Jangan Salahkan Suamimu Mencintaiku

Jangan Salahkan Suamimu Mencintaiku
Permintaan Maaf Reno.


__ADS_3

Saat ini Sella telah berada di belakang sekolah bersama dengan Reno. Sejak tadi Sella selalu menghindari tatapan Reno, dia sebenarnya sudah tidak ingin berurusan dengan Reno lagi apalagi jika teringat kejadian tempo hari. Masih belum hilang di ingatannya saat Reno mendes*h di bawah tubuh Rika.


"Sell....." Reno berusaha menggenggam tangan Sella tetapi dengan cepat Sella menepisnya.


"Kalo mau bicara silahkan nggak usah pakai pegang-pegang," ucap Sella dengan sikap dinginnya.


"Aku minta maaf, aku khilaf Sell, aku terlalu mudah kena rayuan kak Rika hingga aku melupakan kamu. Sella aku mohon maafin aku!"


"Kamu mau aku maafin?"


"Iya." Reno tersenyum mendengar pertanyaan Sella.


"Oke aku maafin kamu!"


"Makasih sayang, makasih.....aku yakin kamu orang baik, kamu pasti akan maafin semua kesalahanku. Beri aku kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita ya!"


"Aku maafin kamu, tapi aku mohon jangan ganggu aku lagi dan jangan panggil aku dengan sayang, karena sejak kejadian kemarin aku sudah menganggap hubungan kita benar-benar sudah berakhir. Makasih buat cinta palsu kamu, aku jadi tau siapa yang benar-benar tulus atau hanya mengedepankan nafsu di balik kata cinta."


Sella segera beranjak dari sana dan ingin kembali ke kelas, tetapi Reno yang tak terima dengan ucapan Sella berusaha menghalanginya.


"Mau apa lagi?"


"Aku nggak mau kita putus!" tegas Reno.


"Kamu benar-benar nggak sadar diri ya Ren, kamu kekeh nggak mau putus tapi kelakuan kamu kayak gitu!" Sella mulai berbicara dengan nada tinggi.


"Aku akan berubah Sell, aku akan perbaiki semuanya!" sahut Reno dengan ucapan yang tak kalah tinggi.


Sella menggelengkan kepalanya, "gampang banget kamu bicara begitu, coba kamu tanya sama seluruh perempuan di sini apa mereka mau menerima kembali sedangkan di depan matanya sendiri dia melihat jelas cowoknya bermain gila dengan perempuan lain. Yang cinta aja nggak akan mau Ren, bagaimana yang nggak cinta kayak aku?"


Reno terperangah mendengar ucapan Sella, dia semakin tidak terima dengan Sella yang belum mencintainya padahal dia berpikir sudah berusaha keras membuat Sella mencintainya dan memberi waktu untuk Sella belajar menerima.


"Kamu terlalu picik Sella, apa masih kurang aku memberi kamu waktu buat menerima aku? apa usaha aku kurang buat kamu mencintai aku?"


"Tapi emang begitu kenyataannya Ren! cinta nggak bisa di paksakan dan nyatanya aku nggak bisa mencintai kamu!" Sella segera membalikkan tubuhnya tetapi dengan cepat Reno menariknya dan mendorong tubuh Sella hingga punggungnya terbentur dinding.

__ADS_1


Reno yang sudah kehabisan kesabaran dan akal sehat segera menarik tengkuk Sella dan mencium bibirnya dengan brutal hingga Sella meringis merasakan perih. Sekuat tenaga Sella mencoba memberontak tetapi tidak juga membuahkan hasil justru Reno mencekal kedua tangan Sella yang sedang memukul dadanya kemudian di angkat oleh Reno ke atas.


Belakang sekolah yang sepi membuat Reno semakin menjadi, tetapi dengan kekuatan yabg masih tersisa Sella terus berusaha memberontak hingga kakinya mampu menendang bagian inti Reno yang membuatnya meringis kesakitan.


"Auwwhhh SSHHIIIT ....." Reno melepas genggaman tangan Sella dan mengaduh merasakan pusakanya yang begitu sakit.


Mendapat kesempatan itu Sella berlari hingga menubruk dada seseorang. Sella yang mengetahui siapa orang itu segera memeluknya dengan tangis yang pecah. Tio yang tadi sempat melihat kelakuan Reno mengepalkan tangannya erat, hingga tatapan tajam ia layangkan, terlebih lagi melihat Sella yang sangat berantakan.


"Brengs*k!" umpat Tio.


Tio melepaskan pelukan Sella kemudian melangkah mendekati Reno.


"Tio loe mau ngapain?"


"Gue mau ngasih pelajaran ke orang ini, berani dia nyakitin loe!"


" Jangan Tio!" Sella berusaha menghalangi tetapi tidak menghentikan langkah Tio untuk membalas perlakuan Reno padanya.


Bugh


Bugh


Bugh


"Berani loe nyakitin Sella loe berurusan sama gue!"


Bugh


Reno yang tadi tidak siap menerima serangan dari Tio membuat dirinya saat ini terkapar tak berdaya menerima setiap pukulan dan hantaman. Hingga Sella berlari menarik tubuh Tio dari atas Reno yang wajahnya sudah babak belur dengan tubuh lemas di atas rerumputan.


"Stop Tio, jangan karena masalah ini buat loe kena masalah! ayo udah...." Tio terus menatap tajam Reno hingga langkahnya terus menjauh karena Sella dengan sekuat tenaga menggeret Tio agar segera pergi dari sana.


Saat ini keduanya sedang duduk di pojok kantin, mata Tio yang terus menatap Sella dengan tangannya merapikan rambut Sella yang berantakan.


"Udah jangan emosi gitu! nich minum dulu es teh nya.." Sella menyodorkan es teh manis ke hadapan Tio kemudian segera di ambil oleh Tio dan meminumnya hingga tandas.

__ADS_1


"Haus bener yang habis mukulin orang!" ledek Sella mencoba mencairkan suasana. Tio kembali menatap Sella, dia tidak suka dengan keadaan Sella yang sekarang ini, bahkan dia tau jika Sella menahan perih di bibirnya karena jelas terlihat luka di bibir Sella yang masih basah .


Tio memang tadi sengaja mau melihat Sella, takut-takut Reno dan Sella bertengkar, tetapi ternyata lebih dari itu. Justru malah membuat Tio sangat emosi, apa lagi sempat melihat Sella yang menangis ketakutan.


"Lain kali nggak usah berhubungan lagi sama dia!" ucap Tio dengan nada dingin.


"Iya, makasih ya loe selalu ada buat gue."


Tio menarik Sella dan mencium kening Sella dengan begitu dalam hingga dapat Sella rasakan kasih sayang yang Tio berikan. Sella tak menyangka mendapat perlakuan seperti ini dari Tio. Memang tak ada persahabatan yang tulus antara dua orang manusia yang berbeda jenis, tetapi Sella berusaha meyakinkan jika Tio menyayanginya sebagai sahabat.


"Gue nggak suka loe di sakitin orang lain!"


"Makasih Tio!" jawab Sella yang segera memberi jarak dengan Tio.


"Terus loe belum jelasin sama gue tentang kemana kak Dimas bawa loe pergi kemarin?"


Kenapa masih aja inget sich loe Tio, gue pikir udah lupa, bisa tambah emosi dia kalo tau semuanya.


"Bisa jujur!" ucap Tio saat melihat gerak-gerik Sella yang sepeti mencari jawaban.


"Iya!" jawab Sella dengan wajah di tekuk.


"Kak Dimas langsung ke club malam," lanjut Sella yang membuat Tio melebarkan matanya.


"Terus dia mabuk?" tanya Tio dan di jawab anggukan kepala dari Sella.


Melihat itu Tio memijit pelipisnya, dia juga laki-laki dia tau bagaimana jika seorang lelaki mabuk, mata Tio memicing meminta penjelasan selanjutnya dari Sella.


"Gue nggak ikut mabuk Tio, malah gue yang bawa kak Dimas pulang dengan berbekal pengajaran loe bawa mobil waktu itu, walaupun penyok-penyok tapi Alhamdulillah sampe rumah dengan selamat." Sella meneruskan ceritanya dengan senyum mengembang agar Tio tidak terus mencecarnya dengan pertanyaan.


Tio terus saja menatap Sella tanpa henti hingga Sella jengah dan beranjak dari tempat duduknya. Dan beberapa detik kemudian pertanyaan dari Tio membuat pergerakan Sella terhenti.


"Kak Dimas ngelakuin apa sama loe?"


"Nggak ada," jawab Sella tanpa mau menoleh.

__ADS_1


Tio tersenyum getir melihat Sella, dia menarik nafas dalam kemudian berdiri di belakang tubuh gadis itu.


"Gue siap seandainya loe butuh tanggung jawab!" Tio mengusap lembut kepala Sella kemudian pergi meninggalkannya.


__ADS_2