
"Hahaha, siapa menyangka semua orang-orang hebat dari kekaisaran Han berada di sini, ini akan memudahkan kita untuk membunuh mereka. Bukankah begitu Jian Pho (Pendekar mabuk sesat dari lembah Kematian)?" tanya Kong Tian (pendekar tengkorak merah) begitu bahagia.
Pria setengah tua yang mengenakan baju compang-camping bernama Jian Pho begitu bahagia mendapati buruan mereka berada di sana seakan telah terkepung. Ia berulang kali menuangkan arak dari kendi ke mulutnya dengan berjalan sempoyongan.
Xiao Ling hanya menaikkan alis bingung, ia merasa benar-benar berada di dunia drama di mana ia paling benci menonton semua itu. Bagi Xiao Ling itu hanyalah isapan jempol semata.
Namun, kini ia bisa melihat semua itu adalah sebuah kenyataan yang membuat dirinya tak lagi bisa bergerak dan merasakan jika semua itu adalah kenyataan.
'Aduh, masa pendekar lagi sih? Sebenarnya yang jadi musuh di dalam malapetaka ini siapa? Apakah ada dalang di balik semua pemberontakan ini?
'Tidak mungkin rasanya orang dari dunia persilatan turut campur di dalam peperangan antar kerajaan jika mereka tidak menuai keuntungan?! Bukankah begitu kenyataannya di dunia modern?
'Apakah salah satu kerajaan sengaja menggunakan jasa pendekar beraliran sesat dan semakin hitam mirip panta* periuk ini? Um … tujuannya apa?' benak Xiao Ling, ia mulai menggunakan kepintaran dari dunia modern untuk membaca dan menganalisis situasi.
'Masa orang modern seperti diriku bisa kalah dengan orang-orang masa lalu? Yang benar saja! Hilang dong harga diriku sebagai orang yang berasal dari era gadget dan android,' batin Xiao Ling, ia merasa geli.
"Kong Tian … aku rasa sudah saatnya kekaisaran Han akan runtuh dan digantikan oleh Qin," balas Jian Pho, ia tersenyum membalas ucapan pria yang bernama Kong Tian yang menggunakan pakaian biksu berwarna hitam dengan lambang tengkorak merah.
"Apa?! Qin? Kerajaan Qin sudah lama runtuh, kalian jangan terlalu menggunakan kerajaan Qin untuk menyerang Han! Aku sangat yakin, jika Qin tidak akan melakukan hal itu?!" tukas Liu Fei, ia sudah menyelidiki dan tidak ada sngkut pautnya dengan Qin, meskipun segala pemberontakan mengatasnamakan Qin.
"Hahaha, kau tahu apa, Putra Mahkota Liu Fei? Kau hanya tahu dan bersembunyi di ketiak seorang wanita!
"Kau hanya menghabiskan waktu untuk bersenang-senang saja! Kau tidak pantas menjadi seorang kaisar! Yang lebih pantas adalah Liu Bei!" ujar Kong Tian, ia sengaja melakukan semua itu untuk memprovokasi hubungan kakak beradik tersebut.
__ADS_1
"Apa?! Aku sama sekali tidak tertarik dengan semua ini? Ayahanda memintaku pulang hanya ingin mengamankan pemberontakan yang sedang berlangsung hanya itu saja!" tepis Liu Bei, ia tercekat dan merasa jika para pendekar sesat tersebut sengaja memprovokasi keadaan agar dirinya dan Liu Fei akan berkonfrontasi.
"Hahaha, kau terlalu bodoh, Liu Bei! Hanya kaulah yang berhak atas tahta kekaisaran Han dan Qin. Kau tahu, mengapa?
"Karena Kaisar Liu Bang tak ingin kalian akan bertempur memperebutkan tahta sehingga ia pun mengikat dirimu dengan semua perjanjian ini.
"Mereka sama sekali tidak menginginkan dirimu selain, kekuatan yang kau miliki!" ujar Kong Tian, ia tersenyum dan tertawa bahagia.
"Itu tidak benar! Liu Bei adalah orang yang baik dan berdedikasi, kau tak perlu menggunakan semua trik kotormu untuk membuat diriku dan Liu Bei bertempur. Tunjukkan saja kekuatanmu, Kong Tian!" teriak Liu Fei, ia merasa amarah semakin merasuk di jiwanya.
Fajar mulai menyingsing di ufuk timur tetapi, tak seorang pun yang mencoba untuk mengakhiri pertikaian. Keadaan semakin memanas ketika prajurit-prajurit berpakaian hitam dengan kekuatan yang luar biasa malah mengepung mereka semua.
"Bajingan! Kong Tian! Apakah semua ini adalah pasukan kalian?" tanya Liu Bei, ia ingin mengenali semua atribut yang dipakai oleh prajurit yang mengepung mereka.
"Qin? Ck, pasti semua ini adalah prajurit di bawah komando Qin Su Yong? Apakah mereka bekerja sama dengan Donglai?" tanya Xiao Ling, ia penasaran.
Xiao Ling berdiri di antara ketiga pria tampan tersebut, "Hahaha, bukankah itu adalah jendral hebat kebanggaan Kekaisaran Han? Jendral Jia Li dan adiknya Tan Yu Ji.
"Ini adalah kesempatan kita untuk membunuh mereka semua! Jika mereka berempat mampus, maka kekuatan Han akan takluk!" ujar Jian Pho, ia masih terus menuangkan arak sambil berbaring miring di atas atap penginapan meneliti semua orang dengan rendah.
"Hei, manusia iblis! Kau kira aku takut kepadamu, hah? Berapa kerajaan Qin membayar kalian? Dasar a*jing-a*jing pesuruh Qin!" teriak Xiao Ling, ia mengutuk musuh tanpa menggunakan tata bahasa yang baik yang mencerminkan kualitas seorang putri bangsawan.
Semua orang menoleh kepada Xiao Ling termasuk anak buahnya, mereka tak menduga jika sekarang komandan mereka malah lebih barbar dari bisanya yang dingin.
__ADS_1
"Wah, mengapa sejak terluka, Jendral Jia semakin barbar dan tidak terkendali? Tapi, sekarang dia lebih hangat. Jendral Tan sangat berbeda dari yang dulu.
"Biasanya jendral Tan tidak pernah terprovokasi hanya perkataan musuh, ia hanya diam kecuali melesat dan langsung menebas batang leher musuhnya?" bisik Zhaozhao pada Lin Wei.
"Sstt! Jangan terlalu keras! Aku tidak ingin ada yang curiga jika Jendral Tan sedang hilang ingatan, itu bisa bahaya. Apakah kau paham?" balas Lin Wei, ia semakin cemas dengan perubahan yang begitu ketara yang sudah dilakukan oleh atasan mereka.
Zhaozhao dan yang lainnya hanya diam saling pandang bersiaga atas apa yang akan dipindahkan oleh jendral kesayangan mereka.
Syut! Blurs!
Sebuah serangan sinar hitam melesat ingin menyerang ke arah Zhaozhao dan Lin Wei akan tetapi Xiao Ling melihat hal itu dan langsung menepis serangan tersebut hingga menyelamatkan keduanya dari serangan mematikan.
"Bajingan! Kalian terlalu curang! Padahal kalian memiliki gelar pendekar hebat di di dunia persilatan!" umpat Xiao Ling, ia sudah berdiri di depan Zhaozhao dan Lin Wei menghadap kepada Kong Tian dan Jian Pho yang menyerang dengan diam-diam.
"Hah! Sialan! Jendral Jia Li benar-benar luar biasa seperti nama yang aku dengar. Bukankah kau telah mengalahkan Zhu Tong? Aku tak mengerti mengapa kau bisa mengalahkan pendekar hebat tersebut? Sangat tidak masuk akal!" hina Kong Tian.
"Apakah kalian tidak apa-apa?" tanya Xiao Ling kepada kedua bawahannya yang melesat berusaha untuk menguasai sisa serangan hebat tersebut.
"Terima kasih, Jendral!" jawab Zhaozhao dan Lin Wei.
"Berhati-hatilah! Mereka menggunakan kekuatan yang hebat tidak seperti kita sedang berperang dengan prajurit. Semoga saja kita mendapatkan jalan keluarnya," ujar Xiao Ling, ia merasakan jika tubuh Jia Li begitu marah dan ingin menggunakan kekuatan yang aneh.
'Apakah Jia Li memang memiliki kekuatan yang luar biasa?' benak Xiao Ling, ia merasakan sekujur tubuhnya gemetar ingin menghancurkan dan membunuh Kong Tian dan Jian Pho serta prajurit Qin yang menyerang mereka.
__ADS_1