Jangan Salahkan Suamimu Mencintaiku

Jangan Salahkan Suamimu Mencintaiku
Ajak Ke Kamar Aja


__ADS_3

Rika segera meletakkan gelas ke dapur dan kemudian memilih untuk berenang di halaman belakang. Melihat Reno yang mulai ingin memperdalam ciumannya dengan Sella yang sudah meronta membuat Dimas semakin di buat tak tahan.


"Ehemmm!"


Suara itu menghentikan Reno dan segera melepaskan ciumannya, tubuh Sella di buat menegang mendengar suara yang sangat familiar di telinganya.


"Maaf kak!" ucap Reno tidak enak.


"Sudah sore!" Dimas mengingatkan tetapi nadanya jelas mengusir, Reno yang salah tingkah segera melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul lima sore.


"Sell, aku pulang ya, maaf....." ucapnya kemudian mengacak lembut rambut Sella yang sejak tadi hanya diam, bahkan gadis itu tidak berani melihat Dimas yang sudah berdiri di belakangnya.


Sella pun tidak berani mengantar Reno sampai depan, dia dibuat mati gaya setelah ketauan melanggar janji dengan Dimas. Hingga tarikan tangan Dimas menyeretnya masuk ke kamar dan menghempaskannya ke ranjang.


"Kak!"


"Kamu mau balas dendam sama aku dek?" tanya Dimas yang sudah mengukung Sella di ranjang.


Kemudian menarik kembali Sella ke kamar mandi, mengambil sikat gigi serta pasta gigi dan menyodorkannya pada Sella.


"Cepat sikat gigi! dan kumur pakai ini!"


Sella menurut dari pada menambah kekesalan di hati Dimas, setelah melihat Sella yang membersihkan mulutnya, Dimas segera meninggalkan gadis itu dengan membanting pintu kamar mandi yang membuat Sella terjingkat.


"Gila kalo ngamuk serem juga! lagi ngapa pake nyosor aja sich tu si Reno bikin gue nggak aman aja!"


"Tapi kalo hukumannya cuma suruh sikat gigi mah, siapa takut!"


Dentingan sendok dan garpu yang beradu di atas piring mengiringi malam hari dengan formasi yang lengkap mengelilingi meja makan. Sedari tadi Sella hanya diam menyimak percakapan antara Rika dan Dimas, lebih tepatnya Rika yang mendominasi sedangkan Dimas hanya menjawab singkat tanpa niat menimpali. Hingga pembicaraan berujung ucapan Rika yang membuat Dimas dan Sella tercengang mendengarnya.


"Eh iya Sell, Reno hot banget ya, enak nggak ciumannya? besok lagi ajak ke kamar aja Sell kalo mau mesra-mesraan jangan di ruang tamu bikin aku sama mas Dimas baper dech liatnya."


"Emang boleh kak di kamar?" dengan polosnya Sella bertanya yang membuat Dimas semakin geram, belum hilang emosinya bahkan moodnya masih memburuk di tambah lagi dengan entengnya Sella bertanya seperti itu.


"Ini bocil minta di hukum sampe jontor kali tu bibir!" menatap sengit Sella yang hanya meliriknya sekilas kemudian fokus dengan ucapan Rika.


"Kamu udah gede Sell, bukan anak kecil lagi, pasti paham lah sampe mana batasannya," jawab Rika.

__ADS_1


"Padahal namanya udah di kamar pasti susah jaga batasan, eh tapi kok sebelahnya bikin ngeri ya, aduh kak itu mata jangan aja sampe loncat ke piring gue!"


"Iya kak, besok lagi Sella langsung aja dech ajak ke kamar ya!" ucap Sella dengan otak jailnya sambil melirik ke arah Dimas yang sudah mengepalkan tangannya menimbulkan senyum tipis di wajah Sella..


"Hhmmm..... Ayo mas, kita ke kamar aku mau rebahan, besok udah mulai kerja lagi kan!" Rika segera menarik tangan Dimas, Sella yang melihat keduanya sudah berlalu segera membersihkan meja makan. Setelah beres Sella kembali duduk di meja makan dengan wajah sendu.


"Sampai kapan coba begini, mau kasih hati sama Reno tapi udah mentok sama kakak ipar, tapi bertahan sama kak Dimas ,dia laki orang!"


"Tapi memang bener sich kata kak Dimas bukan aku yang salah, dia sendiri yang buat aku dekat sama suaminya kan jadi nyaman," Sella meratapi nasibnya.


Melihat Rika yang sudah tertidur pulas, memberi kesempatan untuk Dimas yang sejak tadi di rundung gelisah. Melipir ke kamar sebelah yang kebetulan belum di kunci, Dimas melihat Sella yang sedang sibuk dengan segala bukunya kemudian beralih menuju kamar mandi.


Tangan Dimas mengunci pintu kamar Sella dan duduk di pinggir ranjang dengan tenang walaupun otaknya sudah spaneng. Setelah berganti pakaian tidur Sella segara keluar dari kamar mandi berniat untuk tidur, tetapi baru dua langkah Sella di kejutkan dengan adanya Dimas dengan mode garang.


Mundur jangan maju dah pasti kena hukuman! apes banget punya pacar laki orang!


Melihat Sella yang hanya diam saja membuat Dimas semakin gemas, pria itu menarik Sella hingga jatuh di pangkuannya. Dengan sekali gerakan mampu menyatukan bibir keduanya, Dimas yang sudah menahan emosi sejak tadi tidak memperdulikan tangan Sella yang terus memberontak. Dengan kasar Dimas menyesap, menggigit dan menarik bibir Sella hingga gadis itu meringis kesakitan.


Dimas melepas ciumannya yang menyebabkan bibir Sella membengkak bahkan terdapat luka kecil yang meninggalkan perih. Air mata gadis itu sudah menggenang dengan sekali kedipan saja sudah pasti terjun bebas.


"Itu hukuman karena sudah melanggar dan itu juga untuk menghapus jejak bibir dia di sini!"


"Sakit tau nggak!"


"Itu nggak sesakit hati aku ngeliat kamu di cium sama Reno tadi!"


"Kakak egois, kenapa cuma aku yang di hukum? besok lagi kalo aku liat kakak nyium Kak Rika aku juga akan hukum kakak, bahkan lebih dari ini!" kesal Sella.


"Lepas aku mau turun!" sentak Sella yang hendak turun dari pangkuan Dimas.


Gadis itu segera merebahkan tubuhnya di sisi ranjang yang kosong, kemudian memunggungi Dimas yang sejak tadi memperhatikan.


Dimas masuk kedalam selimut yang sama dan menarik tubuh Sella kedalam dekapannya.


"Minggir kak, sana balik ke kamar kamu!"


"Aku mau tidur disini!" ucap Dimas yang sudah memeluk Sella dengan nyaman.

__ADS_1


"Nggak usah ngadi-ngadi ya kak! keluar dari kamar aku atau aku teriak, aku masih ngambek sama kakak!"


"Teriak aja, biar sekalian Rika tau hubungan kita!" Dimas menantang yang membuat nyali Sella menciut.


"Sella berbalik badan dan menatap wajah Dimas dengan kesal, dia tidak menyangka jika Dimas justru dengan santai berkata seperti itu.


"Udah siap kehilangan kak Rika? udah siap di usir dari rumah ini sama kak Rika dan berujung kita juga pisah? dan udah siap liat aku di maki sama istri kamu?"


"Aku lebih baik kehilangan Rika dari pada harus jauh dari kamu dan jika aku harus keluar dari sini, kamu akan aku bawa agar Rika tidak mampu menyiksa kamu, mengerti!" tegas Dimas.


"Dan jangan sekali-kali kamu membawa masuk pria manapun ke kamar ini, mengerti!" melihat Dimas yang begitu tegas dengan sorot mata tajam membuat Sella dengan patuh menundukkan kepalanya.


Cup


"Maaf udah bikin bibir kamu terluka!"


Dimas kembali memeluk Sella, ada rasa bersalah setelah melihat bibir gadis itu sampai membengkak bahkan berdarah.


"Apa kakak akan seperti ini juga jika kak Rika bersama pria lain?"


"Aku baru merasakan ini sama kamu, bahkan berkali-kali Rika menduakan aku dulu ketika kita masih pacaran, aku belum pernah merasakan segila ini.


"Alasannya?"


"Masih harus di jawab?"


"Seperti rumus matematika butuh penjelasan agar kita mampu mengerjakan dan seperti pelajaran bahasa Indonesia butuh pengertian agar paham, setelahnya ilmu biologi butuh praktek agar tepat sasaran!" Sella mengusap lembut rahang tegas Dimas "Begitupun dengan aku, butuh jawaban agar aku bisa tepat dalam memberi keputusan!"


"Kalo gitu kamu harus belajar rumus fisika, masa dimana aku mulai nyaman di kali gaya kamu yang meresahkan menghasilkan beban buat aku karena terlalu mencinta."


"Kakak cinta sama aku?" tanya Sella dengan wajah polosnya.


"Kalo dengan perkataan nggak mempan, apakah harus dengan tindakan?" tanya Dimas menaik turunkan alisnya.


"Maksudnya?"


"Kamu minta aku eksekusi dek!" bisik Dimas.

__ADS_1


"Akkkhhhh kak dimasssss!!!!!!"


__ADS_2