
Xiao Ling menatap ke arah para pria yang berpenampilan mewah dan mirip prajurit Han, pria angkuh di barisan paling depan yang terlihat begitu kasar dan membawa tombak besar masih menatap kepada semua orang.
"Hei, Para Warga Desa! Kaisar Liu Bang memerintahkan kepada kami untuk mengambil upeti. Kalian sudah melewati masa tenggang, jika kalian mengelak maka, jangan salahkan kami menggunakan kekerasan!" teriak pria tersebut, ia masih mengawasi semua orang.
"Maaf, Yang Mulia … kami sudah mengumpulkan upeti yang akan dibawa ke kaisaran. Hanya saja, kami tidak bisa memberikan sesuai dengan apa yang diminta oleh Paduka Kaisar Liu Bang.
"Kami akan makan apa? Selain itu, hasil panen memang lumayan bagus tapi kami juga butuh untuk modal penanaman bibit kembali," ujar kepala desa, ia maju dengan berlutut.
"Yang Mulia, saya harap Anda mengerti. Bukankah baru kali ini, panen yang berhasil? Selama ini, panen selalu mengalami kegagalan. Saya mohon, Yang Mulia, berilah sedikit kemurahan hati bagi kami," ujar kepala desa, ia berusaha untuk memberikan semua keterangan dengan sebaik-baiknya.
"Aaa! Omong kosong! Kalian hanya mencari alasan saja! Aku tidak mau tahu! Aku hanya menjalankan perintah Yang Mulia Kaisar! Jika kalian membangkang maka, kematian yang akan menjemput!" ujarnya angkuh.
Pria tersebut seakan-akan tidak peduli dengan kesulitan yang sedang dihadapi oleh warga.
"Ambil semua hasil panen dari rumah semua warga! Jika perlu semua ternak dan anak gadis juga anak-anak mereka sebagai upeti!" perintah prajurit angkuh tersebut.
Para prajurit langsung turun dari kuda masing-masing berusaha untuk mengambil semua yang diperintahkan atasan mereka dari setiap rumah.
"Tolong! Ayah! Ayah!" teriakan mulai bergema dari para gadis dan anak-anak yang ditangkap prajurit Han.
"Yang Mulia! Yang Mulia! Aku mohon lepaskanlah mereka!" ujar kepala desa memelas, ia menyentuh kaki si prajurit yang angkuh tersebut.
Buk! Bruk!
Prajurit angkuh tersebut mendepak tubuh kepala desa hingga jatuh terjerembab ke tanah.
"Itulah akibatnya bagi pembangkang!" cibirnya penuh dengan hinaan dan kebencian.
"Yang Mulia! Aku mohon …," lirih kepala desa bersujud.
__ADS_1
Xiao Ling hanya terdiam menatap semuanya, ia mengukur setiap kemampuan prajurit tersebut.
'Apakah seperti ini tingkah prajurit Han yang sesungguhnya?' benak Xiao Ling, ia tak mengerti.
Xiao Ling merasa Jia Li begitu bodoh yang mempertahankan perbatasan demi orang-orang bejat seperti prajurit tersebut.
Trang!
Si prajurit langsung mencabut tombak dan bermaksud ingin melontarkan tombak ke arah kepala desa yang berlutut demi warganya, si prajurit ingin membunuh kepala desa. Ia merasa jika kepala desa sama sekali tidak mematuhi titah dari kekaisaran Han.
Tring! Jlep!
Tombak melesat dengan kecepatan yang sangat luar biasa akan tetapi, Xiao Ling tidak ingin melihat satu warga desa yang akan terbunuh hingga ia pun melemparkan sumpit untuk mematahkan gagang tombak hingga tombak menancap di tanah.
*Bajingan! Siapa Kau? Berani sekali kau menghalangi kami, apakah kau tidak tahu siapa kami, heh?" ketus prajurit tersebut, ia murka karena Xiao Ling menganggap remeh dirinya.
"Bukankah kalian adalah prajurit Han?" tanya Xiao Ling, ia tersenyum sambil meneguk arak dan mengangkat sebelah kakinya.
'Andaikan mereka benar-benar prajurit Han, dari kavaleri mana?' batin Xiao Ling, ia ingin tahu meskipun dirinya tidak banyak tahu akan semua jenderal di kekaisaran Han.
Semua warga terkesiap tidak menduga jika Xiao Ling begitu mengerikan kala mabuk, ia tersenyum dan mengoceh tak karuan.
"Apakah Liu Fei yang menyuruh kalian untuk mencari diriku, hah?! Katakan kepadanya, aku tidak ingin menikahinya!" ujar Xiao Ling tersenyum, ia sengaja perhatian prajurit angkuh tersebut.
"Hei, siapa Kau?! Kami tidak ada urusan dengan dirimu. Menyingkirlah dari hadapan kami! Lagian, wanita sepertimu sama sekali tidak menarik di mata seorang calon Kaisar Liu Fei!" tukas pria sangar tersebut.
"Hahaha, kau bodoh sekali! Um, apakah kau tidak mengenalku, heh?! Apakah perlu aku menghancurkan tengkorak kepala dirimu dulu, agar kau menyadari siapa diriku ini, begitu?" ketus Xiao Ling, ia merasa harga diri Jia Li diinjak-injak.
"Dasar bedebah! Singkirkan wanita gila itu!" perintah pria sangar tersebut.
__ADS_1
Anak buahnya langsung melesat turun mencoba untuk menyeret Xiao Ling, "Bos, aku rasa sayang sekali jika wanita secantik dirinya dibunuh.
"Bagaimana jika kami membawanya saja ke barak? Lumayan sebagai penghangat di ranjang kami yang dingin," usul salah seorang prajurit memakai anting-anting besar di sebelah kiri telinganya.
"Um, terserah! Usulmu bagus juga, bawalah wanita itu ke barak kita. Aku akan menikmati tubuhnya yang pertama kali. Setelah itu kalian yang akan menikmatinya! Hahaha," ujar pria tersebut.
Plak! Plak! Plak!
Tangan Xiao Ling sudah berulang kali menampar wajah dan mulut prajurit angkuh tersebut tanpa dirinya mampu melihat sejak kapan Xiao Ling sudah berada di depan matanya dengan mengambang.
"Hentikan! Jika kalian tidak menghentikan perbuatan kalian! Jangan salahkan jika aku memenggal kepada atasan kalian ini!" teriak Xiao Ling dengan ancaman juga amarah.
Semua prajurit terdiam dan tidak menduga jika atasan mereka sudah dikalungi pedang berpendar biru dan tak bisa bergerak sama sekali di atas kuda. Mereka semua juga tidak menyangka jika wanita yang sedari tadi hanya diam kini memperlihatkan taring dan kekuatannya.
"Je-jendral Ji-jia Li ..?!" lirih salah satu prajurit yang mengenali Jia Li.
"Apa?! Jendral phoenix? Yang benar saja!" timpal prajurit yang lain terdiam sambil memegang anak-anak dan para gadis juga hasil panen di tangan.
"Jendral, ini bukanlah urusanmu. Kamu melakukan titah kaisar Liu Bang. Kau tahu, siapa pun yang membangkang maka kematianlah sebagai hukumannya!" jawab prajurit angkuh tersebut, ia sama sekali tidak menduga akan hal itu.
'Bajungan! Jika jendral Jia Li sampai tahu bahwa semua ini bukanlah perintah kaisar Liu Bang melainkan selir Sarnai dan putra mahkota. Apa yang akan terjadi?' benaknya gusar.
Prajurit tersebut tidak menduga jika kali ini sepak terjang mereka ketahuan, 'Aku tidak ingin jika selir Sarnai dan putra mahkota akan menghukum diriku!
'Aku harus membunuh jendral perempuan ini, bagaimanapun caranya!' batinnya berusaha untuk mencari jalan menyingkirkan Jia Li.
"Katakan, siapa yang memerintahkan kalian melakukan kekerasan ini kepada para rakyat Han?! Jika tidak, kau tahu apa yang akan aku lakukan kepadamu!" ancam Xiao Ling dingin, ia ingin sekali memenggal kepala musuhnya.
Namun, ia tak ingin melakukan hal itu karena ia ingin tahu siapa dalang di balik semua kekacauan dan kesengsaraan yang sudah dialami para rakyat kekaisaran Han.
__ADS_1
"Kau tahu, kami susah payah mempertahankan perbatasan demi kemakmuran Kekaisaran. Tapi, karena ulah orang-orang serakah seperti kalian. Maka kemakmuran tidak akan pernah bisa ditegakkan!" umpat Xiao Ling murka.