
"Kak Dimas?"
Sella tidak menyangka ada Dimas disana, pandangan Sella langsung menuju ke arah Rika yang sudah berdiri tegang dengan tangan yang semakin lama semakin melemah.
Dimas menghempaskan tangan Rika begitu saja, rasanya dia begitu jijik saat melihat kelakuan Rika dan lelaki yang ada di belakangnya nya. Mungkin dirinya juga bukan orang yang baik, tetapi setidaknya tidak sampai hati hingga begini.
"Mas jangan marah dlu, aku bisa jelasin!"
"Mau jelasin apa lagi? tidak cukup dengan apa yang aku lihat dan aku dengar sejak tadi? kamu bilang cinta nggak buat puas, berarti ini alasan kamu melakukan semuanya di belakang aku, bukan bekerja tetapi hanya mencari kepuasan dengan pria lain. Dan ini, dia pacar adik kamu, kamu makan juga? keterlaluan kamu Rika! bilang kalo kamu memang sudah nggak puas sama aku! Kita bisa bercerai baik-baik tanpa membuat aku semakin kecewa dengan sikap kamu selama ini!" bentak Dimas dengan tatapan jijik.
"Ngomong apa kamu mas, kita nggak akan pernah bercerai, kamu hanya milik aku dan sampai kapanpun akan menjadi milik aku!" tegas Rika kemudian Rika menatap Sella dengan amarah yang membuncah.
"Dan kamu Sella ini semua gara-gara kamu!" Rika menyerang Sella dengan menjambak dan menarik rambut Sella, dengan sigap Tio dan Reno segera menolong Sella, Reno menarik tubuh Rika sedangkan Tio berusaha untuk melepaskan cengkraman tangan Rika yang begitu kuat hingga membuat beberapa helai rambut Sella rontok dengan Isak tangis merasakan sakitnya tarikan dari tangan Rika. Melihat itu, Sella segera di tarik oleh Dimas masuk kedalam pelukannya. Hati pria itu hancur saat melihat begitu menjijikannya pengkhianat yang Rika lakukan di tambah lagi harus melihat Sella yang menjadi korban kemarahan Rika.
"Stop Rika, tangan kotormu tidak pantas kamu gunakan untuk menyakiti Sella! Dan jangan pernah kamu menyentuhku lagi!" bentak Dimas kemudian membawa Sella pergi dari sana. Rika yang melihat itu mencoba mengejar tetapi segera di cekal oleh tangan Reno karena pakaian Rika yang tidak pantas, dia tidak sampai hati melihat Rika yang seperti ini.
"Ganti bajunya dulu Kak, jangan kayak gini!" Rika hanya bisa menangis melihat Dimas dan Sella yang pergi dengan tatapan nanar.
Saat ini Sella hanya terdiam di dalam mobil tanpa berani membuka suara, tatapan matanya kosong, pikirannya memikirkan kejadian tadi yang membuat Kak Rika akhirnya menangis dengan membuang jauh keangkuhan yang sejak tadi ia pertunjukan.
Kedatangan orang yang sangat Rika hindari menjadi ujung dari kemarahannya, tetapi menjadi awal kebencian terhadap Sella muncul kembali.
Sella pun tidak menyangka akan seperti ini, dia tidak ada niat untuk menghubungi Dimas dan memberitahukannya tentang apa yang ia lihat saat ini, tetapi ntah dari mana Dimas bisa tau jika Sella ada di sana.
"Masih sakit?"
Sella segera menoleh ke asal suara, menatapnya sejenak dan kembali fokus kejalan. Sudah lama dia tidak sedekat ini dengan Dimas, bahkan hanya untuk sekedar mendengarkan suaranya. Apa lagi saat dengan jelas Dimas mendekap tubuh Sella dan mengusap lembut punggungnya memberi ketenangan yang sudah lama ia tidak rasakan.
__ADS_1
"Kakak tau dari mana?"
"Kakak selalu memantau pergerakan kamu!"
"Jadi selama ini Kakak ngikutin aku?" Sella menoleh melihat Dimas dengan tatapan dingin yang tidak pernah Sella lihat dari pria itu.
"Aku nggak akan pernah lepasin kamu!"
"Tapi kakak mencintai kak Rika," lirih Sella dan hal itu membuat Dimas semakin melajukan mobilnya, dia benci dengan Rika apa lagi melihat dan mendengar jelas ucapan Rika tadi sebelum Dimas menghampiri mereka.
"Kita mau kemana kak?" tanya Sella saat melihat Dimas melajukan mobilnya ke lain arah dari arah rumah mereka.
Dimas bungkam, pikirannya kalut, hatinya tak menentu membuat dia ingin melepas semua beban hidup tetapi Dimas tak memikirkan Sella yang sejak tadi mengamati jalan dengan wajah panik.
"Kak, kakak mau pergi kemana? ini sudah larut kak, bisa-bisa Tante di rumah mencari aku!"
Dimas menepikan mobilnya di parkiran sebuah club' malam yang belum pernah Sella singgahi, jangankan untuk singgah untuk rencana menginjakkan kaki di sana saja tidak pernah terlintas di pikiran Sella.
"Kamu tetap disini sampai aku kembali!"
"Tapi kakak mau kemana?" Sella berusaha mencegah dengan menyentuh lengan Dimas tapi dengan sekali tarikan tangan Dimas mampu membuat Sella bungkam karena kini bibirnya sudah di hisap kuat oleh Dimas.
Dimas melampiaskan semua perasaannya, tidak hanya menghisap kuat Dimas mulai mengigit bibir Sella hingga membuatnya membuka mulut, dengan segala rasa yang saat ini Dimas rasakan membuat Dimas begitu kasar membelit lidah Sifa dan menyapu setiap inci rongga mulut gadis itu yang sudah sejak lama Dimas rindukan, tangan Dimas menekan tengkuk Sella untuk memperdalam dan memberi decapan nakal hingga Sella semakin melemas, tangan kekar Dimas mulai meraih pinggang Sella dan menahannya.
Dimas membuat Sella kewalahan, sikap lembutnya hilang karena emosi yang tak terkalahkan.
"Kak.." rintihan Sella membuat Dimas melepas ciuman itu, matanya memandang mata sayu Sella yang membuat hatinya semakin merasa bersalah.
__ADS_1
"Tunggu sini! jangan pergi sampai kakak kembali! dan jangan menyusul apapun yang terjadi, cukup kamu diam di sini dan kunci mobilnya!"
"Tapi kak......" belum selesai Sella berucap, Dimas sudah keluar dan membanting kasar pintu mobilnya membuat gadis itu terjingkat.
"Apa yang akan Kak Dimas lakukan di sana, ini tempat nggak bener, gue juga nggak mau kalo harus masuk kesana," Sella bergidik ngeri dia mulai mengunci mobilnya, diam menunggu mungkin itu lebih baik.
Sudah ada lima botol lebih yang Dimas tenggak sejak tadi dan sudah hampir tiga jam Dimas meninggalkan Sella sendiri di mobil. Pikirannya begitu kacau, penghianatan yang Rika buat terlalu menyakitkan, sejak kapan wanita itu berulah? sejak kapan dirinya di anggap bodoh? dan sejak kapan tubuh itu di jamah pria lain? sungguh menjijikkan! dia itu wanita tetapi nafsu liarnya mengalahkan pria. Siapa lagi pria simpanannya selama ini?
Banyak sekali pertanyaan di otak Dimas,dia pun merutuki sikapnya yang selama ini kurang peka.
Dimas terus saja meminum minuman beralkohol itu tanpa memperdulikan dirinya yang sudah setengah mabuk. Hingga ada dua wanita yang menghampiri tidak membuat Dimas merasakan risih, padahal jika ia sadar mungkin Dimas sudah mengusir wanita nakal yang mencoba untuk menggodanya.
Dimas hanya diam tetapi ini justru membuat kesempatan bagi mereka untuk membuat Dimas semakin mabuk dan menariknya ke kamar untuk memanfaatkan Dimas.
"Minum lagi mas, setelah ini kita bersenang-senang oke!"
"Mmmhhhh kamu tau yang aku mau sayang!" Dimas mencium pipi wanita itu kemudian menenggak kembali minuman yang telah di sediakan.
"Lagi sayang....." ucap wanita yang satunya saat melihat dengan mudah Dimas menghabiskan minuman itu.
Dimas mulai meracau, sesekali tangannya mulai nakal bergerilya ke tubuh kedua wanita yang ada di sampingnya.
Hingga tersisa satu botol yang akan mereka berikan lagi pada Dimas, jemari lentik wanita itu mulai membuka botol dan menuang kembali ke gelas tetapi saat ingin memberikannya pada Dimas gelas tersebut terlempar hingga terjatuh ke lantai.
...****************...
Dimas oh Dimas jangan bikin perkara!🙎
__ADS_1
jangan lupa like dan coment ya🤗🤗