Jendral, I Love You!

Jendral, I Love You!
Bertemu dengan Liu Fei


__ADS_3

Liu Bei masih menatap ke arah Jia Li, ia merasa wanita di depannya begitu luar biasa dan memiliki banyak kejutan yang tidak terduga. Meskipun di balik sikap tegas, dingin, acuh, dan berwibawa yang sering diperlihatkannya.


Liu Bei bisa melihat kasih sayang dan hati yang tulus seluas samudra yang dipancarkan oleh seorang Jia Li yang terlihat dari tatapan teduh matanya yang bening nan indah tersebut.


'Ck, mengapa bayangan wajahnya selalu terbayang dan selalu menggangguku sih?' benak Liu Bei, ia menatap ke arah Jia Li yang masih terdiam.


Xiao Ling di dalam tubuh Jia Li sang jendral hebat itu masih mencari di relung bayangan hati dan memori otak yang ditinggalkan jiwa si pemilik, mengenai seorang panglima tertinggi kerajaan Qin yang bernama Qin Su Yong.


"Um, Yang Mulia! Aku … tidak mengingat pria itu, maksudku … aku tidak mengenal pria yang bernama Qin Su Yong. Tapi, aku merasa nama itu sangat familiar dan … ntahlah … aku serasa ingin marah," ujar Xiao Ling jujur, ia menggigit bibirnya.


Glek!


Liu Bei menelan ludah melihat kelakuan Xiao Ling yang membuat Liu Bei seakan mendapatkan serangan dejavu, ia ingin bukan Jia Li sendiri yang menggigit bibirnya melainkan bibir Liu Bei.


'Ck! Sialan!' umpat batinnya galau, ia sama sekali tidak menduga dengan apa yang sedang dirasakannya.


Liu Bei membuang pandangan dari bibir seksi tersebut, sementara Xiao Ling ingin memberikan sebuah kepercayaan kepada Liu Bei mengenai apa pun di dunia mimpinya.


Semua itu karena Xiao Ling merasa dia terlalu jauh dari Zhaozhao dan Lin Wei sehingga ia berharap ada seseorang yang bisa menuntun dirinya mengenai adat dan kebudayaan dan banyak hal apa pun yang sedang terjadi di masa itu.


"Tentu saja, kamu merasakan kepedihan itu. Um, semua prajurit di bawah naungan kamu hanya selamat 20 orang yang sekarang bersama denganmu, sisanya tewas terbunuh saat mempertahankan benteng Suchang," ucap Liu Bei, ia tersenyum.


"Apa?!" ucap Xiao Ling, ia sama sekali tidak menduga akan hal itu.


"Bajingan … jadi, oh, pantas saja … aku ingin marah kepadanya. Ternyata seperti itu kejadiannya," lirih Xiao Ling, 'sialan! Jadi, Qin Su Yong telah membunuh prajuritku?


'Kurang ajar sekali! Aku pasti akan membalaskan dendam kepadanya kelak!' batin Xiao Ling, ia termenung dan berusaha untuk memahami apa yang sedang dirasakan oleh tubuh Jia Li yang terlihat marah kepada Qin Su Yong.


"Sudahlah, kita harus melanjutkan perjalanan! Um, aku ingin mencari dan membeli kuda," ucap Liu Bei, "tidak mungkin kita terus menerus berjalan.


"Selain itu, kita harus menyelidiki apa yang diinginkan oleh kerajaan Qin pada Donglai," lirih Liu Bei, ia tidak ingin Jia Li kelelahan.


Xiao Ling hanya menganggukan kepala, ia masih merasa kebencian dari tubuh Jia Li begitu ketara dan ingin melesat dan memenggal kepada Qin Su Yong.

__ADS_1


Keduanya melanjutkan perjalanan memasuki kota kecil, Liu Bei membeli dua ekor kuda dan memberikan topi penutup kepala yang memiliki tudung yang lumayan panjang untuk menyembunyikan wajah Jia Li.


"Mengapa aku harus mengenakan ini?" tanya Xiao Ling, ia sedikit tidak bebas memandang semua hal di depannya karena harus terhalang kain hitam samar yang menutupi wajahnya.


Xiao Ling ingin menikmati kota Donglai yang indah, ia merasa sedikit hidup berada di tengah keramaian meskipun tubuhnya sedikit enggan untuk berada di keramaian.


'Apakah Jia Li begitu menyukai kesunyian dan ketenangan? Dia sama sekali tidak menyenangkan! Apakah jenderal perempuan ini tidak pernah bersenang-senang sebelumnya?


'Mengerikan! Mungkin dia tidak pernah clubbing atau hangout bersama teman-temannya. Ya, ampun! Emang ada di zaman ini seperti itu?


'Aduh, Xiao Ling sadarlah kamu hidup di zaman apa?!' benaknya berusaha untuk menyadarkan dirinya dan tidak ingin merasakan hal-hal indah dari dunianya.


Xiao Ling biasa pergi clubbing atau hangout di akhir pekan di Boston ataupun di Nanjing maupun di Beijing.


"Ck, aku bingung melihatmu? Kamu seperti tidak pernah memakai topi ini? Ini digunakan untuk menutupi wajahmu agar tak seorang pun yang mengenalmu!


"Wajahmu sedang dicari di seluruh dunia, terutama di dunia persilatan yang ingin mengetahui siapa kamu dan musuh yang pernah kamu kalahkan saat di perbatasan," papar Liu Bei, ia mengerutkan kening.


Deg!


'Jika di masa depan … orang menyamar cukup menggunakan masker silikon yang bisa menyamakan wajah dengan musuh!' batin Xiao Ling, ia merasa begitu tolol dan penyamaran di zaman tersebut begitu sederhana.


"Baiklah, ayo … aku ingin tahu, ke mana dan apa tujuan si Qin Su Yong tadi!" ucap Xiao Ling, ia masih penasaran dan nalurinya membimbing dirinya untuk bertemu dengan Qin Su Yong.


Keduanya memacu kuda semakin memasuki kota Donglai, mereka ingin tahu apa yang sedang terjadi. Keduanya melihat Sarnai berada di dalam tandu berwarna merah yang terbuka sedang diarak menuju ke istana Donglai.


'Phih! Sarnai …,' batin Xiao Ling, ia merasa jijik melihat wajah Sarnai yang diam dan anggun dengan keangkuhan yang sangat luar biasa duduk bersama seseorang.


'Arak-arakan ini terlalu panjang, seakan mereka ingin melakukan sesuatu! Um, memang ada apa ya?' benak Xiao Ling, ia melesat turun dari kuda dan menuntun kuda berbaris dengan para warga setempat dengan membungkukkan tubuh kala iring-iringan tandu Sarnai melewati mereka.


"Um, Pak … ada acara apa ini? Mengapa selir Sarnai kemari? Bukankah dia selir Kekaisaran Han?" tanya Xiao Ling, ia ingin mencari tahu ada apa sebenarnya.


"Kami juga tidak tahu, Nak. Sepertinya kekaisaran sedang ingin membicarakan sesuatu, buktinya putra mahkota dan selir Sarnai mengunjungi Donglai!" balas Pak Tua tersenyum.

__ADS_1


"Putra mahkota Kekaisaran Han? Begitu Pak?" tanya Xiao Ling, ia kembali melirik ke arah pria yang duduk di tandu kereta kuda indah yang sedang melambaikan tangan kepada semua orang yang berbaris di jalanan.


"Hidup Yang Mulia Putra Mahkota Liu Fei dan Selir Sarnai!" yel-yel bergema dari seluruh orang meneriakkan nama Liu Fei dan Sarnai.


'Jadi, itu putra Mahkota Liu Fei?' batin Xiao Ling, 'sial! Jadi, itu calon suami Jia Li? Ya, Tuhan! Sarnai akan menjadi maduku begitu?


'Bisa gila aku jika aku benar-benar menikah dengan Liu Fei!' batin Xiao Ling, ia merasakan kengerian di relung jiwanya.


Xiao Ling melihat Liu Fei begitu tampan dan tersenyum dengan misterius menatap pada semua orang. Xiao Ling mencoba mengingat wajah Liu Fei, ia tak ingin salah mengenali orang kelak.


'Rasanya … masih lebih lembut Liu Bei dan masih lebih tampan Liu Bei …," pikir Xiao Ling, ia mulai membanding-bandingkan keduanya di relung hati.


"Awas?! Ada banteng mengamuk!" teriak seorang pria tua berlari ke arah arak-arakan membuat semua orang kebingungan dan berlari menjauh.


Kekacauan mulai terjadi, Xiao Ling hanya bingung melihat semua itu, Xiao Ling tidak menyadari jika banteng mulai berlari ke arahnya karena pakaian merah yang dikenakan olehnya.


"Aaa!" teriak Xiao Ling, ia terkejut kala sebuah tangan sudah menarik tubuh dan tangan yang lain berada di pinggang Xiao Ling.


Keduanya melayang ke udara serta mendarat di sebuah atap rumah warga dengan anggun. Xiao Ling hanya terperanjat terpaku tidak menduga wajah yang tidak dikenal dan baru saja ingin diingatnya agar tidak salah di masa depan.


Kala Xiao Ling akan ke kembali ke Chang An, ia ingin mengenali si pria yang tak lain adalah calon suami Jia Li. Xiao Ling masih menatap wajah di depannya dengan bingung.


Sementara Liu Fei melihat wajah gadis cantik yang masih berada di dekapan dengan tangannya masih berada di pinggang si gadis cantik tersebut sedangkan tangan si gadis berada di dadanya.


Wajah Xiao Ling terlihat dari celah-celah tudung kain samar yang tersingkap memperlihatkan wajah cantik yang dimilikinya. Untuk pertama kalinya Liu Fei merasa ada seorang wanita yang menolak dirinya.


Deg! Deg!


Jantung Liu Fei, ia merasakan debar di jantungnya berdetak tak karuan untuk pertama kali di dalam hidup mengenal seorang wanita dengan debar di jantung bergemuruh tak menentu.


"Ma-maaf Tuan! Saya … harus pergi!" ucap Xiao Ling tergagap tidak percaya.


'ke mana sih, Liu Bei? Mengapa harus Liu Fei yang menolongku?!' benaknya, ia tidak menyukai Liu Fei.

__ADS_1


Xiao Ling merasa tatapan Liu Fei begitu dipenuhi hasrat yang mengerikan berbeda dengan pandangan Liu Bei.


__ADS_2