
Lama menunggu Dimas di dalam mobil membuat Sella memantapkan hati untuk menghampiri, godaan serta rayuan nakal lelaki di sana membuat Sella hampir saja mundur dan ingin kabur. Tetapi saat teringat kembali akan Dimas yang tak kunjung kembali, Sella memberanikan diri masuk dengan tangan menutupi dadanya takut-takut ada jemari nakal yang mengusik.
Sella mengedarkan pandangannya di keramaian dengan lampu remang-remang. Batinnya terus mengumpat kelakuan Dimas yang memilih singgah ke tempat seperti ini yang akan membuatnya semakin sakit kepala dengan musik yang memekakkan telinga.
Mencari dalam kegelapan dengan rasa gugup dan keringat dingin yang mulai membasahi tubuh Sella membuat gadis itu semakin kesulitan. Belum lagi mata lapar para lelaki yang sedang berjoget ria menikmati musik dengan separo sadar berusaha mengajak Sella untuk gabung.
Sella geram saat melihat sosok yang ia cari justru asyik memeluk dua wanita sekaligus, apa lagi dengan santai Dimas mengecup pipi wanita berpakaian sexy yang tanpa Dimas sadari terus memanfaatkan kesempatan untuk membuat Dimas semakin mabuk.
Sella mempercepat langkahnya saat kedua wanita itu kembali membuka botol dan mengarahkan kembali gelasnya ke mulut Dimas. Dengan sekali hentakan gelas itu jatuh ke lantai yang membuat kedua wanita itu terkejut.
Sella pikir akan berujung murka, tetapi mereka justru berusaha ingin membawa Dimas pergi. Melihat itu Sella tak bisa tinggal diam, dia harus merebut Dimas dari dua wanita gatal di depannya.
"Lepasin kakak aku!" seru Sella dengan tangan berkacak pinggang bak jawara padahal hatinya mulai jedag jedug tak karuan.
"Heh siapa kamu? bocah kemarin sore berani sama saya?" bentak salah satu wanita itu.
"Saya adiknya, justru anda yang siapa?" bentak Sella.
"Kamu ngapain Sell kesini?" lirih Dimas dengan kepala bertumpu pada meja yang di penuhi dengan beberapa botol kosong.
"Kita pulang kak!"
"Kamu nggak bisa bawa dia pulang begitu saja sebelum kita berdua bersenang-senang dengannya!"
"Iya Sell, kamu yang pulang, aku masih ingin bersenang-senang dengan Meraka dan titipkan salamku untuk kakakmu itu, bilang sama dia aku juga bisa seperti dia," ucap Dimas dengan diiringi kekehan setelahnya dan itu sukses membuat Sella menganga tak percaya.
"Mabok-mabok aja Kak, tapi otak jangan dong.o! Ayo ikut pulang sama aku, kalo nggak aku laporin Kakak ke om!"
__ADS_1
"Udah dech dia nya aja nggak mau ngapain kamu pake lapor-lapor segala ke omnya, hidup itu pilihan dan dia lebih memilih bersenang-senang dengan kami, kalo kamu mau lapor-lapor aja ke omnya itu, sekalian ajak kesini biar ikut party dengan kita ya nggak?" ucap salah satu wanita di depannya yang membuat Sella semakin emosi.
"Bener-bener minta gue kasih cabe nich mulutnya tante-tante gila!" batin Sella.
"Oh oke, Aku akan melaporkan kalian semua ke om aku dan bilang suruh kesini sekalian kan? tante-tante pengen ngajak om aku juga kan? oke ....tapi setelah ini kalian akan perty di jeruji besi, karena om aku polisi!" ntah pemikiran dari mana tetapi akting Sella yang saat ini mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi seseorang sukses membuat dua wanita itu gelagapan.
"Oke kami lepaskan kakak kamu! tapi stop jangan undang om kamu kesini oke!"
"Tante yakin? katanya mau di ajak pesta, nanti biar aku rekam terus aku taro di medsos biar tante berdua tambah terkenal, di jamin viral. Gimana Tan mau nggak?"
"Nggak brengsek! udah ayo kita pergi!" keduanya segera pergi meninggalkan Dimas dan Sella yang tawanya hampir meledak kalo saja tidak ingat tempat.
"Baru di kibulin sama bocah aja udah kabur kalian," Sella segera menghampiri Dimas.
"Kak sadar kak, ayo kita pulang aku mana kuat bawa kakak segede gini sendirian!" Sella menepuk-nepuk pipi Dimas berulang kali hingga Dimas membuka mata. Dan itu membuat senyum Sella terbit tetapi sesaat kemudian Sella kembali cemberut saat melihat Dimas kembali memejamkan mata dengan terus meracau tidak jelas.
"OMG terus gue harus gimana?"
"Jalan kak, jangan ambruk dulu! di kata kasur kali! kalo nggak sayang mah ogah aku susah payah kayak gini, mending aku tinggal pulang aja sekalian, bobo cantik di rumah lebih indah!"
"Kak! aku jedotin nich pala kakak klo nggak mau sadar!"
"Kamu berisik Sella, bawel......" gumam Dimas.
"Hahh berani ngatain aku bawel! aku bawel tapi nggak be.go ya kak, bukannya ke mushola malah ketempat kayak gini!"
Setelah susah payah hingga nafas ngos-ngosan, akhirnya Sella berhasil memasukkan Dimas ke dalam mobilnya. Sella mendudukkan Dimas di kursi penumpang. Kemudian dia segera berlari masuk ke kursi kemudi.
__ADS_1
"Haaahhh gila badan gue remuk, udah kayak bawa sumo...."
"Besok kakak harus traktir aku, karena udah berhasil melindungi kakak dari tante-tante kurang bahan tadi!"
Sella dengan pedenya menyalakan mobil Dimas, tanpa dia sadari kemampuannya membawa mobil masih minim.
"Mam.pus gue! Cobaan apa lagi ya Tuhan, gue aja masih belajar bahkan si Tio belum tuntas ngajarin gue terus gimana sekarang?"
Beberapa hari setelah menghindari Dimas ia gunakan hari-harinya dengan hal yang menurutnya bermanfaat agar sibuk dan mengalihkan kesedihan, maka dari itu dia sering merusuhi Tio dan meminta di ajari ini itu yang ia belum bisa, dari main gitar sampai mengendarai mobil.
"Bismillahirrahmanirrahim.... Harus bisa, oke kita maju dikit," BRUGHH "apa tuh?" ternyata ada pembatasan parkir di depannya yang tak terlihat oleh Sella.
"Oke coba lagi, kalo sampe mobil Kakak besok pagi penyok jangan salahin aku oke, anggap aja misi penyelamatan!"
Sella mencoba memaju mundurkan mobil Dimas secara perlahan hingga hatinya kuat untuk memerangi jalan, beruntung hari sudah larut kendaraan sudah mulai sepi. Dengan tekad yang kuat Sella membawa mobil Dimas dengan kecepatan 20km/jam.
"Anggep aja lagi wisata malam ya kak, kita alon-alon penting kelakon, gitu katanya kak!"
Hampir pukul dua pagi Sella dan Dimas sampai di rumah, Sella bernafas lega akhirnya dia bisa sampai dengan selamat.
Lagi-lagi Sella membawa Dimas menuju kamar seorang diri, dia tidak ingin merepotkan kedua orang tua Dimas dengan membangunkan mereka apa lagi dengan kondisi Dimas yang seperti ini.
Sella membuka pintu kamar Dimas, dia pikir ada Rika yang sudah tidur, tetapi kamar begitu sepi tanpa tersentuh sama sekali dan sudah di pastikan penghuninya belum menyambangi.
Sella merebahkan tubuh Dimas, dengan telaten dia membuka sepatu Dimas agar lebih nyaman tidurnya.
"Huhhffff akhirnya kelar tanggung jawab gue, sekarang giliran gue istirahat," Sella segera membalikkan tubuhnya untuk melangkah meninggalkan Dimas tetapi cekalan tangan membuatnya berbalik dan Aaaakkkkhhhhhhhh......
__ADS_1
...****************...
Akh terus dech pokoknya😝😝😝