
'Sepertinya Tan Yu Ji begitu mengkhawatirkan Jia Li tapi, mengapa Jia Li begitu dingin?' batin Xiao Ling, ia ingin tahu.
"Um, maaf Yang Mulia, apakah Anda dan Jendral Jia Li memiliki hubungan? Maksud Hamba … marga kalian sama," selidik Xiao Ling, ia ingin tahu.
Tan Yu Ji berhenti berjalan kembali menatap kepada Xiao Ling, "Apakah kamu tidak tahu? Apakah Jendral Jia Li tidak pernah bicara mengenai keluarganya?" tanya Tan Yu Ji, ia mengerutkan kening.
'Begitu kejamkah perlakuan ayahanda dan ibunda kepada Kakak Jia Li? Hingga dia tidak mau mengakui keberadaan kami?' batin Tan Yu Ji, ia tak menduga kemarahan dan bara dendam masih begitu membekas di jiwa seorang Jia Li.
"Um, jendral Jia Li sangat pendiam dan tidak banyak bicara mengenai apa pun, ia kebanyakan hanya diam saja!" balas Xiao Ling, ia sama sekali tidak tahu bagaimana perangai Jia Li sehingga ia pun tak bisa memprediksi banyak hal mengenai perasaan seorang jendral hebat tersebut.
Xiao Ling hanya merasakan banyak rahasia dan kesedihan yang dirasakan oleh Jia Li di dalam kehidupan ini. Tan Yu Ji hanya diam dan kembali melanjutkan perjalanan.
Tan Yu Ji merasa tak ada lagi yang bisa untuk dilakukan dan dikatakan mengenai kehidupan keluarga mereka. Apalagi, bawahan Tan Jia Li sama sekali tidak mengetahui banyak latar belakang dan perasaan Jia Li terhadap keluarganya.
Xiao Ling terus berjalan mengikuti Tan Yu Ji memasuki ruangan Liu Bei, di mana Liu Bei dan Sarnai sedang duduk berdua. Sarnai bergelayut manja di sisi Liu Fei dengan mesra dan memandang dengan angkuh kala Tan Yu Ji dan Xiao Ling memasuki ruangan.
"Ada apa?! Tidak bisakah kau tidak mengganggu kami?" tanya Sarnai, ia memandang kepada Tan Yu Ji dan Xiao Ling dengan perasaan tidak suka.
"Lapor Yang Mulia, ini adalah Xiao'er dia akan menjadi pengawal sementara di sini. Masalahnya ada pelayan yang telah tewas diracuni," ujar Tan Yu Ji, ia menceritakan secara detail apa yang sedang terjadi.
"Apa?! Lalu apakah kalian menemukan si pembunuh? Senjata rahasia Xu Zu Ping? Bukankah dia telah tewas?" tanya Liu Fei, ia merasa bingung dengan hal itu.
"Ampun Yang Mulia! Kami sudah menyelidiki dan tidak ada hubungan semua yang sudah terjadi dengan dengan para koki di dapur dan para pelayan," ujar Tan Yu Ji, ia dan Liu Bei juga Xiao Ling sudah menyelidiki hal itu.
"Kalian harus menghukum semua pelayan dan koki, mengapa mereka begitu bodoh dan teledor?! Bagaimana jika terjadi sesuatu kepada Putra Mahkota?
"Bukankah kau yang harus bertanggung jawab dan disalahkan?" sela Sarnai, ia masih bergelayut manja di bahu Liu Fei.
'Phih! Wanita ini, padahal dia pun adalah orang yang paling kejam. Sarnai begitu pintar bersilat lidah,' benak Xiao Ling, 'andaikan Liu Fei tahu jika selir kesayangannyalah yang telah membunuh dan bekerja sama dengan para pemberontak Qin.
'Apa yang akan dilakukannya? Apakah dia akan menghukum selir kesayangannya atau membiarkan begitu saja?' batin Xiao Ling, ia merasa semakin kesal.
__ADS_1
"Maaf Yang Mulia! Jika kita melakukan hal itu, ditakutkan akan memprovokasi peperangan antara kerajaan Donglai dan Kekaisaran Han. Maka apa yang sedang Yang Mulia usahakan akan sia-sia.
"Sepertinya musuh sengaja memancing kekeruhan dengan masalah baru kali ini, agar kerjasama tidak tercapai di antara Donglai, kekaisaran Han, Mongol juga Qin," ujar Xiao Ling, ia tidak ingin jika Liu Fei mengikuti saran selir tercintanya.
"Lagian saya rasa … musuh di dalam selimut lebih berbahaya, mungkin ada yang sudah bekerja sama dengan musuh untuk melakukan propaganda mengacau keamanan dan integritas kekaisaran Han," sindir Xiao Ling, ia mengatakan banyak hal mengenai semua itu.
Xiao Ling ingin melihat reaksi Sarnai saat dirinya bicara mengenai banyak hal, ucapan Xiao Ling membuat Sarnai menatapnya curiga.
'Sialan, prajurit rendahan ini? Aku harus berhati-hati!' benak Sarnai.
"Hm, ya … kamu benar! Siapa nama kamu tadi?" tanya Liu Fei, ia menatap kepada Xiao Ling.
"Xiao'er, Yang Mulia!" jawab Xiao Ling, ia menunduk dan tak ingin jika penyamarannya akan terbongkar.
"Baiklah! Aku akan mengatakan kepada Raja Donglai, aku berharap raja Xi Cuan Li akan mengambil tindakan dengan memperketat pengawasan," ujar Liu Fei, ia sedikit khawatir dengan banyak hal.
"Baiklah, Yang Mulia! Saya hanya ingin melaporkan hal ini, saya berharap agar Yang Mulia mengerti jika Xiao'er akan mengawal yang mulia beberapa hari ke depan sebelum ia kembali ke perbatasan."
"Sepertinya Selir Sarnai tidak begitu menyukai Anda di sisi putra mahkota Yang Mulia Jendral," lirih Xiao Ling, ia ingin tahu mengapa.
"Ya, tentu saja beliau tidak suka karena Yang Mulia Kaisar Liu Bang mengeluarkan dekrit pernikahan antara putra mahkota dan kakakku Jia Li.
"Selir Sarnai merasa kedudukannya akan bergeser jika kakakku Jia Li akan menikah dengan putra mahkota," ucap Tan Yu Ji, ia mengeluh akan hal itu.
"Oh, sayangnya … andaikan selir Sarnai tahu, jika jendral Jia Li sama sekali tidak menyukai perjodohan itu," gerutu Xiao Ling, ia ingin menyampaikan reaksi dan sisa kenangan yang tertinggal dari Jia Li.
"Benarkah? Jadi, kakakku sama sekali tidak menyetujui perjodohan itu? Lalu, mengapa dia tidak kembali saja ke kekaisaran dan mengatakan hal itu?" tanya Tan Yu Ji penasaran.
"Saya tidak tahu Yang Mulia, saya tidak bisa mengatakan apa pun mengenai pikiran Jendral Jia Li," ujar Xiao Ling.
"Jadi Jendral Jia Li tidak ingin menikah denganku, begitu!" sela Liu Fei yang tiba-tiba sudah berada di belakang mereka yang sedang berdiri berjaga di luar istana tamu kekaisaran di Donglai.
__ADS_1
"Hormat Yang Mulia semoga Yang Mulia panjang umur!" ujar Xiao Ling dan Tan Yu Ji memberikan penghormatan.
"Benarkah apa yang kamu katakan tadi? Dari mana kamu bisa mengatakan hal itu?" tanya Liu Fei, ia merasa harga dirinya terinjak dan sama sekali tidak dihargai.
Ia merasa baru kali ini ada seorang wanita yang menolak menikah dengannya, 'Lancang sekali, baru saja menjadi seorang jendral ia sudah begitu angkuh!
'Aku akan memaksa Jia Li menikah denganku! Setelahnya, aku akan membuat dirinya menderita! Agar dia tahu telah berurusan dengan siapa?' batin Liu Fei murka dan sakit hati.
"Saya adalah bawahan prajurit jendral Jia Li, Yang Mulia! Saya berhasil selamat dari badai pasir di gurun kala mau ke kerajaan Donglai.
"Saya dan pasukan jendral Jia Li terpisah di gurun pasir, saya mengira Yang Mulia Jendral Jia Li telah tiba di sini. Tapi, saat saya mendengar jika Yang Mulia Putra Mahkota berada di sini.
"Saya langsung bergabung kemari sambil mencari keberadaan jendral Jia Li," balas Xiao Ling, 'aduh, bagaimana ini? Aku harap saja Zhaozhao dan Lin Wei bisa tiba dengan segera kemari,' batinnya gusar.
"Jadi, Jia Li mengarah kemari juga begitu?" tanya Liu Fei, "aku mendengar jika dirinya telah telah mengalahkan pendekar nomor 1 di dunia yaitu : Zhu Tong di Mongol benarkah?" tanya Liu Bei.
Deg!
Jantung Xiao Ling tercekat, ia tidak menduga jika Liu Fei telah mendapatkan kabar tersebut.
'Aduh, apakah Sarnai telah mengatakan hal itu? Bagaimana ini?' benak Xiao Ling makin galau.
"Um, saya tidak tahu Yang Mulia. Saya belum pernah bertemu kembali dengan jendela Jia Li. Beliau hanya senang berkeliaran di perbatasan menjaga Kekaisaran Han. Hanya itu yang saya tahu," balas Xiao Ling.
Xiao Ling ingin mengalihkan pembicaraan agar tidak berkisah banyak mengenai kehidupannya dan jendela Jia Li. Xiao Ling tidak ingin jika Liu Fei curiga dengan apa yang sudah terjadi.
"Aku mendengar jika Jendral Jia Li bersama dengan Liu Bei, apakah itu benar?" tanya Liu Fei, ia merasa sedikit cemburu meskipun ia sama sekali tidak mengenal secara pasti rupa Jendral Jia Li tersebut.
"Kami pergi bersama ke Donglai setelah menumpas pemberontakan Qin di benteng Suchang. Namun, badai pasir telah memisahkan saya dengan mereka.
"Sehingga saya tak lagi tahu bagaimana kabar mereka?" ujar Xiao Ling, ia berusaha untuk memberikan alasan yang masuk akal.
__ADS_1
Perkataan Xiao Ling membuat Tan Yu Ji menatap kepadanya, 'Apakah prajurit ini … tidak mungkin Jia Li menyamar menjadi prajurit rendahan?' benak Tan Yu Ji, ia sedikit curiga dan mulai membandingkan wajahnya dan wajah prajurit di depannya.