Janda Muda Dikejar Om Bule

Janda Muda Dikejar Om Bule
Ketahuan


__ADS_3

"Menghabisi Cecilia? Kamu nggak waras Jack! Bagaimana mungkin kau akan menghabisi dia sementara dia mungkin sedang mengandung anakmu." Sam menatap sahabat sekaligus juga bosnya itu.


"Aku tak mau Cecilia menjadi penghalang kebahagiaan Cassie. Aku tak pernah melihat anakku sebahagia ini saat tahu kalau Riani hamil dan akan memberikan dia adik. Bagaimana jika dia tahu kalau akan ada adik lain? Kamu kan tahu kalau Cassie tak pernah menyukai perempuan manapun yang selama ini dekat dengan aku kecuali Riani."


"Aku tahu. Kebahagiaan Cassie adalah segalanya bagimu, namun apakah kamu akan mengabaikan darah dagingmu yang lain? Yang mungkin tumbuh di rahim Cecilia? Apakah kau lupa kalau kau sangat mencintai dan memujanya? Kau bahkan selalu kembali ke pelukannya walaupun dia sudah berulang kali mengkhianati mu dengan pria lain."


"Jangan ingatkan aku akan kebodohanku yang dulu. Aku bahagia bersama Riani dan aku mencintainya."


"Mencintainya? Aku justru meragukan rasa cintamu padanya. Kau bersamanya hanya karena Cassie menginginkan Riani."


"Sam, aku mencintai Riani!"


Sam mengangkat kedua tangannya mendengar suara Jack yang keras. Ia tahu kalau Jack marah karena Sam meragukan perasaannya. Namun Sam punya alasan tersendiri mengapa ia meragukan perasaan Jack. Ia dan Jack berteman sudah sangat lama. Sam adalah satu-satunya saksi bagaimana sahabatnya itu berjuang mati-matian dalam meraih sukses dan juga bagaimana Jack yang selalu mengejar Cecilia. Bahkan saat Jack memutuskan menikahi Camila pun Jack masih saja menyimpan cinta untuk Cecilia. Apalagi wajah Riani yang agak mirip Cecilia, membuat Sam yakin kalau sahabtnya itu masih menyimpan rasa untuk wanita pertama dalam hidupnya.


"Jack, aku tak mau kita kembali seperti dulu. Aku ingin membuang semua yang berhubungan dengan mafia. Bukankah kau sudah berjanji saat kau akan ke Bali, kita akan mengahiri semuanya? Kita bahkan sudah memberhentikan semua orang-orang kita. Yang tersisa hanyalah pengawal biasa saja." ujar Sam berusaha meredakan keinginan Jack.


"Kapan aku bisa melakukan tes DNA bagi kehamilan Cecilia?" tanya Jack.


"Sebenarnya sudah. Menurut Cecilia kehamilannya sudah memasuki Minggu ke-10. Namun ia tak mau melakukannya sekarang karena memang beresiko bagi kehamilannya. Ia bisa saja keguguran. Makanya, Cecilia menginginkan agar tes itu dilakukan saat anaknya lahir nanti."


"Apa?"


"Memangnya kamu tak menonton konferensi pers nya?"


"Tidak."


"Tonton lah. Dan kau bisa membaca ribuan komentar netisen yang setuju dengan keinginan Cecilia. Kamu tahu kan, dia sangat pandai memainkan perannya sehingga mendapatkan dukungan dari banyak orang."


Jack mengeram kesal. "Sial....! Aku harus bagaimana untuk segera mengetahui kalau anak itu memang adalah anakku?"


"Tunggulah sampai anak itu lahir. Akan sangat beresiko jika kita bertindak sebagai mafia seperti dulu. Dan jika Riani tahu tentang siapa kamu yang dulu, apakah dia akan bisa menerimanya? Mengetahui kamu orangnkaya saja, dia hampir pergi, apalagi tahu kalau kamu mafia?"


"Aku tak bisa, Sam. Riani sedang hamil. Usia kandungannya mungkin tak beda jauh dari Cecikia. Aku tak mau Riani stres jika belum ada kepastian tentang anak yang dikandung Cecilia."


Sam pun menarik napas panjang. " Sebenarnya ada tes lain yang tidak terlalu beresiko. Namanya Non invasive prenatal Testing namun aku tak tahu apakah hasilnya akurat atau tidak karena pengambilan darahnya hanya dari darah vena ibu. Namun aku sangat yakin jika Cecilia akan membuat drama sehingga ia tak jadi di tes."


"Aku pusing, Sam. Jam berapa rapatnya?"


"30 menit lagi."


"Tolong pesan kan aku kopi." Jack memijat pangkal hidungnya. Ia merasa pusing.


**********


Saat Jack tiba di rumah, ia terkejut melihat putrinya sedang menunggu dia di teras depan.


"Sayang, kenapa kamu ada di sini? Sedang menunggu seseorang?"

__ADS_1


"Aku menunggu daddy."


"Tapi ini sudah jam 10 malam, nak. Memangnya kamu tidak mengantuk?"


Wajah Cassie nampak marah. "Aku nggak suka dengan berita yang aku lihat, daddy. Kenapa perempuan itu mengaku hamil anak daddy? Memangnya daddy masih ada hubungan dengan dia?" tanya Cassie dengan mata berkaca-kaca.


"Nggak sayang. Semuanya terjadi tidak seperti yang kamu bayangkan. Daddy mabuk dan ......" Jack bingung harus mengatakan bagaimana. Apakah putrinya yang berusia 12 tahun ini sudah tahu dengan apa yang akan dijelaskannya?


"Daddy, jangan sakiti mommy Riani. Cassie nggak mau sampai mommy Riani sedih."


"Nggak sayang. Daddy nggak mungkin membuat mommy Riani sedih. Daddy mencintainya." Jack memegang kedua pindah putrinya. "Daddy nggak akan menggantikan kebahagiaan kita dengan apapun juga. Percaya sama daddy."


"Cassie nggak mau punya adik lain selain Arma dan adik yang ada di perut mommy." Cassie memberikan ultimatum pada daddy-nya.


"Iya sayang. Sekarang ayo kita masuk. Di mana mommy?"


"Mommy sudah tidur. Kasihan tadi mommy muntah terus."


"Pekerjaan daddy sangat banyak di kantor."


Keduanya melangkah bersama memasuki rumah.


"Sayang, kamu tidur ya? Besok, setelah misa pagi, dokter akan datang ke sini untuk memeriksakan kandungan mommy. Mereka akan membawa alat USG dari rumah sakit. Daddy nggak mau sampai mommy ke rumah sakit dan bertemu dengan para wartawan pemburu berita."


"Ok."


"Honey, kau butuh sesuatu?" tanya Jack dan bergegas mendekat lalu duduk di pinggir ranjang.


"Aku merasa sudah agak baikan. Aku tidur di jam 8 tadi. Sekarang jam berapa?"


Jack membelai wajah istrinya. "Sudah hampir jam setengah sebelas malam. Kamu ingin makan atau sesuatu?"


" Aku hanya ingin minum."


Jack mengambil air minum yang selalu tersedia di atas meja bulat yang ada di kamarnya. Ia menuangkan ke dalam gelas dan memberikannya pada istrinya.


"Kamu pasti capek ya?" tanya Riani. Ia dapat melihat wajah Jack yang kusut walaupun tak mengurangi ketampanan lelaki itu.


"Aku memang capek. Namun saat pulang ke rumah dan melihatmu, rasanya langsung hilang."


"Mau aku pijat?" tanya Riani.


"Boleh. Tapi aku mandi dulu ya?"


"Ok."


Jack berjalan ke kamar mandi. Ia berusaha tampil prima di hadapan Riani agar istrinya itu tak tahu dengan keresahan yang dialaminya.

__ADS_1


Selesai mandi, dengan hanya menggunakan boxer, Jack langsung berbaring tertelungkup di atas ranjang. Riani mengambil minyak Zaitun dan mulai memijat punggung suaminya itu.


"Tuhan memberkati tanganmu itu, sayang." ujar Jack. Ia memang paling suka saat Riani memijatnya.


"Aku hanya berusaha menyenangkan mu, sayang."


"Aku hanya berusaha menyenangkan mu, sayang."


Jack tersenyum saat mendengar perkataan istrinya. Bagaimana mungkin ia tak mencintai wanita yang luar biasa ini? Jack jadi kesal dengan temannya Sam.


"Ayo berbalik sayang, aku akan memijat dadamu." kata Riani.


Jack pun membalikan badannya. Namun ia menahan tangan Riani yang akan kembali menuangkan minyak zaitun ke tangannya. "Sayang, aku kok jadi ingin ya?" ujar Jack dengan tatapan menggoda.


"Ingin apa?" tanya Riani bingung.


"Ingin itu...!"


Wajah Riani langsung menjadi panas saat melihat kemana arah mata suaminya. Ia sendiri tak mungkin menolak karena saat memijat Jack tadi pun ia merasakan ada gejolak dalam dirinya. Rasa yang tak biasa. Andai saja Riani bukan wanita pemalu, mungkin ia sudah meminta duluan pada suaminya itu.


Keduanya pun langsung tenggelam dalam kemesraan yang membawa kepuasan raga. Tentu saja kali ini Jack harus extra hati-hati walaupun ia merasakan kalau istrinya cukup agresif malam ini.


**********


Cecilia berdiri sambil menatap gerbang rumah Jack. Pagi sekali ia datang ke tempat ini karena ia tahu kalau Jack suka lari pagi. Mungkin saja Jack akan keluar dari halaman rumahnya ini. Cecilia penasaran, karena Jack tak pernah mengajak dia masuk ke dalam rumah ini walaupun dia adalah wanita pertama Jack dalam hidupnya.


Pintu gerbang terbuka. Namun bukan Jack yang keluar melainkan seorang pria berjas hitam dan seorang anak perempuan berusia sekitar 12 tahun.


Cecilia bersembunyi di balik mobilnya. Anak itu nampak cantik. Ia menggunakan pakaian olahraga dan sedang menaiki sepedanya.


"Nona Cassie, hati-hati saat bersepeda ya? Aku akan tunggu di sini. Ingat, jangan lama. Nanti tuan bangun dan mencari nona."


"Baik, paman." Cassie tersenyum. Ada lesung Pipit di kedua pipinya. Cecilia terperangah. Ia dan Camila kembar identik. Yang membedakan mereka hanya lesung Pipit mereka.


Dan nama Cassie?


Cecilia ingat dengan akte kematian yang ditunjukan Jack padanya. Anak Camila yang meninggal ditulis bernama Cassie Almond.


Mungkinkah? Oh My God


Cecilia menggoyangkan kepalanya. Ia tak percaya dengan apa yang baru saja di lihatnya. Daddy dan mommy harus tahu mengenai hal ini.


*********


Hallo semua


bagaimana komentarmu tentang hal ini?

__ADS_1


__ADS_2