Jangan Salahkan Suamimu Mencintaiku

Jangan Salahkan Suamimu Mencintaiku
Kakak Mau Kamu!


__ADS_3

"Kak!" Sella memukul dada Dimas berulang kali yang membuat pria itu melepas ciumannya.


"Kakak nih mau bunuh aku secara perlahan apa!" kesel Sella dengan nafas tersengal ia meraup banyak oksigen.


Dimas mengusap bibir Sella yang basah sisa Saliva mereka. Tatapan Dimas begitu dalam pada Sella, jika di takar kadar cintanya mungkin cinta Dimas sudah melebihi batas. Sampai sudah mati rasa dengan istrinya yang hanya mementingkan diri sendiri.


"Kenapa liatnya begitu sich kak?"


"Kamu cantik!" jawab Dimas yang membuat pipi Sella memerah.


"Gombal banget kak Dimas, nggak mempan kalo sama aku kak!" ucap Sella kesal menutupi rasa canggungnya.


"Nggak mempan tapi pipi kamu merah, bilang aja malu!" sindir Dimas.


"Apa sich kak!"


tok


tok


tok


"Ya sebentar!" seru Dimas saat mendengar pintu kamarnya di ketuk dari luar, kemudian Dimas merapikan kemejanya yang tampak berantakan dan turun dari ranjang.


"Tunggu sini ya sayang! kakak cuma sebentar" ucap Dimas kemudian mengecup kening Sella dan keluar dari kamar itu.


Dimas melihat ada Hani sekertaris nya di sana yang berdiri dengan tatapan penuh selidik di depan pintu kamarnya.


"Ada apa Hani?" Dimas melangkah menuju kursi kerjanya.


"Ada berkas yang harus bapak tanda tangani serta dokumen yang harus saya jelaskan rinciannya pada bapak, karena besok kita sudah harus mengadakan meeting besar dengan Pak Angga dari perusahaan advertising agar proyek kita segera secepatnya meluncur ke pasaran," ucap Hani yang kemudian mengikuti Dimas yang sudah duduk di kursi kerjanya.


Hani merupakan sekertaris Dimas yang sudah bekerja selama kurang lebih lima tahun, dapat di percaya serta sangat teliti dalam setiap mengerjakan pekerjaannya. Wanita yang memiliki postur tubuh bak model tetapi memiliki bagian dada yang bisa di bilang besar dengan rok mini ketat setiap harinya ini sejak lama menyukai Dimas, tetapi semenjak tau jika Dimas sudah menikah dia mundur teratur, tidak seperti yang lain semakin gencar menggoda, bagi Hani status itu penting, jadi dia tidak akan bertindak di luar batas, walaupun dari segi pakaian jelas menggoda apa lagi dengan posisinya saat ini yang sedang menjelaskan pekerjaannya kepada Dimas.


Posisi Hani yang membungkuk di samping Dimas, membuat sebagian dadanya nampak jelas terlihat. Dimas pun tidak munafik jika Hani sangat menggoda, tetapi Dimas tidak pernah sekalipun terjerat. Dimas tidak akan melakukan lebih tanpa cinta.


Sella yang menunggu Dimas di dalam mulai tampak bosan, apa lagi rasa hausnya yang sejak tadi belum terobati, minuman yang Dimas pesan tak kunjung datang membuat Sella ingin menanyakan kembali tentang minuman segar tersebut.


Sella keluar dari kamar kemudian berjalan menuju meja kerja Dimas, tapi langkahnya seketika terhenti saat dengan jelas di mata Sella, Dimas duduk berdekatan dengan seorang wanita sexy dengan dada terbuka yang begitu menggoda isinya dan jangan ditanya dengan bajunya yang superketat menampilkan sebagian pahanya apa lagi saat ini sedang membungkuk di samping Dimas menjelaskan sesuatu.


"Pantes nggak balik-balik, betah liat yang indah-indah di depan mata!" batin Sella.

__ADS_1


"Kak!" Sella melanjutkan langkahnya mendekati Dimas yang terkejut melihat Sella yang tiba-tiba sudah keluar dari kamar dengan tatapan yang tajam.


Salam paham nich yang ada lihat Hani begini, repot urusannya kalo sampe ngambek!


"Hani kamu keluar dulu ya, bawa berkas yang sudah saya tanda tangani nanti masalah dokumen itu biar saya baca sendiri dan tolong kalo ada yang masuk lagi bilang saya lagi sibuk!" tegas Dimas kemudian melirik Sella yang membuang muka padanya.


"Baik pak, saya permisi!" Hani keluar dari ruangan Dimas di susul oleh Dimas yang langsung mengunci pintu ruangannya.


Dimas melangkah menuju Sella yang kemudian berdiri mengambil tas di sofa.


"Aku mau pulang!" ketus Sella membuat Dimas tersenyum tipis, pria itu tau jika Sella saat ini sedang cemburu melihat sekertaris nya tadi.


"Hey mau kemana sayang, hhmm?"


Dimas memeluk Sella yang memberontak ingin di lepaskan.


"Lepas kak, aku mau pulang! kakak jangan halangi aku," ketus Sella.


"Kok pulang, nanti pulangnya sama kakak, kan kakak bilang lagi pengen berduaan sama kamu," lirih Dimas mengeratkan pelukannya.


"Minta temani aja sama cewek se.xy tadi, nggak usah sama aku!"


"Kamu cemburu sayang?" Sella yang sejak tadi memberontak seketika diam saat mendengar pertanyaan Dimas.


Dimas menarik lembut lengan Sella menuju sofa dan mendudukkan Sella di pangkuannya.


"Jangan marah, dia memang penampilannya seperti itu, tetapi kan kakak nggak tergoda sama dia sayang, sudah terbiasa buat kakak melihat dia karena memang tiap hari ketemu."


Dimas menatap dalam manik mata Sella dan menarik dagunya agar bisa mengunci tatapannya.


"Jangan cemberut gitu, kakak nggak akan ngelakuin hal di luar batas tanpa cinta, jadi kamu nggak usah khawatir!" lirih Dimas.


cup


"Kakak lebih minat sama kamu karena kakak cinta," ucap Dimas membuat benteng pertahanan Sella kembali goyah dengan pria beristri ini.


"Aku nggak cemburu, hanya nggak suka aja dengan penampilannya yang jelas menggoda!"


"Itu cemburu namanya sayang, udah jangan marah ya, nanti cantiknya ilang kalo marah-marah gitu, kakak kan ajak kamu kesini karena mau berduaan sama kamu bukan untuk marah-marahan begini." ucapan Dimas kemudian kembali mencium bibir Sella.


"Kamu nggak ingin kakak tergoda sama dia?" lirih Dimas.

__ADS_1


"Nggak mau!"


"Kalo gitu tetap disini, kakak mau kamu!"


" Maksudnya?" Sella tak mengerti maksud Dimas tapi ntah kenapa dadanya begitu berdebar hebat setelah mendengar ucapan Dimas yang menginginkannya.


"Kak!" lirih Sella saat Dimas mulai menciumi bibirnya hingga menimbulkan suara decapan memenuhi ruangan, posisi Sella yang masih ada di pangkuan Dimas membuat lidahnya lebih leluasa dalam menerobos masuk ke dalam mulut Sella yang sejak tadi tertutup rapat.


Sella yang sudah terbiasa mulai mampu mengimbangi gerakan demi gerakan lidah yang meminta lawan, saling membelit dan menyesap membuat gairah semakin bergejolak.


Tangan Dimas menekan tengkuk Sella untuk lebih memperdalam dan tangan satunya menarik Sella agar lebih masuk kepelukannya. Desa.han itu akhirnya keluar dari mulut mungil Sella ketika lidah Dimas dengan lincah berselancar ke leher jenjang Sella melukis banyak bintang disana. Suara lembut yang mendayu dari bibir Sella membuat Dimas semakin berga.irah sehingga tangannya mulai menerobos masuk ke dalam seragam Sella dan mengusap lembut punggung gadis itu, yang membuat tubuh Sella semakin meremang dan menghangat.


Dimas mengigit kancing seragam Sella saat dirinya mulai turun kebawah ingin menyambangi da.da yang sejak tadi membusung menantang. Tanpa bantuan tangannya Dimas membuka kancing seragam Sella atau persatu dengan menggunakan lidah dan mulutnya yang menambah kesan se.xy dan menambah gelora birahi yang kian memuncak.


Dimas menelan salivanya saat dengan jelas dua bukit yang masih segar di pandang tampak jelas di mata menggiring tangan nakal untuk menjamah.


"Akkhhh........." suara indah itu kembali lolos dari bibir Sifa saat Dimas mulai menyentuh area sensitif yang membuat tubuh Sella semakin merinding tak tertahan.


"Enak sayang?" tanya Dimas saat melihat Sella yang mulai menikmati.


"Kakak mau ngapain sich? jangan melebihi batas kak!" Sella berusaha menolak tetapi tubuhnya justru bertindak sebaliknya, Sella semakin membusungkan dada.


Dimas tersenyum tipis melihat reaksi yang Sella berikan sangat berbeda dengan ucapannya, entah apa yang Dimas pikirkan dia hanya ingin memberikan lebih pada Sella dan mencari kenyamanan pada gadis yang melenguh dalam dekapannya saat ini. Padahal dulu ketika berpacaran dengan Rika, Dimas tidak pernah bertindak seperti ini yang menyebabkan Rika memilih untuk selingkuh di belakang Dimas.


"Kakak butuh kamu sayang!"


,


,


,


,


,


,


,


,

__ADS_1


,


jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar ya, biar aku lebih bersemangat lagi🤗🤗🤗 dan jangan lupa❤️❤️❤️nya yang banyak.......makasih😘😘😘


__ADS_2