Jendral, I Love You!

Jendral, I Love You!
Menghindari cinta


__ADS_3

"Woy, jangan jujur banget kek!" balas Liu Bei, ia ingin menutupi penyamarannya tapi terbongkar dengan sia-sia karena kejujuran seornag Jia Li.


"Hah?! Aneh!" balas Xiao Ling, ia cuek saja dan masa bodoh kala Liu Bei komplin kepadanya.


Xiao Ling merasa semua warga akan sangat senang mendapati pangeran mereka telah menolong dan menyelamatkan mereka dari tirani.


'Dasar, bodoh! Padahal aku ingin menolongnya, agar semua rakyat masih percaya kepada Kekaisaran,' benak Xiao Ling.


Pertempuran terus berlangsung membuat Xiao Ling dan Liu Bei merasa jika prajurit iblis yang menyerang mereka tidak terlalu hebat tetapi mereka menggunakan cara curang dengan melemparkan bom asap dan menghilang masuk ke dalam tanah.


"Bajingan! Memang mereka tikus begitu?" ketus Jia Li, ia berusaha untuk melihat tanah yang bergelembung seakan ada tikus yang berjalan di bawah lorong tanah.


"Mampus kau!" teriak Xiao Ling, ia menebaskan pedang ke arah gemburan tanah yang bergerak cepat.


Namun, ia tak mendapatkan apa pun hal itu membuat Xiao Ling semakin kesal. Ia terus saja berusaha untuk menangkap salah satu musuh tetapi, lagi-lagi ia tak berhasil.


"Jia Li, sudahlah! Sebaiknya kita bawa saja para prajurit ini ke pengadilan desa agar dimakamkan dengan layak. Meskipun mereka telah melakukan kejahatan, tapi semata-mata mereka juga menjalankan perintah dari atasan yang kejam.


"Masalahnya, kita tidak tahu siapa atasan mereka! Apakah kau mengetahuinya sebelum aku datang, Jendral?" tanya Liu Bei, ia ingin tahu.


"Um, mereka bilang, 'Jika putra mahkota Liu Fei yang memerintahkan mereka,' seperti itu, semua warga juga mendengarnya," balas Xiao Ling acuh tak acuh, ia enggan berdekatan dengan Liu Bei.


"Apa?! Putra mahkota Liu Fei? Tidak mungkin!" sanggah Liu Bei, ia merasa senakal-nakalnya Liu Fei ia tak akan berani dan tega melakukan semua itu pada rakyatnya sendiri.


'Apakah ada yang berusaha untuk menghancurkan reputasi Liu Fei begitu?' benak Liu Bei, ia mencoba untuk memahami apa yang sedang terjadi.


"Apakah kamu yakin, jika mereka mengatakan kebenaran itu?" tanya Liu Bei, ia ingin meyakinkan dirinya sendiri.


Xiao Ling menatap ke arah Liu Bei dengan kesal, "Kalau kamu tidak percaya ya, sudah! Percuma juga! Jangan kamu kira karena diriku tidak menginginkan pernikahan dengan Liu Fei.

__ADS_1


"Aku akan menusuknya dari belakang begitu? Tidak akan pernah!


Aku hanya menyampaikan apa yang aku dengar, itu saja!" balas Xiao ling, ia meninggalkan Liu Bei yang masih mematung.


Semua warga mulai berbondong-bondong datang menghampiri Liu Bei, "Salam Yang Mulia Pangeran Liu Bei! Semoga panjang umur dan Dewa selalu melindungi!" ucap semua warga serempak sambil melakukan penghormatan kepada Liu Bei.


"Terima kasih, bangunlah!" ucap Liu Bei, ia menyentuh bahu kepala desa agar berdiri.


"Pak kepala desa, apakah para prajurit yang mengambil upeti selama ini hanya mereka saja? Apakah ada yang lain selain mereka?" selidik Liu Bei, ia penasaran dengan apa yang sudah terjadi.


"Yang Mulia, biasanya bukan mereka. Tapi, sudah 4 kali ini merekalah yang selalu memintanya. Um, prajurit yang lama di bawah naungan Jendral Zhao Min sangat baik dan mereka tidak pernah menghardik atau menghukum rakyat.


"Tapi, sejak Jendral Zhao Min mangkat dan penggantinya adalah prajurit yang tadi, kami tidak tahu mereka di bawah naungan jendral mana?" papar kepala desa sejujurnya.


"Oh, begitu! Baiklah, aku akan memeriksa wilayah lembah Ru Yi dan Shandong di bawah naungan jendral siapa. Apakah ada warga yang terluka, Pak Kepala Desa?" tanya Liu Bei, ia sedikit khawatir.


"Hanya luka ringan, semoga saja tabib Li sudah berhasil mengobati mereka. Terima kasih, Yang Mulia telah menolong kami," ujar kepala desa.


"Maaf Yang Mulia, desa sebelah sudah sering mengalami hal itu. Hanya desa ini saja yang belum, baru kali ini karena kami selalu membayar upeti setiap bulan. Tapi, kali ini panen memang cukup lumayan.


"Akan tetapi, kami sudah terus menerus membayar upeti tinggi dan kami tidak bisa lagi memberi karena kebutuhan kami juga untuk membeli bibit," ujar kepala desa menjelaskan kesulitan mereka.


"Apa? Jadi, warga sebelah sudah mengalami seperti tadi?" tanya Liu Bei, 'pantas saja ayahanda memintaku untuk menyelidiki semua ini.


'Berarti ayahanda sudah mencium dan mendengar desas-desus ini? Um …,' benak Liu Bei, ia termenung sejenak.


"Baiklah! Aku akan mencoba untuk membantu dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi? Tapi, percayalah! Ayahanda Liu Bang dan Putra mahkota Liu Fei tidak akan mungkin melakukan hal ini.


"Kemungkinan ada yang sudah berusaha untuk berbuat onar," ujarnya, ia sangat yakin akan semua itu.

__ADS_1


"Saya pun merasakan hal itu Yang Mulia. Mari, Yang Mulia, maaf jika penyambutan kami tidak berkenan di hati Yang Mulia," ujar kepala desa, ia berusaha beramah-tamah kepada pangeran kedua Han.


Liu Bei hanya tersenyum, "Jangan khawatir! Aku akan mengirim semua mayat ini terlebih dahulu," ujarnya, ia sudah mengirim pesan kepada Lie Feng untuk ke pusat pemerintahan di Shandong agar menyelidiki kebenaran siapa prajurit yang menyamar tersebut sebelum ia mengikuti musuh memasuki desa.


Liu Bei meninggalkan kepala desa dan semua warga untuk membenahi semua kerusakan dan menyajikan makanan, Liu Bei mencari Jia Li yang sudah duduk memasak makanan bersama Bibi Gu.


"Aku tidak menyangka, jika engkau begitu pintar memasak!" sindir Liu Bei, ia mencomot sepotong ayam yang sudah matang.


Xiao Ling hanya menatap sekilas kepada Liu Bei, ia langsung menjauh. Xiao Ling ingin menghindari Liu Bei, ia tak ingin terlalu akrab dengan pangeran tersebut.


'Padahal rencananya, aku mau menghindari dirinya. Tapi, mengapa dia selalu saja ada sih?' benak Xiao Ling, ia merasa semakin kesal.


Namun, ia tak mungkin mengusir orang nomor 3 yang berkuasa di kekaisaran Han. Sehingga ia merasa jika jalan satu-satunya adalah menghindari Liu Bei.


"Jia Li! Apakah di wajahku ada kotoran?!" tanya Liu Bei, ia sengaja menghadang langkah Xiao Ling yang membawa nampan untuk jamuan makan malam bersama para warga.


"Um, sebaiknya pergilah ke tepi sungai atau pulanglah ke kaisaran. Aku sangat yakin jika di istana pasti memiliki banyak cermin!" tukas Xiao Ling, ia merasa ingin melemparkan nampan ke wajah Liu Bei.


"Oh, itu tidak terpikirkan olehku! Tapi, alangkah senangnya jika salah satu jendral hebat di kekaisaran Han mampu melihat wajahku dengan jelas dan memberitahukan mengapa ia trus saja mengindari diriku?


"Seingatku, ia baru saja mengucapkan kata cinta yang begitu romantis. Tapi, sayangnya … beberapa jam berlalu ia malah seakan amnesia!" sindir Liu Bei.


"Kau …!" lirih Xiao Ling, ia ingin menampar mulut jendral angkuh tersebut jika tidak mengingat kalau Liu Bei adalah seorang pangeran.


*Anggap saja, aku sedang latihan drama untuk mengungkapkan kata cinta kepada Liu Fei!" balas Xiao Ling tersenyum kaku, ia ingin melanjutkan langkahnya.


Namun, Liu Bei langsung mencekal tangannya. Membuat Xiao Ling langsung jatuh ke pelukan Liu Bei sementara nampak berhamburan terjatuh dari genggaman Xiao Ling.


Akan tetapi, Liu Bei langsung dengan cepat menangkap nampan dan menangkap semua potongan ayam yang berhamburan dengan lihai.

__ADS_1


Xiao Ling terkesiap menatap semuanya ia selalu saja takjub dengan apa yang dilakukan oleh Liu Bei yang menurutnya jika di dunia modern hal itu tidak akan pernah terjadi.


"Wah, kau hebat sekali!" puji Xiao Ling, ia sudah lupa dengan apa yang terjadi.


__ADS_2