Jendral, I Love You!

Jendral, I Love You!
Provokasi musuh


__ADS_3

Kong Tian terkesima, ia tak menyangka jika serangan hebatnya malah begitu mudah dipatahkan oleh jendral hebat yang hanya mendengus memandang dirinya dengan kesal.


"Phih! Ternyata Jendral wanita murahan! Kau hanya cocok sebagai pemuas nafsu pria hidung belang!" hina Kong Tian, ia masih merasa kesal dengan semua perilaku Jendral Jia Li.


"Kau sama sekali tidak pantas berada di Medan pertempuran!" hina Kong Tian, "kau hanya pantas berada di rumah bordi*! Kau pasti akan menjadi primadona," ujar Kong Tian, ia sengaja merendahkan Jia Li.


"Hahaha, sayangnya … aku berhasil menghalau semua cecunguk busuk seperti dirimu, Kong Tian!" cibir Xiao Ling, ia merasa tertantang akan perkataan King Tian yang berhasil mengaduk-aduk emosi Xiao Ling.


"Heh! Itu hanya sebuah kebetulan saja! Kau tidak usah bangga, dasar ******!" ketus Kong Tian, ia semakin bergairah untuk membuat dan membangunkan singa lapar agar mengikuti arahan amarah yang mendera.


'Jendral hebat sepertinya tetaplah seorang wanita yang lebih menghargai nama baik. Jia Li tidak akan mampu menguasai emosi jika aku mengaduk-aduk perasaannya,' pikir Kong Tian yang terkenal sebagai pendekar cabul di dunia persilatan.


"Dasar Bajingan! Hei, Tua Bangka! Seharusnya kau mencoba untuk merenungi nasib dan bertaubat, bukannya malah semakin berbuat angkata murka?!" teriak Xiao Ling, ia merasa tersinggung akan ucapan yang dilontarkan oleh Kong Tian.


'Sialan, bajingan ini! Dia kira, dia itu siapa?' benak Xiao Ling, ia melesat dengan kecepatan yang luar biasa menyerang Kong Tian.


Amarah dan emosi telah menguasai Xiao Ling, ia merasa terhina begitu juga tubuh yang didiaminya pun seakan tidak terima dengan penghinaan yang dilontarkan oleh pria tua tersebut.


"Enak saja, mulut busukmu itu berucap, hal yang tidak benar!"geram Xiao Ling, "biar kau tahu, aku tidak pernah memuaskan hasrat siapa pun, Brengsek!" umpat Xiao Ling marah.


Ia merasa harga dirinya sudah diinjak-injak oleh Kong Tian, Xiao Ling ingin mencabik-cabik tubuh Kong Tian. 


"Dasar tidak punya sopan santun!" omel Xiao Ling, "aku akan mengajarimu untuk menghargai seorang wanita! Kau harus tahu marahnya seorang wanita!" ancam Xiao Ling marah.


Trang! 


Tebasan pedang Xiao Ling berusaha untuk membelah tubuh Kong Tian yang langsung melesat menghindari tebasan pedang hingga tanah tempat Kong Tian berpijak terbelah dua.


'Sialan! Jendral wanita ini benar-benar hebat! Pantas saja semua pemberontakan di perbatasan tidak ada artinya … tapi, mengapa racun Xu Zhu Ping tidak berhasil membunuhnya?' benak Kong Tian.

__ADS_1


Kong Tian mengingat saat pertempuran di Perbatasan Xuchang jika Xu Zhu Ping dan Zhu Tong telah melumpuhkan Jendral Jia Li hingga terluka parah meskipun mereka tetap mengalami kekalahan.


'Mengapa racun Xu Zhu Ping tidak berpengaruh sama sekali? Apakah Jendral perempuan ini memiliki kekebalan terhadap racun? Apakah mungkin dia bisa hidup kembali?


'Setiap manusia mau pun binatang yang terkena racun Xu Zhu Ping tidak ada yang pernah selamat dan kembali hidup. Biasanya mereka sekarat? Tapi, mengapa kekuatannya malah lebih dahsyat?' pikir Kong Tian, ia semakin penasaran.


"Serang!" teriak Kong Tian, ia memerintahkan anak buahnya untuk menyerang prajurit Kekaisaran Han yang hanya sekitar 30 orang.


Kong Tian tak ingin semua orang hanya menonton pertempurannya bersama jendral Jia Li, ia tak ingin semua orang akan melihat jika dirinya akan dipermalukan oleh jendral hebat tersebut.


"Serang!" teriak Tan Yu Ji, ia pun tak ingin mengalah langsung mengerahkan pasukannya dan milik Tan Jia Li untuk menghadang setiap serangan.


Trang! Tring!


Suara pedang dan tombak bergema membelah pagi cerah di mana tetes embun masih menetes membasahi bumi. Dua pasukan berbaur di perbatasan Donglai bertikai ingin saling menghabisi. 


"Serang aku, Jahanam! Jangan tahumu hanya menghindar!" teriak Xiao Ling, ia menyerahkan kekuatannya dengan menebaskan pedang yang bersinar biru miliknya berusaha membuat Kong Tian terdesak.


Kong Tian masih terus menghindar semua serangan Xiao Ling dan menjauh dari arena pertempuran membuat Xiao Ling semakin terus mengejar Kong Tian. Hal itu tidak disia-siakan oleh Jian Pho yang melesat menyusul Kong Tian dan Xiao Ling. 


Liu Bei merasakan dan menyadari ada sesuatu hal yang aneh, 'Apakah mereka sengaja menjebak Jia Li? Bajingan!' umat benak Liu Bei, ia mulai menyadari sesuatu.


"Yang Mulia! Usahan untuk kembali segera ke Donglai! Tan Yu Ji, aku serahkan pertempuran ini pada kalian semua, selamatkan putra Mahkota!


"Sepertinya musuh sengaja ingin menjebak Jendral Jia Li! Cepat! Aku akan meminta bala bantuan!" teriak Liu Bei, ia langsung menyalakan suar api ke udara hingga bergema.


Liu Bei melesat mengejar ketiganya, Liu Fei ingin mengejar tunangannya tetapi, ia terjebak di antara pertempuran.


"Sialan! Apakah ada sesuatu di antara Liu Bei dan Jia Li?" lirih Liu Fei, ia merasakan hal berbeda di antara mereka.

__ADS_1


'Jika benar, aku akan meminta ayahanda untuk mempercepat pernikahan kami berdua. Aku tidak ingin terjadi sesuatu hal. Apa yang ditakutkan oleh Ibunda Ratu akan terjadi jika keduanya bersatu maka, aku takut.


'Rakyat akan lebih mendukung Liu Bei menjadi kaisar! Itu tidak boleh terjadi!' benak Liu Fei, ia tak ingin menyerahkan tampuk kekuasaan kepada adiknya.


***


Sementara Xiao Ling tidak menyadari jika Kong Tian sengaja membawanya jauh dari perbatasan Donglai menuju ke gurun pasir di mana mereka pernah terdampar.


"Hahaha! Kau begitu naif, Jendral! Kau bodoh sekali, sebagai seorang yang berpengalaman, kau tidak akan mungkin begitu mudah tertipu!" ujar Kong Tian, ia tersnyum dengan puas telah berhasil membawa Jia Li ke luar Donglai.


"Apa?!" lirih Xiao Ling, ia melihat ke sekelilingnya.


'Sialan! Bodoh sekali! Jika ini adalah Jia Li, dia pasti menyadari semua jebakan ini … aduh, mengapa aku mengikuti amarah dan emosiku? 


'Bajingan! Aku tidak akan menyerah begitu saja! Aku harus membuat bajingan ini membayar semua apa yang telah mereka lakukan kepadaku!' benak Xiao Ling, ia langsung mengubah taktiknya dengan mendarat sedikit jauh dari Kong Tian di permukaan gurun.


Xiao Ling melihat dari dalam gurun bermunculan prajurit-prajurit berpakaian hitam yang sama seperti yang menyerang mereka di perbatasan Donglai. 


"Heh, prajurit iblis!" umpat Xiao Ling, ia berusaha untuk menekan gejolak amarah di jiwa dan tubuhnya. 


Xiao Ling berusaha membentengi dirinya dengan kekuatan tak kasat mata, ia mencabut satu pedang lagi berusaha untuk menangkis segalanya.


"Jangan kau pandang rendah diriku, Bangsat!" teriak Xiao Ling, ia langsung melesat menyerang Kong Tian dari udara.


Namun, prajurit iblis langsung menyerang Xiao Ling dengan kekuatan penuh secara bersamaan berusaha untuk mengeroyok dirinya.


Xiao Ling mengubah kembali taktiknya di udara, ia malah mengerahkan bumerang miliknya hingga melesat mencoba memenggal kepala musuh membuat prajurit iblis kewalahan tidak menduga dengan taktik tersebut.


Pertahankan prajurit iblis langsung tercerai berai membuat Xiao Ling langsung melesat dengan cepat menebaskan kedua pedang dan terkadang menggunakan bumerang sebagai injakan kaki di udara untuk memenggal kepala musuh.

__ADS_1


__ADS_2