Jangan Salahkan Suamimu Mencintaiku

Jangan Salahkan Suamimu Mencintaiku
Kenyataan


__ADS_3

Setelah selesai mandi dan berpakaian sella keluar dari kamar mandi dengan perasaan galau, langkahnya sempat singgah di depan meja rias hanya sekedar menyisir dan menutupi lehernya dengan baju kerah yang ia kenakan.


"Bismillahirrahmanirrahim....."


Langkahnya gamang untuk terus maju dan menghadapi kemarahan sang kakak, tapi hati cukup kuat untuk berusaha jika ini semua harus di hadapi bukan untuk di hindari.


Jantung berdebar dengan hati gentar sampai tubuhpun gemetar, itu yang Sella rasakan saat ini, mata sendu dengan hati ragu melihat sang kakak yang terus berusaha ingin menerobos masuk.


Tatapan Rika semakin tajam dan gerakannya semakin tak terkendali saat Sella datang. Apalagi Sella datang dalam keadaan segar dengan rambut yang masih basah. Tatapan Sella penuh rasa bersalah, dia berdiri tidak jauh dari Dimas, baginya bukan hal yang tepat jika dia harus menghindar dari masalah.


Sella adalah korban tetapi sejak awal dia pun ikut andil dalam masalah yang ada, ntah di sengaja atau tidak. Yang jelas bagi Dimas cinta tak pernah salah, yang salah adalah kita yang tak bisa bersikap dan terlambat dalam bertindak.


Sella menatap kedua orang tua Dimas dengan tatapan yang sulit di artikan, apa lagi dia begitu dekat dengan sang mamah. Tak jauh beda dengan kedua orang tua Dimas, mereka begitu iba melihat Sella. Rasanya sang mamah ingin memeluk Sella dan meminta maaf atas perlakuan Dimas kepadanya.


"Berdiri di belakangku sayang!" ucap Dimas pada Sella yang membuat Rika semakin murka.


"Sayang....."


"Brengsek kamu Sella, kamu kasih apa hingga mas Dimas seperti ini sama kamu? hah!"


Rika semakin membabi buta ingin meraih tubuh Sella kalo saja tidak terhalang oleh Dimas.


"Dan kamu mas, sudah segitunya kamu sampai memanggil dia sayang? atau jangan-jangan selama ini kalian bermain di belakangku mas!" seru Rika, air mata bercampur suara serak menahan sesak di dadanya. Hati Rika hancur apa lagi saat melihat perlakuan lembut Dimas saat melindungi Sella.


"Jangan salahkan aku jika rasa itu tumbuh begitu saja pada adikmu Sella! dan jangan pernah kamu menyalahkan Sella juga! dia nggak pernah menggodaku, ini murni atas dasar cinta bukan semata-mata nafsu seperti yang kamu lakukan dengan lelakimu di luar sana!" bentak Dimas.


"Hari ini kita sidang dan aku harap kamu menerima semua dengan lapang dada, karena ini juga buah atas sikap kamu selama ini!"


"Aku nggak akan terima mas!" pandangan Rika beralih ke Sella, " dan kamu! kelakuanmu sama dengan ibu mu, dasar pelakor!"


deg


Tubuh Sella kaku, hatinya kelu, dunianya seakan runtuh, apa maksud dari ucapan sang kakak, ibuku pelakor? bukannya ibu kita sama, lalu kenapa dia meremehkan ibu begitu saja...

__ADS_1


Air mata yang sejak tadi ditahan sudah tak terhalang, dia runtuh seketika suara Rika begitu menyesakkan kalbu.


"Rika! berhenti bicara omong kosong!"bentak Dimas, dengan hati tak kalah hancur apa lagi dirinya melihat air mata Sella runtuh begitu saja.


Sama halnya dengan kedua orang tua Dimas, sang mamah langsung menitikkan air mata saat kenyataan itu mulai terungkap, tangannya menutupi mulutnya dengan menggelengkan kepala.


"Pah, Sella Pah!" lirih sang mamah yang rasanya ingin segera memeluk Sella dan mendekapnya dengan hangat.


Papah pun sama terkejutnya, dia sudah mewanti-wanti hal ini jangan sampai terjadi. Tetapi ini lah akhirnya, Sella memang harus tau semuanya.


Rika teringat saat kedua orangtuanya datang membawa Sella masuk ke keluarganya, perhatian yang kedua orangtuanya berikan untuknya terbagi seiring waktu karena hadirnya Sella saat itu. Rika yang merupakan anak tunggal tak pernah menginginkan adanya adik di sisinya. Dia hanya ingin hanya dia dan dia yang orangtuanya punya.


Sejak datangnya Sella, sang mamah yang hanya sayang pada dirinya harus membagi perhatian kepada bayi yang harus dia anggap sebagi adik. Begitupun dengan papah, semenjak Sella hadir kasih sayang papahpun seakan berkurang, setiap libur kerja tak hanya bermain dengannya tetapi papah selalu menggendong Sella yang menangis dan sibuk menimangnya di sela-sela waktu mereka.


Itu juga yang membuat Rika menjadi membenci Sella, dia selalu menganggap Sella seorang perebut, perebut kasih sayang orang tuanya, perebut perhatian serta perebut semua hak yang harusnya ia dapatkan tetapi setelah adanya Sella seperti berkurang.


Dan itu semua karena Sella terlahir dari sahabat mamahnya yang menikah dengan suami beristri, yang kala itu hubungan mereka di lakukan secara sembunyi-sembunyi.


Orang tua Dimas jelas tau itu semua karena laki-laki yang menjadi ayah dari Sella adalah sahabat dari papahnya Dimas, bahkan sahabat karib. Beliau juga tau kenapa ayahnya Sella menikahi ibunya, bukan karena sang ibu sengaja merebut tetapi karena mereka memang saling mencintai. Yang kebetulan ayahnya Sella di jodohkan dengan wanita lain.


Dimas yang lengah, menjadikan kesempatan untuk Rika menarik Sella hingga keluar kamar dan menyerangnya secara membabi buta.


PLAK


PLAK


Rika menampar Sella, kemudian menarik rambutnya hingga Sella meringis kesakitan.


"Kamu itu sama sepeti ibumu tak lebih dari seorang perebut, karena kamu lahir dari rahim seorang perebut suami orang, dan sekarang sifatmu pun tak jauh dari ibu mu! Dari dulu kamu sudah merebut perhatian dan kasih sayang dari orang tuaku dan sekarang kamu juga mau merebut suamiku!"


"Apa kurang semua yang kamu dapat selama ini? Hingga kamu juga harus merebut mas Dimas dari aku!" bentak Sella kemudian dia mendorong Sella hingga Sella terjatuh ke lantai. Tak puas dengan itu Rika kembali menyerang Sella hingga tubuh Sella terpental kedinding, semua dilakukan secepat kilat hingga gerakan Dimas kalah cepat dengan Rika.


Sella yang masih syok tak melawan sedikitpun, kenyataan seakan mempermainkannya, hingga dia seperti terjatuh di jurang yang penuh lumpur dan tertimpa oleh batu besar hingga membuatnya sulit bernafas, itulah yang Sella rasakan saat ini. Hanya air mata yang mengiringi hancurnya hati dan jiwanya yang seakan mati.

__ADS_1


Dimas yang melihat itu segera membantu Sella, begitupun kedua orang tuanya. Mereka tak tega dengan Sella yang sudah begitu berantakan dengan kedua pipi yang memerah.


Sang mamah langsung memeluk Sella dengan tangis yang pecah, begitupun dengan papah yang sudah tak mampu membendung air matanya. Beliau merasa gagal.


"Dimas lebih baik kamu urus Rika dan segera pergi ke pengadilan. Biar mamah dan papah yang mengurus Sella saat ini!"


"Maafin aku sayang....aku harap kamu kuat dan jangan dengarkan ucapannya, karna itu tak semua benar, kamu bukan seperti yang ia tuduhkan."


cup


Dimas mengecup kening Sella tanpa ada respon apapun dari gadis itu, Sella hanya diam sejak ucapan Rika yang seperti belati untuknya.


Dimas berdiri dan mendorong Rika hingga tubuhnya terbentur di dinding, kemudian Dimas menekan kedua pipi Rika dengan tatapan menghunus membuat Rika sedikit ketakutan karena ini pertama kalinya dia melihat Dimas bergitu marah.


"Andai hari ini bukan sidang perceraian kita, sudah aku balas perlakuanmu pada Sella, karena kamu telah berani menyakitinya. Dan kalau sampai aku tau lagi, tangan kotormu ini menyakiti wanitaku, aku tak segan-segan membunuh kamu, camkan itu!" Dimas melepas wajah Rika dengan kasar membuat perempuan itu sedikit meringis.


"Dan hari ini aku tunggu kamu di pengadilan!"


"Mas..."


"Cepat datang kesana karena aku sudah tidak sudi memiliki hubungan denganmu lagi!"


...****************...


Nah lo.......aa' Dimas murka kan, jangan main-main sama orang yang terlihat diam, tetapi saat dia merasa miliknya di usik di situ taringnya akan ia tunjukkan.


Jangan lupa like n coment.....♥️ nya jangan ketinggalan ya, buatku semangat doble up🤗🤗🤗


othor butuh ngopi nich.....


jangan lupa baca juga karya ku yang berjudul


Terjerat Cinta Gadis Malam

__ADS_1


😘😘😘 luph luph buat kalian semua...makasih🙏🙏🙏


__ADS_2