
Trang! Tring!
"Bajingan! Kalian selalu saja membuat diriku terdesak!" umpat Jia Li, ia sama sekali tidak memiliki sisi feminim dan kelembutan lagi.
Xiao Ling merasa muak ia masih dilema karena perkataan Liu Fei yang memintanya untuk mematuhi dekrit titah pernikahan yang dikeluarkan oleh kaisar Liu Bang tanpa memiliki kekuatan untuk menolak lagi.
Selain itu, ia juga benci melihat pertumpahan darah yang kerap terjadi di antara mereka semua. Membuat Xiao Ling mau tak mau harus tetap bertahan di dalam bentuk Jia Li yang hebat dan sarat akan banyaknya tantangan dan percobaan di kehidupannya.
"Lindungi Putra Mahkota!" teriak Xiao Ling, ia melesat menarik pedang dan menebas anak panah yang menyerang ke arahnya dan putra mahkota Liu Fei yang terkesiap akan kegesitan Jia Li menghalau anak panah berjumpalitan di sekitar mereka.
Liu Fei melihat banyaknya anak panah yang berjatuhan di sisi mereka, ia tersenyum dan menggelengkan kepala melihat semua itu.
Sementara Xiao Ling tak menggubris pandangan kagum dari orang yang paling dibencinya, ia tak peduli dengan semua itu. Ia hanya ingin kabur menjauh dari segalanya.
'Andaikan aku mati sekarang, itu lebih bagus lagi. Paling tidak, aku tidak akan menikah dengan pria arogan itu.
"Phih! Siapa yang sudi jika dia harus menyentuhku?!' benak Xiao Ling, ia merasa jijik jika tangan Liu Fei harus menggerayangi sekujur tubuhnya suatu saat nanti.
Xiao Ling melesat menjauh, ia tak ingin berdekatan dengan Liu Fei, ia merasakan rasa jijik dan muak dengan semua apa yang dibayangkan oleh pikirannya yang mesum.
'Hahaha, bodohnya aku begitu mengkhawatirkan dirinya … siapa yang tahu jika aku malah menyelamatkan calon istriku sendiri,' benak Liu Fei, ia masih terus memperhatikan Jia Li yang melesat ke sana kemari.
Rasa kagum di benak Liu Fei kepada gadis cantik itu yang telah menawan hatinya, 'Ia sangat berbeda dengan terakhir kali yang aku lihat.
__ADS_1
'Pada saat itu, dia begitu manis dan lugu, siapa sangka dirinya begitu luar biasa kuat dan tangkas? Aku suka kedua kepribadiannya,' batin Liu Fei, ia memuji setiap detail dari penampilan Jia Li baik berpakaian secara sederhana mau pun berpakaian mengenakan semua atribut seorang jendral dengan baju zirah yang hitam indah bercampur kemerahan.
Jia Li mendekat kepada Liu Bei yang melesat ke sana kemari memainkan pedangnya di angkasa, "Yang Mulia, sebaiknya kita harus melindungi Putra Mahkota, aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada dirinya!" teriak Jia Li.
Xiao Ling mengingat jika keselamatan seorang Liu Fei tak sebanding dengan harga kepala seluruh keluarganya di mana Xiao Ling sendiri pun tidak tahu berapa banyak nyawa yang bergantung kepada pernikahan seorang Jia Li dengan Liu Fei.
"Tentu saja!" balas Liu Bei dingin, ia melesat kepada Tan Yu Ji.
Liu Bei pun tak ingin jika ayahanda Kaisar Liu Bang dan Ratu Zhao Li Mei akan murka dan menumpahkan kesalahan kepada ibunda permaisuri Qin Shi Rong yang tak lain adalah sang ibundanya.
Kedudukan dan keselamatan ibundanya Qin Shi Rong sangat terancam di istana kekaisaran sehingga selama ini Liu Bei tak memiliki kekuasaan untuk melawan selain mengikuti semua arahan yang diberikan dan diperintahkan ayahanda Liu Bang kepadanya.
"Yu Ji bawa pasukan untuk melindungi putra mahkota ke istana Donglai. Aku dan Jia Li yang akan menghadapi mereka!" usul Liu Bei.
"Baik Yang Mulia!" balas Tan Yu Ji, ia melirik kepada Jia Li yang hanya diam.
"Pergilah!" ujar Tan Jia Li pada akhirnya, ia tak sanggup melihat tatapan kebimbangan yang diperlihatkan oleh Tan Yu Ji setiap memandangnya.
"Terima kasih, Cie! Hati-hatilah! Cepatlah kembali ke Chang An, kami merindukanmu!" ujar Tan Yu Ji tersenyum dan secepatnya berlalu dari hadapan mereka.
"Ayo, pasukan kekaisaran Han! Lindungi Yang Mulia Putra Mahkota!" teriak Tan Yu Ji, ia mengangkat pedangnya ke angkasa sambil memberi perlindungan kepada Liu Fei yang berdiri tak bergeming menatap kepada semuanya.
"Ayo, Yang Mulia! Sebaiknya kita kembali ke Donglai, Yang Mulia Pangeran kedua dan Jendral Jia Li yang akan menghadang mereka," ujar Tan Yu Ji.
Semua prajurit Kekaisaran Han di bawah perlindungan Jia Li dan Liu Bei pun melesat melindungi calon kaisar masa depan mereka.
__ADS_1
"Saya tidak akan pergi! Aku ingin Jia Li ikut bersamaku!" balas Liu Fei, ia sedikit kekanak-kanakan.
Liu Fei merasakan jika Jia Li dan Liu Bei memiliki ikatan yang kuat dan luar biasa dekat meskipun tidak terlihat dengan jelas.
"Tapi, Yang Mulia! Kita ti-"
"Yu Ji! Aku katakan sekali lagi, siapa yang lebih berkuasa di kekaisaran Han selain ayahanda?" tanya Liu Fei, ia selalu saja menggunakan kekuatan dan kekuasaan yang dimilikinya.
"Yang Mulia, saya tahu apa maksud Anda. Tapi, ini sangat mendesak, kami tidak ingin terjadi sesuatu kepada Anda!" ujar Tan Yu Ji, ia sendiri tidak mengerti mengapa Liu Fei menjadi keras kepala.
"Aku akan pergi jika Jia Li ikut denganku!" tegas Liu Fei, ia bertekad akan membawa Jia Li ke Chang An.
Liu Fei merasakan jika kali ini ia melepas Jia Li maka, Jia Li tidak akan pernah kembali kepadanya secara utuh. Liu Fei merasakan jika di hati Jia Li, ia memiliki orang lain.
"Yu Ji bawa Yang Mulia! Sepertinya ini serangan dari musuh yang ingin membunuh Putra Mahkota dan kita semua!" teriak Liu Bei, ia masih melesat ke sana kemari di sisi Jia Li menebaskan pedang dan mencoba untuk menyerang lawan dengan menggunakan kekuatan dengan membalikkan anak panah kepada musuh.
"Tidak! Aku akan membantu kalian!" teriak Liu Fei, ia melesat ke arena pertempuran dengan mencabut pedangnya.
Trang! Tring!
Liu Fei berdiri di dekat Tan Jia Li, ia tak ingin kehilangan Jia Li walaupun sesaat. Serangan anak panah lenyap seketika berganti dengan bayangan-bayangan hitam yang melesat ke arah mereka dengan gesit dan kecepatan membuat Tan Yu Ji dan pasukan Phoenix merah di bawah komando Jia Li turun tangan turut andil mengambil bagian di dalam pertemuan.
Pertempuran tak lagi bisa terelakkan seseorang muncul dengan beberapa orang hebat dari pendekar dunia persilatan beraliran hitam sudah muncul di depan mereka.
"Tengkorak Merah dari kaki gunung Kunlun, Pendekar mabuk sesat dari lembah Kematian," ujar Liu Bei, ia mengenali semua tokoh persilatan tersebut.
__ADS_1
Liu Fei, Tan Yu Ji, dan Jia Li serta semua orang dari kekaisaran Han terperanjat tidak menyangka jika dalang dari keributan dan pemberontakan yang terjadi selama ini digawangi oleh pendekar dunia hitam dari dunia persilatan yang maha dahsyat.