Jangan Salahkan Suamimu Mencintaiku

Jangan Salahkan Suamimu Mencintaiku
Pantau


__ADS_3

Sejak pertengkaran malam itu sudah beberapa hari ini Dimas jarang pulang, begitupun dengan Rika yang juga semakin jarang dirumah. Hal itu pun membuat Dimas dan Sella semakin menjauh dan jarang bertemu.


Dimas yang butuh menepi dengan segala pemikiran dan permasalahan hidupnya serta memantapkan hati untuk melepas istri yang telah dua tahun ia nikahi.


"Sella, hari ini kamu ujian nak?"


"Iya Tante, doain lancar semua ya Tan..." jawab Sella di sela-sela sarapan pagi bersama orang tua Dimas.


"Pasti sayang, Tante dan om doakan yang terbaik untuk kamu. Sell, jangan di pikirkan masalah rumah tangga yang menimpa kakakmu ya nak, biarkan mereka menyelesaikan dengan baik, seandainya memang mereka berpisah kamu tetap tante anggap seperti anak tante sendiri."


"Makasih Tante, om kalian sudah seperti orang tua aku," ucap Sella penuh haru dan di jawab senyuman hangat oleh keduanya.


"Tapi kak Dimas kemana om, kenapa jarang pulang kerumah sekarang?"


"Dimas sibuk di kantor, banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan," jawab papah dimas berusaha agar tidak membuat Sella kembali memikirkan Dimas apa lagi jika melihat keadaan Dimas saat ini. Sedangkan beliau tau dalam tiga hari ini Sella harus menghadapi ujian nasional.


"Nggak usah terlalu di pikirkan ya nak, kamu harus fokus sama sekolah kamu, agar kamu bisa meraih cita-cita kamu ya," ucap mamah Dimas dengan membelai lembut rambut Sella.


Terlepas dari hubungannya dengan Dimas yang semakin menjauh, Sella tidak rela jika hubungan dengan orang tua Dimas juga menjauh, dia sudah menganggap mereka seperti orang tuanya sendiri.


Sesampainya Sella di sekolah dengan mengendarai motornya, mata Sella menangkap bayangan mobil Dimas yang kemudian pergi dari sana. Sella sempat berlari keluar pagar untuk mengecek kebenarannya, tetapi mobil itu sudah melesat kencang hingga mata Sella hanya bisa menangkap bagian belakang body mobil dengan nomor plat yang hampir mirip dengan mobil Dimas.


"Sell!" seru Tio menepuk pundak Sella.


"Ikh kaget gue, loe bisa nggak sich kalo dateng tuh nggak ngagetin gue!" kesal Sella yang kemudian masuk kembali kedalam gerbang sekolah berjalan menuju kelas.


"Loe ngeliatin apa tadi di luar gerbang?"


"Ngeliatin apa sich, nggak ada Tio!" ketus Sella yang membuat Tio semakin gemas. Tio mengalungkan tangannya di leher Sella yang membuat Sella gelagapan.


"Lepasin, loe mau bunuh gue?"


"Lagian di tanyain nggak ada baik-baiknya, pagi-pagi udah emosi aja liat soal aja belum, gimana nanti ngadepin soal loe!"


"Itu juga gara-gara loe! lagian semua soal udah bersahabat baik sama gue jadi tidak ada emosi di antara kita!" ucap Sella dengan wajah mengejek.


"Sell......." panggil Reno yang sengaja menemui Sella setelah beberapa hari Sella pun sulit untuk di dekati.


"Eh Reno, kenapa?" tanya Sella yang sudah duduk di halaman kelas menunggu bell berbunyi karena kelas masih terkunci.


"Kamu yang kenapa?" tanya Reno balik.

__ADS_1


"Aku baik-baik aja, sehat banget malahan." Sella melebarkan senyumnya.


"Kamu sulit di hubungi, bahkan kamu sulit aku dekati, kenapa? kamu masih pacar aku loh Sell!" Reno menatap dalam manik mata Sella.


Sella memang selama ini juga menghindari Reno, dia mencoba untuk terlepas dari jerat Dimas dan juga Reno. Dia ingin menjauh dari permasalahan yang ada, butuh sendiri untuk lebih memperbaiki diri.


Tio yang sejak tadi memperhatikan memilih pergi menjauh dari mereka berdua, bukan kawasannya untuk ikut campur dengan hubungan Sella dan Reno. Kecuali jika Reno menyakiti Sella atau kalo sampai benar Sella berhubungan dengan Dimas, Tio tidak akan membiarkan hal itu terjadi.


"Iya, aku sadar itu kok tapi aku lagi butuh sendiri buat mempersiapkan ujian," ucap Sella beralasan.


"Aku ngerti sayang, tapi jangan terus jauhi aku ya! udah hampir dua bulan loh kita menjauh, aku bahkan kangen banget sama kamu!"


Reno ingin mengecup kening Sella tetapi sebisa mungkin gadis itu menghindar, ntah kenapa Sella betul-betul ingin menjaga diri atau mungkin masih terus teringat kata Dimas yang tidak boleh ada kontak fisik dengan Reno.


"Kenapa?"


"Malu aja banyak orang, lagi pula ini di sekolah Ren, aku nggak mau jadi bahan omongan orang!"


"Ya udah nggak apa-apa, aku pikir kamu udah nggak mau aku cium lagi," ucap Reno kemudian mengusap lembut pipi Sella.


Notifikasi pesan masuk di ponsel Reno membuat pemuda itu segera membuka layar ponselnya. Mata Reno melirik Sella yang sedang sibuk membuka buku pelajaran setelah tau siapa gerangan yang mengirim pesan untuknya. Pipinya seketika memerah dan jantungnya mulai bergerak lebih cepat.


"Sell, aku ke toilet dulu ya dan mudah-mudahan kamu lancar mengerjakan soalnya!" Setelah mengucapkan itu Reno segera berlari menuju toilet, hal itu membuat Sella heran tetapi kemudian dia memutuskan untuk fokus kembali ke buku yang ada di tangannya.


"Hmmmm..."


Doni membuang nafas kasar melihat Dimas yang sama sekali tak ada gairah hidup, bahkan tubuhnya yang sedikit kurusan serta nafsu makan yang berangsur menurun.


"Loe kenapa sich? masih pusing sama Rika? masih kurang alasan loe buat ceraikan dia? mau alasan seperti apa lagi? jangan karna masalah kayak gini loe nyiksa diri loe sendiri!"


"Gue kangen sama Sella!"


"Ck, kenapa nggak loe temuin dia, serumah aja masih kangen loe! makanya pulang, jangan pacaran mulu ama kerjaan!"


Selama jarang pulang memang Dimas memutuskan untuk tidur di kantor, dia lebih memilih menyibukkan diri untuk bekerja dari pada harus berdebat dan memikirkan masalahnya dengan Rika.


"Gue nggak mau ganggu dia, dia lagi fokus buat ujiannya, gue juga nggak mau nambah beban buat dia, awalnya memang dia yang menghindari gue, tapi gue sadar mungkin ini jalan terbaik buat kita."


"Loe udah ikhlasin dia sama pacarnya itu?"


"Nggak akan, gue masih terus pantau dia walaupun gue jauh, gue sadar gue terlalu egois, gue masih bertahan sama Rika, tapi hati gue sama adiknya." Dimas memijat pelipisnya.

__ADS_1


"Loe bodoh kalo masih bertahan sama Rika!"


"Tapi ini juga demi Sella!"


"Kalo emang demi Sella, harusnya loe tinggalin kakaknya biar loe bisa terus sama adiknya!"


"Gue nggak mau salah jalan Don, gue nggak mau buat Sella makin sakit hati kalo sampe dia tau yang sebenarnya, Rika bakal marah dan bongkar jati diri Sella yang bakal nyakitin hatinya."


"Terus loe mau gimana?" tanya Doni yang mulai bingung dengan jalan pikiran sahabatnya.


"Gue belum tau harus gimana, tapi gue nggak akan berhubungan lagi sama Sella sebelum masalah gue sama Rika kelar!"


"Bagus dech! pegang kata-kata loe!"


"Hmmm....."


Sudah tiga hari ini Sella mengahadapi ujian yang membuat otaknya lelah, saat ini dia dan kedua sahabatnya memutuskan untuk ngumpul di cafe tempat biasa mereka berkumpul.


"Gila, udah kayak terlepas dari penjara, otak gue langsung plong setelah tiga hari ini stress mikirin soal," oceh tiwi setelah meminum es lemon tea yang menyejukkan.


"Lebay loe!" celetuk Sella.


"Tapi emang bener Sell, otak kita kan di bawah rata-rata!" sahut Tio.


"Gue laper nich, loe nggak pada mesen makanan apa?" tanya Sella kepada kedua sahabatnya yang malah sibuk memanfaatkan WiFi gratis dengan mencari film kesukaan mereka.


"Boleh-boleh, jelas laper lah gue yang bener aja tiga hari makan soal-soal ampe lupa rasanya makan nasi!"


"Hebat loe Tio! kalah rayap sama loe!" sahut Tiwi.


"Ya udah gue panggil mbak pelayannya dulu!" Sella mengedarkan pandangannya mencari pelayan untuk memesan makanan tetapi ketika ia ingin memanggil mbak pelayan yang baru saja menyerahkan bill di meja paling pojok, seketika bibir Sella kelu, mata Sella melebar melihat siapa di balik tubuh pelayan tersebut.


"Lama amat, mana Sell udah loe panggil belum?" tanya Tio yang memperhatikan Sella malah diam kemudian Tio melihat arah pandang Sella dan begitu terkejutnya Tio saat melihat dua orang yang begitu mesra sedang beranjak dari tempat duduknya dengan tangan sang pria yang memeluk erat pinggul wanitanya.


"Sell...."


"Ayo kita ikutin mereka!"


...****************...


Siapa nich yang mereka lihat?

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar serta like dan ❤️❤️❤️ ya karena aku butuh asupan untuk membongkar-bongkar 🤫🤫🤫


__ADS_2