
Sella keluar dari salon dengan menggandeng lengan Tio, hari ini adalah hari dimana pengumuman kelulusan akan di selenggarakan. Sella yang awalnya tidak ingin datang, akhirnya goyah karena bujukan Tio yang terus saja memintanya.
Dia bahkan menjamin, jika memang Dimas datang Tio akan membawa Sella sejauh mungkin dari jangkauan pria itu. Sella tau ini tak mudah dia sendiri pun belum bisa tertidur nyenyak sejak kejadian pagi itu.
Hatinya masih ada luka yang basah dan ntah kapan akan mengering, dia pun sudah mantap tak ingin kembali pada Dimas karena sesuatu yang berawal salah tak akan baik kedepannya. Sella ingin menata hati dan mengukir masa depan.
Dengan berbalut kebaya dan sanggul modern Sella terlihat lebih cantik dan segar, apa lagi kini pipinya nampak lebih chubby.
"Loe lebih montok Sell, makin cinta nich gue!" ucap Tio dengan menyapu penampilan Sella dari atas sampai bawah.
"Mata loe mau gue colok?" tanya Sella dengan menatap tajam Tio.
"Emang iya, mau dong di colok!" ledek Tio.
Sella tak menanggapi, pandangan matanya kini menembus jalan yang ada di hadapannya. Tak ingin banyak pikiran, bahkan Sella ingin segera pergi dari kota ini.
Kini keduanya sudah dalam perjalanan menuju sekolah bersama kedua orang tua Tio yang menggunakan mobil berbeda. Tio pun meminta kedua orangtuanya untuk mewakili Sella dalam penerimaan surat kelulusan. Beruntung kedua orang tua Tio tak banyak bertanya, mereka dekat dengan Sella dan juga menyayangi gadis itu.
Sesampainya di sekolah, semua mata berpusat pada gadis yang sejak turun dari mobil terus menggenggam tangan Tio. Ntah kenapa saat ini ada rasa khawatir di diri Sella, tetapi dengan menggenggam tangan Tio sedikit memberi kekuatan untuknya.
"Rileks aja, loe harus senyum sekarang, lihat semua orang kagum sama kecantikan loe. Termasuk gue!"
"Segitunya emang?"
"Hmm....kuping loe nggak denger? bahkan mereka bilang kita serasi, makanya udah ayo gue halallin aja ya loe sekalian, mumpung pake kebaya nich, udah cantik pake high heel juga, rambut udah kondean begini. Pas dach, tinggal panggil penghulu, tamu udah ada. Gimana? saksi banyak kan, hampir satu gedung malah ini orangnya!"
"Loe ngomong apa sich Tio!" sewot Sella yang saat ini keduanya tengah duduk di kursi yang telah di sediakan.
"Bujuk loe ngajak kawin, susah banget sampe capek gue."
" Gue nggak minta loe bujuk ya Tio, eh tapi Tiwi kemana ya kok nggak keliatan dach tu orang!"
"Iya, belum datang kali, apa kita nggak liat dia ya."
__ADS_1
"Udah biarin aja, tadi gue udah telpon dia kok, dia datang cuma agak telat, tapi nggak tau juga kalo tuh anak sampe ngaret begini."
Pengumuman kelulusan sudah di mulai, kini wali murid sudah tampak memasuki ruangan untuk mengambil hasilnya, begitupun dengan kedua orang tua Tio.
Tiwi tampak ngos-ngosan dengan wajah yang kelelahan, Sella yang melihat itu segera memberikan tempat duduk dan minum kepadanya.
"Loe abis di kejar anjing?"
"Diem loe Tio, capek nich gue! makasih ya Sell, loe tau aja gue haus."
"Loe kenapa?" tanya Sella yang membuat Tiwi menoleh kepadanya.
"Loe cantik banget Sell, gila pangling gue gimana kalo nikahan ya, udah kayak peri kali ya?"
"Apa sich loe wi, biasa aja! ini tukang riasnya aja yang pinter."
"Tio aja kesengsem liat loe, nich anak seleranya tinggi, kalo liat loe sampe berbinar begitu berarti emang loe beda hari ini sel, makin montok lagi nich badan, gemoy banget dah ah!"
"Udah bareng gue tadi, itu mobil pake kempes segala bannya, alhasil gue yang udah dandan cetar jadi harus ngejar-ngejar taksi dech, nggak lucu banget kan!"
"Ngomong mulu loe, nggak haus apa?" celetuk Tio, "nggak lulus aja loe mewek!"
"Berisik loe Tio!"
"Sell gue kangen sama loe, tempo hari gue ke rumah loe tapi loenya nggak ada katanya, ya udah gue balik lagi."
"Kata siapa?"
"Nggak tau siapa, yang jelas orangnya itu tinggi bersih, ganteng, tapi masih gantengan kak Dimas sich. Tapi dia mesra banget loh sama kak Rika. Eh emangnya udah nggak sama kak Dimas ya Sell?" Tiwi begitu antusias jika berkaitan dengan Dimas, dia suka meledek Dimas dan menggodanya. Bagi Tiwi, Dimas adalah contoh suami idaman masa depan.
Sella tak menanggapi, dia hanya mengangkat kedua bahunya begitupun dengan Tio.
Kini semua para orang tua wali murid sudah keluar dari aula dengan surat yang ada di tangannya. Hati Sella begitu gelisah saat kedua orang tua Tio datang dan ikut berkumpul dengan mereka.
__ADS_1
"Gimana mah?" tanya Tio pada mamahnya.
"Selamat ya sayang kamu lulus!" sang mamah kemudian menciumi wajah Tio hingga Tio merasa risih.
"Mah udah ikh malu sama yang lain, Pah mamah ajak pulang aja nih!"
"Mamah kamu tuh bahagia banget, masih nggak nyangka kamu bakal lulus."
"Ya emangnya aku bodoh banget apa Pah, kalo aku bodoh kan ada sebabnya Pah, sumbernya dari mana dulu!"
"Tio!" tegas mamah yang membuat Tio meringis dengan mengangkat kedua jarinya.
Begitupun dengan Tiwi, Sang mamah saat ini sedang memeluk erat putrinya hingga air mata haru dan bahagia membasahi pipi keduanya. Sejak tadi Sella hanya memperhatikan dengan senyum yang mengisyaratkan luka di hatinya. Orang tuanya sudah tiada begitupun orang tua angkatnya. Tak ada siapa-siapa lagi selain sahabat.
"Mah...surat kelulusan Sella mana? kan tadi Tio minta papah atau mamah yang ambil."
"Tadi sudah ada yang mengambilnya dan pas papah tanya itu perwakilan dari wali murid Sella katanya."
Tio menatap Sella yang sedang menggelengkan kepalanya, dia tak percaya jika ada yang mengambil surat kelulusan itu, sedangkan hanya Rika walinya. Dan saat ini Rika tak mungkin mau datang.
"Siapa om?" tanya Sella heran.
"Om tidak kenal Sella, dia itu...." belum sempat papah Tio menyelesaikan ucapannya Sella dikejutkan dengan suara yang tak asing baginya.
"Kamu menunggu ini!" ucap seseorang yang sedang menyodorkan sebuah amplop yang Sella yakini adalah surat kelulusan.
deg
Sella lemas saat melihat siapa yang ada di hadapannya saat ini, air matanya runtuh. Kedua pasang mata itu saling menatap, ada kerinduan di tengah hancurnya hati.
Senyum hangat dan kerinduan pun di rasakan pada orang yang saat ini menatapnya dengan linangan air mata.
Kejadian pagi itu kembali terlintas, hingga ia memutuskan untuk pergi dan menjauh. Ternyata hari ini mereka bertemu kembali, ntah rasa apa yang Sella ingin ungkapkan, senang, sedih atau bersalah. Yang jelas dia sangat sayang dan ingin memeluk erat.
__ADS_1