah membawa paspornya segera menyerahkannya pada Clark dengan cara yang tersembunyi. Setelah itu ia pamitan pulang. Dengan harapan semuanya akan beres sebelum Jack berangkat untuk mengikuti lomba.
Saat akan menuruni tangga eskalator, seseorang dengan sengaja menabrak Riani sehingga ia hampir saja terjatuh. Untung saja salah satu bodyguard bertindak cepat dan langsung menahan tubuh Riani agar tak jatuh.
"Kasar sekali orang itu. Sudah menabrak aku sampai hampir jatuh, pergi aja tanpa minta maaf." kata Riani sambil menatap pria itu yang sudah menghilang..
Riani pun segera dikawal memasuki mobil. Ia kembali pulang ke rumah dengan membawa beberapa belanjaan.
__ADS_1
Tak lama kemudian, Jack pun pulang.
"Sayang, tadi katanya kamu ketemu dengan Clark ya?" tanya Jack saat menemui istrinya yang Sedang duduk di teras belakang.
"Pasti si bodyguard yang memberitahukan?" Riani mencibir. "Dasar tukang menganduh"
"Sayang, mereka kan hanya melaksanakan tugas yang aku berikan." Jack duduk di samping Riani. Ia langsung melingkarkan tangannya di pinggang sang istri, sementara tangannya yang satu membelai perut Riani.
"Apakah anak kita membuatmu sulit hari ini? Masih merasa pusing dan muntah lagi?"
"Ya."
"Duh, kasihan. Apa penyebab kamu muntah, sayang? Makanan atau sesuatu yang lain? Katakan padaku kamu ingin apa?"
Riani menatap suaminya. "Aku hanya ingin satu."
"Apa itu, sayang?"
"Tolong katakan pada bodyguard mu itu untuk berhenti mengikuti aku. Sebab yang membuat aku mual adalah setiap kali melihat melihat mereka."
"Sayang jangan begitu. Mereka bertugas untuk menjaga keselamatanmu."
"Aku tetap nggak suka, Jack. Setidaknya di rumah ini, suruhlah mereka menjauh. Aku ke taman saja diikuti. Memangnya aku nggak punya privasi di rumahku sendiri?" tanya Riani. " Nggak ada yang akan menyakiti aku di dalam rumah Jack Almond."
Walaupun Jack kurang setuju, namun akhirnya ia memerintah pada anak buahnya untuk berhenti mengikuti Riani jika dia ada di rumah.
3 hari kemudian....
"Riani semuanya sudah beres. Kau akan berangkat keesokan harinya setelah Jack dan rombongan pergi ke Spanyol. Pesawatnya jam 6 pagi." Telepon Clark.
"Baiklah. Terima kasih Clark."
Riani tersenyum. *Sabar Arma. Mama pasti akan pulang dan membuatmu tak harus lagi akan pergi ke rumah Daniel si pria brengsek .
**********
s
__ADS_1
Bagaimana kisah ini berlanjut
Jangan lupa dukung emak guys*