
Sella terpaksa meninggalkan motornya di parkiran cafe demi mencari tau tentang hubungan apa lagi yang di jalani oleh kakaknya. Ini yang kedua kalinya ia melihat Rika bermesraan dengan lelaki lain dan kali ini ia ingin mengetahui betul-betul kelakuan Rika di belakang Dimas.
"Kita mau kemana sich Fa?" tanya Tiwi yang memang benar-benar tidak tau tujuan mereka saat ini.
"Kita mau cari tau yang belum kita tau Wi, jadi loe harap anteng oke!" jawab Sella dengan mata fokus ke depan tidak ingin kehilangan jejak.
"Ini jalan menuju hotel Fa!" seru Tio karena ternyata mereka mengarah ke hotel milik keluarga Tio.
"Kalo gitu ngebut sedikit Tio jangan sampai kita kehilangan jejak mereka, gue harus tau hubungan mereka itu apa!"
Tio terus melajukan mobilnya dengan gesit dan hati-hati, demi Sella dia tidak ingin membuat gadis itu tambah kecewa, cukup kesel dan sedih juga kenapa lagi dan lagi Sella harus mengalami penghianatan. Gadis yang diam-diam selalu ada di hati dan pikirannya, berharap dengan mengikhlaskan bisa membuat dia menemukan lelaki yang baik dan bahagia. Walaupun Tio tau ada yang Sella sembunyikan darinya, masih terus dalam pantauan Tio dia tidak akan melepas sebelum benar-benar melihatnya bahagia.
Tio menepikan mobilnya saat sudah sampai di lobby hotel, mereka melihat orang yang mereka intai keluar dari mobil dengan santai dan terlihat begitu mesra. Tawa canda menghiasi dengan di warnai cumbuan dan sentuhan yang membuat jijik.
"Itu........" Tiwi tercekat dan tak percaya dengan apa yang dia lihat, dia baru paham jika sejak tadi mereka yang Sella dan Tio buntuti.
"Hmmm......loe tunggu di mobil ya, jagain mobil gue soalnya kita parkir nggak di tempat seharusnya jangan aja gue balik mobil gue udah di diderek pihak berwajib."
"Iya oke Tio, nanti kalo kalian balik mobil loe nggak ada di sini berarti gue bawa ngayab ya! dari pada diangkut," ucap Tiwi kemudian pindah ke jok depan.
"Sabar ya Sell! nanti bilang sama kak Dimas, udah nikahin gue aja nggak usah ngurusin bini modelan kayak begitu!"
"Sebelum nikahin loe udah gue suruh nikahin gue duluan!" ketus Sella.
"Hah!!! jangan bilang loe suka sama kak Dimas!" Tiwi menyipitkan matanya memandang Sella dengan raut wajah menyelidik. Hal itu membuat Sella gelagapan apa lagi dengan tatapan Tio yang mengintimidasi dirinya hingga membuat dadanya sesak.
"Becanda gue, udah ayo Tio keburu menghilang orangnya!" Sella menarik Tio untuk segera masuk ke dalam lobby hotel. Dengan hati-hati mereka mengikuti namun sebelum mereka benar-benar meninggalkan mobil, Tio memakaikan jaketnya yang ia kenakan ke badan mungil Sella, sedangkan Tio melepas seragam SMA nya dan menggunakan kaos hitam yang ia pakai.
"Pake ini, biar bet SMA nggak keliatan!"
"Oh oke!" Sella yang paham maksud Tio kemudian menurut dan tidak ingin banyak bertanya.
"Simpen seragam gue!" Tio melemparkan seragamnya tepat di muka Tiwi.
__ADS_1
"Anjriiiiit muka cantik gue, seragam baru asem aja loe lemparin ke muka gue!"sewot Tiwi yang membuat Sella dan Tio cekikikan.
"Ayo Sell!" Sella menyambut genggaman tangan Tio kemudian melangkah masuk ke dalam.
Keduanya bersembunyi di balik pilar saat Rika masih berdiri di depan meja resepsionis, Tio menghampiri scurity yang memang sudah mengenal Tio dan berbicara sesuatu agar dia bisa membawa Sella kedalam.
Setelah melihat Rika yang sudah berlalu ,Tio mengajak Sella untuk segera menghampiri meja resepsionis untuk menanyakan kamar yang di pesan Rika tadi. Resepsionis yang berusaha bekerja dengan baik membuat Tio agak kesulitan.
"Mbak, apa mbak tidak mengenal saya?" tanya Tio karena merasa resepsionis di hadapannya ini merupakan pegawai baru yang terus mempersulit dengan membacakan segala aturan sesuai prosedur pelayanan dan itu membuat Tio semakin frustasi.
"Maaf kak, saya baru pertama melihat kakak," jawab resepsionis tersebut dengan ramah.
"Kamu sudah tau siapa pemilik hotel ini?" tanya Tio mulai mengeluarkan aura kepemimpinannya dan itu membuat Sella sempat ingin ngakak karena jauh dari Tio yang ia kenal.
"Milik keluarga Bapak Arjuna Weda kak, lalu apa hubungannya dengan kakak?"
"Kenalin mbak, saya anak tunggal dari Bapak Arjuna Weda, Tio Prasetyo Weda." Tio menjulurkan tangannya dan di sambut oleh resepsionis itu dengan wajah pias.
"Kalo gitu cepat kasih tau saya nomor berapa kamar yang di pesan orang tadi serta berikan saya kartu duplikat untuk akses masuk ke kamarnya!"
"Ba...baik kak, tapi jika ada apa-apa bagaimana dengan saya kak? sudah pasti saya nanti yang akan kena pelanggaran."
"Kamu tenang aja, nggak akan terjadi apa-apa, justru saya disini ingin menangkap penjahat kelamin mbak!"
"Tio!" Sella memberikan tatapan tajam pada Tio karena sudah berbicara ngelantur.
"Sorry Sell, lupa kalo itu kakak loe!" ucap Tio cengengesan dengan dua jari yang ia angkat ke atas.
"Ya udah mana mbak!"
"Ini mas, nomornya sudah tertera di kartu tersebut, masnya bisa langsung kesana saja!"
"Oke makasih mbak, ini buat mbak....lumayan buat beli ice cream biar nggak tegang lagi?" Tio mengambil dua lembar uang berwarna merah di saku celananya dan menyelipkan di buku resepsionis.
__ADS_1
"Makasih kak...." ucap pelayan tersebut dengan menundukkan kepalanya dan senyuman yang ia paksakan.
Setelah perdebatan yang berujung Tio mengeluarkan identitasnya yang juga tidak di ketahui Sella sebelumnya, saat ini Tio sudah menarik tangan Sella menuju kamar yang ingin mereka tuju untuk mengetahui lebih dalam lagi apa yang Rika lakukan.
"Tio, ini beneran nggak apa-apa? nanti kalo kita kena masalah gimana?"
"Tenang aja, kalo sampe ada masalah yang menyangkut reputasi hotel ini, gue yang akan bertanggung jawab ke bokap"
"Nggak nyangka gue, kalo punya sahabat tajir melintir tapi gayanya minta traktiran sama nyari WiFi gratis!" sindir Sella.
"Yang tajir bonyok gue, kalo gue mah masih otw....masa pertumbuhan dari kecambah menjadi daun!"
"Nggak usah bawa-bawa biologi loe, intinya loe orang berada Tio, besok lagi gue ogah jalan sama loe, udah kayak langit Ama bumi donk gue, nggak tau diri gue nich!"
Tio memandang Sella dengan tatapan tajam, "kalo pemikiran loe begitu besok juga loe gue kawinin biar jadi bini gue aja sekalian nggak ada lagi perbedaan-perbedaan yang bikin otak loe nggak waras!"
"Tau akh!" Sella menjawab dengan muka cemberut.
Kini Tio dan Sella sudah berada di depan pintu kamar sesuai info yang diberikan. Keduanya saling memandang dan memantapkan hati untuk membongkar kelakuan mereka.
"Udah siap Sell?"
"Hhhmm...." Tio membuka pintu tersebut.
Betapa terkejutnya mereka dengan kelakuan kedua makhluk Tuhan yang sudah tak berpakaian seperti dua bayi yang sedang bermain sayang-sayangan.
"Woooowwww mata gue, live streaming coy!" Tio segera menutup mata Sella dan menariknya hingga tubuh Sella menempel tepat di dada Tio.
"Sella!"
...****************...
jangan lupa jejak-jejaknya....aku bakal Doble up💃💃💃
__ADS_1