
Hari ini, Riani dan Cassie janjian akan pergi ke toko khusus perlengkapan bayi. Tentu saja mereka berdua harus menggunakan pakaian yang biasa saja. Mereka bahkan menggunakan mobil Leo, sang kepala Pelayan. Leo sendiri yang mengantar mereka sementara sang bodyguard menggunakan mobil yang lain. Tentu saja Jack mengijinkannya walaupun dia awalnya tak mau istrinya itu pergi berdua dengan Cassie namun dia akhirnya setuju dengan catatan, para bodyguard tetap menjaga mereka dari jarak aman. Lagi pula toko yang hendak mereka kunjungi ini adalah toko yang tak begitu ramai karena hanya menjual keperluan khusus bayi. Letaknya juga bukan di pusat perbelanjaan.
"Mommy, apakah kita sudah boleh membeli baju bayi?" tanya Cassie saat keduanya dalam perjalanan menuju toko itu.
"Boleh tapi jangan dulu banyak yang dibeli. Kita kan belum tahu jenis kelaminnya."
"Ok. Mudah-mudahan bulan depan sudah bisa diketahui jenis kelaminnya ya."
"Iya sayang."
Leo yang menyetir mobil pun tersenyum bahagia. Ia tahu kalau Riani telah membawa dampak baik bagi pertumbuhan Cassie.
Mereka akhirnya sampai di sebuah toko yang khusus menjual perlengkapan bayi.
Cassie turun dengan sangat antusias. Tentu saja sambil memegang tangan Riani. Dia sangat menjaga ibu sambungnya.
Seorang penjaga toko menuntun mereka untuk menunjukan beberapa perlengkapan bayi yang ada. Sementara baju bayi ada di lantai dua.
"Ah, aku suka sepatu ini." ujar Cassie sambil memegang sebuah sepatu berwarna biru.
"Itu sepatu khusus anak laki-laki sayang. Mungkin juga untuk anak laki-laki usia 3 bulan."
"Tapi bentuknya sangat lucu. Ada gambar binatangnya. Kita ambil yang satu ini ya mommy. Kalau ternyata adikku perempuan, maka kita dapat menyumbangkannya di panti asuhan."
Riani mengangguk. "Ok."
Puas memilih beberapa perlengkapan bayi, mereka pun naik ke lantai dua. Di ujung tangga, langkah mereka terhenti saat melihat siapa perempuan yang berdiri di sana.
"Cassie sayang......!" panggil Cecilia yang ternyata ada di sana.
Cassie nampak tegang melihat Cecilia sementara Riani nampak terkejut karena Cecilia terlihat sudah sangat mengenal Cassie.
"Kalian mau membeli baju bayi juga? Wah, Cassie dapat memilih juga untuk bibi. Ini kan adik Cassie juga." ujar Cecilia sambil mengusap perutnya.
"Cassie, ayo kita pergi!" ajak Riani sambil menarik tangan Cassie.
"Tunggu dulu, Riani. Cassie juga berhak tahu siapa keluarga ibunya. Kenapa sih kamu dan Jack berusaha menyembunyikan keberadaan Cassie?" tanya Cecilia nampak tak suka karena Riani akan mengajak Cassie pergi.
"Nantilah kau bicara dengan Jack karena bukan di sini tempatnya untuk membahas ini." kata Riani tegas dan bermaksud akan menarik tangan Cassie untuk pergi.
Cecilia dengan cepat menahan tangan Cassie. "Cassie adalah keponakan ku, Riani. Dia berhak tahu keberadaan keluarga kami."
Seorang lelaki yang menaiki tangga, dengan sengaja menabrak Riani dan membuat Riani hampir saja namun Cassie menahan tangan Riani. Saat pegangan tangan Riani terlepas dari Cassie, tanpa sengaja Cassie terdorong hendak jatuh namun Cecilia dengan cepat memeluk Cassie.
__ADS_1
"Kamu nggak apa-apa, sayang?" tanya Cecilia.
"Iya." jawab Cassie masih dengan wajah yang tegang karena ia hampir saja jatuh.
Cecilia yang kini berada di ujung tangga.
"Ayo kita pergi, mommy!" Cassie melangkah duluan. Riani berada di belakangnya.
Cecilia ingin membuat Riani terjatuh dengan menghadang langkah Riani dengan kakinya namun yang terjadi selanjutnya adalah, Cecilia tak dapat menjaga keseimbangan tubuhnya dan akhirnya ia terjatuh.
"Ah........!"
********
Rumah sakit.....
"Dia dengan sengaja mendorongku. Dia yang menyebabkan aku keguguran. Aku akan menuntutnya." teriak Cecilia histeris saat dokter mengatakan kalau ia mengalami keguguran.
Cassie dan Riani langsung pergi dari toko saat Cecilia dibawa ke rumah sakit. Jack sendiri langsung turun tangan untuk mengamankan segalanya.
Ia ke rumah sakit dan Cecilia langsung menangis semakin histeris saat melihat Jack.
"Puas kamu kan Jack? Riani sudah mendorong aku. Dia sengaja ingin membuat aku keguguran."
"Riani tak mungkin mendorong Cecilia." sangkal Jack karena ia tahu walaupun Riani tak menyukai Cecilia namun istrinya itu memiliki hati yang lembut.
"Kita lihat saja bagaimana pengadilan berbicara, Jack." Ujar Viola Smith sambil memeluk Cecilia yang masih histeris karena ia mengalami keguguran.
Jack pun memilih pulang untuk kembali ke kantornya, menyelesaikan pekerjaannya selama 2 jam. Ia juga menelepon bodyguard nya untuk mencari tahu apa yang terjadi di toko itu. Setidaknya toko itu memiliki CCTV.
Sebelum ia pulang, Sam sudah memberitahunya bahwa berita istri Jack mendorong Cecilia Smith sudah viral di media sosial. Makanya Jack pun mempercepat langkahnya untuk segera ada di rumah. Ia tak ingin Riani lebih dulu membaca berita itu dan akhirnya menjadi sock dan dapat menganggu kandungannya.
"Mana mommy?" tanya Jack saat melihat Cassie yang duduk di ruang keluarga sambil memainkan ponselnya.
"Mommy baru saja tertidur."
Jack duduk di samping putrinya. "Cassie, apakah kamu melihat mommy yang mendorong Cecilia?"
"Nggak, dad. Sekalipun aku tak melihatnya namun aku percaya kalau mommy tak akan pernah melakukan itu. Kok daddy meragukan mommy sih?"
"Nggak sayang. Daddy juga yakin kalau mommy tak mungkin melakukan itu."
"Dad, apa betul Cecilia Smith adalah bibi aku? Mamaku bernama Camila Smith, yang merupakan saudara kembarnya Cecilia?"
__ADS_1
"Sayang.....!"
"Kenapa sih daddy harus menyembunyikan ini dariku? Bukankah aku berhak tahu kalau ternyata aku memiliki opa dan Oma?"
"Cassie, kamu masih terlalu kecil untuk memahami ini."
"Aku sudah dewasa dad. Beberapa hari lagi usiaku akan genap 13 tahun. Mengapa semuanya harus disembunyikan dariku?" mata Cassie mulai berkaca-kaca.
"Sayang, kau tahu dari mana?"
"Bibi Cecilia yang menceritakan padaku beberapa hari yang lalu. Namun aku tak menceritakannya pada kalian karena aku tahu kalau kalian sedang marahan. Aku pikir, hari ini adalah hari yang tepat untuk mengatakan semuanya."
"Cassie, Daddy punya alasan menyembunyikan ini semua darimu. Karena......"
"Maaf menganggu tuan." Leo tiba-tiba saja muncul.
"Ya. Ada apa?" tanya Jack sambil menatap Leo.
"Di depan ada polisi. Mereka datang dengan surat perintah untuk menjemput Nyonya Riani atas tuduhan percobaan pembunuhan atas nyonya Cecilia Smith."
"Apa?" Jack dan Cecilia sama-sama terkejut.
Jack bergegas ke ruang tamu. Ia melihat ada 3 orang polisi yang sedang berdiri di sana.
"Istri saya tidak melakukan seperti yang kalian tuduhkan." ujar Jack dengan nada tinggi.
"Maaf tuan Almond. Kami hanya menjalankan tugas sebagaimana pengaduan yang dilakukan oleh Cecilia Smith. Nyonya Almond harus ikut kami ke kantor polisi untuk memberikan keterangan."
"Tapi istri saya sedang hamil. Ia juga baru istirahat. Aku tak ingin istriku stres dan kelelahan karena itu sangat berbahaya bagi kehamilannya. Jack langsung menelepon Sam dan meminta Sam untuk mengurus semuanya.
"Kami akan datang lagi dengan surat panggilan yang kedua. Jika istri anda tak juga datang, maka kami akan menjemputnya secara paksa." ujar salah satu polisi sebelum akhirnya meninggalkan tempat itu.
"Brengsek kau, Cecilia. Kau mau mencari sensasi dengan menyebarkan berita ini?" Jack mengepal tangannya. Cassie yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.
***********
Selamat sore semua
semoga suka dengan bab ini ya
Terus doakan emak kita yang tercinta ya
Love A M A N D A
__ADS_1