
"Bajingan! Tutup mulut busukmu itu! Berani sekali kau mengganggu kami! Apakah kau tidak sadar sedang berhadapan dengan siapa, hah?" ancam Xu Zhu Ping, ia melesat ke arah Xiao Ling dengan melontarkan jarum-jarum beracun dari tubuhnya.
Serangan yang begitu tiba-tiba dilakuan oleh Xu Zhu Ping membuat Xiao Ling langsung melesat ke langit-langit ruangan dan berdiri di pegangan tangga. Ia menatap ke arah Xu Zhu Ping yang semakin marah.
"Bajingan! Berani sekali kau menghindari seranganku!" amuk Xu Zhu Ping, ia mengubah posisinya dan kembali menyerah Xiao Ling yang langsung mengibaskan serulingnya hingga jarum beracun itu kembali kepada Xu Zhu Ping dan semua pendekar aliran sesat yang langsung menghindari serangan jarum beracun yang dikembalikan oleh Xiao Ling.
Tan Yu Ji terperanjat dengan kehebatan wanita berbaju merah tersebut, 'Wanita yang sangat luar biasa hebat! Siapakah dia? Apakah dia juga salah seorang pendekar?
'Apakah pendekar beraliran putih atau sebaliknya? Bila dia pendekar aliran sesat tak mungkin ia akan menyerang temannya sendiri,' batin Tan Yu Ji, ia mulai menebak-nebak.
Semua orang yang berada di penginapan langsung berusaha untuk bersembunyi dan kabur, mereka tak ingin menjadi korban pembunuhan.
"Hei, Kalian! Jangan ada yang kabur dari sini! Jika kalian kabur maka, kami akan membunuh kalian! Jadilah, saksi mata di mana aku akan membunuh wanita berbaju merah yang telah mengusik kami.
"Wanita ini akan menjadi salah satu contoh bagi kalian atau siapa pun yang telah berani mengusik kami!" ancam Xu Liang, ia tersenyum.
"Zhu Ping! Bunuh wanita itu! Aku sudah muak melihat pakaiannya yang norak!" tukas Xu Liang, ia tersenyum penuh rasa jijik kepada Xiao Ling yang hanya diam berdiri di tangga dengan diam mengawasi semua orang.
Xiao Ling tak ingin jika salah satu pendekar aliran sesat itu selalu saja memakai kecurangan di dalam menghancurkan lawan mereka. Selain itu, Xiao Ling sudah mendengar rumor jika para pendekar hitam selalu mengeroyok musuh dan membuat kekacauan di mana-mana.
"Jika kau penasaran, mengapa kau tak maju sekalian Xu Liang? Aku sangat senang jika kalian berdua menyerangku! Paling tidak aku masih diberi kesempatan untuk melenyapkan kalian berdua!" tantang Xiao Ling, ia sengaja memancing kedua wanita tersebut.
Semua pendekar mulai berkumpul ingin menyaksikan pertempuran yang akan terjadi. Semua pendekar persilatan aliran sesat tidak menduga jika di penginapan rahasia yang selalu mereka gunakan untuk pertemuan malah menemui pendekar baru yang sangat hebat.
__ADS_1
"Dasar bajingan! Kau terlalu percaya diri! Kau bahkan tak akan pernah sanggup melawan Zhu Ping! Kau akan tewas! Jika kau bertahan dua jurus saja menahan serangan Zhu Ping aku akan memberimu penghormatan!" ketus Xu Liang.
"Hahaha, kau belum tahu kehebatan racun milikku Nona. Aku sangat menyesal karena kau harus mati hari ini!" ujar Xu Zhu Ping, "apakah ada pesan terakhirmu?" tanya Xu Zhu Ping, ia tersenyum.
"Katakan saja kepada Selir Sarnai, untuk tidak terlalu mencampuri kehidupan kekaisaran! Andaikan kaisar Liu Bang dan Liu Fei mengetahui sepak terjangnya di lembah Orkhon.
"Kemungkinan dia akan dihukum gantung!" ujar Xiao Ling, ia ingin Tan Yu Ji mengetahui semua rahasia itu.
Deg!
Jantung semua orang tercekat, Xu Zhu Ping dan Tan Yu Ji tidak menduga akan hal itu, "Selir Sarnai! Maaf Nona! Apa maksud Anda?
"Anda tahu 'kan siapa yang Anda maksud? Jangan mengada-ada?" ujar Tan Yu Ji, ia tak ingin jika wanita berpakaian merah itu menyebarkan rumor yang tidak benar.
"Bukankah dia adalah pendekar muda yang sedang naik daun?" ujar Wu Yao, ia sadar seketika kala pertempuran sedang terjadi antara Tan Yu Ji dan Lu An juga Gong Yu.
Kini, mereka juga menghadapi pendekar wanita yang penuh rahasia berpakaian serba merah. Semua orang ingin menyaksikan kehebatan Xu Zhu Ping yang sangat terkenal kejam di dunia persilatan.
"Hahaha, apakah kau tahu jika aku yang telah membunuh banyak pendekar hebat di dunia ini! Bahkan, aku juga telah membunuh Jendral Jia Li!" hardik Xu Zhu Ping, ia selalu mengelu-elukan dirinya kepada semua orang jika dirinyalah yang telah membunuh Jendela Jia Li di lembah Ru Yi.
Xiao Ling hanya diam, ia tak ingin gegabah, ia sudah banyak belajar untuk menahan mulutnya agar tidak terpancing oleh ucapan musuh. Ia juga tidak ingin ada yang tahu jika dirinya masih hidup.
Xiao Ling tidak ingin jika Liu Fei akan terus mencari dirinya dan menyeretnya ke kekaisaran untuk menebus segala dosa yang telah dilakukan olehnya.
__ADS_1
"Oh, hebat sekali! Apakah kau benar-benar bertarung dengannya Nona Xu Zhu Ping? Buktinya Zhu Tong tewas di tangan Jenderal Jia Li, apakah sesudah jenderal perempuan itu membunuh Zhu Tong baru engkau muncul?" sindir Xiao Ling.
Kini, Xiao Ling menyadari siapa wanita yang menyerang mereka diam-diam selama di gurun dan lembah Ru Yi.
"Bangsat! Terimalah ini!" ancam Xu Zhu Ping, ia merasa ditelanjangi karena semua boroknya dibongkar habis oleh wanita berpakaian merah di depannya.
Xu Zhu Ping melesat dengan kecepatan yang sangat luar biasa melontarkan pisau terbang yang penuh racun ke arah Xiao Ling yang langsung menangkis setiap serangan dengan cepat, ia tak ingin mati konyol dan sia-sia.
Walaupun ia tahu jika tak ada saru racun pun yang bisa membunuhnya. Xiao Ling langsung menarik pedang dari balik punggung dan menangkis semua serangan pisau terbang dengan mudah hingga pisau menancap ke dinding dan lantai.
Xiao Ling bersalto di udara langsung menyerang kepada Xu Zhu Ping yang menghindar dengan cepat, 'Sial! Ternyata wanita berbaju merah ini sangat hebat!
'Siapakah wanita ini? Apakah dia pendekar baru di dunia persilatan?' benak Xu Zhu Ping, ia berusaha mengingat setiap gerakan.
'Aneh, mengapa cara menyerang dan jurus yang digunakan olehnya sangat mirip dengan jenderal Jia Li? Apakah wanita ini adalah jenderal perempuan itu?
'Bukankah dia sudah mampus! Apakah semua itu hanya kebohongan? Bagaimana ini? Bagaimana jika aku kalah?' benak Xu Zhu Ping semakin kacau semua serangan yang dilakukan olehnya tak berarti.
"Kerahkan semua kemampuanmu, Zhu Ping! Ayo, Kau majulah!" tantang Xiao Ling kepada Xu Liang yang masih tidak percaya jika 10 jurus telah terlewati dan tidak adanya tanda-tanda kekalahan di pihak wanita berbaju merah.
"Dasar, Jahanam! Jangan senang dulu dirimu! Kau kira kau bisa membunuh kami, hah?" umpat Xu Liang, ia pun menarik kipas dari balik bajunya.
Hembusan angin akibat kipas yang digerakkan oleh Xu Liang, membuat hawa dingin mengerikan berada di sekitar mereka. Xiao Ling terdiam, ia tak ingin jika orang-orang yang menonton di lantai atas dan Tan Yu Ji juga prajurit Han akan tewas akibat racun dari kipas tersebut.
__ADS_1