
Menunggu tanpa ada kepastian, itu adalah sesuatu yang tak menyenangkan . Apalagi jika itu menyangkut seseorang yang kita sayangi.
2 hari sudah Jack menunggu di sisi Riani. Ia terus berdoa agar istrinya itu diberikan kekuatan untuk sadar. Dengan sadarnya Riani, tentu saja akan membuat Jack lega karena itu artinya ia telah melewati masa kritisnya.
Arma, sejak kemarin menelepon ponsel Jack. Ia menanyakan tentang ibunya. Jack terpaksa harus berbohong. Ia mengatakan kalau dia sedang tugas luar dan ponsel Riani sedang diperbaiki karena jatuh.
Jack yakin, ada kontak batin antara Arma dan Riani. Arma pasti merasa gelisah dan ingin berbicara dengan ibunya.
"Bos, istri Daniel sedang keluar. Daniel sendiri berada di kamarnya." lapor salah satu anak buahnya. Jack langsung berdiri, lalu mencium dahi Riani sebentar, kemudian ia keluar dari kamar perawatan istrinya.
Dengan langkah cepat, ia lahirnya sampai di kamar tempat Daniel dirawat.
Daniel yang saat itu sedang duduk di sofa, terkejut saat pintu di buka dan Jack masuk dengan wajah tak bersahabat. Sebelum Daniel sempat bicara apa-apa, Jack langsung melayangkan tinjunya ke wajah pria itu.
"Brengsek! Apa yang kamu lakukan bersama istriku sehingga kalian bisa kecelakaan?" teriak Jack dengan mata menyala.
Daniel meraba sudut bibirnya yang mengeluarkan darah. Ia lalu tersenyum. "Apakah kau tak tahu kalau kami akan pergi? Dia bosan denganmu karena hidup dalam kesederhanaan. Aku menjanjikan kehidupan yang lebih baik. Dan kami sepakat akan pergi bersama dan mengurus Arma bersama. Anakku akan memiliki orang tua yang lengkap."
"Diam.....!" satu tinju lagi bersarang di wajah Daniel. "Riani bukan wanita seperti itu."
"Lalu untuk apa dia naik mobil bersamaku? Bukankah itu sebagai bukti kalau dia memang masih mencintaiku? Aku adalah cinta pertamanya, aku lelaki pertama yang menyentuh tubuhnya, jadi aku tak akan pernah hilang dalam ingatannya."
"Kau.....!"
"Bos, cukup!" Charles yang ternyata mengikuti Jack segera menahan tangannya Jack yang akan memukul Daniel lagi.
"Lepaskan aku, Charles!"
"Nyonya sudah sadar. Dokter mencari anda!"
Jack bergegas meninggalkan ruangan Daniel.
"Tolong periksa rekaman CCTV yang ada di sekitar rumahku. Aku merasa kalau Daniel sengaja berbohong dengan mengatakan kalau dia dan Riani akan melarikan diri." perintah Jack.
"Baik, bos."
Jack sampai di kamar Riani dan langsung bernapas lega melihat istrinya itu sudah membuka matanya. Dokter sementara memeriksa Riani.
__ADS_1
"Syukurlah. Nyonya Riani sudah melewati masa kritisnya. Jika tuan Jack ingin memindahkannya ke rumah sakit kota, kita harus menunggu sampai seminggu lagi untuk melihat perkembangannya."
Jack mengangguk. Ia mengucapkan terima kasih pada dokter lalu mendekati istrinya.
"Honey....!" Jack memegang tangan kanan Riani. Perempuan itu tersenyum tipis sambil menahan sakit di sekujur tubuhnya. Bayangan tentang kecelakaan yang menimpah mereka perlahan muncul di pikirannya.
"It's ok baby. Semuanya sudah baik-baik saja. Kamu jangan khawatir ya?" Jack mengusap pipi Riani saat melihat wajah Riani yang nampak tenang.
"Ibu.....Arma?" terdengar suara Riani yang serak.
"Kamu tenang saja. Aku tak mengatakan apapun pada mereka. Aku bilang kalau sedang tugas keluar kota dan Hp mu sedang diperbaiki."
Riani mengangguk pelan. "Daniel, dia memaksa aku untuk naik ke mobil."
Tangan Jack terkepal. Ia berusaha menahan emosinya saat mendengar perkataan istrinya. "Aku tahu! Kamu tak mungkin akan meninggalkan aku. Sekarang kamu istirahat saja ya? Jangan banyak berpikir. Setelah semua ini, aku akan mengatakan yang sebenarnya kepadamu. Maafkan kalau aku tak jujur tentang siapa diriku yang sebenarnya." Jack menunduk, lalu mencium dahi Riani dengan sangat lembut.
"Tidurlah!" kata Jack sambil mengusap punggung tangan Riani. Perlahan perempuan itu memejamkan matanya. Ia memang merasa mengantuk. Tak lama kemudian, Riani kembali tertidur.
***********
"Ini juga ada rekaman CCTV dari salah satu rumah warga yang ada di desa. Terlihat jelas bagaimana tuan Daniel menyeret nyonya Riani untuk masuk ke dalam mobil. Saya juga mendapatkan rekaman video yang ada di dalam mobil tuan Daniel. Kecelakaan itu terjadi karena nyonya Riani dengan sengaja menarik stir mobil karena dia tak mau pergi dengan tuan Daniel."
Rahang Jack semakin mengeras. "Apakah polisi sudah melihat rekaman ini?"
"Belum bos."
"Bagus. Aku tak ingin berurusan dengan polisi. Aku akan menyelesaikan persoalan ini dengan caraku. Tolong cari tahu siapa yang mengirim video pertikaian istriku dengan Dewi."
"Baik, bos."
Jack memberikan ponsel Charles kembali padanya. Ia kemudian kembali ke ruangan perawatan istrinya. Ada rasa menyesal dalam hatinya saat menyadari bahwa ia sempat meragukan kesetiaan Riani. Cepat sembuh istriku. Dewi akan mendapatkan balasan atas apa yang sudah dia katakan padamu. Dewi akan menyesal karena sudah menghina istri Jack Almond.
***********
Sam adalah asisten dan tangan kanan Jack menemui bosnya itu di rumah sakit. Sudah seminggu Jack tak masuk kerja dan sudah pasti banyak pekerjaan yang tertumpuk.
"Jack, bagaimana keadaan istrimu?"
__ADS_1
"Semakin membaik. Ia bahkan sudah bisa duduk sekarang. Jadi apa yang harus aku tandatangani?"
"Ini ada beberapa dokumen penting. Kau bacalah dulu, pelajari dengan baik nanti besok aku akan kembali untuk menjemputnya. Oh ya, Cecilia Menemui ku kemarin malam. Ia ingin berjumpa denganmu."
"Kamu tidak mengatakan kalau aku ada di rumah sakit kan?"
"Tidak." Sam menggeleng. "Hanya saja, ia mengatakan sesuatu yang membuatku sangat terkejut."
"Apa itu?"
"Dia hamil."
"Hamil?"
"Ya. Setahu aku kamu sudah lama tak bersamanya kan? Apalagi setelah kita pulang dari Bali dan kau memutuskan untuk menikahi Riani. Kamu sama sekali tak menyentuhnya kan?"
Jack mengusap wajahnya kasar. "Sebulan yang lalu, saat aku bertengkar dengan Riani, aku berada di bar sambil minum. Aku sangat mabuk waktu itu. Dan tengah malam, saat aku terbangun, aku sudah berada di apartemen Cecilia. Waktu itu Cecilia sedang mandi dan aku pergi begitu saja dari kamarnya."
"Kau tidur dengannya?" tanya Sam khawatir.
"Aku tak tahu, Sam. Aku bangun hanya menggunakan baju dalam saja. Aku tak ingat apakah kami sempat bercinta atau tidak."
"Brengsek kau, Jack!" Sam meninju bahu temannya itu. "Bagaimana kalau kamu memang tidur dengannya dan Cecilia beneran hamil anakmu? Aku percaya kalau Riani pasti akan meninggalkanmu."
"Jangan bicara seperti itu, Sam."
"Kenapa sih kamu sampai bisa jatuh lagi di tangan Cecilia? Bukankah kamu bilang kalau dia hanya kisah masa lalu mu saat kau bertemu dengan Riani? Atau memang kau menikahi Riani hanya karena Cassie menyukai nya?"
"Bukan seperti itu, Sam. Kamu tahu alasannya mengapa aku seperti ini."
Sam menggelengkan kepalanya."Keputusanmu untuk menyembunyikan identitasmu yang sebenarnya, akan membuatmu kehilangan Riani. " kata Sam membuat Jack termangu.
**********
Duh kok Cecilia bisa hamil sih?
Pulang saja deh si Riani ke Surabaya ya?
__ADS_1