Janda Muda Dikejar Om Bule

Janda Muda Dikejar Om Bule
Menanti Kelahiran


__ADS_3

"Sayang, ini sudah hari Jumat. Kau tak akan menjemput Cassie?" tanya Riani saat membantu suaminya memasang dasi di pagi ini.


"Tidak.....!" jawab Jack dingin.


"Tapi aku kangen ketemu Cassie. Aku..."


Cup.....


Perkataan Riani terhenti karena Jack sudah mencium bibirnya dengan lembut. "Aku lapar. Ayo sarapan!" ajak Jack setelah melepaskan Riani dari ciuman panas di pagi ini.


Riani pun mengikuti langkah Jack. Mereka menuruni tangga bersama menuju ke ruang makan. Namun saat sampai di ruang makan, Semua pelayan dan bodyguard sudah berkumpul. Jems memegang sebuah kue tart di atasnya dengan angka 26. Riani terkejut. Ia bahkan lupa dengan hari ulang tahunnya hari ini.


"Jack, kamu tahu?" tanya Riani sambil memandang Jack.


"Iya. Aku meminta Jems menyiapkan surprise di pagi ini.' jawab Jack lalu memeluk istrinya. "Selamat ulang tahun, sayang."


"Terima kasih." Riani sangat bahagia. Para pelayan menyanyikan lagu selamat ulang tahun lalu meminta Riani meniup lilin angka 26 itu.


Riani pun memanjatkan doa. Untuk kehamilamnya juga untuk Arma dan Cassie juga.


Setelah itu mereka sarapan bersama di halaman belakang. Riani juga mendapatkan ucapan selamat dari keluarganya di Surabaya.


"Sayang, kamu ingin dirayakan di mana ulang tahun mu?" tanya Jack saat mereka sudah ditinggalkan berdua di meja makan.


"Jack, ini kan sudah dirayakan. Mau dirayakan bagaimana lagi?"


Jack membelai wajah Riani sambil menyingkirkan anak-anak rambut yang menutupi wajah istrinya itu. "Aku ingin semua orang tahu kalau istri Jack sedang berbahagia."


"Kalau begitu kita makan malam bersama di luar. Bagaimana jika bersama Cassie?"


Wajah Jack langsung berubah dingin. "Kali ini kita makan berdua saja, ya?" Jack berdiri, mengecup dahi Riani dengan sangat lembut. "Aku berangkat kerja dulu ya? Nanti aku pulang sore dan kita akan makan malam romantis di suatu tempat yang sangat indah."


"Ok sayang.....!"


Riani menatap kepergian suaminya dengan hati yang sedih. Riani tahu kalau Jack sebenarnya merindukan Cassie. Namun ia mengeraskan hatinya karena ia terluka karena Cassie lebih memilih untuk ikut dengan keluarga Smith.


Ponsel Riani berbunyi. Sebuah panggilan Videocall dari Cassie.


"Mommy, selamat ulang tahun." ujar Cassie. Ia menggunakan seragam sekolah. Itu artinya ia ada di sekolah.


"Terima kasih, sayang. Apakah kamu tidak belajar?"


"Di sekolah sedang ada tamu. Para murid di kumpulkan di aula sekolah."


"Oh, begitu ya?"


"Mommy, apakah ada perayaan ulang tahunnya?"


"Nggak sayang. Hanya tadi pas mau sarapan, Leo dan para pelayan lainnya memberikan surprise dengan kue buatan Jems yang sangat enak. Setelah itu sarapan bersama."


"Oh....gitu ya."

__ADS_1


"Sebentar malam hanya mau makan malam sedang daddy saja."


"Selamat menikmati ya, mommy."


"Iya sayang."


"Siapa yang akan menjemput Cassie?"


Riani terdiam. Ia bingung harus mengatakan apa. "Daddy ada rapat penting malam siang ini."


"Daddy nggak mau aku pulang ya, mommy?"


"Bukan begitu sayang."


"Ya sudah. Kalau begitu aku mau pergi saja dengan bibi Cecilia. Ia mengajak aku ke London hari ini. Aku mau masuk ke aula dulu ya mommy. Nanti kita bicara lagi. Bye..."


Riani melambaikan tangannya. Ia dapat melihat wajah Cassie yang kecewa karena Jack sudah dua Minggu ini tak menjemputnya.


************


2 bulan kemudian....


Riani tersenyum melihat kamar bayi yang disiapkan oleh Jack sendiri. Ia yang memasang wallpaper di dinding, memasang lampunya, mengatur dekorasinya sampai memasang tirai jendelanya. Kamar bayi ini dibangun bersebelahan dengan kamar tidur mereka.


Kamar yang didesain dengan warna putih biru ini terlihat sangat indah.


"Kamu suka?" bisik Jack yang entah dari mana sudah memeluk Riani dari belakang.


Jack membelai perut Riani yang kini sudah memasuki 7 bulan. "Sayang, besok kita pergi liburan, yuk! Aku ingin pergi ke sebuah desa dan menginap di sana selama 3 hari."


Riani membalikan badannya. "Tumben punya waktu liburan."


"Kita kan mau anniversary."


"Oh iya, ya? Tak terasa ya pernikahan kita sudah mau satu tahun."


Jack tersenyum mengangguk. "Pernikahan kita banyak sekali cobaan namun semuanya mampu kita lewati bersama kan sayang?"


"Iya."


"Kalau begitu siapkan bajunya."


Jack akan pergi namun Riani menahan tangannya. "Jack, sudah dia bukan Cassie pergi dan kau tak pernah menjemputnya. Apakah kau tak kangen?"


"Jangan bicara Cassie terus. Kamu kan sudah puas hampir setiap hari datang ke sekolahnya. Biar saja Cassie di sana."


"Tapi Jack, Cassie nggak bisa datang ke sini sendiri kalau kita tak menjemputnya."


Jack akan bicara namun matanya langsung berbinar melihat perut Riani yang bergerak. "Sayang, dia bergerak. Hallo my baby boy!" Jack tersenyum senang saat ia meletakan tangannya di atas perut Riani. "Dia menendang sayang."


"Iya." Riani juga ikutan senang walaupun hatinya sangat gelisah memikirkan Cassie.

__ADS_1


***********


Tempat yang dipilih Jack untuk liburan mereka ternyata di salah satu desa wisata yang sangat terkenal di Inggris. Jack menyewa sebuah rumah kuno untuk mereka tempati selama di sini.


"Sayang, terima kasih ya sudah mengajak aku ke sini. Rumah ini sangat indah, suasana desa ini juga sangat menyenangkan. Aku suka air terjun dan sungainya."


Jack menatap istrinya itu dengan wajah berseri. 'Happy wedding anniversary, honey." Lalu ia menunduk dan mencium bibir Riani dengan sangat lembut. Riani menyambut ciuman suaminya itu sambil melingkarkan kedua tangannya di leher sang suami. Keduanya berciuman begitu lama sampai Jack akhirnya menggendong tubuh istrinya dan membawa Riani ke atas tempat tidur. Riani dapat mengerti apa keinginan suaminya.


Sejak Riani hamil, Jack memang sangat lembut padanya saat bercinta. Dan frekuensi kebersamaan mereka kadang 4 hari sekali bahkan seminggu sekali. Itu karena Jack sangat menjaga kehamilan Riani.


Kini, usia pernikahan meeka yang memasuki satu tahun dan mereka sedang menanti kelahiran anak pertama mereka. Riani sangat bahagia walaupun keberadaan hubungan Jack dan Cassie sangat menganggu nya.


Jack memejamkan matanya saat puncak kenikmatan itu ia dapatkan. Ia begitu puas setiap kali bercinta dengan Riani. Istrinya itu selalu terlihat seksi dengan perut buncitnya itu.


"Sayang, si dede bergerak lagi?" tanya Jack saat dilihatnya perut Riani bergerak lagi.


"Iya. Dia suka dikunjungi daddy nya."


Keduanya pun sama-sama tertawa. Mereka sungguh menikmati kemesraan di wedding aniversary mereka yang pertama ini.


Setelah selesai mandi dan ganti baju bersama, Riani dan Jack keluar dari rumah untuk menikmati suasana sore di desa ini. Mereka jalan-jalan bersama. Beberapa orang yang mengenal Jack bahkan meminta foto bersama.


Di pusat desa ada sebuah alun-alun. Di sana ada banyak penduduk desa karena sedang dilaksanakan perayaan hari ulang tahun desa. "Lho, itukan Cassie" Riani terkejut melihat Cassie ada di sana. Baru saja Riani akan memanggilnya, ia langsung mengurungkan niatnya karena melihat Cecilia ada di sana juga.


Jack terpana melihat putrinya. Rambut panjang Cassie sudah di potong sebahu. Anak gadisnya itu juga menggunakan pakaian yang Jack tahu bukan gaya Cassie. Rambut Cassie bahkan sudah di cat berwarna-warni dan anak gadisnya itu sudah menggunakan make up.


Cassie pun menoleh ke arah Riani dan Jack.


"Mommy.....!" Cassie melambaikan tangganya. Riani pun membalas lambaian tangan anak sambungnya itu.


Cecilia melihat mereka. Ia langsung menarik tangan Cassie untuk menjauh dan anak itu pun segera mengikuti langkah Cecilia.


"Benarkan? Cassie sudah dicuci otaknya oleh mereka. Aku bahkan tak mengenal anakku sendiri."


Riani menatap Jack. "Kamu masih menganggap Cassie itu anakmu? "


"Ri, kenapa bicara seperti itu?"


"Cassie ingin bersamamu. Namun kau tak pernah menjemputnya. Sampai kapan kau akan menyimpan amarahmu kepadanya? Sampai kapan kau....., ah.....!" Riani tiba-tiba saja memegang perutnya.


"Ada apa sayang?" tanya Jack panik.


"Aku merasa sakit. Seperti sakit mau melahirkan."


"Apa?"


****************


Apakah Riani akan melahirkan prematur?


Anak Riani dan Jack ini akan muncul di Novel emak selanjutnya yang merupakan kelanjutan novel "Rahasia Cinta Edmond"

__ADS_1


__ADS_2