
Xiao Ling menunggu hingga malam hari agar biasa menyelinap ke luar dari kamar dan ingin mengetahui apa yang sedang direncanakan oleh Liu Fei.
Akan tetapi saat malam hari pun, Xiao Ling tetap tidak bisa keluar karena dayang dan prajurit semakin banyak berkeliaran untuk sekedar berjaga-jaga di sekitar ruangannya.
Namun, Xiao Ling tahu jika semua itu adalah rencana Liu Fei agar dirinya tidak melarikan diri. Xiao Ling tidak menduga jika Liu Fei begitu mengerikan di dalam mencintai seseorang.
"Liu Fei menawan orang yang dicintai laksana burung di sangkar emas. Bajingan! Dia pun ingin melakukannya padaku.
"Sial! Bagaimana aku bisa menyelinap ke luar jika begini?" benak Xiao Ling, ia berulang kali mengintip dari jendela.
"Yang Mulia, Putra Mahkota meminta Anda untuk menghadiri makan malam perpisahan dengan jendral Liu Bei," ujar dayang sedikit membungkuk.
"Apa?! Mengapa sekarang Liu Fei memintaku untuk menghadiri makan malam? Bukankah dia mengatakan kepadaku, 'Jika Liu Bei sudah pergi ke perbatasan?' dasar penipu dan tidak tahu malu!" ketus Xiao Ling.
Ia kesal dengan cara murahan yang dilakukan oleh Liu Fei untuk membuat dirinya merasa bersalah dan menganggap Liu Bei tidak peduli padanya.
"Yang Mulia, selir Sarnai juga hadir di dalam perjamuan makan malam. Sehingga Selir Sarnai meminta Yang Mulia untuk menghadiri makan malam tersebut," lapor dayang, ia sudah menyiapkan pakaian yang akan dikenakan oleh Jia Li.
"Oh begitu? Aku ingin lihat bagaimana tanggapan Selir Sarnai, dasar wanita keji! Aku mau tahu apa yang ingin dilakukan Sarnai? " benak Xiao Ling, "baiklah! Siapakah semua keperluanku!" perintah Xiao Ling.
Dayang-dayang langsung melaksanakan semua pekerjaan yang diminta oleh Xiao Ling. Setengah jam berlalu Xiao Ling melangkah dengan anggun diiring salah satu dayang yang mengikutinya.
Wajah Jia Li yang begitu cantik semakin cantik karena polesan make up yang dibuat oleh Xiao Ling sendiri sesuai dengan gaya riasan natural look di zaman modern.
"Wah, Anda sangat cantik Yang Mulia Jendral!" bisik dayang tersenyum bahagia.
"Semua ini berkat kamu juga! Santailah, um … kamu bisa berbisik jika aku salah, aku terlalu lama di perbatasan sehingga kurang begitu mengingat pelajaran saat berada di istana," balas Xiao Ling, ia sedikit malu.
"Jangan khawatir Yang Mulia," jawab dayang tersenyum.
Xiao Ling dan dayangnya berjalan sambil bicara banyak hal menyangkut istana Kekaisaran. Keduanya tiba di depan pintu aula perjamuan makan malam yang dibuat Liu Fei.
"Yang Mulia Jenderal Jia Li, memasuki aula perjamuan makan malam!" teriak si penjaga pintu.
__ADS_1
Deeng!
Suara tambur gendang yang terbuat dari plat baja berdentang menunjukkan jika tamu undangan
diharap masuk untuk menghadiri jamuan. Xiao Ling berjalan pelan dengan anggun sesampai di tengah ruangan ia sedikit membungkuk memberikan penghormatan.
"Salam Yang Mulia Putra Mahkota! Salam Yang Mulia Selir Sarnai, Salam yang Mulia Pangeran Kedua," ujar Xiao Ling, ia menatap Liu Bei dan ingin bicara tetapi, ia tahu itu tak mungkin.
Sehingga Xiao Ling hanya berjalan pelan dan duduk di salah satu meja makan yang sudah disediakan.
Liu Fei menatap Xiao Ling dengan penuh rasa kagum dan perasaan cinta. Akan tetapi, Xiao Ling hanya diam saja.
"Mari, bersulang! Silakan nikmati hidangan yang sudah disediakan!" ujar Liu Fei, ia mengangkat gelas arak dan meminumnya sekali teguk.
Xiao Ling dan yang lainnya melakukan hal yang sama, Liu Bei menatap Xiao Ling dengan perasaan berbunga-bunga.
"Syukurlah, Xiao Ling baik-baik saja!" benak Liu Bei, ia dan yang lainnya makan dengan diam.
"Jendral Jia Li, bagaimana menurut Anda rencana yang baik untuk menghancurkan pemberontakan yang sedang terjadi?" tanya salah satu jendral yang sama sekali tidak dikenal oleh Xiao Ling.
"Sial! Siapa jendral ini?" benak Xiao Ling, hanya dirinya sendiri seorang jendral yang tidak memakai baju zirah.
"Aku rasa, kita harus membersihkan pengkhianat yang ada di dalam Kekaisaran. Itu menurut hematku, karena selama ini … setiap pemberontakan selalu saja bisa dipukul mundur.
"Akan tetapi, pemberontak di selalu saja tahu kelemahan dan rencana yang sudah disusun! Aku rasa kita harus menemukan siapa dalangnya?" balas Xiao Ling, ia tidak ingin selalu saja para prajurit dan jendral di perbatasan yang dipersalahkan.
"Apakah Jendral Jia Li mencurigai seseorang?" tanya Sarnai, "sial, Jia Li selalu saja bisa bertahan! Dia harus disingkirkan!" benak Sarnai.
Sarnai merasa jika dirinya dan komplotan yang mendukung Qin selalu ingin menyingkirkan Sarnai tetapi selalu saja tidak bisa.
"Yang Mulia Selir Sarnai, untuk saat ini … saya tidak punya bukti yang kuat untuk menyeretnya ke pengadilan Kekaisaran.
"Saya berharap Yang Mulia Putra Mahkota akan menyelidikinya," tegas Xiao Ling, ia tidak ingin jika Sarnai dan Liu Fei hanya menyalahkan kerajaan tetangga.
__ADS_1
"Padahal, engkaulah biang kerok semua masalah!" umat batin Xiao Ling, ia menatap Sarnai dingin.
"Jendral Liu Bei, apa menurut Anda memang ada pengkhianat di kekaisaran begitu?" selidik Liu Fei, ia sengaja bertanya kepada Liu Bei.
"Ampun Yang Mulia, saya rasa apa yang dikatakan oleh jendral Jia Li benar adanya," balas Liu Bei.
"Bukankah aku mendengar rumor jika wanita iblis adalah dalang dari semua kekacauan yang terjadi?" tanya Sarnai, ia sudah mendapat laporan dari Wu Yao jika wanita iblis adalah Jendral Jia Li.
"Hehehe, kau ingin memojokkan diriku? Tidak bisa, akulah yang akan memojokkan dirimu!" batin Sarnai.
"Wanita iblis yang membuat onar telah tewas dan dirinya adalah pendekar racun nomor 1 di dunia persilatan yaitu ; Xu Zhu Ping.
"Jika yang kamu maksud selama ini wanita iblis yang membuat kekacauan Anda salah besar, aku yakin Anda pun lebih mengetahuinya," sindir Xiao Ling, "apalagi sekarang musuh selalu mengunakan penyamaran dan duplikat wajah.
"Saya dan Pangeran Kedua Liu Bei pernah bertempur dengan salah satu pemberontak yang sangat mirip dengan Anda, Yang Mulia Selir Sarnai? Tapi, saya yakin itu bukan Anda!" tegas Jia Li dengan berani.
"Apa? Kamu jangan mengada-ada Jia Li! Selir Sarnai tidak pernah ke luar istana!" sanggah Liu Fei, ia ingin membela selir kesayangannya.
Liu Fei merasa jika Sarnai tidak pernah meninggalkan istana. Ia merasa jika Jia Li cemburu kepada Sarnai dan berniat ingin menyingkirkannya.
Xiao Ling melihat Sarnai tersenyum licik padanya dan merasa bersedih di hadapa Liu Fei dengan tangis air mata buaya.
"Bukankah saya sudah mengatakan di awal, jika wanita iblis pun bisa diduplikat dengan musuh? Begitu juga dengan Selir Sarnai.
"Jika Yang Mulia tidak percaya, Anda bisa bertanya kepada Jendral Liu Bei," balas Xiao Ling, ia tak mau kalah.
"Yang Mulia, saya dan Jendral Jia Li juga Sarai adik dari raja Mongol sekaligus saudara kembar Selir Sarnai yang terbuang dari kerajaan Mongol dan Sarai menetap di suku elang pernah bertempur dengan pemberontak.
"Bahkan, penjahat yang mirip degan Selir Sarnailah yang telah menghancurkan suku elang tersebut." timpal Liu Bei, ia mendukung perkataan Jia Li.
"Apa? Yang benar saja?!" ujar Liu Fei murka, ia seakan tidak percaya sama sekali.
"Selir, apakah kamu memiliki saudara kembar?" tanya Liu Fei penasaran.
__ADS_1