Jendral, I Love You!

Jendral, I Love You!
Menjadi buronan


__ADS_3

Xiao Ling menangkap ikan seperti yang diajarkan oleh Liu Bei, ia memanggang di sisi Tan Yu Ji, ia berulang kali melihat wajah adik Jia Li, ia merasa begitu dekat meskipun ia tahu jika secara harfiah Tan Yu Ji bukanlah adik kandungnya.


Namun, tubuh yang didiaminya adalah sedarah dengan pria tampan itu. Xiao Ling memakan ikannya, ia masih saja berpikir ke mana ia akan membawa dan menyembunyikan Tan Yu Ji.


'Selama ini, aku begitu mengandalkan naluri dan intuisi untuk ke mana-mana. Tapi, jika Tan Yu Ji terluka? Bagaimana mungkin aku akan meninggalkan dirinya seorang diri di sini? Itu tidak mungkin … bagaimana jika terjadi sesuatu kepadanya?' benak Xiao Ling, ia sedikit gamang dan bingung.


Xiao Ling mendekat ke tubuh Tan Yu Ji, 'Bagaimana jika musuh masih mengejar? Mampus! Aku tidak akan sanggup melawan mereka semua.


'Sekuat apa pun Jia Li, ia hanyalah  daging dan darah, tubuhnya bukan robot, ia akan kelelahan dan …,' lirih benak Xiao Ling, ia mulai mengukur kekuatan dirinya dan Jia Li begitu juga kekuatan setiap musuh.


"Dasar Bangsat! Hm, apa sih tujuan yang sedang mereka lakukan di Luoyang?" umpat Xiao Ling, ia penasaran.


"Yu Ji, bangunlah! Aku tidak ingin merasa semakin bersalah jika terjadi sesuatu denganmu," lirih Xiao Ling, ia tak ingin dipersalahkan.


Xiao Ling ingin kembali ke penginapan untuk mencari informasi tetapi, ia tak ingin meninggalkan adiknya sendirian di dalam keadaan kacau balau.


'Andaikan … ada seseorang yang bisa memandu diriku?' pikirnya, ia terdiam.


"Liu Bei," lirih Xiao Ling, ia lebih percaya kepadanya daripada siapa pun yang ada di dunia mimpi panjang yang sedang dilalui.


Namun, Xiao Ling tahu ia tak lagi mungkin memiliki itu. Sejak perpisahan di lembah Ru Yi, ia dan Liu Bei tak lagi pernah bertemu. Di angkasa Paopao menguik mencari dirinya, Xiao Ling menatap langit biru.


"Paopao?!" ujar Xiao Ling bahagia, 'Wenwen?!' lirih benak Xiao Ling, ia telah meninggalkan wenwen si kuda putih di istal penginapan.


Suit! Suit!


Xiao Ling langsung bersiul dan melesat ke puncak pucuk bambu, ia menjulurkan tangan agar Paopao melihat dan hinggap di tangannya.


Paopao masih mengitari dirinya dan menatap baju merah juga cadar panjang Xiao Ling melambai tertiup angin.

__ADS_1


Paopao tidak menyukai gaya Jia Li yang sekarang ia suka melihat Jia Li memakai baju zirah lengkap dengan ketiga pedang juga helm penutup kepala. Menunggangi wenwen dengan gagah, bagi Paopao Jia Li begitu cantik dan perkasa.


"Ini aku Paopao! Ceritanya panjang!" teriak Xiao Ling ia membuka sekilas cadarnya menampakkan wajah membuat Paopao langsung melesat hinggap ke tangannya.


Paopao menguik dan menatap mata Xiao Ling, ia memberitahu jika para pendekar masih mengejar dirinya dan semua orang di dunia persilatan juga kekaisaran sedang mencari wanita iblis dengan memasang lukisan tubuh lengkap dengan cadar merah menutup wajahnya di mana-mana.


"Apa?! Murah sekali harga kepalaku?! Masa hanya sekitar 10.000 tael emas?" keluh Xiao Ling, ia lupa jika pada zaman dulu itu sudah setara dengan 10 milyar zaman sekarang.


"Jadi, aku sudah menjadi buronan begitu? Menyedihkan!" keluhnya.


Paopao mendesis, "Apa?! Yang benar saja!" ketus Xiao Ling murka kala paopao memberikan gambaran wajahnya dengan menggunakan pakaian jendral dihargai setumpuk daging asap makanan kesukaannya.


Xiao Ling cemberut ia tidak menduga bagi Paopao ia hanya seharga itu, "Murah sekali!" desis Xiao Ling kesal dan cemberut.


Paopao mendesis, ia tak menyukai perilaku Jia Li yang ini, Paopao merasa jika Jia Li yang sekarang sangat barbar dan tidak memiliki rasa sopan santun sangat berbeda dengan Jia Li yang lama.


"Baiklah! Baiklah! Aku minta maaf, ayo … katakan lagi apa yang kau ketahui!" bujuk Xiao Ling, ia merasa Paopao memutuskan koneksi di antara mereka sambil membuang wajah tidak senang.


Paopao sedikit melunak menatap ke bawah di pinggir sungai di mana tubuh Tan Yu Ji sedang berbaring di batu pipih, Paopao langsung memandang mata Xiao Ling, ia kembali memberikan informasi.


Liu Bei dan anak buah Jia Li menjaga perbatasan di antara Luoyang dan Limen Utara, berperang dengan pemberontak. Pria berjubah hitam yang memberikan instruksi untuk membunuh Tan Yu Ji terlihat di sana menunggang kuda merah.


Akan tetapi, si pria sama sekali tidak turun ke pertempuran, ia melesat pergi. Xiao Ling mengeryitkan dahi berpikir keras, "Siapa pria itu?" tanya Xiao Ling, ia tak pernah melihat pria tersebut.


Paopao terdiam menatap Xiao Ling, hal itu membuat Xiao Ling terdiam ia menyadari jika burung elang miliknya bukanlah manusia yang akan mudah bicara.


"Baiklah, terima kasih! Tolong, beri kabar lagi padaku! Um, apakah kau tahu, kalau di sekitar sini ada tempat paling aman?" tanya Xiao Ling, ia penasaran.


Paopao memberi gambaran sebuah gua di sebelah selatan hutan bambu dan sungai, "Terima kasih, Paopao. Ini," ujar Xiao Ling, ia memberikan cemilan kepada Paopao yang langsung mematuk makanan hingga kenyang dan kabur.

__ADS_1


Xiao Ling melesat menyambar tubuh Tan Yu Ji membawanya ke arah selatan dari hutan bambu dan menemukan sebuah gua yang tersembunyi.


"Sial! Gua ini gelap sekali! Aw! Apa ini?" benak Xiao Ling, ia melihat tumpukan sarang-sarang dan tulang binatang.


Xiao Ling menggunakan obor kecil dan membaringkan tubuh Tan Yu Ji. Xiao Ling mengamati dan mengawasi sekelilingnya ia tak menemukan siapa dan apa pun yang membahayakan dirinya dan Tan Yu Ji.


Xiao Ling mulai tidur setelah membuat api unggun dan memeriksa luka Tan Yu Ji untuk terakhir kalinya.


Tengah malam ….


"Ah … di mana aku …?" lirih Tan Yu Ji, ia merasa sekujur tubuhnya lemah dan sakit.


Tan Yu Ji menatap api unggun yang sudah mulai meredup menjadi bara hangat, ia juga melihat bayangan wanita berbaju merah dengan cadar tidur di udara dengan menggunakan seutas tali, berbaring di tali tersebut.


"Wanita yang sangat hebat!" puji Tan Yu Ji, ia penasaran dengan wajah gadis tersebut. 


'Aku belum pernah bertemu dengan gadis sehebat ini … selain, Kakak Jia Li. Siapa dia? Wanita iblis? Aku rasa itu nama baru di dunia persilatan.


'Andaikan Pangeran Liu Bei berada di sini, ia akan mudah mengetahui mengenai dunia persilatan. Berbeda denganku,' keluh benak Tan Yu Ji, ia masih terus mengamati Xiao Ling yang tertidur di seutas tali.


"Apakah lukamu masih Sakit?" tanya Xiao Ling, ia tak ingin memanggil nama lengkap Tan Yu Ji.


Xiao Ling tak ingin jika Tan Yu Ji tahu sandiwara kematian yang telah dilakukannya bersama Liu Bei.


"Terima kasih, Nona. Anda sangat luar biasa hebat! Mungkin, tanpa pertolongan Anda … aku sudah mati karam di sana …," lirih Tan Yu Ji, ia berusaha untuk menggerakkan kedua tangannya dan ingin duduk.


"Berbaring saja! Lukamu belum sembuh benar! Aku bukan seorang tabib, aku takut lukamu akan terbuka lagi," ujar Xiao Ling, ia hanya menjahit ala kadarnya dengan menggunakan rambut miliknya.


Tan Yu Ji menatap luka di tangannya, ia terkesiap. Tan Yu Ji tak pernah melihat luka itu dijahit seperti kain, ia tak mengerti ada ilmu pengobatan seperti itu.

__ADS_1


Biasanya orang-orang hanya menggunakan kekuatan tenaga dalam dan ramuan berbeda dengan pendekar wanita iblis yang menjahit luka dengan helai benang berwarna hitam, ia tidak tahu jika itu adalah rambut kakaknya.


__ADS_2