Jangan Salahkan Suamimu Mencintaiku

Jangan Salahkan Suamimu Mencintaiku
Permainan Rika


__ADS_3

Rika tengah menangis di pelukan Roy, setelah pertengkaran tadi di hotel wanita itu segera pergi menemui Roy di apartemennya, Roy yang memang mengijinkan Rika untuk bermain-main dengan Reno tetapi dengan perjanjian jangan lebih dari tiga kali, karna dia paham bagaimana sifat dan nafsu Rika jika sudah menginginkan, awalnya juga Roy marah dan tidak terima, tetapi karena Rika yang memberinya kepuasan lebih dari biasanya setiap kali membayangkan tubuh brondong itu dengan sejuta pemikiran nakalnya, akhirnya Roy mengijinkan. Dan dia juga tidak mengira akan berujung seperti ini.


"Sudah jangan menangis terus, biarkan saja Dimas tau, justru kamu bisa bebas terlepas dari dia dan menikah denganku!"


"Tidak semudah itu Roy, aku cinta sama Dimas dan kamu tau itu!"


"Persetan Dengan cinta Rika, nyatanya cinta kamu tidak membuatmu puas kan? bahkan kamu selalu terdampar di ranjang ku, ayolah sayang aku pun cinta sama kamu, tapi aku lebih bisa memuaskan kamu, tidak seperti Dimas."


" Roy please jangan bahas itu dulu, aku kesini mencari ketenangan bukan malah kamu ajak berdebat, kepalaku rasanya mau pecah," Rika merengek di pelukan Roy yang membuat hati Roy tidak tega, pria itu jarang melihat Rika menangis malah hampir tidak pernah, tetapi sekarang begitu sedihnya Rika hingga matanya sembab.


"Gimana dengan bocah itu?"


"Dia aku suruh pulang, aku sudah tidak mood melanjutkannya setelah itu, bahkan pulang kerumah saja aku malas, akhirnya aku memutuskan bertemu denganmu Roy."


Roy tersenyum tipis mendengar penuturan dari Rika, bilang cinta Dimas tapi langkah dan hatinya menuntunnya datang kesini.


"Lalu bagaimana bisa Sella yang menemukan kalian? apa Sella membuntuti kalian?"


"Aku nggak paham dengan itu, dia datang berdua dengan temannya, aku semakin membencinya Roy, karena dia Dimas jadi tau semuanya! tapi yang aku heran kenapa Sella bisa masuk ke kamarku sedangkan itu hotel mewah, penjagaannya juga ketat bahkan harus memilih akses card jika ingin masuk ke kamarku," ucap Rika keheranan.


"Apa sebelumnya sudah mereka rencanakan penggerebekan itu?"


"Tidak mungkin bahkan Dimas jarang pulang setelah pertengkaran waktu itu, aku nggak pernah lihat mereka bersama juga. Dan aku tau Sella tidak sepintar itu untuk merencanakan semuanya, tapi aku curiga dengan Tio, siapa sebenarnya dia?"


"Sudahlah tidak usah terlalu kamu pikirkan, emosimu terlalu meledak, nanti akan memicu keriput tumbuh di wajahmu, santai saja.....jika pun Dimas meminta cerai kamu masih ada aku, yang mengerti kamu dan paham akan kamu luar dalam. Bahkan aku akan mengijinkanmu jika ingin berfantasi dengan yang lain!" Roy tersenyum nakal membuat Rika bersemu merah.


"Kamu ini, memang mengerti aku Roy!"


"Ya sudah kalo gitu aku ingin pulang untuk bertemu dengan Dimas, hati ku gelisah memikirkannya..." Rika melirik jam sudah pukul sebelas malam.


"Siapa yang membolehkanmu pulang, bahkan kamu belum memberikan kehangatan untukku, ranjangku rindu akan peluh mu dan aku tau kamu sangat pusing sekarang karena belum mendapatkan pelepasan kan?"


"Roy.... kita bisa lakukan besok lagi! aku harus pulang dan bertemu dengan Dimas!" rengek Rika dengan tubuhnya yang Roy angkat untuk duduk di pangkuan pria itu.


"Tapi tidak sekarang baby!"

__ADS_1


Roy segera membungkam bibir Rika dengan kecupan yang menggoda, sekuat Rika menolak tetapi kalo masalah yang satu ini dia akan runtuh juga.


Di balik kesedihannya Rika menyambut setiap belaian Roy yang memabukkan, merasakan kembali rasa yang tadi sempat ia rasakan bersama dengan si brondong Reno.


Bayangan tubuh Reno membangkitkan hasrat Rika dan itu membuat Roy begitu senang, dia tidak menyesal memberi kebebasan pada Rika, jika timbal baliknya seperti ini, terlalu nakal bagi Roy dan itu membuat Roy menggila.


Rika bagai wanita yang haus akan belaian , gairahnya yang memuncak membuat gerakannya semakin liar.


"Yes baby, kamu terlalu sayang untuk di lewatkan!"


Keduanya kini sudah polos dengan baju yang berserakan di lantai. Rika seakan lupa akan masalahnya, setiap sentuhan yang ia rasakan dari Roy selalu dia balas dengan kenikmatan yang membuat Roy menger.ang.


"Butuh tempat yang mampu membuatmu semakin rileks sayang?"


"Dimana katakan? aku butuh ini Roy....." tanpa ba bi bu Roy segera mengangkat tubuh polos Rika menuju balkon.


Roy menurunkan Rika tepat di pintu balkon kamarnya, matanya mencari sesuatu untuk menambah keseruan permainan mereka.


"Kita mau disini?"


"Sebentar sayang kamu tunggu sini dulu oke!"


Roy berjalan menuju lemari, dia mengambil dasinya yang tergantung di dalam sana kemudian melangkah kembali menghampiri Rika. Roy membuka lebar pintu balkon hingga pemandangan luar begitu nyata.


"Kamu mau apa Roy?" tanya Rika saat matanya melihat dasi di tangan Roy.


"Kita akan bersenang-senang disini sayang," Roy mengangkat kedua tangan Rika dan di ikatnya di tiang jendela, sambil lidahnya memburu leher jenjang Rika yang terpampang Indah.


"Kamu suka sayang?"


"Ini gila Roy!"


"Nikmatin setiap ke gilaan ini sayang!" Roy segera memasukkan sesuatu yang sejak tadi berdiri kokoh meminta untuk pulang ke lembah yang di penuhi sedikit rumput ilalang. Tangan Roy mengangkat satu kaki Rika untuk mempermudah hujaman yang akan wanita itu terima, dada yang semakin menantang bagi Roy membuat pria itu semakin bergairah.


Desa.han serta eranga.n mungkin sudah sampai ke telinga tetangga sebelah, tetapi mereka tak perduli dengan itu, di bawah langit malam dan angin yang sejuk Rika mengimbangi gerakan Roy hingga bertukar peluh.

__ADS_1


Sudah berapa kali Rika di buat bergetar hebat, Roy semakin tertantang dengan permainan mereka saat ini, sedotan serta sapuan lidah yang sejak tadi Rika terima semakin membuatnya terus meronta. Tangannya tak dapat membalas perlakuan Roy, tetapi itu menjadikan pemandangan indah pembangkit gairah.


"Terus berteriak sayang, aku tau kamu menyukai ini!"


"Roy, aku mau bertukar posisi sepertinya semakin seru!"


"Aku yang menjadi tawananmu sayang?"


"Hmmm....." akhirnya mereka bertukar posisi, ini menjadikan ajang balas dendam bagi Rika, Roy kewalahan mengimbangi setiap serangan Rika, dia hanya mampu mengerang tak tertahan.


"I like it baby!"


Rika naik ke atas tubuh Roy dengan kaki yang membelit pinggang Roy dan kedua tangan dikalungkan di pundak pria itu.


"Kamu sungguh liar sayang, ugh......."


Rika kembali menggerakkan pinggulnya naik turun, dalam posisi ini pedang panjang Roy begitu terasa menancap hingga terasa sangat dalam.


"Yes ...aku nggak tahan sayang!"


"Aaaakkkkkkkhhhhhh" keduanya mendapatkan pelepasan yang sangat luar biasa, hingga teriakan itu mengundang pemilik balkon sebelah keluar.


"Woy berisik!...loe kira ini di hutan."


Rika segera melepas ikatan dasi yang ia gunakan untuk mengikat tangan Roy kemudian dengan langkah tergesa Roy masuk dan menutup pintu balkon.


"Ekstrim sayang!" keduanya tertawa lepas seakan tak terjadi apa-apa.


...****************...


Sarapannya bikin haus Rika...


butuh asupan🔊


like coment ya jangan lupa😘

__ADS_1


__ADS_2