Jangan Salahkan Suamimu Mencintaiku

Jangan Salahkan Suamimu Mencintaiku
Sudah Memaafkan


__ADS_3

Sudah hampir tujuh bulan Sella mengarungi hidup di kota gudeg itu. Lika liku pahitnya hidup ia lalui dengan ikhlas dan sabar, saat ini ia sibuk dengan kuliah dan masih bekerja paruh waktu di toko sepatu tepat di pusat kota.


Sella tak pernah mengeluh dengan kehidupannya saat ini, dia sudah sangat ikhlas dan tak perduli dengan siapapun yang merendahkan atau berpikir buruk dengan dirinya.


Hatinya juga sudah mulai lega karena belum lama dia menghubungi Rika, yang kini sudah menikah lagi dengan Roy, pria yang selama ini mencintainya. Sella meminta maaf pada Rika atas semua kesalahannya yang pernah ia perbuat.


Rika tak semudah itu memaafkan Sella, tetapi berulang kali Sella berusaha akhirnya luluh juga. Walaupun dengan nada bicara ketus, tetapi Rika sudah mau memaafkan. Sella tak memberitahu dimana dirinya saat ini, ketika Rika menanyakannya. Dia hanya meminta doa untuk kelangsungan hidup dirinya ke depan.


"Siapa?" tanya Roy yang sudah memeluk Rika dari belakang.


"Sella.."


"Kenapa dengan Sella?"


"Dia meminta maaf padaku, sudah hampir sebulan dia terus menghubungiku untuk meminta maaf."


"Sepertinya dia tulus dan sangat menyayangimu seperti kakaknya sendiri. apa kamu mau memaafkan nya? jika aku pikir ini nggak semua salah dia.."


"Kami membelanya?" tanya Rika dengan tatapan tajam.


"Bukan begitu sayang, kasian saja dia juga korban dalam masalah kalian. Biarkan di maafkan, tak ada salahnya juga kan, toh semua sudah berakhir."


"Hmmm....dan aku sudah memaafkan dia, aku kasian juga akhirnya. Apa lagi dia sekarang entah kemana."


Rika membalikan tubuhnya mengarah ke Roy, dan mengalungkan kedua tangannya di leher Roy.


"Pinter istri aku, nggak perlu banyak dendam, hidup itu di nikmati bukan untuk menambah sakit di hati," ucap Roy dengan tersenyum menatap manik mata Rika.


Kini keduanya telah berada di balkon kamar, sudah tiga bulan mereka memutuskan untuk menikah, tetapi dengan syarat yang Rika ajukan. Dan gilanya Roy menyetujui atas dasar cinta dan tak ingin kehilangan Rika.


Rika bebas bermain dengan siapapun asal di rumah, tak boleh booking hotel atau bermain di belakang Roy. Kegilaan atas nama cinta, Roy mungkin bodoh, tapi rasa cintanya pada Rika mampu membuat hatinya kini kebas atas kelakuan Rika yang jarang dimiliki orang lain.


"Gimana hari ini, Reno jadi datang?"

__ADS_1


"Katanya setelah mengantar Istrinya ke bidan dia akan kesini."


"Apa sudah jadwal istrinya melahirkan?"


"Sepertinya sudah dan ini mungkin cek jaitan, kenapa? kamu mau menjenguknya?"


"Tidak, tapi aku akan memberikan hadiah untuk anaknya, karena telah meminjamkan papah tercintanya untukku bersenang-senang denganku," jawab Rika.


Reno yang akhirnya terjerat kembali oleh rayuan Rika, akhirnya selama dua bulan ini sudah sering datang hanya untuk memuaskan Rika yang butuh belaian berondong.


Sebenarnya Reno heran dengan rumah tangga mereka, tetapi sebagai lelaki normal yang tinggal menikmati ketika di suguhkan makanan lezat, tentu saja dengan senang hati di nikmati. Apa lagi sekarang sudah tak ada lagi yang ia takutkan akan kepergok suami dari wanita yang ia puaskan.


Roy bahkan selalu melihat dengan sadar dan jelas ketika Rika berperang di ranjang dengan Reno atau pria manapun. Hatinya mungkin sakit, bahkan sangat sakit melihat miliknya di nikmati orang lain. Tapi saat melihat senyum Rika yang merekah seperti luka yang tersiram alkohol begitu dingin dan menyejukkan.


"Kapan dia datang Roy, aku sudah tak sabar lagi."


"Mungkin sebentar lagi sayang, apa sudah sangat ingin, hhmm?"


"Iya, aku rindu dengan tubuhnya," jawab Rika manja.


Rika membuka mulutnya membuat Roy semakin menyapu seluruh rongga dan tiap inci yang telah terpampang nyata. Keduanya saling membelit dan menyesap. Tanpa lum4tan lembut, roy membuat gairah Rika semakin memuncak.


Tangan Rika sudah turun ke bawah mencari sumber kepuasan yang sudah berdiri tegak di balik celana. Roy melenguh merasakan tangan lembut Rika yang sudah berhasil membuka celana dan kini menyentuh sang pedang yang siap untuk meluncur kepermukaan.


"Sayang tangan kamu nakal!"


Tangan Roy pun tak diam begitu saja, kini kedua bukit yang menantang telah ia raih hingga membuat Rika semakin menaik turunkan jemarinya yang saat ini sudah menggenggam pedang yang sejak tadi menantang ingin di asah.


"Ough syang....mmmmhhhh" Roy menyibak mini dress yang Rika gunakan untuk menyambut Reno. Roy sengaja tak membukanya karena ia tau tujuan Rika.


Belum selesai permainan yang baru saja di mulai, Reno datang dan melihat keduanya yang sudah saling memberi kehangatan.


"Ups maaf kak, aku ganggu ya..."

__ADS_1


Rika segera melepas milik Roy dan menyambut kedatangan Reno yang sangat ia tunggu-tunggu.


"Sebentar ya sayang, brondongku sudah datang, kamu duduk dulu di sofa. Jika aku sudah selesai akan aku puaskan kamu juga."


Rika mengecup bibir Roy kemudian melangkah menuju Reno yang saat ini sudah berdiri di ambang pintu kamar.


Roy membenarkan kembali celananya dan melangkah keluar kamar saat Rika sudah menarik Reno masuk kedalam dan mulai naik kepangkuan pria itu.


Roy turun ke dapur untuk mengambil minum karena tubuhnya serasa panas dan minuman dingin cocok untuk mendinginkan tubuh dan otaknya yang membara.


Rika m3ncumbu tiada henti hingga Reno semakin tertantang dengan permainan yang Rika mulai. Reno duduk di pinggir ranjang, dengan Rika yang sudah duduk di pangkuannya dengan membuka lebar kakinya dan melingkarkan di pinggul Reno. Hal itu memudahkan Reno dalam melihat isi dari rok mini yang Rika pakai.


"Makin gagah kamu sayang, aku merindukanmu hingga sudah tak sabar rasanya." Rika membuka baju Reno dan membuangnya. Lidah lincah itu mulai menyusuri dada bidang Reno dengan wangi aroma tubuh yang membuat Rika semakin ingin.


"Eugh....aku sudah tak sabar kak, bahkan aku sudah rindu dengan bukitmu yang indah ini, istri ku sudah di penuhi air susu untuk anakku, dan aku tak sebebas itu menikmatinya. Kini aku akan memuaskan diri ku untuk menikmatimu kak!"


Reno membalikkan posisi, dia jatuhkan Rika di ranjang dan membuka semua kain yang menutupi tubuh Rika yang masih sangat kencang.


"Akh sayang, kamu sungguh tak sabar...."


Reno sudah seperti bayi yang kehausan. Dia tak perduli dengan Roy yang kini sudah memperhatikan di ambang pintu dengan meminum soft drink yang ia ambil tadi.


Seperti sedang menonton live streaming, Roy melihat begitu liarnya kedua orang yang sedang di mabuk gairah hingga miliknyapun berkedut ingin di lepaskan.


Keduanya sangat menikmati hingga Rika berulang kali merasakan puncak yang membuat tubuhnya terus bergetar. Tak ada rasa bersalah pada suaminya yang tadi ia abaikan. Rika menikmati hujaman yang Reno berikan dengan hati senang.


Berulang kali Reno menyesap milik Rika, memainkan lidahnya di pusat inti yang licin itu dan kembali lagi menghujam hingga Rika kewalahan dan lemas saat cairan yang Reno keluarkan menyembur di dalam rahim Rika dengan sempurna.


"Aaaakhhh...."


"Makasih sayang...."


Ini lah yang Rika suka, di buat lemas tak berdaya hingga benar-benar merasa dirinya bahagia.

__ADS_1


"Makasih suamiku...."


__ADS_2