Jendral, I Love You!

Jendral, I Love You!
Antara masa depan dan masa kini


__ADS_3

Bagi Xiao Ling semua orang hampir memakai pakaian yang sama hanya orang-orang kaya memakai pakaian yang terbuat dari sutra sedangkan rakyat biasa memakai pakaian yang terbuat dari jenis kain kasar.


Xiao Ling menatap lurus ke depan dan berharap jika musuh tak ada yang berusaha untuk melontarkan senjata rahasia seperti yang sering dilakukan musuh untuk menyergap tokoh utama di sebuah film di TV atau film-film kolosal yang sering ditontonnya.


Xiao Ling memperhatikan pria di sampingnya yang berjongkok memeriksa mayat yang terbaring di rerumputan. Xiao Ling tak peduli, ia tidak ingin terlalu dekat dengan darah jika ia tidak ingin muntah dan Liu Bei akan curiga kepadanya.


'Masa seorang jendral besar bisa takut dan alergi dengan darah? Yang benar saja! Aduh, mengapa aku bisa begini sih? Ini artinya aku mempermalukan jendral Jia Li,' batin Xiao Ling berpikir dan merasa telah mempermalukan Jendral Jia Li.


'Liu Bei … aku tidak menduga jika aku bakalan bertemu dengan salah satu kaisar Han suatu saat nanti.


'Andaikan dia tahu, jika suatu saat nanti dia akan menjadi kaisar apa yang akan dilakukannya? Apakah dia akan memberontak?


'Bukankah menurut sejarah, jika Liu Bei sebelum menjadi kaisar akan memberontak kepada kekaisaran terdahulu? 


"Liu Bei akan bekerja sama dengan para petani yang tidak puas dengan kekuasaan yang dilakukan kaisar terdahulu. Apakah Liu Bei akan memberontak kepada Liu Fei?' lanjut benaknya, ia ingin memprediksi semua itu mirip peramal.


Xiao Ling terus berpikir akan segala kemungkinan dan menghubung-hubungkan dengan sejarah yang pernah dibacanya saat duduk di bangku sekolah.


Namun, Xiao Ling sama sekali tidak ingin mengatakan hal itu karena ia sangat takut memicu pemberontakan yang akan terjadi di masa yang akan datang.


'Aku tidak boleh mengacaukan sejarah, itu akan sangat mengerikan. Biarkan saja waktu yang akan menjawab segalanya tapi, aku tidak pernah mendengar jika Liu Bei memiliki istri seorang jenderal,' benak Xiao Ling semakin menerka-nerka.


Xiao Ling tidak mengerti mengapa ia harus terdampar pada masa ini, ia hanya berpikir akan ada sesuatu yang terlewati sebagai pedoman di masa yang akan datang.


Walaupun Xiao Ling sama sekali tidak tahu, 'Entahlah, biarkan saja … jalani, nikmati, dan rasakan. Aku tidak perlu bertanya-tanya akan banyak hal yang akan terjadi maupun yang belum terjadi," batinnya.


Xiao Ling tidak menyadari jika Liu Bei mengamati wajahnya yang mengerutkan dahi seakan berpikir terlalu berat.


"Apa yang sedang kau pikirkan?" sela Liu Bei, ia begitu penasaran dengan apa yang sedang dipikirkan gadis di sebelahnya.


"Um, Aku tidak memikirkan apa pun. Aku hanya merasakan, jika hutan ini terlalu menyeramkan," jawab jujur Xiao Ling, ia merasa jika banyak mata yang sedang mengawasi mereka di dalam lebatnya hutan yang tidak terjamah manusia tersebut.

__ADS_1


"Sudahlah, Ayo, kita tinggalkan tempat ini! Hari sudah mulai gelap. Aku berharap kita memiliki tempat untuk berteduh apalagi, kita tidak memiliki kuda untuk mempercepat perjalanan kita," ujar Liu Bei.


Keduanya secepatnya berjalan menggunakan ilmu peringan tubuh melompat dari dahan ke dahan di atas pohon. Mereka tidak ingin terperangkap masuk ke dalam jebakan para penyamun atau orang-orang yang bersembunyi di dalam hutan.


"Aku rasa sebaiknya kita bermalam di sini saja! Jika kita terus melanjutkan perjalanan, aku sangat takut kita akan kelelahan kalau ada suatu bahaya yang akan menyerang.


"Dan kita tidak memiliki kekuatan lagi untuk bertarung!" usul Liu Bei, ia masih merasa jika perjalanan yang akan mereka tempuh masih terlalu jauh.


"Baiklah, aku rasa engkau benar! Sudah berapa lama kita berjalan dan menggunakan ilmu peringan tubuh tapi, masih saja batas dari hutan ini tidak terlihat. 


"Apalagi, malam sudah semakin larut," balas Xiao Ling, ia mengedarkan pandangan ke sekitarnya.


"Apakah itu sebuah pondok? Sepertinya aku melihat pondok kosong di sana!" ucap Xiao Ling, ia menunjuk ke arah pondok yang terbengkalai.


"Ya, kamu benar. Aku rasa sebaiknya kita bermalam di sana saja, Siapa tahu malam ini hujan akan turun,  karena aku rasa suasana dan cuacanya terlalu dingin.


"Kemungkinan disebabkan hutan ini yang terlalu lebat atau memang langit sedang mendung," lirih Liu Bei, ia merasakan jika hujan akan turun.


Ucapan Liu Bei menjadi kenyataan, hujan tiba-tiba turun dengan derasnya membuat keduanya langsung melesat memasuki pondok tersebut.


"Sepertinya ... dulu pondok Ini adalah sebuah rumah. Lihatlah! Perkakas dapur masih lengkap walaupun sudah dibalut oleh sarang laba-laba, kemungkinan penduduknya pindah ke daerah lain karena hanya mereka saja yang tinggal di sini.


"Aku tidak mengerti ada orang yang berani tinggal di tengah hutan lebat begini? Apakah mungkin seorang pertapa?" tanya Xiao Ling pada Liu Bei.


Xiao Ling merasa ngeri dan takut tinggal di hutan menyeramkan seperti itu, 'Andaikan aku digaji berapa besar pun, aku tidak akan mau tinggal di hutan lebat begini!' batin Xiao Ling.


Ia merasa hidup sendirian seperti orang aneh dan tidak bersosialisasi begitu mengerikan, Xiao Ling masih bergidik membayangkan banyak hal yang akan dihadapinya di hutan belantara tanpa teman.


"Entahlah aku tidak tahu! Yang jelas aku sudah mengantuk, sebaiknya aku tidur dulu!" balas Liu Bei, ia langsung merebahkan tubuh bersandar pada salah satu dinding pondok yang berdekatan dengan api unggun yang dinyalakannya sambil memeluk pedangnya.


Xiao Ling masih terdiam ia memandang keluar pondok di mana kegelapan menyelimuti sekitar mereka ia merasa begitu takut. Namun, ia sadar jika ia pun tidak boleh berteriak atau mengeluh akan semua itu.

__ADS_1


'Aku tidak memiliki siapa pun di sini, siapa yang akan menolong dan melindungiku? Lagian, sungguh aneh, jika seorang jenderal bisa berteriak atau lari terbirit-birit ketakutan hanya karena kegelapan.


'Xiao Ling, ayolah … pejamkan matamu!' perintah alam bawah sadar Xiao Ling, ia ingin tidur karena merasakan kantuk telah menyerangnya.


Duar! Duar!


Petir menyambar di angkasa membuat suasana semakin mengerikan, bayangan di luar pondok semakin mengerikan dengan bayang-bayang pohon seakan hidup dan bergerak akibat cahaya petir dan angin yang terus bertiup. 


Glek!


"Aaa! Apa itu? Apakah itu hantu!" teriak Xiao Ling tanpa sadar, ia melihat bayangan-bayangan orang-orang yang telah mati menjadi hantu. 


"Hei! Hei! Apa yang terjadi? Ada apa denganmu?" tanya Liu Bei yang sudah berada di sisinya mengguncang-guncang tubuhnya.


"Aaa! Ada hantu!" teriak Xiao Ling, ia langsung memeluk Liu Bei tanpa sadar.


"Papa! Bawa aku pulang, di sini mengerikan!" isak tangis Xiao Ling, ia terus memeluk Liu bei dan menangis.


"Aku mau dinikahkan dengan pria pilihanmu, Liu Bei atau Liu Kang sekalipun!" isak tangis Xiao Ling sambil memeluk leher dan menangis di bahu Liu Bei.


Deg!


"Apa?!" lirih Liu Bei, ia sama sekali tidak mengerti mengapa seorang jendral besar seperti Xiao Ling malah bermimpi aneh.


Liu Bei hanya berpura-pura tidur, ia hanya ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh Xiao Ling. Ia melihat jika Xiao Ling pun duduk tidak jauh darinya dan perapian. 


Liu Bei melirik jika Xiao Ling menatap ke arah luar pondok dengan terdiam hanya beberapa menit saja, Liu Bei melihat Xiao Ling sudah tertidur dengan pulas.


Akan tetapi, beberapa menit kemudian Xiao Ling berteriak-teriak ketakutan kala petir bergema di luaran. 


Liu Bei bingung harus bagaimana menenangkan seorang wanita ia tidak memiliki kekasih maupun berdekatan dengan seorang wanita mana pun kecuali teman masa kecilnya Chu Zhu Zhu putri perdana menteri.

__ADS_1


Bruk!


"Liu Bei?! Apa yang kau lakukan?" teriak Xiao Ling tersadar.


__ADS_2