Jangan Salahkan Suamimu Mencintaiku

Jangan Salahkan Suamimu Mencintaiku
Pamit


__ADS_3

Keesokkan harinya Tio pamit untuk kembali ke Jakarta, dalam hati Tio begitu berat meninggalkan Sella untuk pergi jauh. Tetapi karena dia adalah penerus keluarga, dia di haruskan untuk belajar dan kelak akan menggantikan papahnya sebagi CEO dan meneruskan usaha yang dimiliki keluarga.


"Loe jaga diri baik-baik disini, 6 bulan lagi gue datang buat njenguk loe, gua harap loe bisa melanjutkan cita-cita loe disini." Tio memegang pundak Sella saat mereka sudah ada di depan halaman rumah bibi dengan wajah sendu.


"Gue bakal rindu banget sama loe Tio, loe juga baik-baik ya di negeri orang, kenalin ke gue kalo udah dapet bule disana!"


"Loe ngerusak suasana dech Sell, lama-lama gue masukin karung loe kalo ngeselin mulu!" sewot Tio.


Sella tertawa di balik kesedihannya, dia harus berjauhan dengan sahabatnya lagi. Harus mandiri tanpa orang-orang terkasih, untung saja Tio meminta bibi untuk menjaganya di sini, dan juga ada Ayu yang bisa menjadi teman untuknya.


Awalnya dengan percaya diri, sendiri pun bisa. Nyatanya tak semudah itu apa lagi Sella yang tak pernah hidup sendiri. Sekalinya sendiri harus jauh dari ibu kota, membuatnya di haruskan untuk adaptasi lagi.Tetapi inilah keputusan Sella. Dan ia sudah bersyukur atas semuanya.


Tio meraih tubuh Sella dan memeluknya dengan erat, ada rasa tak ingin jauh apa lagi kebersamaan yang tercipta sebulan ini membuat mereka semakin dekat. Dan ini harus jauh bahkan berbeda negara.


"Gue bakal kangen banget sama loe!" lirih Tio kemudian mencium kening Sella. "Sehat-sehat di sini ya...."


Sella menitikkan air mata, saat Tio kembali memeluknya. Dan segera menghapus air matanya sebelum Tio melihat itu, dia tak ingin Tio tau begitu sedihnya dia saat ini. Sella sudah menganggap Tio lebih dari sahabat, dia menganggap Tio sudah seperti saudaranya sendiri.


"Gue juga bakal kangen banget sama loe Tio, kabarin gue ya kalo loe udah sampai sana. Belajar yang pinter calon CEO!" Sella tersenyum saat keduanya sudah merenggangkan pelukannya.


Bibi dan Ayu ikut terharu melihat kedua sahabat yang sejak tadi saling mendoakan dan menguatkan. Mereka pun ikut sedih melihat perpisahan keduanya. Apa lagi bibi yang sudah lama merawat dan menjaga Tio sejak kecil.Beliau sudah menganggap Tio seperti anaknya sendiri.


"Bi, aku titip Sella ya, jaga dia dan rawat dia seperti bibi mengurus aku. Jangan boleh dekat sama cowok yang nggak baik ya Bi. Kalo sampe terjadi, penggal aja cowoknya bi!" oceh Tio yang membuat Sella memutarkan kedua bola matanya.


"Baik den, nanti non Sella saya kerangkeng kalo udah pulang dari kampus," ledek bibi yang membuat Tio mengacungkan kedua jempol tangannya.


"Ikh bibi, kok ikut-ikutan Tio sich, aku sama Ayu aja lah. Ya Ayu ya, nanti kita jalan-jalan nyari gebetan oke!" ucap Sella mencari pembelaan.

__ADS_1


"Kalo sampe mau, nggak gue tambahin duit jajan loe ya!" ancam Tio dengan menatap tajam Ayu.


"Eh belum juga kerja udah mau di batalin, wis tenang wae den Tio, serahin semua sama Ayu. Den Tio nich main ancem aja!" sahut Ayu kesal, belum dia menjalankan pekerjaannya untuk menjaga Sella, tapi sudah mendapatkan ancaman dari Tio.


"Makanya jagain nich anak dari cowok-cowok yang cuma mau manfaatin dia doank, soalnya nich anak terlalu baik. Tapi ntah baik apa gimana ya, soalnya baik sama beg0 kadang beda tipis!" Sella mendengus kesal mendengar ucapan Tio.


Ucapan kasarnya yang nanti membuat rindu, kelakuan yang nantinya membuat ingin cepat bertemu. Hah...sahabat tuh emang paling-paling, perannya paling banyak dari pada sekedar pacar.


Tio pulang ke Jakarta dengan di jemput sopir papahnya. Sebenarnya saat kepindahan Sella dia ingin membawa kendaraan sendiri, tetapi karena Sella yang ingin sekali naik kereta membuat Tio mau tak mau menurutinya.


"Ya udah gue balik ya, besok pagi gue udah terbang. Jangan ngadi-ngadi disini, kalo mau ngurus kuliah loe ajak aja si Ayu, nanti urusan bensin biar gue transfer langsung ke dia."


"Gue bisa nyari kerja Tio, loe nggak usah repot-repot. fokus aja sama kuliah loe di sana, kasian orang tua loe kalo udah bayar mahal eh anaknya nggak serius sekolahnya."


"Terserah loe, yang penting gue nggak mau ada laporan kalo loe sakit gara-gara kecapekan." Tio mengusap lembut pucuk kepala Sella, kemudian mengecup keningnya lagi.


"Bi, Tio pamit!" Tio memeluk bibi kemudian pamit dengan Ayu, lalu segera melesat masuk ke dalam mobil.


Ketiga orang tersebut melambaikan tangan saat mobil Tio sudah mulai meninggalkan halaman rumah bibi. Sella tersenyum dengan air mata yang kembali menetes.


Selama tiga hari Sella sibuk mengurus semua keperluan kuliah, dari pendaftaran hingga daftar ulang dan menyiapkan segala perlengkapan lainnya yang harus ia siapkan untuk memulai kuliah.


"Ayu, makasih ya udah nemenin aku, capek-capek nganterin aku, nanti kalo libur aku traktir dech," ucap Sella dengan tersenyum senang.


"Sama-sama mbak, tapi nggak usah di traktir juga mbak, aku kan udah di kasih uang jajan sama Den Tio. Aku mah cukup mbak Sella masakin aja udah seneng, malah jadi bisa nambah makannya." Ayu memang sangat suka dengan masakan Sella, dia makan dengan lahap jika sudah Sella yang memasak.


Hal itu mampu mengingatkan Sella dengan kenangan masa lalu bersama seseorang yang kini masih bersemayam di hatinya.

__ADS_1


"Besok mbak juga sudah mulai kerja, mbak ke terima di toko sebagai pelayan, mudah-mudahan lancar bisa buat nambah- nambah keperluan kuliah."


"Alhamdulillah, cepet yo mbaknya ini dapet kerjaan, kuliah juga bisa ngurus beasiswa. Mudah-mudahan lancar terus Yo mbak! lancar rejekinya" ucap Ayu dengan semangat 45. Ayu memang selalu ceria pas jika di satukan oleh Sella saat ini yang masih suka melamun.


"Aamiin...."


Sella memutuskan untuk segera beristirahat karena besok dia harus memulai beraktivitas. Sebelum tidur ia sempatkan untuk menjalankan 4 rakaat kemudian di lanjut sholat sunah.


"Auuwwhh ssssttttttt ...." Sella meringis kesakitan saat merasakan perutnya yang kembali sakit dan terasa keram.


Dia berjalan menyeret langkah menuju ranjang kemudian berbaring meluruskan kaki, hari ini memang dia begitu aktif karena banyak yang harus di kerjakan dan di persiapkan untuk besok.


"Bismillahirrahmanirrahim....." ucap Sella sebelum tidur. Dia memejamkan mata berusaha meredam rasa sakit dengan mengusap lembut perutnya.


"Semoga kamu baik-baik di sana kak....."


...****************...


ngopi dulu ngopi, kita slow dulu ya....



jangan lupa baca karyaku yang berjudul "Terjerat Cinta Gadis Malam"✌️


♥️


🌹

__ADS_1


__ADS_2