Jendral, I Love You!

Jendral, I Love You!
Pertempuran yang tak terelakkan


__ADS_3

Xiao Ling mengamati semua orang yang mulai memasuki penginapan dan berbicara di restoran di mana mereka masih minum arak. Xiao Ling mulai mengamati dan secepatnya menyantap hidangan di atas meja.


'Jangan-jangan mereka ingin melakukan sesuatu. Um, aku harus mencari tahu,' benak Xiao Ling, ia berpura-pura tidak peduli.


"Selir meminta Xu Zhu Ping untuk ke istana kekaisaran malam ini? Hm, apakah selir itu Sarnai? Jahanam!' umpat benak Xiao Ling, ia berusaha untuk mencari tahu salah satu wanita yang bernama Xu Zhu Ping dari kedua pendekar wanita yang duduk di antara pendekar Wu Yao dan Gong Yu.


"Hadeh, apakah kedua wanita itu adik kakak? Xu Zhu Ping dan Xu Liang?' benaknya pusing, ia masih mengawasi keduanya.


'Jika semua pendekar hebat dari aliran sesat berkumpul, mereka pasti akan merencanakan sesuatu. Aku tidak boleh lengah, apalagi aku telah membunuh Zhu Tong,' benaknya, ia mulai waspada.


'Sebaiknya aku masuk ke kamarku saja, mengawasi dari sana.' Xiao Ling ingin beranjak pergi.


Xiao Ling ingin lebih leluasa mengamati banyak hal apa yang ingin dan sedang direncanakan para pendekar tersebut, 'Aku sangat yakin, ada seseorang yang menggerakkan mereka.


'Jika mereka tidak memiliki tujuan yang sama juga mendapatkan keuntungan, tak akan mungkin mereka sudah payah harus turun gunung,' batin Xiao Ling curiga.


Namun, sebelum Xiao Ling beranjak pergi, ia melihat Tan Yu Ji dan beberapa prajurit Han memasuki penginapan dengan pakaian penyamaran tetapi, Xiao Ling bisa dengan mudah mengenali wajah tampan adik Jia Li apalagi, detak jantung Jia Li merasakan kekhawatiran terjadi sesuatu padanya.


'Mengapa Tan Yu Ji harus muncul? Hah, lawan adalah pendekar hebat di dunia persilatan. Bagaimana ini?' benak Xiao Ling, ia mengurungkan niat untuk beranjak.


'Jika hanya 1-5 orang aku rasa Tan Yu Ji masih bisa melawan dan bertahan. Tapi, jika begini banyaknya? Pendekar paling hebat di dunia pun tak akan sanggup bertahan,' pikir Xiao Ling, ia semakin resah.


"Maaf, Nona … bolehkah Tuan-tuan itu duduk bersama Anda? Semua meja sudah penuh," ujar pelayan membuyarkan lamunan Xiao Ling, si pelayan meminta persetujuan Xiao Ling.


"Pak, bukankah masih ada 5 lagi meja kosong?" tanya Xiao Ling tidak mengerti.


Xiao Ling melihat para pelayan berusaha untuk menghentikan Tan Yu Ji dan bawahannya untuk duduk di salah satu kursi di antara kelima meja tersebut.


"Bukankah ini kosong?" tanya Tan Yu Ji selembut mungkin.


"Maaf Tuan, ini sudah dimiliki oleh Tuan-tuan yang di sana," jawab si pelayan rasa takut.


Tan Yu Ji mengawasi semua pendekar yang menatapnya, ia merasa ada sesuatu yang menarik hatinya sehingga ia pun mengalah. Tan Yu Ji memahami ketakutan yang sedang dihadapi oleh si pelayan.


Sehingga Tan Yu Ji tak ingin memperkeruh suasana lagi, ia mengalah dan ingin mencari tahu tujuan para pendekar berkumpul di daerah Luoyang.


"Baiklah, kalau begitu. Saya akan duduk di …," Tan Yu Ji mengedarkan pandangan dan melihat wanita berpakaian merah semerah darah dan menggunakan topi capil lengkap dengan cadar yang mengelilingi topi dengan warna senada.


"Mari, Tuan. Nona itu bersedia berbagi meja dengan Anda," ujar si pelayan, ia langsung mempersilakan Tan Yu Ji untuk duduk bersama Xiao Ling.


"Terima kasih, Nona. Atas kebaikan dan kemurahan hati Anda," ujar Tan Yu Ji dengan keramahan dan sopan santun mengangkat kedua tangan saling bertautan dan mengangkat setinggi dada memberikan penghormatan pada Xiao Ling.

__ADS_1


Xiao Ling hanya menganggukan kepala dan mempersilakan mereka duduk dengan tangannya. Ia tidak ingin bersuara karena ia takut jika Tan Yu Ji mengenalinya.


"Terima kasih," ulang Tan Yu Ji, ia dan bawahannya duduk langsung memesan makanan dan penginapan.


Mereka makan dengan diam, mendengarkan celotehan para pendekar dan beberapa orang kembali datang hingga kelima meja kosong itu penuh.


'Apakah mereka sedang melakukan pertemuan di sini?' benak Tan Yu Ji, ia menatap kepada semua sahabatnya dan saling menganggukan kepala untuk waspada.


"Hei, pelayan! Mana para penari itu! Ayo, beri kami para penari!" teriak Wu Yao, ia sudah mabuk.


Suara tawa dan riuh kebahagiaan mewarnai pertemuan para pendekar tersebut, para penari dengan pakaian seksi mulai membawakan tarian, salah satu pendekar aliran sesat langsung memeluk si penari


"Tu-tuan … maaf, saya … hanya penari bukan wanita malam," tolak penari perempuan tersebut ketakutan. 


Xiao Ling berusaha untuk diam tak bergeming, ia seakan-akan menutup kedua telinganya tak ingin mendengarkan apa yang sedang terjadi.


Plak! Plak!


"Bukankah kau sebagai penari di sini? Kami sudah membayar penginapan ini untuk dua hari ke depan! Semua yang ada di penginapan ini adalah milik kami!" umpat si pendekar yang bernama Lu An.


Tan Yu Ji mencengkram erat sumpit di tangan, ia benci pria yang selalu berlaku tidak adil pada para wanita. Tetapi, si pendekar semakin semena-mena. Lu An malah menarik penutup dada si penari hingga si penari langsung menyilangkan kedua tangan di dada untuk melindungi miliknya yang paling berharga.


"Hahaha! Ayo, menarilah! Kami ingin melihat kau menari tanpa busana!" teriak Lu An.


"Ampun, Tuan! Saya tidak bisa, saya bukan penari. Kami adalah gadis-gadis yang diculik dari desa di lembah Ru Yi," ujar si penari ketakutan, ia terus memohon pada Lu An yang sudah mengeluarkan cambuk untuk menyiksa gadis penari.


Cetar! Cetar!


Cambukan menggelegar di lantai penginapan membuat para gadis penari ketakutan dan berusaha untuk menari sebaik mungkin walau tubuh mereka gemetar.


Cetar!


Sebuah cambukan melayang di tubuh gadis tersebut membuat semua orang tertawa terbahak-bahak melihat kesakitan yang dirasakan gadis yang jatuh terhuyung di lantai dengan garis merah menyilang di bagian dada, temannya berusaha untuk menolong tapi dilarang oleh Gong Yu.


"Jangan coba-coba kalian menolongnya! Kalian pun akan merasakan nasib yang sama dengannya!" ancam Gong Yu.


Semua penari berdiri di tengah ruangan dengan takut saling berpegangan tangan, Xiao Ling merasa semua gadis itu belum terlalu cukup umur jika di kehidupan modern.


'Ternyata trafficking itu bukan hanya ada di dunia modern masa lalu pun sudah ada manusia bejat yang melakukan trafficking,' benak Xiao Ling, ia sudah tidak sabar ingin memenggal musuh.


Syut!

__ADS_1


Namun, sebelum Xiao Ling bergerak Tan Yu Ji sudah berdiri di antara Lu An dan si gadis, Tan Yu Ji langsung melemparkan jubah hitam yang dikenakannya kepada si penari, "Pakailah, Nona!" perintah Tan Yu Ji, ia tak ingin semua orang melihat apa yang tak perlu mereka lihat.


"Tuan, kau tidak perlu ikut campur! Ini bukan urusanmu! Pergilah! Apakah kau tidak mengenali kami, hah?" hardik Lu An murka, ia benci jika ada yang berani mengganggu kesenangannya.


"Maaf, Tuan Lu An sang pendekar besi dari sekte Roda Besi, para penari ini, kemungkinan mereka hanyalah anak-anak. Lihatlah, wajah mereka masih terlalu belia! Kasihanilah mereka," sela Tan Yu Ji, ia berdiri dan memberi hormat pada Lu An.


"Hahaha, matamu jeli sekali! Apakah kau seorang pendekar? Dari aliran mana kau berasal?" tanya Lu An, ia mengawasi wajah tampan di depannya.


Lu An merasa tidak pernah bertemu dan bertarung dengan pendekar muda tersebut, "Maaf, Pendekar! Saya hanyalah seorang pengembara … bukan pendekar hebat seperti Anda Sekalian! 


"Saya hanya memohon kemurahan hati Anda untuk mengampuni para penari ini," ujar Tan Yu Ji.


Xiao Ling hanya diam, ia tidak menduga jika Tan Yu Ji begitu sabar menghadapi musuh, ia berusaha untuk menjadi negosiator yang baik. Xiao Ling menduga akan terjadi pertempuran sehingga ia berusaha untuk mengawasi semua pendekar hebat tersebut.


'Bukankah aku sering melihat di film jika para penjahat selalu melakukan kecurangan?' batinnya waspada.


"Enak saja, kau bicara dan meminta! Kau kira kau itu Kaisar Liu Fei, hah? Kau hanyalah seorang pengembara sudah berani menantang kami begitu?" teriak Lu An emosi.


Lu An langsung mengibaskan cambuk ke arah Tan Yu Ji yang langsung menangkap cambuk tersebut. Keduanya saling adu kekuatan dengan tenaga dalam dan saling pukul.


Buk! Bak! Buk!


Semua tendangan dan pukulan yang dilakukan oleh Lu An tak satu pun mengenai tubuh Tan Yu Ji. Xiao Ling terkesima, ia tidak menduga jika adik Jia Li begitu hebat.


Lu An malah sedikit terpojok akibat tendangan dan tenaga dalam milik Tan Yu Ji jauh di atasnya, Lu An semakin malu dan murka, ia merasa tak memiliki harga diri di depan semua sahabatnya di dunia persilatan. 


Lu An tidak mau jika sekte yang sudah membesarkan namanya akan hancur dan dipandang sebelah mata oleh musuh, hanya karena dikalahkan oleh seorang pemuda pengembara yang tidak dikenal di dunia persilatan.


'Pantas saja, ia menjadi jenderal termuda! Apakah keluarga Tan Jia Li semuanya begitu hebat?' batin Xiao Ling, ia ingin tahu keluarga tubuh yang didiaminya.


'Andaikan tidak ada perjodohan itu, aku pasti pulang!' lanjut batin Xiao Ling penasaran.


Xiao Ling terus mengawasi pertempuran antara Tan Yu Ji dan Lu An. Meja dan kursi sudah mulai berserakan, para gadis sudah berada di sudut ruangan ketakutan.


Tan Yu Ji melompat tinggi mencabut pedangnya ingin menebas cambuk yang masih terus menggelegar ke sana kemari menghancurkan apa saja yang ada.


Xiao Ling melihat Gong Yu melesat ingin mengeroyok Tan Yu Ji akan tetapi, bawahan Tan Yu Ji langsung menghadang Gong Yu. Pertempuran semakin sengit kelompok Tan Yu Ji sedikit lebih unggul.


Xiao Ling melihat salah satu pendekar perempuan dari keluarga Xu ingin melemparkan senjata rahasia ke arah Tan Yu Ji.


'Sialan! Mereka ingin bermain curang! Dasar pendekar bangsat!' benak Xiao Ling, ia langsung melontarkan sumpit ke arah jarum beracun yang langsung jatuh menancap di lantai.

__ADS_1


"Bajingan! Siapa yang berani ikut campur! Muncul Kau!" teriak Xu  Zhu Ping murka, ia tak menduga jika senjata rahasianya begitu mudah diketahui.


"Percuma nama besarmu itu begitu hebat, Nona Xu Zhu Ping! Ternyata kau tak lebih dari seorang pecundang!" ujar Xiao Ling, ia masih duduk di bangkunya dengan malas dan dingin.


__ADS_2