Jangan Salahkan Suamimu Mencintaiku

Jangan Salahkan Suamimu Mencintaiku
Menyiksaku


__ADS_3

Seharian ini Sella begitu sibuk, setelah menjenguk Rika. Dia harus membereskan pakaian dan menatanya di lemari kamar Dimas, membereskan baju-baju kembar juga karena kemarin belum sempat beberes. Nikah dadakan berasa seperti di kejar waktu, padahal raga sudah ingin mendarat di peraduan.


Menikah nggak cuma membuat bahagia tapi badan pun menjadi remuk redam. Apa lagi memiliki suami yang gagah perkasa, sudah di pastikan akan terkapar tak berdaya.


Dimas masuk ke kamar setelah membacakan dongeng untuk kedua putrinya hingga tertidur nyenyak. Melihat Sella yang masih sibuk membuatnya sedikit terganggu.


"Kenapa masih beberes sayang? apa nggak capek, hhmm?"


"Capek kak, tapi berantakan. Sepet mata aku liatnya."


"Ya nggak usah di liat, mending liat aku aja. Kita tiduran yuk, aku mau di manjain sama istri aku," ucap Dimas kemudian menarik tangan Sella untuk menghentikan segala kerepotannya.


Sebenarnya nggak serepot dan secapek itu jika Sella hanya memasukkan bajunya saja. Tapi karena sejak dulu Sella itu begitu teliti dan rapi, hingga tatanan baju Dimas dia rapikan kembali. Hingga menguras waktu dan tenaga. Padahal malam sudah menyapa, sudah waktunya bermanja ria.


"Aku ganti baju tidur dulu kak, nggak nyaman pakai ini," Sella segera mengambil satu stel baju tidurnya kemudian masuk ke dalam kamar mandi sekalian mencuci muka.


Dimas duduk di ranjang setelah berganti celana pendek dan bertelanjang dada, cukup nyaman apa lagi ada yang menghangatkan. Di jamin tidur nyenyak tanpa kendala.


cklek


Sella keluar dengan baju tidur berbahan satin dengan model tanktop dan celana yang memamerkan paha mulusnya. Membuat mata Dimas seperti terhipnotis tak ingin berkedip.


"Ayo tidur kak, kenapa ngeliatin aku kayak gitu sich? ada yang salah sama aku?"


"Nggak ada yang salah sama kamu sayang, kamu semakin menggoda, cuma si otongnya aja nggak bisa diem. Merusuh seperti bayi ke hausan. Minta di beri susu penyegar agar anteng sayang."


Sella yang tau arah ucapan suaminya segera merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya.


"Aku mau tidur kak, Kaka apa nggak capek?"


"Kamu udah ngantuk sayang? nggak pengen menjemput pahala?"

__ADS_1


"Aku capek kak, mau bilang nggak takut dosa, tapi mau iya badan aku kayak mau patah. Aku minta pengertian sama kakak satu malam kita tidur tanpa ada adegan panas bisa nggak?"


"Sayangnya kamu meresahkan sayang, aku icip dikit boleh?"


"Nggak mau, kamu pasti nggak bakal berhenti kak. Ikhlas ya sayang, biar bobo aku nyenyak dan nggak terbebani dosa."


Akhirnya dimas mengalah, membiarkan Sella tidur dengan lelap. Sedangkan dia bolak balik nggak bisa tidur. Merusuh dengan masuk ke selimut dan memeluk istrinya pun malah membuat semakin tersiksa.


"kak, tidur....."


" Iya dek, kamu tidur aja."


Dimas berpura-pura merem saat Sella membuka matanya, melihat suaminya sudah tertidur, dengan santainya Sella kembali memejamkan mata dengan tangan dan kaki yang sudah nangkring di badan Dimas menganggapnya seperti guling.


"Ya Allah....salahkah aku jika tidak bisa menahan, sedangkan di depan mata terlalu meresahkan dan begitu menggoda."


Dimas menurunkan tangan dan kalau Sella, nggak akan bisa tidur jika kulit Sella saja benar-benar menempel di tubuhnya.


Malam yang penuh drama, Dimas menghindari Sella hingga tertidur di sofa. Merasakan pegal di pangkal paha efek si gagah perkasa belum mau turun ke peraduan. Membuat gelisah sepanjang malam. Mata pun tak kunjung terpejam.


Hingga subuh menyapa Sella yang tidak merasakan keberadaan suaminya pun segera membuka mata. Begitu iba saat melihat Dimas yang sudah tertidur di sofa. Dia turun dan segera membangunkan Dimas untuk mengajaknya berjamaah.


"Kak, bangun subuhan dulu yuk!"


Berulang kali membangunkan tak kunjung berhasil. Hingga Sella memutuskan untuk sholat terlebih dahulu dan kembali lagi dengan menggoyangkan tubuh Dimas karena hari semakin pagi.


"Kak...."


"Iya sayang mata aku berat banget."


"Bangun dulu, nanti tidur lagi kak! keburu subuhnya abis loh...."

__ADS_1


Dengan mata yang begitu berat akhirnya Dimas bangun dan melaksanakan kewajibannya. Sella yang sempat turun kebawah, kini sudah kembali masuk ke dalam kamar dan meletakkan secangkir kopi di atas nakas. Membuka lagi jilbabnya dan kembali rebahan karena masih cukup waktu untuk bermalas-malasan.


Membuka ponsel dan melihat grup sekolah, membuatnya menyunggingkan senyum, ada aja tingkah bapak ibu guru, membuatnya sedikit terhibur. Ada juga beberapa guru yang menggombali Sella karena mereka yang tidak tau statusnya saat ini.


"Liat apa kok senyum-senyum sendiri? apa nggak kasian semalaman kamu menyiksaku sampai baru merasakan tidur sebentar!"


Sella tersenyum kemudian meletakkan ponselnya, beranjak mendekati suami yang sedang menyeruput kopi buatannya.


"Kak....maaf ya, semalem capek banget. Katanya udah ikhlas tapi kok merengut gitu?" Sella sudah duduk di belakang suaminya, melirik sedikit ekspresi masam pak suami yang membuat ingin terbahak.


"Udah ikhlas aku tuh, tapi yang bawah yang nggak mau diem, aku pegel nahan semaleman ditambah lagi tidurmu yang merusuh. Udah tau pake baju begitu malah nggak bisa diem, nemplok aku terus. Kamu bener-bener menyiksa sayang."


"Kasian banget suami aku, beneran masih ngantuk banget sekarang kak?"


"Iya aku ngantuk banget, kepala aku pusing, kepala bawah muring-muring, bikin badan panas dingin." oceh Dimas tanpa mau melihat Sella yang duduk di belakangnya.


"Oh ya udah Monggo kalo mau tidur lagi, aku nggak akan ganggu, maaf ya udah bikin uring-uringan. Kalo gitu aku pakai lagi aja dech baju aku....."


Dimas yang mendengar ucapan Sella yang cukup mengusik telinga langsung terdiam, tapi sesaat kemudian matanya melotot dan segera berbalik badan.


"Sayang.....kamu mau menggoda aku?" mata Dimas seketika segar kembali, garis mata tiba-tiba hilang begitu saja. Terganti dengan wajah mesum dengan mata berbinar.


"Nggak ada yang mau menggoda, aku mau ganti rugi kekeselan kamu, tapi karena Kakak bilang masih ngantuk ya udah tidur lagi. Aku pakai lagi aja bajunya." Sella meraih baju yang sudah tergeletak di sampingnya tapi dengan sekali gerakan baju itu sudah terjatuh di lantai.


Dimas seperti sudah mengeluarkan tanduknya ingin menyerang, Sella yang melihat itu menjadi ngeri sendiri. Dia mundur perlahan hingga ke pinggir ranjang.


"Mau kemana sayang? mau buat aku tambah pusing? hhmm....."


"Nggak ada begitu, kakak tidur aja kalo pusing, aku mundur biar lega tempat tidurnya." Sella tertawa kaku, dia jadi ngeri sendiri.


" Iya aku mau tidur, ngilangin pusing tapi sama kamu," Dimas segera menarik Sella dan menindihnya. Semalam di buat pusing tak akan di biarkan pagi ini kembali membuatnya pening. Apa lagi dengan suka rela Sella sudah membuka seluruh akses untuknya.

__ADS_1


"Aaakkkkkkkhhhhh ...."


__ADS_2