
Sesampainya di kamar, Rika segera menarik tubuh Reno hingga ambruk di ranjang panas yang sebentar lagi menjadi saksi bisu perperangan peluh di antara kedua makhluk yang sejak tadi di rundung gelora hasrat yang tak tertahan.
Reno di buat kelabakan dengan gerakan Rika yang begitu lincah meraup benda kenyal yang sejak tadi begitu menggoda. Decapan, hisapan dan lilitan lidah keduanya beradu dengan indah dengan suara mendayu dari keduanya.
Tangannya mulai ditarik oleh Rika dan ia arahkan pada kedua pegunungan permai yang masih kencang walaupun sudah banyak tangan yang merasakan.
"Ugh....nakal tangan kamu sayang," Rika begitu bahagia saat tangan Reno mulai menjamah tubuhnya, wanita itu sudah memimpikan belaian brondong yang masih segar untuk ia nikmati.
"Ganti posisinya sayang......" ucap Rika yang kemudian mengubah posisi dengan berada di atas tubuh Reno dengan memposisikan wajahnya pada pusaka Reno yang begitu bersih dan segar.
"Akh......." Reno memejamkan matanya saat Rika sudah bergerilya di tubuh polos yang sejak tadi mulai bergejolak dengan hasrat membara.
"Mmmhhh...... enak sayang lebih di perdalam lagi," Rika memperdalam sesuatu yang sudah memenuhi mulutnya bagai menikmati lollipop jumbo penuh kenikmatan.
"Aku suka banget ini sayang, besar banget bikin aku merindu dan ingin terus melahapnya."
Reno terus di buat mende.sah dan melenguh saat hujaman dari mulut Rika memenuhi intinya, dengan tangan yang sejak tadi terus memainkan gundukan gunung yang membuat adrenalinnya semakin terpacu untuk terus menikmati dan melahap habis.
Posisi mereka yang mudah menjangkau bagian inti keduanya membuat Rika merasakan sapuan lembut dari lidah yang terus bergerak lincah dengan sesekali hisapan dan tarian lidah yang membuat Rika semakin memperdalam hisapannya.
"Ini nikmat banget baby, nggak nyesel aku mau di ajak ngamar sama kakak...."
"Cinta kamu boleh untuk Sella sayang, tapi tubuh kamu tetap aku yang akan memberikan kepuasan yang membuat kamu ketagihan."
Keduanya tidak ada rasa jijik dan sungkan, tanpa ikatan mereka menikmati kenikmatan. Peluh mulai membasahi tubuh keduanya saat Reno mengangkat tubuh Rika dan mulai memposisikan wanita itu dalam kungkungannya. Senjata yang sejak tadi berdiri tegak sudah siap menembus lubang surgawi dunia.
Suara lenguhan dan erangan memenuhi kamar hotel yang membuat hawa sekitar semakin panas dengan gerakan Reno yang semakin ganas. Kata-kata kasar mulai terlontar membuat Rika semakin beringas, menarik pinggul Reno hingga hujaman begitu mengerikan tetapi justru memberi sensasi yang memuaskan.
__ADS_1
"Ough nikmatnya mengalahkan yang lain sayang, kamu paling pandai..." suara racauan Rika membuat Reno semakin lupa akan dunianya, dia lupa akan Sella yang sangat ia cintai dan ia lupa akan benih yang sudah di tanam di perut Cery yang sebentar lagi pasti akan terkuak kebenarannya seiiring membesarnya perut Cery.
Gerakan terhenti saat Rika meminta Reno untuk berganti posisi, Rika berpacu dengan dada yang naik turun membuat Reno gemas dan meraup habis dengan bibir yang sejak tadi mengeluarkan suara tertahan.
"Akkhhh sayang rasanya laharku ingin tumpah......"
Tanpa mereka sadari pintu terbuka sebelum mencapai pelepasan, Rika yang menangkap suara seseorang segera menoleh dan begitu terkejutnya dia saat melihat Sella dengan Tio yang sudah berdiri di ambang pintu kamarnya.
"Sella!"
Sella menarik tangan Tio yang menutupi matanya, "Awas tangan loe bau terasi ikh!"
"Mata loe ntar nggak suci lagi, udah jangan liat tunggu mereka pakai baju dulu, nggak ikhlas gue loe liat badannya si Reno be.go itu!"
Rika turun dari tubuh Reno, keduanya segera berpakaian, Rika yang hanya mengenakan dress se.xy melangkah menuju ambang pintu dengan wajah memerah menahan amarah yang memuncak, apa lagi mereka tadi belum sampai klim.aks. Membuat kepala keduanya serasa ingin pecah.
"Mau apa kalian kesini? ganggu kesenangan aku aja!" bentak Rika.
"Kakak yang ngapain disini? dan parahnya lagi kenapa harus Reno kak?"
"Bukan urusan kamu, lagian kenapa kalo aku sama Reno? kamu cemburu hah!"
Reno yang sudah memakai kembali celana abu-abu nya segera menghampiri Sella, wajahnya pucat melihat ekspresi jijik yang Sella perlihatkan.
"Jangan mendekat! kamu keterlaluan Ren, aku nggak habis pikir sama kamu!" seru Sella saat Reno sudah mulai mendekat.
"Udah sich sayang, kamu ngapain masih dekatin dia, cinta itu nggak buat kamu puas!" Rika menarik lengan Reno dan mendekap dada telanjangnya.
__ADS_1
"Tapi aku harus menjelaskan padanya kak!" Reno mencoba memberontak tetapi Rika justru semakin menempelkan dadanya di tubuh Reno dan hal itu tak luput dari pandangan Tio.
"Aw aw aw empuk kenyal enak legit manis......aaauuuw sakit Sell!" Sella menginjak sebelah kaki Tio saat dengan sengaja Tio melotot melihat dada Rika dengan ucapan yang membuat Sella ingin sekali membungkam mulutnya.
"Rasain!" ketus Sella.
"Nggak perlu ada yang di jelaskan lagi sayang, cukup! atau jika perlu kamu putus aja sama dia." ucap Rika dengan tatapan yang tajam mampu membuat Reno bungkam.
"Udah kayak banci loe Ren!" ketus Tio sambil mengusap-usap kakinya.
Sella menggelengkan kepalanya, segitunya Reno bertekuk lutut dengan kakaknya, hingga tak bisa berkutik saat kak Rika melemparkan tatapan tajam penuh intimidasi.
"Mau ngapain lagi kalian disini, kalian cuma mau tau kan apa yang kita berdua lakuin, dan sekarang kalian udah tau, jadi tunggu apa lagi? sekarang kalian pergi dari sini!" bentak Rika.
"Aku nggak akan pergi sebelum kakak ikut pergi!"
"Berani kamu sama aku? siapa kamu berani atur hidup aku? kamu itu nggak lebih dari sekedar pembantu di rumah aku. Sekarang kamu pulang urus rumah, urus suami dan mertua aku!"
"Jangan keterlaluan kak kalo bicara!" sentak Tio yang tidak terima Sella di perlakukan kasar oleh Rika.
"Biarin Tio, emang benar kata kak Rika dan aku nggak masalah, aku hanya ingin minta kakak pulang sebelum semua ini akan menyakitkan hati kak Dimas," lirih Sella, dia ingat betul perkataan Dimas yang ingin bertahan dengan rumah tangganya dua bulan yang lalu yang akhirnya membuat berakhirnya hubungan terlarang antara dirinya dan Dimas.
"Nggak usah kamu bawa-bawa Dimas, awas aja ya kalo sampai Dimas tau, kamu akan tau akibatnya!"
"Aku nggak akan bilang kak Dimas kalo kakak mau pulang sama aku sekarang juga!" sentak Sella yang membuat Rika melayangkan tangannya ke wajah Sella, tetapi belum sempat tangan itu mengenai wajah mulus Sella, tangan seseorang telah lebih dulu mencekal pergelangan tangan Rika yang membuat semua yang ada di sana terdiam tak menyangka. Begitupun dengan Sella yang semula memejamkan mata akhirnya memberanikan diri untuk membukanya kembali saat tangan Rika tak kunjung hinggap di pipinya.
...****************...
__ADS_1
Siapa....siapa....siapa....?
aduh Rika udah mau pecah palanya gara-gara belum meledak jadi tambah galak .....😝😝😝