
"Apa?! Tidak mungkin! Jendral Jia Li sudah tewas! Bukankah Xu Zhu Ping yang membunuhnya?" umpat Wu Yao, ia merasa konyol karena sahabatnya Qin Wo mengatakan jika wanita itu adalah jendral Jia Li.
"Aku hanya menduga saja, selama ini tidak ada yang pernah lolos dari cakar iblis milik Zhao Xue'er dan selama ini juga, kita belum pernah menemukan pendekar yang hampir memiliki kekuatan setara dengan jendral Jia Li.
"Apakah kamu lupa Wu Yao? Kau pun pernah bertarung dengan jendral itu! Bahkan, di Limen Barat aku dan beberapa pendekar pun sudah menjebaknya dengan kekuatan penuh, tetapi jendral itu berhasil lolos dengan baik!" ujar Qin Wo.
Qin Wo mengakui kehebatan jendral wanita tersebut meskipun mereka bertentangan Qin Wo takjub dengan kehebatan dan cara berperang serta strategi yang dimiliki jendral hebat tersebut.
Xiao Ling terdiam bayangan masa lalu kembali terbayang, ia merasakan kepedihan di mana penduduk Limen harus menderita akibat perang yang berlangsung lama antara kerajaan Qin dan Ming.
Sehingga Raja Ming menjadi bawahan Han meminta bantuan untuk mengalahkan pasukan Qin. Sehingga sejak itu Kerajaan Ming di bawah kedaulatan Kekaisaran Han tanpa penaklukan sedikit pun.
"Kalian tidak perlu tahu siapa aku. Mungkin Jendral Jia Li sudah tewas tapi, bukan hanya dia saja yang memiliki kekuatan bukan? Kalian terlalu memandang rendah kepada semua orang.
"Sekarang, ayo, serang aku, Bangsat! Bukankah kalian ingin membunuhku?" terika Xiao Ling, ia langsung mengubah gerakannya dengan secepatnya melesat menyerang Wu Yao.
Melihat gerakan wanita iblis yang tiba-tiba membuat Wu Yao sedikit terkesiap, ia langsung mengelak. Pukulan dan tebasan pedang Xiao Ling menghancurkan sebagian batu dan lereng gunung membuat retakan semakin kacau hingga bebatuan pun berhamburan longsor beserta tanah tebing.
Kratak! Kratak!
Longsor tanah membuat semua orang terpaksa melesat menjauh untuk menghindari bebatuan dan terperosok ke dalam jurang.
'Wanita Iblis ini benar-benar tangguh! Baru kali ini aku menemukan lawan yang sebanding dengan jendral Jia Li. Andaikan jendral itu tidak mampus, akan sangat kesulitan jika mereka berdua dimiliki Han,' batinnya, ia sedikit lega karena Jia Li telah tewas.
"Sial! Apa yang harus kita lakukan?" ujar Wu Yao, ia meminta pendapat kepada Qin Wo.
"Kita harus bisa membunuh wanita iblis dan Pangeran Liu Bei, jika tidak selir Sarnai dan Qin Chin Kun akan marah," bisik Qin Wo, "mereka hanya berdua! Aku rasa kita harus menggunakan formasi untuk menjebak mereka!
"Orang-orang kita juga sangat banyak tidak mungkin mereka berdua berhasil lolos dari kita! Paling tidak kita harus melumpuhkan mereka agar memudahkan Selir Sarnai menjalankan rencana di kekaisaran," ucap Qin Wo.
Qin Wo merasa dengan melumpuhkan Liu Bei dan wanita iblis akan memudahkan mereka melakukan pemberontakan.
"Baiklah!" balas Wu Yao, ia langsung menjentikkan jari dan membuat sebuah kata sandi.
'Apakah benar Xu Zhu Ping telah membunuh Jendral Jia Li? Rasanya tidak mungkin! Tapi," benak Wu Yao, ia masih curiga jika Jia Li belum tewas.
'Lalu siapa wanita ini? Setiap gerakan dan caranya menggunakan pedang … dan pedang itu, bukankah itu miliki Jendral Jia Li? Ck, sayang sekali begitu sulit membuka cadar itu!' umpat batin Wu Yao, ia masih terus berusaha untuk mencari kebenaran di balik semua rahasia yang disembunyikan oleh wanita iblis.
'Bukankah wanita iblis ini muncul sejak kematian Jia Li? Apakah mungkin jika Jia Li adalah wanita iblis? Mengapa dia harus melakukan semua ini? Apakah dia sedang merencanakan sesuatu?' batin Wu Yao terus bertanya-tanya.
Wu Yao berusaha untuk menjalankan formasi di belakang punggung ia membuat sandi gerakan untuk para sahabat juga prajurit tengkorak merah untuk mengikuti dan melakukan formasi yang ingin dilakukan olehnya.
Xiao Ling memperhatikan dengan seksama, ia mengenal dan mengetahui apa yang dikatakan oleh Wu Yao.
__ADS_1
'Untung saja, dulu aku ikut Pramuka!' benak Xiao Ling, ia memahami kode morse itu.
'Aneh, ternyata sandi itu pun ada di zaman sekarang? Hm,' benak Xiao Ling.
"Xiao Ling, apakah kamu baik-baik saja?" tanya Liu Bei, ia sudah berada di sisi Xiao Ling.
"Paling tidak, aku masih bernapas Yang Mulia!" balas Xiao Ling acuh.
Xiao Ling sedikit lega karena Liu Fei telah pergi, ia tak ingin jika Liu Fei pun semakin curiga jika dirinya adalah Jia Li. Selain itu, ia tak ingin pergi ke kaisaran.
"Ya, kamu benar!" balas Liu Bei, ia mengerucutkan bibir.
'Sejak kejadian di tebing itu, Jia Li banyak berubah. Apakah dia masih sakit hati karena aku tidak membalas rasa cintanya? Bukan aku tidak menyukai dan mencintainya. Hanya saja, apa yang harus aku katakan kepada Ayahanda dan Liu Fei?' batin Liu Bei ei galau.
Liu Bei bingung untuk mengambil keputusan itu, ia rela terbakar dan memendam rasa cinta hanya untuk membuat kebahagiaan untuk Jia Li dan Liu Fei.
Liu Bei tak ingin akan terjadi kemelut di mana malapetaka akan semakin merajalela hanya karena cinta buta.
"Xiao Ling, apakah engkau masih marah padaku?" tanya Liu Bei, ia takut jika tidak memiliki kesempatan untuk bertanya lagi.
Liu Bei merasa musuh semakin berniat untuk menghabisi mereka berdua, ia hanya menatap musuh yang lebih banyak dua kali lipat dibandingkan mereka berdua. Liu Bei melihat ke angkasa dan menebak jika prajurit utusan yang diperintahkannya tidak akan mungkin secepat itu sampai di perbatasan Luoyang.
'Bala bantuan akan lama datang, andaipun mereka secepatnya tiba di sini, kemungkinan kami berdua telah tewas!' benaknya.
"Marah soal apa?" balas Xiao Ling, ia merasa Liu Bei tidak memiliki kesalahan apa pun padanya.
Liu bei melihat serangan mendadak dari musuh yang langsung menggunakan formasi di mana mereka menyerang dengan cara bersamaan dan susulan serangan lain dari teman mereka secara terus menerus.
Hal itu dimaksudkan untuk mempersulit dan membuat musuh menjadi lelah hingga mereka dengan mudah membunuh mereka.
Namun, lawan mereka bukanlah orang sembarangan kedua jendral kebanggan Han tersebut langsung secepatnya membalas serangan demi serangan secepatnya.
Tongkat Shaolin Liu Bei memukul dan menerobos menghancurkan formasi karena di bagian tengah hingga formasi musuh berantakan membuat Xiao Ling dan Liu Bei dengan mudah melancarkan balasan.
Trang! Tring!
Tebasan kembali mewarnai suasana sore hari di mana mentari sudah semakin turun ke barat. Xiao Ling semakin lelah dan muak karena serangan lawan tiada habisnya.
'Sebaiknya aku menggunakan dua pedang saja! Jika menggunakan bumerang aku harus membagi kekuatanku.
'Aku sudah semakin lemah apalagi, bekas luka ini masih terus berdenyut!' batinnya, ia merasakan rasa sakit di bagian dada dan tulang punggung.
Xiao Ling langsung mencabut pedang lagi, ia melesat dengan cepat menerobos musuh dengan dua pedang yang mengayun ke sana kemari melesat ke udara dan bumi. Xiao Ling menghindari pukulan musuh, sehingga Wu Yao dan Qin Wo melihat dengan jelas wajah Xiao Ling di balik cadar yang tersingkap.
__ADS_1
"Jendral Jia Li? Hahaha! Sudah kuduga! Kau adalah Jendral Jia Li!" teriak Wu Yao, ia langsung melesat kabur meninggalkan pertempuran.
'Aku akan memberitahukan kepada Selir Sarnai dan Qin Chin Kun tentang kebenaran ini. Agar mereka mengubah formasi!' batin Wu Yao, ia tak ingin menyia-nyiakan temuannya.
"Qin Wo! Sebaiknya kabur saja! Kita sudah mendapatkan apa yang kita inginkan! Ini lebih berharga dari apa pun!" teriak Wu Yao, ia sudah lenyap dari pandangan.
"Bangsat!" umpat Xiao Ling, ia sama sekali tidak menduga jika rahasianya terbongkar.
Qin Wo ingin kabur meninggalkan pasukan tengkorak merah dan temannya yang mulai kabur satu demi satu.
Namun, Xiao Ling tidak ingin memberinya kesempatan sehingga ia mengerahkan seluruh kekuatan miliknya dengan menyatukan dengan kekuatan pedang.
"Bajingan! Aku tidak akan membiarkanmu bebas Bangsat!" umpat Jia Ling, ia langsung menebaskan pedang ke arah Qin Wo sehingga bara api phoenix pun melesat menghantam tubuh Qin Wo dan pasukan tengkorak merah hingga terbakar tewas.
Tanah retakan tebing mulai longsor.
Wu Yao di kejauhan terkesiap tak menduga jika Jia Li lebih hebat lagi sekarang, "Sial! Jendral wanita itu benar-benar telah menjadi iblis!" umpatnya, ia pun langsung kabur menjauh.
Sementara Xiao Ling yang menghabiskan seluruh kekuatan miliknya tak sanggup lagi bertahan.
Bruk! Klontang!
Xiao Ling terluka parah, ia langsung jatuh pingsan dengan pedang jatuh berdengung di cadasnya batu.
"Xiao Ling!" teriak Liu Bei melesat secepat berusaha untuk meraih tubuh Jia Li.
Bertepatan dengan pasukan kekaisaran Han dari perbatasan Luoyang dipimpin oleh Lin Wei, Lu Yan, dan Liu Feng serta putra mahkota Liu Fei.
"Jia Li?! Jadi, wanita iblis adalah Jia Li?" lirih Liu Fei, ia merasa bagaikan mimpi bisa melihat gadis cantik itu lagi.
"Ayo! Bawa Jendral Jia Li ke istana kekaisaran Han!" teriak Liu Fei, ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk membelenggu Jia Li di dalam ikatan pernikahan.
Liu Fei langsung mengambil tubuh Jia Li dari dekapan Liu Bei yang masih berusaha memberinya obat.
Liu Bei hanya terdiam, ia menyadari jika Jia Li adalah tunangan kakaknya sehingga ia pun beringsut berdiri dan membiarkan Liu Fei melaksanakan keinginan hati untuk merawat calon permaisuri masa depannya.
'Maafkan aku, Xiao Ling …,' lirih batin Liu Bei teriris perih.
Namun, ia hanya diam berusaha untuk menekan semua sakit dan rasa cemburu di jiwa. Liu Bei tak ingin jika Liu Fei akan murka kepadanya.
"Liu Bei, mengapa tidak kau katakan jika wanita iblis adalah Jia Li?" tukas Liu Fei marah.
"Maafkan saya Yang Mulia, saya sendiri tidak tahu. Saat itu sayalah yang memakamkan Jendral Jia Li. Lagian, wanita iblis ini mengaku namanuadlaah Xiao Ling. Andaikan saya tahu, saya akan memintanya pulang.
__ADS_1
"Saya pun tidak pernah bertemu dengannya selain kemarin saat pertempuran di Biara Shaolin," balas Liu Bei, ia berbohong.
Liu Fei langsung membawa Jia Li menaiki kudanya, sedangkan pedangnya dibawa oleh Liu Bei. Mereka meninggalkan tempat kejadian dan pergi ke Luoyang untuk merawat Jia Li yang terluka parah.