Jendral, I Love You!

Jendral, I Love You!
Aku lebih takut mati kelaparan daripada mati kegemukan


__ADS_3

"Apa alasanmu?" tanya Liu Bei begitu penasaran, ia ingin tertawa dan merasa jijik juga bangga akan tingkah laku Jia Li yang sangat sembrono di dalam tata krama di meja makan.


"Jika bersama orang yang memiliki kedudukan yang lebih tinggi-"


"Apakah kau tidak lapar? Bolehkah aku memakan bagian milikmu?" sela Xiao Ling, ia tidak peduli. 


Xiao Ling merasa sangat lapar apalagi ia merasa makanan di atas meja makan lebih nikmat dari yang pernah di makannya sejak ia terdampar di mimpinya, sudah 36 jam dia di dunia anta beranta yang aneh.


Xiao Ling juga malas mendengar nasihat dari orang yang tidak mengenalnya dengan baik. Apalagi, pria di depannya seakan mengetahui banyak hal tentang tata krama, Xiao Ling hanya butuh makan dengan cepat dan pergi dari hadapan pria tersebut.


"Kau tidak takut gemuk?" tanya Liu Bei bingung.


"Aku lebih takut mati kelaparan daripada mati karena kegemukan," balas Xiao Ling lugas dan masa bodoh.


"Hahaha, nih, habiskanlah!" ucap Liu Bei, ia memberikan seekor bebek peking dari piringnya kepada Xiao Ling yang langsung melahapnya tanpa protes.


"Nafsu makanmu terlalu besar!" ujar Liu Bei, ia ingin tertawa.


"Baru kali ini, aku melihat seorang putri yang demikian, biasanya mereka menjaga bentuk tubuhnya," sindir Liu Bei, ia tak mengerti dengan cara pandang jendral wanita di depannya yang terlalu dingin dan cuek.


"Itu wanita yang bisa Anda lihat, berbeda denganku. Aku selalu memiliki nafsu yang besar!" balas Jia Li tanpa berniat memancing apa pun.


Keheningan terjadi, Liu Bei memandangnya dengan tatapan aneh dan mengangkat alisnya, "Apakah menjadi salah satu permaisuri adalah nafsumu juga?" tanya Liu Bei, ia menatap Xiao Ling dengan penasaran.


"Aku sudah bilang, aku tidak pernah ingin bahkan, bermimpi menjadi permaisuri yang memiliki ikatan juga aturan dengan kekaisaran apalagi dimadu," balas Xiao Ling, ia bukan penganut poligami apalagi harus hidup di istana harem hanya untuk bersaing cinta.


"Kau belum menjawab pertanyaanku," tegas Liu Bei, ia merasa diacuhkan dan tidak dihargai. 


"Pertanyaan yang mana?" tanya Xiao Ling, ia memutar bola matanya mengingat setiap perkataan yang diucapkan oleh Liu Bei. 


"Apa alasanmu tidak ingin menjadi seorang permaisuri?" tanya Liu Bei, ia masih penasaran.

__ADS_1


"Oh, aku tidak suka dengan kehidupan yang terikat di istana dan selalu diatur. Selain itu, aku tidak suka dimadu," balas Xiao Ling, ia menatap ke arah Liu Bei.


"Tapi kau akan menjadi seorang permaisuri dan itu hal yang sangat diinginkan oleh wanita mana pun. Hanya engkaulah yang tidak menginginkannya," ujar Liu Bei, ia menatap wajah Jia Li ia merasa jika Jia Li sangat bodoh.


"Atau kau, memiliki ambisi menjadi seorang kaisar?" selidik Liu Bei, ia ingin tahu dengan kepintaran dan kehebatan seorang jendral Tan Jia Li.


Bahkan, rumor mengatakan, "Bahwa perjodohan itu dimaksud untuk mengekang kekuatan seorang Tan Jia Li agar tidak terlalu menonjol di antara para pria,".


Liu Bei masih memperhatikan Jia Li,


"Apa?! Aku tidak pernah berambisi menjadi kaisar ataupun permaisuri. Aku hanya ingin menjadi penjaga keamanan kekaisaran saja," balas Xiao Ling, ia pun merasa jika Jia Li akan melakukan hal itu.


"Wow, mulia sekali impianmu! Tapi, sayangnya pernikahanmu telah ditetapkan dan tiada seorang pun yang berani melawan titah seorang kaisar! " balas Liu Bei, ia membuat impian Xiao Ling langsung terhempas.


"Ya, kau benar! Itu sangat mengerikan sekali, dan aku tidak suka! Apakah kamu bisa membuatku lepas dari semua ini?" tanya Xiao Ling, ia ingin saran yang masuk akal dari pangeran di depannya daripada terus menerus memojokkan dirinya.


"Aku tidak bisa membantumu, apalagi, kau akan dijodohkan dengan saudaraku sendiri. Siapa tahu kau akan menjadi permaisuri yang sangat baik, Jenderal Tan?" balas Liu Bei yang masih memperhatikan wajah cantik Jia Li.


"Wanita ini sangat cantik, tidak akan mungkin Liu Fei akan membiarkannya lepas dari genggaman. 


"Baiklah! Eeghk!" balas Xiao Ling, ia bersendawa.


"Kau benar-benar seperti laki-laki!" sungut Liu Bei, ia tak percaya akan semua yang terlihat dan terjadi di depan matanya.


"Anggap saja aku seorang laki-laki. Apakah Anda puas?" balas Xiao Ling santai.


"Tapi sayangnya, kita akan memasuki Donglai dengan sebuah penyamaran sebagai suami istri yang sedang melakukan perdagangan kain sutra di sana.


"Aku harap, kau tetap memakai baju wanita. Sedangkan pengawalmu ditambah Lie Feng, sebagai pekerja kita membawa perlengkapan perdagangan," papar Liu Bei, ia menjelaskan sesingkat mungkin tujuan mereka.


"Apa?! Yang benar saja? Bagaimana jika kita bertukar posisi, aku jadi sang suami dan Anda adalah seorang istri?" tawar Xiao Ling, ia meletakkan kedua tangan di atas meja makan sambil berdiri.

__ADS_1


"Ingat, aku adalah pangeran dan kamu adalah-"


"Bawahan!" ketus Xiao Ling, "terserah padamu! Anda tuannya!" sindir Xiao Ling, ia beranjak pergi tanpa bersusah payah memberikan penghormatan.


***


Sore hari mereka benar-benar berangkat ke Donglai dengan dua buah pedati membawa barang niaga kain sutra, sedangkan Xiao Ling dan Liu Bei berkuda. Empat orang anak buah Xiao Ling membawa pedati dan sisanya berkuda di belakang kuda Xiao Ling, Liu Bei, dan pedati.


Semua orang memakai pakaian sederhana tanpa memakai atribut kerajaan apalagi tentara maupun jendral.


"Sepertinya di depan ada hutan bambu, apakah kita akan terus melanjutkan perjalanan Yang Mulia?" tanya Xiao Ling, ia merasakan ada yang tidak beres.


"Aku rasa lanjutkan saja, di sini aku mendengar rumor sering terjadi perampokan. Banyak perampok dari gunung dan hutan bambu ini," jawab Liu Bei, ia pun merasakan sesuatu hal yang tidak beres.


"Baik, Yang Mulia!"  balas Xiao Ling, "berhati-hatilah! Kita akan terus bergerak, banyak perampok di hutan bambu ini! Aku harap kalian waspada!" teriak Xiao Ling, ia berpesan kepada anak buahnya.


"Baik, Nyonya!" balas semuanya.


"Kalian benar-benar hebat! Jika disuruh bersandiwara," batin Xiao Ling, ia merasa jika semua anak buahnya malah akan memenangkan piala Oscar tahun ini karena begitu lihai memainkan peran mereka.


"Perampok? Oh, Tuhan aku bisa gila lama-lama di sini," batin Xiao Ling, ia sedikit cemas. 


Bulu kuduknya sedikit meremang membayangkan banyak hal yang akan dihadapinya di depan, cahaya rembulan di balik pepohonan hutan bambu sangat indah ditambah dengan suara hutu'an burung hantu menambah seram suasana.


"Pria ini sungguh hebat, ia telah terbiasa berada di tempat begini," keluh batinnya, ia memandang ke arah Liu Bei yang masih santai bergerak di atas pelana kudanya.


Mereka semakin masuk ke dalam hutan, suara decitan roda pedati dan ringkikan kuda sedikit menambah seram suasana.


Cus!


Anak panah mulai berterbangan dari balik hutan bambu, "Hati-hati!" teriak Xiao Ling.

__ADS_1


Xiao Ling langsung melesat naik ke udara mencabut pedang dan berusaha untuk mematahkan semua panah-panah yang berhamburan ke arah mereka, dentingan pedang dan anak panah menambah suasana sedikit mengerikan. 


Liu Bei bergerak secepatnya, "Lindungi semua barang dagangan!" teriak Liu Bei, ia pun menangkis setiap serangan anak panah.


__ADS_2