Jangan Salahkan Suamimu Mencintaiku

Jangan Salahkan Suamimu Mencintaiku
Kehamilan Ceri


__ADS_3

Sella sudah kembali duduk di kelas menyusul Tio, dia melihat Tio yang sedang memainkan game di ponselnya dengan sikap biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa.


Tanpa pikir panjang Sella pun kemudian duduk di kursinya kemudian memainkan ponselnya untuk mencari kesibukan seperti apa yang di lakukan Tio. Sella membuka layar ponselnya terdapat beberapa pesan yang berasal dari Dimas.


Jangan nakal calon istri


Nanti pulang aku jemput ya


Hati-hati ya, aku sayang kamu juga calon anak kita


Membaca pesan dari Dimas membuat Sella gerah, apa maksudnya dengan calon anak, kenapa Dimas dan Tio pemikirannya ke arah sana. Apa mereka tidak berfikir dengan mengatakan itu bisa membuatnya kepikiran dan menjadi beban.


Sella membuang nafas kasar, kepalanya seketika pusing memikirkan apa yang akan terjadi nanti. Padahal Sella sudah membuang jauh pikiran itu, mengingat hubungannya yang tak jelas dan pendidikannya yang belum tuntas.


Tiwi masuk kedalam kelas dengan terburu-buru hingga nafasnya memburu. Dadanya turun naik seiring dengan matanya yang memandang Sella dan Tio secara bergantian membuat mereka menjadi kebingungan.


"Loe kenapa sich Wi?" tanya Sella yang sudah penasaran.


"Ada kabar menghebohkan, mencengangkan dan menggemparkan...."


"Apa? heboh doang gue jitak loe!" sewot Tio, dia juga ikut di buat penasaran pasalnya wajah Tiwi yang tak biasa.


"Si Cery..."


Sella dan Tio mendengarkan dengan teliti tetapi justru di buat kesal sendiri karena Tiwi berbicara dengan sesekali berhenti.


"Loe mendingan nggak usah cerita wi, cuma PHP doank, gue capek nunggunya."


"Sabar donk Tio, kalo sabar itu di sayang pacar, eh tapi sayangnya loe jomblo sich ya, jadi nggak ada yang nyayang!"


"Terus apa bedanya sama loe Tiwi?" celetuk Tio.


Sella yang melihat keduanya berdebat malah dibuat tambah tambah pusing. "Loe jadi cerita nggak sich Wi?"


"Eh ibu yang satu ini ternyata kepo ya, loe siap nggak Sell dengernya, gue ngeri loe masih sakit hati kalo denger kabar ini!"


Sella mengernyitkan dahinya mendengar ucapan Tiwi, "emang apa hubungannya sama gue?"

__ADS_1


"Menurut kabar yang gue denger tadi di laboratorium mereka itu lagi pada ngomongin si Ceri yang lagi ngobatin mukanya si Reno tapi malah berujung si Ceri yang di obatin."


"Kok bisa?" tanya Sella penasaran.


"Nah, jadi tuh mereka pada lihat si Reno sama Ceri awalnya tuh ngobrol biasa terus lama-lama mereka debat, si Ceri marah-marah apa gimana gue nggak paham deh, intinya mereka ribut tapi nggak lama ada yang denger si Ceri merintih kesakitan di perutnya. Parahnya lagi tadi dia ngeluarin darah Sell, ada pihak UKS yang bilang kalo si Ceri itu lagi hamil dan saat ini dia lagi di bawa ke rumah sakit karena takut janin yang ada di kandungannya nggak bisa di selamatkan."


Sella begitu iba mendengar cerita dari Tiwi, walaupun Ceri pernah bersikap kurang baik padanya tetapi itu merupakan bentuk sayangnya dia pada Reno dan tak ingin anak yang dikandungnya tidak memiliki ayah.


"Emang loe tau siapa bapaknya?" Tio sengaja bertanya seperti itu untuk mencari tau kebenaran yang sebelumnya telah sempat ia dengar dengan Sella.


"Reno, karena tadi juga ada yang dengar mereka berdebat karena Ceri yang minta pertanggungjawaban dari Reno, tapi kayaknya Reno nya nggak mau dech, beritanya masih simpang siur tapi gue yakin itu perbuatannya si Reno apa lagi kalo lihat kelakuannya kemarin, ikh pengen gue cekek rasanya!" jawab Tiwi.


Sella bungkam, dia tidak ingin mengeluarkan sepatah kata apapun. Dia juga cukup menyayangkan sikap Reno yang lari dari tanggungjawab hingga kini masalah mereka tersebar.


"Parah sich menurut gue si Reno, mau enaknya doank, untung loe nggak cinta sama dia Sell, gue nggak ikhlas kalo loe sampe di sakiti, apa lagi kalo sampe loe hamil terus dianya lari dari tanggungjawab, eugh gue bejek tuh orang!"


Sella hampir tersedak mendengar ocehan Tiwi, untung saja dia selalu membawa botol minum di tasnya, dengan cepat Sella menyambar botol minum itu dan segera meminumnya hingga tandas.


"Gue yang maju duluan kalo sampe Sella diapa-apain!" sahut Tio.


"Nah, cakep itu baru sahabat!" ucap Tiwi bahagia padahal dia tidak tau arti dari ucapan yang Tio lontarkan itu. "Eh tapi kok si Reno bisa babak belur gitu ya, bukannya tadi terakhir sama loe ya Sell?" tanya Sella dan di jawab anggukan oleh Sella.


"Balik yuk, yang lain udah pada balik tuh.."


"Buru-buru banget loe Tio, loe udah nggak ada tanggungan apa-apa sama sekolah? buku udah di balikin?"


"Udahlah, lagian gue buku minjem dikit doank," jawab Tio yang sudah siap ingin pulang.


"Loe Sell?"


"Udah dari kemarin gue nyicil balikin, biar nggak berat."


Tiba-tiba ponsel Sella bergetar di atas meja tanda panggilan masuk, sebelum menerima panggilan itu Sella sempat melirik ke arah Tio dan Tiwi. Tio yang mengerti langsung membuang muka, dia tidak terima jika Sella berhubungan dengan Dimas.


"Halo kak..."


"Kamu udah pulang?"

__ADS_1


"Ini udah mau pulang, kenapa?"


"Aku kan bilang mau jemput kamu"


"Tapi....."


"Nggak ada penolakan sayang, aku sebentar lagi sampai!"


Tut


Belum selesai Sella berbicara Dimas sudah menutup panggilan, padahal Sella benar-benar ingin menolak, dia tidak ingin ada masalah lagi sementara masalah dengan Rika saja belum selesai.


Bagaimana jika nanti Rika tau, sudah dapat di pastikan Rika akan marah besar dan berujung pertengkaran kembali. Belum lagi jika sampai dia curiga dengan hubungan keduanya.


"Siapa?" pertanyaan dari Tiwi membuyarkan lamunan Sella.


"Oh ini...."


"Ayo balik!" sahut Tio yang membuat Sella langsung menoleh. Tio menatap Sella dengan wajah penuh kekecewaan dan hal itu membuat sedikit nyeri di hati Sella.


"Ayo Sell," ajak Tiwi.


Sesampainya di parkiran Sella di buat bingung dengan sekumpulan siswi yang sedang ramai melihat dengan menyanjung-nyanjung seseorang. Begitupun dengan Tiwi dan Tio mereka penasaran hingga mereka tercengang saat melihat Dimas yang sudah berdiri di samping mobil dengan kaca mata yang melengkapi penampilannya.


Sella terpanah melihat penampilan Dimas yang tidak seperti biasanya, bergaya santai dengan lengan kemeja yang ia gulung ke atas dan satu kancing ia buka sehingga memperlihatkan sedikit dada bidangnya.


Tapi hal itu justru membuat Sella mendengus kesal, tak tau kenapa dia dibikin panas sendiri setelah tau jika Dimas yang menjadi pusat perhatian para siswi tersebut.


"Sell itu kak Dimas kenapa makin keren? calon duda damage nya makin ketara......" oceh Tiwi yang tak kalah heboh membuat Sella memutar kedua bola matanya.


"Eh tapi kak Dimas mau ngapain kesini? jemput loe Sell?"


Belum sempat Sella menjawab dia di buat terkejut dengan tangan Dimas yang sudah terulur di depannya. Bahkan mereka saat ini menjadi pusat perhatian semua murid yang ada di sana.


Tanpa pikir panjang Sella segera meraih tangan Dimas dan menariknya agar cepat masuk ke dalam mobil.


"Kakak ini ngapain sich pake turun dari mobil? ini lagi ngapain penampilan kayak gini kak? kakak mau tebar pesona di sekolah aku? seneng di jadikan pusat perhatian semua siswi? mentang-mentang sebentar lagi jadi duda terus di jadikan kesempatan buat ajang cari pasangan?" sewot Sella saat keduanya sudah berada di dalam mobil.

__ADS_1


"Kamu cemburu?"


__ADS_2