
Xiao Ling berusaha menggunakan kekuatan miliknya untuk memblokir udara dingin yang dipenuhi racun untuk tidak semakin menyebar ke seluruh ruangan.
Xiao Ling mulai melihat para penari sudah mulai berjatuhan akibat racun, para pendekar langsung menotok aliran darah dan menggunakan tenaga dalam untuk memblokir racun agar tidak memasuki sistem pernapasan dan darah mereka.
Duar! Krak!
"Tutup hidung kalian! Hawa dingin ini adalah racun ganas!" teriak Xiao Ling, ia melesat ke langit-langit ruangan dan langsung menjebol atap penginapan agar udara masuk sehingga racun tidak semakin menyebar.
"Hahaha, tidak pernah seorang pun yang bisa selamat dari racunku!" teriak Xu Liang tertawa bangga, ia terus saja mengerahkan racun untuk terus menyerang Xiao Ling.
"Percuma! Percuma kau berusaha untuk melindungi semua orang! Aku akan membuka cadarmu!" ujar Xu Liang, ia melesat bersama Xu Zhu Ping mengeroyok Xiao Ling.
"Aku ingin tahu, siapa kau sebenarnya Bangsat! Kau telah berani mengganggu kami! Kau harus mampus!" teriak Xu Liang.
Xu Liang merasa jika wanita di depannya memiliki kekuatan karena sudah 50 jurus berlalu mereka masih saja melihat wanita berbaju merah itu tak juga merasa kelelahan.
"Coba saja, kalau kau mampu!" tantang Xiao Ling, ia terus berkelit dan melancarkan serangan kala musuh lengah.
Buk!
Xiao Ling langsung melepaskan tendangan ke dada Xu Liang, ia melesat secepatnya menghindari serangan demi serangan dengan pedang menangkis kipas dan serangan senjata rahasia beracun yang dilontarkan oleh Xu Zhu Ping.
Xu Liang terhuyung dan mundur beberapa depa ke belakang hingga genteng atap penginapan berhamburan berjatuhan membuat orang yang berada di dalam penginapan berhamburan melesat untuk menghindari puing-puing tersebut.
'Sial! Walaupun racun ini tidak bisa mengenai dan membunuhku tapi, aku kasihan melihat orang-orang yang tidak bersalah akan berjatuhan satu demi satu,' batin Xiao Ling, ia mengubah taktiknya.
Xiao Ling melihat para pelayan berusaha untuk menyelamatkan para penari dan orang-orang awam, "Ayo, selamatkan diri kalian!" teriakan bergema.
"Jangan pergi! Aku tidak akan mengizinkan kalian pergi dari sini!" teriak Gong Yu, ia melemparkan pisau terbang kepada para pelayan yang ingin menyelamatkan diri.
Syut! Tring! Tring!
"Bajingan! Berani sekali kau menghalangi mereka untuk menyelamatkan diri!" teriak murka Xiao Ling, ia langsung melontarkan bumerang miliknya menangkis serangan pisau.
Gong Yu terkesiap, ia tidak menduga sama sekali. Gong Yu berniat ingin menyerang balik kepada Xiao Ling akan tetapi Tan Yu Ji dan anak buahnya langsung menghadang Gong Yu dan Lu An, sehingga pertempuran kembali terjadi.
__ADS_1
***
Sementara Xiao Ling masih berusaha untuk menghindari genteng dan tiang-tiang kayu penginapan yang mulai ambruk, ia terus melesat berusaha untuk menebas musuh.
"Xu Liang! Ayo, terus kerahkan racunmu, kita harus membunuh wanita ini!" ujar Xu Zhu Ping, ia bersemangat untuk menyudutkan Xiao Ling.
Trang! Tring!
Kelebatan ketiganya semakin mengerikan hanya meninggalkan deru angin, ketiganya sudah ke luar dari penginapan dan berada di atas atap penginapan.
Ketiganya saling serang dan mencoba untuk melumpuhkan musuh, "Kau tidak akan mampu kabur dari kami! Menyerahlah!" teriak Xu Liang, ia terus menggempur Xiao Ling dengan kekuatan miliknya.
"Siapa yang ingin kabur, dasar bodoh!" umpat Xiao Ling, ia hanya ingin menghindari orang-orang yang akan terbunuh dengan sia-sia.
"Sudah saatnya kalian mampus!" hardik Xiao Ling, ia langsung mengerahkan kekuatan ke pedangnya hingga pendar biru melesat melingkupi segala yang ada disekitar mereka menyesap racun yang bertebaran di sana sini.
"Apa yang dia lakukan? Mengapa racun kita tidak berfungsi kepadanya? Apakah mungkin dia salah satu penduduk lembah Orkhon?" tanya Xu Liang, ia merasa jika wanita di depannya sama sekali tidak berpengaruh dengan racun mematikan milik mereka berdua.
"Maksudmu wanita itu berasal dari suku elang begitu. Bukankah suku elang sudah musnah?" jawab Xu Zhu Ping, ia mengingat jika Sarnai dan pasukan iblis tengkorak merah telah melenyapkan suku elang meskipun mereka juga mengalami kekalahan karena Jenderal Jia Li dan pangeran kedua Liu Bei menolong para penduduk.
"Keluarkan semua racunmu, Xu Liang! Racunmu sama sekali tidak ada artinya padaku!" ujar Xiao Ling tersenyum, ia langsung memutar pedang dan kras! Pedang Xiao Ling berhasil melukai tangan Xu Liang hingga darah merembes dari lukanya.
"Aagh!" teriak Xu Liang.
"Xu Liang!" teriak Xu Zhu Ping, ia melesat mencoba untuk menggapai adiknya tetapi terlambat.
Krak! Krak! Bruk!
Tubuh Xu Liang terjatuh dari atap langsung jatuh berdebam menyentuh balok-balok penyanggah penginapan sebelum jatuh ke tanah.
"Aargh, huek!" Xu Liang muntah darah kehitaman, ia tak menyangka jika luka di tangannya malah menjadi hitam karena racun miliknya telah berbalik arah menyerang dirinya sendiri.
"Bajingan! Bagaimana mungkin? Bagaimana wanita itu melakukannya?" lirih Xu Liang, ia berusaha untuk berdiri.
Xu Liang tidak menduga jika racun miliknya telah berbalik arah menyerang dirinya sendiri. Xu Zhu Ping inginemolong adiknya dengan memberi obat penawar racun tetapi Xiao Ling tidak memberinya kesempatan untuk itu.
__ADS_1
"Dasar bedebah!" umpat Xu Zhu Ping, ia tak bisa menyentuh dan menolong adiknya karena serangan mematikan yang dilancarkan oleh Xiao Ling.
"Kalian harus merasakan ganasnya racun kalian!" umpat Xiao Ling murka, bayangan kematian dan sekarat yang dialami Jia Li terbayang.
Xiao Ling marah, ia merasa karena Jia Li tewas membuat dirinya harus terperangkap di pusaran waktu dan tidak bisa kembali ke dunianya.
Wu Yao langsung melesat memukulkan gada besar miliknya berniat membantu Xu Zhu Ping untuk menyerang Xiao Liang yang masih terus bertarung di atas atap penginapan.
"Jangan kira, karena kau bisa melumpuhkan Xu Liang, kau bisa bebas dari kami!" teriak Wu Yao, ia langsung melesat memukulkan gada besar berulang kali ke arah Xiao Ling yang menangkis dengan pedangnya.
Xiao Ling sedikit terhuyung ke belakang dan bersalto berusaha untuk berdiri dengan anggun, ia merasa jika pendekar pria yang tinggi gempal dengan gada di tangan memiliki kekuatan tenaga dalam yang sangat dahsyat.
"Um, tenaga dalamnya sangat luar biasa hebat!" lirih Xiao Ling, ia merasa kedutan di aliran tangannya.
Xiao Ling berusaha untuk membagi tenaga dalam ke lengannya yang sedikit kebas seakan mati rasa akibat menangkis serangan yang dilakukan Wu Yao.
"Hahaha, kau tidak akan bisa ke luar hidup-hidup dari sini, Nona! Ayolah, buka cadarmu! Jadilah pengantinku malam ini! Sebelum kau mati sia-sia!" ujar Wu Yao, ia tersenyum bahagia.
Xiao Ling hanya diam, ia melihat jika Tan Yu Ji dan bawahannya masih terus bertempur di bawah sana. Xiao Ling berharap bisa melumpuhkan musuh, ia tak ingin mereka akan mati sia-sia.
Apalagi, Kong Tian pun mulai turun menyerang dirinya sehingga ia menghadapi 3 pendekar hebat dari golongan hitam yang selalu saja menggunakan kecurangan.
Xiao Ling melesat ke angkasa kala Kong Tian menyerang tubuh bagian bawahnya, sementara Xu Zhu Ping yang dipenuhi emosi karena adiknya telah sekarat di bawah sana menyerang Xiao Ling di bagian samping dan Wu Yao menyerang bagian kepala Xiao Ling dengan gada.
Penginapan semakin hancur lebur akibat serangan demi serangan yang menggunakan kekuatan. Xiao Ling mencabut salah satu pedangnya dan terus menangkis serangan musuh. Pertempuran semakin seru dan tidak bisa dielakkan lagi para tamu penginapan sudah menjauhi arena pertempuran.
Si pemilik penginapan sudah jatuh terduduk dikipasi oleh para pelayan karena tidak pernah menyangka jika penginapan miliknya yang sangat dibangga-banggakan olehnya akan hancur lebur tak tersisa.
"Siapa kau sebenarnya?" teriak Kong Tian, ia merasa begitu familiar kala melihat kedua pedang tersebut.
"Aku adalah wanita iblis dari lembah Orkhon!" balas Xiao Ling, ia tak ingin mengatakan dari lembah Ru Yi.
Xiao Ling tidak ingin para musuh curiga akan kehadirannya, "Wanita iblis? Hahaha, jadi kau adalah pendekar wanita iblis yang sedang dibicarakan oleh banyak orang?!
"Hahaha, kami sangat beruntung bertemu denganmu!" balas Kong Tian, 'wanita iblis? Bukankah itu gelar yang diberikan oleh Zhu Tong kepada jendral Jia Li? Tidak mungkin!' benak Kong Tian curiga.
__ADS_1