Janda Muda Dikejar Om Bule

Janda Muda Dikejar Om Bule
Dua Garis


__ADS_3

Maaf ya kalau episode yang lalu banyak typo. Aku sudah merevisinya dan menambahkan sedikit di bagian akhirnya.


***********


Jack berdiri di depan pintu kamar mandi.


"Honey....., are you ok?" tanya Jack sambil mengetuk pintu kamar mandi.


Riani keluar sambil memegang perutnya. "Aku makan apa ya? Kok sampai mual dan muntah seperti ini?"


"Sayang, apakah kamu tidak hamil?"


Hamil? Bagaimana mungkin? Aku kan menggunakan pil anti hamil? Tapi, setelah kecelakaan itu, aku tak meminumnya lagi. Beberapa minggu lalu, aku dan Jack hampir setiap hari bercinta. Apakah mungkin?


"Sayang, kok melamun sih?" tanya Jack melihat Riani hanya bengong saja.


"Aku.........!" Riani bingung. Ia berharap kalau mual dan muntahnya ini hanya karena ia mabuk akibat naik helikopter.


Riani melangkah melewati suaminya. Lalu kembali membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Bukannya ia tak mau hamil anak Jack. Namun ia merasa kalau ini bukanlah waktu yang tepat. Apalagi ditambah dengan masalah kehamilan Cecilia yang belum jelas siapa ayahnya. Namun saat ini Riani ingin tidur. Entah mengapa ia mengantuk. Apakah mungkin karena pengaruh kehamilannya?


"Kamu merasa pusing?" tanya Jack dengan penuh rasa sayang. Ia membelai wajah Riani. Istrinya itu hanya memejamkan matanya sambil mengangguk.


"Tidurlah. Aku akan mencoba menghubungi beberapa restoran yang ada di sekitar sini untuk mencari makanan yang kamu inginkan. Semoga saja ada restoran Cina di sekitar sini." ujar Jack. Ia menghidupkan pendingin ruangan. Lalu menutup jendela. Setelah Riani tertidur, Jack pun segera keluar kamar dan menelepon anak buahnya untuk mencari makanan seperti yang Riani inginkan.


***********


Cukup lama Riani tertidur. Saat ia bangun, hari sudah menjelang senja. Matahari nampak berwarna merah, terlihat dari jendela kaca di kamarnya yang memang menghadap ke laut.


Ia hanya sendiri di kamar ini. Jack entah pergi kemana.


Rasa pusingnya sudah agak hilang sehingga Riani memutuskan untuk mandi untuk menyegarkan dirinya. Selesai mandi dan ganti pakaian, Riani keluar dari kamar dan hidungnya langsung mencium bau makanan yang sangat enak dan membuatnya langsung lapar. Ia berjalan ke arah dapur dan melihat Jack sementara menyajikan makanan di atas meja makan.


"Sayang, kau sudah mandi?" tanya Jack kaget karena melihat rambut Riani yang basah.


"Aku merasa gerah. Kamu masak apa?"


Jack tersenyum. "Ini aku goreng tahu. Para pengawal ku menemukannya di restoran Cina. Namun aku tak tahu apakah ini sama dengan tahu yang biasa kalian makan di Indonesia atau tidak."


"Terus Sambalnya?"


"Aku tak nggak bisa membuatnya, sayang. Namun ada cabe rawit yang sudah aku potong-potong kecil."


Riani duduk di depan meja makan. Ia melihat hasil masakan suaminya. Ia pun duduk dan mulai menikmatinya. Walaupun memang tak seperti yang diinginkannya namun Riani menghargai usaha Jack untuk menyenangkannya.


"Bagaimana sayang, kamu suka?" tanya Jack sambil duduk di depan istrinya.


"Aku suka. Walaupun ada yang kurang. Nggak ada nasinya."


Jack menepuk jidatnya. "Aduh, aku kok lupa ya minta dibelikan beras. Tapi di sini nggak ada magicom juga."

__ADS_1


Riani tersenyum. Ia mengambil tissue dan membersihkan mulutnya. "Aku sudah merasa kenyang. Kamu sendiri nggak makan?"


Jack menggeleng. "Melihat kamu sudah kenyang, aku jadi puas. Sekarang waktunya untuk tes kehamilan."


"Tes kehamilan?"


Jack mengangkat tespack yang ada di sampingnya. "Aku meminta mereka untuk membelikan ini. Kita tes sekarang ya?"


"Sayang, katanya urine di pagi hari lebih cocok untuk tes kehamilan. Jadi nanti besok pagi saja ya?"


"Aku sudah tak sabar mengetahui hasilnya."


"Besok pagi saja."


Riani beranjak dari tempat duduknya dan bermaksud akan mencuci alat makan yang digunakannya namun Jack dengan cepat mengambil piring dan gelas yang sudah dipegang oleh Riani. "Kamu istirahat saja, sayang. Biar aku yang mengerjakannya."


"Jack, aku sudah merasa sehat."


"Kamu perlu banyak istirahat. Bagaimana kalau kamu benar hamil? Aku nggak mau sesuatu yang buruk terjadi padamu."


"Jack...., aku.....!"


"Duduklah di serambi depan. Nanti aku akan menyusul mu."


Riani tak mau membantah lagi. Ia melangkahkan kakinya menuju ke serambi depan dan pemandangan yang dia dapatkan di sana sangat indah.


Sambil duduk di atas kursi yang tersedia di sana, Riani menikmati pemandangan indah di hadapannya. Ia melihat ada beberapa pengunjung yang sedang mandi.


"Kau suka pemandangannya?" tanya Jack yang kini sudah berada di belakangnya. Jack meletakan kedua tangannya di bahu Riani kemudian mencium puncak kepala istrinya itu dengan lembut.


"Aku suka."


Jack berputar dan kini duduk di samping istrinya. Ia menepuk pahanya dan meminta Riani untuk duduk di pangkuannya. Riani pun melakukannya. Jack langsung melingkarkan tangan kanannya di pinggang istrinya kemudian tangan kirinya berada di perut Riani. Ia mengusapnya perlahan sambil berkata," Aku ingin sekali kamu hamil sayang. Namun aku juga tahu kalau kamu menggunakan pil anti hamil. Aku menemukannya sebelum kecelakaan itu. Sebenarnya aku ingin bertanya. Namun karena kondisi kita saat itu sedang tak baik, aku pun mengurungkan niatku. Aku pikir mungkin kamu belum siap hamil karena masih ingin menikmati waktu berdua denganku."


"Jack, aku memang belum siap hamil karena ingin beradaptasi dengan lingkungan di sekitarku. Aku pikir mungkin setahun setelah kita menikah baru aku tak akan menggunakan pil itu lagi. Tapi sekarang aku justru takut, Jack. Bagaimana jika anak Cecilia benar adalah anakmu?"


"Seperti yang sudah kita bicarakan, aku akan bertanggungjawab, memberikan nama belakangku dan membiayai kehidupannya. Namun tidak akan pernah aku meninggalkanmu hanya untuk bersamanya. Apalagi sekarang saat aku yakin bahwa kamu sedang hamil. Aku tak akan mungkin meninggalkanmu, sayang. Tidak akan!"


"Tapi Jack.....!"


"Sayang....!" Jack menyela ucapan Riani. Ia mengangkat tubuh Riani sehingga kini posisi duduk Riani berhadapan dengannya dengan kedua kakinya yang mengangkang diantara paha Jack. "Tidak ada kata tetapi, sayang. Aku akan mempertahankan dirimu sekuat apapun kau berusaha melepaskan diri dariku. Pernikahan yang kujalani ini bukan suatu permainan. Aku sudah mendapatkan kebahagiaan bersamamu, bagaimana mungkin aku akan melepaskannya?"


"Jack....., aku tak bisa hidup diantara bayang-bayang Cecilia."


"Cecilia bukankah bayangan diantara kita karena aku sudah melupakannya. Apa yang terjadi diantara kami hanyalah sebuah kesalahan. Tapi aku akan memperbaikinya bersamamu dan bukan bersamanya."


Riani merasa tersanjung karena Jack begitu memujanya. Namun apa yang akan mereka jalani tidaklah semudah yang Jack katakan.


"Aku mencintaimu." ujar Jack lalu mulai mencium bibir istrinya dengan lembut, penuh kasih dan akhirnya penuh tuntutan. Mereka yang selama 2 minggu ini tak bersama karena Riani yang dengan sengaja menjauhkan diri dari Jack akhirnya tak bisa menyembunyikan kenyataan bahwa mereka saling menginginkan.

__ADS_1


Saat Jack merasakan bahwa istrinya itu tak menolak, ia langsung membawa Riani ke dalam kamar untuk menuntaskan semua hasrat yang cukup membuatnya tersiksa karena penolakan Riani.


*************


Jack bangun saat mendengar Riani yang muntah di kamar mandi. Ia segera turun dari atas ranjang, menggunakan celana bekasnya semalam lalu segera pergi ke kamar mandi.


"Honey.....!" panggil Jack sambil membuka pintu kamar mandi. Di lihatnya Riani sedang berjongkok di depan kloset sambil mengeluarkan isi perutnya. Jack pun mendekati sambil memijat tengkuk istrinya.


"Kenapa tak bangunkan aku?" tanya Jack sambil terus memijat.


"Aku tadi buang air kecil untuk melakukan tes. Tiba-tiba saja merasa mual."


"Kau sudah melakukan tes?"


"Iya."


"Hasilnya apa?" tanya Jack nampak antusias.


Riani berdiri dibantu oleh Jack. Ia mengambil tespack yang ada di atas wastafel dan memberikannya pada Jack.


"Dua garis? Jadi kamu positif hamil?" Jack tak mampu menyembunyikan hatinya yang bahagia. Ia langsung memeluk Riani dan menghadiahkan ciuman yang bertubi-tubi di wajah istrinya itu.


"Jack, aku merasa pusing."


"Oh, maafkan aku sayang." Jack mengangkat tubuh Riani dan membawanya keluar dari kamar mandi. Perlahan ia melangkah lalu meletakan kembali tubuh Riani di atas ranjang. "Aku mencintaimu!" ujar Jack lalu kembali mencium bibir Riani.


"Aku takut, Jack."


"Kenapa takut?"


"Takut jika ternyata Cecilia beneran hamil anakmu."


"Jangan khawatirkan itu, sayang." Jack membelai wajah Riani. "Urusan Cecilia biar menjadi tanggungjawab ku. Tugasmu hanyalah menyenangkan hatimu sendiri dan minta apa saja yang kau mau, aku akan memenuhinya."


Jack kemudian menelepon Cassie untuk memberitahukan lebar bahagia ini. Cassie pun nampak antusias saat Videocall dengan ibu sambungnya itu.


Setelah selesai Videocall, Sam menelepon Jack.


"Hallo Jack, Cecilia sudah melakukan konferensi pers dan mengatakan tentang kehamilannya. Ia juga mengatakan kalau ayah dari anaknya adalah Jack Almond."


*************


Bagaimana kisah selanjutnya?


Makasi karena sudah membacanya


jangan lupa dukung emak ya guys


mohon doanya juga anak Mak lagi sakit.

__ADS_1


__ADS_2