Jendral, I Love You!

Jendral, I Love You!
Jendral Iblis


__ADS_3

Zhu Tong melesat menerjang ke arah Xiao Ling yang langsung melesat ke udara menghindari tebasan pedang Zhu Tong.


Trang! Tring!


Suara pedang bergema membelah gelapnya malam, bunga api berpendar kala pedang Liu Bei beradu dengan pedang para tentara Mongol begitu juga dengan pedang Xiao Ling yang beradu dengan Zhu Tong.


"Kali ini, aku tidak akan membiarkanmu hidup! Aku akan membunuhmu, Jia Li!" teriak Zhu Tong, ia melontarkan pedang ke arah Xiao Ling yang langsung mengelak dan mematahkan pedang Zhu Tong dengan pedangnya.


"Ya, ampun! Sudah aku katakan, aku bukanlah Jendral Jia Li! Mengapa kau masih saja tidak percaya sih?!" umpat Xiao Ling makin kesal, ia merasa semua orang hanya mengenal Jia Li yang hebat.


'Aduh, jika musuh Jia Li adalah pendekar nomor 1 di dunia? Jangan-jangan masih banyak lagi musuh Jia Li, orang hebat lainnya! Apa yang telah dilakukan Jia Li hingga Zhu Tong begitu murka?!


'Mampus aku! Bagaimana ini? Sedangkan aku? Aku … ya, ampun! Aku bukanlah wanita hebat! Aku hanyalah seorang pengacara!' benak Xiao Li, ia semakin kacau-balau tidak menduga segalanya semakin mengerikan.


'Bagaimana jika musuh Jia Li bukan hanya Zhu Tong tapi, masih banyak pendekar hebat atau malah raja-raja? Ck, mengapa aku harus masuk ke tubuh si Jia Li ini, sih?


'Begitu banyaknya wanita di abad ini … mengapa harus jendral Jia Li yang hebat ini?' benak Xiao Ling semakin tak mengerti.


Xiao Ling masih terus menghindari tebasan pedang dan tapak naga dari Zhu Tong yang benar-benar ingin membinasakan dirinya.


"Bangsat! Kau benar-benar ingin membunuhku? Tidak akan kubiarkan! Kau belum tahu siapa aku, hah?!" teriak Xiao Ling murka, ia merasa telah menjadi bulan-bulanan Zhu Tong.


"Rasakan ini, Bangsat!" teriak Xiao Ling menyerang dengan pedang yang terselip di balik bajunya di punggung.


Sejak ia berada di dunia mimpi, Xiao Ling sendiri tidak mengerti mengapa tubuhnya tidak pernah menggunakan pedang tersebut. Xiao Ling melesat dengan cepat dan langsung menebaskan pedang ke arah Zhu Tong.


Trang! Wus!


Getaran pedang yang beradu langsung memancarkan sinar kebiruan dari pedang Jia Li.


'Eh, apa yang terjadi?' batin Xiao Ling bingung, ia sama sekali tidak menduga dengan pedang yang dimilikinya itu memiliki sinar yang mengerikan dan membuat sekitarnya terbakar.


'Mampus! Aku bisa dihukum karena telah melanggar hukum! Aku sudah membakar hutan! Aduh,' benak Xiao Ling, ia sudah menghapal draft hukum di benaknya, di mana pelanggaran yang dilakukan secara hukum perdata maupun pidana akibat pembakaran hutan secara sengaja.

__ADS_1


"Aaa! Sialan! Dasar Zhu Tong si tua Bangka!" umpat Xiao Ling, ia terkejut kala tapak tangan Zhu Tong hampir saja menelan tubuhnya dengan serangan tapak naga yang melegenda hampir saja meremukkan tubuh Jia Li.


Namun, Xiao Ling tidak membiarkan hal itu terjadi, ia masih ingin hidup dan mempertahankan tubuh Jia Li agar tetap utuh. Xiao Ling melesat berjumpalitan dengan menghunuskan mata pedang ke udara ke arah tapak tangan Zhu Tong yang menyerangnya.


"Aaa!" teriak Zhu Tong, ia melesat menghindari serangan pedang yang bersinar biru terang yang langsung melesat menerjang menembus telapak tangan Zhu Tong membuat tapak tangannya terbakar.


"Bajingan! Kau …!" umpat Zhu Tong, ia sama sekali tidak menyangka jika jendral Jia Li masih saja luar biasa hebat.


'Mengapa Jia Li masih bisa menahan dan membalikkan serangan Tapak nagaku? Aneh! Di pertempuran terakhir kalinya, dia hampir tewas begitu juga denganku!


'Apakah dia memiliki ilmu pamungkas yang tersembunyi lainnya? Tidak mungkin! Hanya dua tahun masa pertarungan kami, tidak mungkin dia secepat itu akan pulih dan menuntut ilmu yang sangat luar biada hebat.


"Hei, Zhu Tong! Kau kira aku ini seekor ikan yang ingin kau tangkap begitu, heh! Enak saja kau!" umpat Xiao Ling, ia sudah mengambang di udara dengan pedang biru yang bersinar terang.


'Aneh, mengapa jenderal Jia Li sekarang begitu angkuh dan sombong?! Bukankah Jia Li yang bertarung denganku dulu, dia begitu dingin dan tidak banyak bicara apalagi marah-marah?


'Bahkan, dia … tidak bersuara sama sekali. Kenapa yang ini sangat berbeda? Apakah benar jika dia bukan jendral Tan Jia Li?' benak Zhu Tong, ia masih mengawasi Xiao Ling.


"Rasakan ini! Kau telah berani menyerangku diam-diam?!" teriak Xiao Ling, ia menggunakan jurus taekwondo dan wushu dari dunia modern.


Zhu Tong kewalahan karena telapak tangannya pun telah terluka terbakar, 'Sialan! Jika terus menerus begini, aku bisa mati! Aku harus kabur!' batinnya, Zhu Tong mencari celah untuk kabur.


Akan tetapi, Xiao Ling tidak memberinya jeda dan waktu untuk berpikir untuk kabur.


Buk! Trang!


Tendangan kaki kiri Xiao Ling mendarat telak di dada dan pedangnya memenggal telapak tangan kanan Zhu Tong hingga putus.


"Aaa! Bangsat!" teriak Zhu Tong, ia tidak menduga sama sekali.


Zhu Tong melayang terjatuh terhempas di tanah, ikatan rambutnya terlepas memperlihatkan rambut putihnya.


"Pergilah, Zhu Tong! Mulai detik ini, nyawamu adalah milikku! Pergilah, gunakanlah nyawamu itu untuk menolong yang lemah!" perintah Xiao Ling, ia sendiri tidak tahu mengapa ia pun mengatakan hal itu dengan sikap dingin dan berbeda.

__ADS_1


Xiao Ling bergidik kala darah kehitaman mengucur dari tangan Zhu Tong, Xiao Ling meraba saku di lengan baju panjangnya dan melemparkan sebuah kendi kecil kepada Zhu Tong.


Xiao Ling masih mengambang di udara dengan pedang di tangan dan sinar kebiruan melingkupi tubuhnya.


"Gunakan obat itu untuk lukamu," ucap Xiao Ling, ia sendiri tidak mengerti mengapa ia bisa mengatakan dan mengenali jika itu adalah obat untuk luka yang dialami dan diderita oleh Zhu Tong.


"Phih! Lebih baik kau bunuh aku, jendral Iblis! Aku tidak sudi menerima belas kasihmu!" umpat Zhu Tong, ia merasa harga diri dan gelar yang disandangnya sama sekali tidak memiliki arti lagi di dunia persilatan.


"Nyawamu sama sekali tidak ada artinya bagiku, Zhu Tong! Pergilah!" jawab Xiao Ling dingin.


"Hahaha! Baiklah! Aku terima kebaikanmu! Tapi ingat, aku akan membalaskan dendam ini! Jangan pernah menyesalinya, Wanita Iblis!" teriak Zhu Tong, ia marah dan malu bercampur aduk menjadi satu.


'Bajingan! Aku tidak akan menyerah! Suatu saat aku akan membunuh jendral iblis ini!' benak Zhu Tong, ia marah dan dendamnya semakin menyala.


"Tunggulah, pembalasanku, Jendral Iblis! Hahaha," Zhu Tong pun langsung melesat pergi dengan derai tawa.


Prajurit Mongol terkesiap, mereka pun langsung kabur mengikuti Zhu Tong, hanya segelintir prajurit yang tersisa yang berusaha untuk kabur. Tubuh Xiao Ling bergerak tanpa disadarinya ingin membunuh aora prajurit tersebut.


"Jangan lakukan itu, Jendral Tan! Mereka juga manusia, biarkan mereka kabur! Mari kita pergi saja dari sini! Mongol bukan tujuan kita!


Kita harus ke Chang An!" teriak Liu Bei, ia menahan tubuh Jia Li dengan tenaga dalam miliknya.


"Baiklah, Yang Mulia!" balas Xiao Ling dingin.


Liu Bei dan Xiao Ling saling pandang, Xiaoling menyelipkan kembali pedang rahasianya di balik baju dan mendarat dengan ringan di tanah.


"Yang Mulia, apakah Anda baik-baik saja?!" tanya Xiao Ling, ia berubah menjadi dingin bukan lagi sosok wanita yang ketakutan seperti saat hujan turun.


"Aku baik-baik saja!" jawab Liu Bei, ia sama bingungnya dengan Zhu Tong akan perubahan sikap jendral tersebut.


"Jendral iblis …," lirih Liu Bei, ia menyebut panggilan jendral Jia Li yang disebut oleh Zhu Tong.


"Ck, nama yang menjijikkan!" ketus Xiao Ling.

__ADS_1


"Dunia persilatan akan gempar, mungkin dirimu akan disebut sebagai pendekar di dunia persilatan selain seorang jendral." Liu Bei menatap Jia Li yang masa bodoh.


__ADS_2