
"Hyat!" sebuah seranga yang tiba-tiba menerobos ke arah Liu Fei yang masih menatap kepada wanita iblis.
Liu Fei ingin bertanya akan tetapi seorang pendekar dari aliran sesat berusaha untuk menyerang Liu Fei jika Biksu Ching Fei tidak langsung memukul dengan pukulan tapak Budha.
Buk! Krak! Bruk!
"Huek!" pendekar itu langsung muntah darah dan terkapar tewas.
Pukulan yang dilakukan oleh Biksu Ching Fei, membuat pendekar tersebut langsung terpelanting terduduk di tengah lapangan pertempuran dengan muntah darah.
Semua orang terperangah melihat kekuatan dan kesaktian dari guru besar biara Shaolin, Liu Bei dan semua murid Shaolin telah mengetahui hal itu meskipun maha guru Ching Fei tidak pernah turun tangan mengenai urusan duniawi.
"Amithopo! Semoga Dewa mengampuni semua dosa-dosamu! Budha memberkati!" ujar Biksu Ching Fei, ia meletakkan tangan di dada memberikan penghormatan kepada pendekar aliran sesat yang telah tewas tersebut.
"Bajingan! Kau benar-benar biksu busuk! Kau tidak berhak turut campur dengan masalah dunia, Ching Fei!" teriak wanita bergaun merah yang mirip dengan Xiao Ling.
Wanita itu langsung melesat ingin menyerang Biksu Ching Fei karena ia merasa marah salah satu temannya pun tewas hanya dengan hitungan detik.
'Dia bukan Xiao Ling, pakaian Xiao Ling ada noda darah. Hm, jadi wanita ini yang telah membuat Xiao Ling menjadi buronan dan orang yang paling dicari di kekaisaran Han begitu?' benak Liu Bei, ia menyadari sesuatu.
Liu Bei langsung melesat menyerang wanita tersebut dengan gerakan yang sangat luar biasa hebat wanita iblis berusaha untuk memukul balik kepada Liu Bei yang langsung menangkis dengan cepat.
Liu Bei tak ingin melihat guru besar biara Shaolin akan diserang dengan begitu saja di depannya, ia tak ingin dikatakan sebagai murid yang tidak berbakti.
"MINGGIR! Kau tidak ada urusan dengan semua ini Pangeran Liu Bei!" teriak wanita iblis murka, ia tidak menyangka jika rencana yanng sudah disusun dengan baik bersama selir Sarnai malah akan berantakan.
'Bajjngan! Mengapa Pangeran Liu Bei berada di sini?' benak wanita iblis, 'padahal, jika hanya putra mahkota Liu Fei, akan sangat mudah membunuhnya.
'Apalagi, Tan Yu Ji sedang pergi menjalankan perintah Putra Mahkota' benaknya, ia merasa rencana yang mereka dengar tidak sesuai.
__ADS_1
'Bukankah dari informasi yang sudah diterima Selir Sarnai jika Biksu Ching Fei sedang berada di Barat?' benaknya, ia merasa informasi yang diberikan oleh mata-mata tidak sesuai.
'Bajingan! Jangan-jangan ini adalah jebakan! Bodoh sekali! Aku harus kabur!' benaknya.
Namun, ia tak ingin pergi begitu saja sebelum menyelesaikan misinya untuk membunuh Putra Mahkota Liu Fei, 'Andikan Liu Fei tewas maka wanita iblis yang akan disalahkan dan dicari serta diburu.
'Selain itu, pangeran Liu Bei akan menjadi kaisar selanjutnya hal itu akan memudahkan Selir Sarnai untuk menaklukkan Pangeran Liu Bei,' benak wanita iblis, ia sudah merencaktswgalanua dengan matang.
Akan tetapi, siapa yang menyangka jika semua itu malah menjadi berantakan.
"Siapa kau?! Mengapa kau menggunakan orang lain hanya untuk memasang jebakan?" ujar Liu Bei, "wanita iblis tidak akan menyerang orang baik, ia selalu menolong orang-orang yang sangat membutuhkan.
"Kau bukanlah Wanita Iblis! Kau sengaja menjebaknya bukan?" tukas Liu Bei, ia semakin yakin jika gadis di depannya bukanlah Xiao Ling atau Tan Jia Li.
"Hahaha! Kau terlalu membela wanita iblis! Apakah kau mencintaiku Pangeran?" ucap wanita iblis palsu tersebut.
"Heh! Aku tidak akan pernah mencintai musuh kekaisaran, aku hanya ingin menjelaskan sebuah kebenaran!" umpat Liu Bei, ia tak bisa mengatakan siapa sebenarnya wanita iblis yang sesungguhnya.
Pengakuan dan kepercayaan yang diberikan oleh Liu Bei lebih berarti dari apa pun, ia tersenyum di balik cadarnya penuh kebahagiaan.
'Ternyata jatuh cinta itu, seperti ini rasanya,' benak Xiao Ling, ia merasa segala kepedihan dan kepahitan serta rasa sakit hilang seketika tersapu angin lalu hanya karena sebuah pengakuan kepercayaan dari seorang kekasih hati.
Xiao Ling masih mengawasi dan terus mengamati jalannya pertempuran, ia hanya bersiaga jika musuh memakai cara curang untuk menghancurkan biara Shaolin.
"Aku akan menyeretmu ke pengadilan Kekaisaran, karena kau telah mencelakai dan menjebak nama baik orang lain untuk kepentinganmu!" teriak Liu Bei murka, ia tak ingin kekasih hatinya menjadi kambing hitam dari orang-orang serakah seperti wanita di depannya.
"Tangkaplah aku! Jika kau bisa Pangeran! Tapi, sebelum itu aku ingin membunuh putra mahkota!" tegas wanita iblis gadungan, ia langsung meraih pedangnya yang sangat mirip dengan milik Jia Li.
Liu Bei langsung menyerang musuh dengan cepat hingga wanita iblis tersebut melesat ke udara dan menebaskan pedang ke arah Liu Bei.
__ADS_1
Akan tetapi, wanita itu hanya mengecoh Liu Bei yang mengelak dan berusaha untuk melesat mendarat ke tanah, wanita iblis gadungan langsung melesat menuju ke arah Liu Fei yang masih terdiam tak menduga jika serangan akan mengarah kepadanya.
Trang!
"Bangsat! Kau sengaja menggunakan diriku untuk membuat diriku semakin diburu di dunia persilatan!" teriak Xiao Ling, ia tak ingin tinggal diam lagi.
Pertempuran sudah terjadi di depan mata di mana prajurit Han dan murid Shaolin sudah bertempur dengan pihak musuh.
Xiao Ling melesat dengan cepat dan menangkis serangan pedang yang digunakan wanita iblis tersebut hingga pedang asli berpendar biru milik Jia Li berhasil mematahkan pedang palsu wanita iblis gadungan.
Buk! Buk!
Xiao Ling langsung menendang tubuh wanita tersebut dan memukulkan daerah pipih pedang tanpa berniat melukainya, ia langsung menotok aliran darah wanita iblis gadungan.
Xiao Ling ingin wanita itu mempertanggungjawabkan segala kejahatan yang sudah dilakukan wanita yang menggunakan identitas dirinya. Sehingga wanita iblis tersebut terjatuh ke tanah dan tak lagi bisa bergerak karena seluruh aliran nadinya tertotok.
Kras!
Xiao Ling menebaskan pedang ke arah cadar wanita tersebut, "Heh! Berani sekali kau menggunakan diriku!" ujar Xiao Ling.
Xiao Ling dan semua orang melihat jika wajah wanita itu tak lain adalah Xu Zhu Ping. Liu Bei bernapas lega karena Xiao Ling tidak membunuh wanita tersebut, ia hampir saja berteriak memanggil nama Jia Li atau Xiao Ling.
Liu Bei tidak peduli jika putra mahkota Liu Fei akan menghukum dirinya karena telah menutupi sandiwara yang dilakukan oleh Jia Li sebagai pengkhianat Kekaisaran karena telah berani menipu seorang kaisar dan seluruh rakyat Han dengan memalsukan kematiannya.
"Xu Zhu Ping?!" teriak semua orang selain pendekar aliran sesat yang sudah mengetahui siapa wanita iblis gadungan tersebut.
"Bajingan! Bebaskan aku! Aku akan membunuhmu! Kau telah membunuh saudariku Xu Liang. Kau harus mampus!" ancam Xu Zhu Ping, ia merasa dendamnya semakin membara.
"Yang Mulia Pangeran dan Putra Mahkota Liu Fei, Andalah yang berhak untuk memberikan hukuman kepada wanita ini," ujar Xiao Ling, "aku hanya minta bersihkan nama baikku!
__ADS_1
"Aku tidak pernah memasuki Kekaisaran apalagi melukai selir Anda Yang Mulia! Izinkan saya untuk terus menjaga orang-orang lemah dari tirani kejahatan yang dilakukan oleh para manusia serakah ini!" pinta Xiao Ling, ia masih menghunuskan pedang kepada Xu Zhu Ping.