Jendral, I Love You!

Jendral, I Love You!
Terjebak di penginapan


__ADS_3

"Maaf Tuan, arak yang kami sajikan sama saja. Kami tidak punya arak yang lain, persediaan kami sudah habis karena badai datang pengiriman terhambat. Apalagi, penyamun terlalu banyak di jalanan menuju kemari," ujar si pelayan dengan tubuh gemetar.


"Omong kosong! Aku ingin bicara kepada si pemilik warung!" teriak si pria dengan garang, ia merasa diremehkan.


"Tuan, tuan si pemilik penginapan sedang pergi ke kota Donglai. Belum kembali karena badai pastinya, Tuan. Biasanya Tuan Ayong sudah kembali," papar si pelayan semakin ketakutan.


"Hm," si pria mendesis, "berhubung karena si empunya warung tidak ada, maka warung ini akan kami ambil alih! Kalian wajib memberikan semua uang dan upeti kepada kami!" teriak si pria tersebut dengan lantang.


"Apa?! Siapa memangnya kalian! Enak saja!" ketus pria yang memakai ikat kepala berwarna merah tidak senang.


Syut! Trang! Klontang!


Sebilah pedang melesat langsung ingin menebas si pria di depan meja Liu Bei dan Xiao Ling. Akan tetapi, wanita yang memetik kecapi langsung menangkisnya dengan melemparkan tusuk konde ke arah pedang hingga terbelah menjadi dua bagian dan jatuh ke lantai.


"Jangan membuat keributan di penginapan ini! Penginapan Antara adalah penginapan yang sudah ratusan tahun berdiri di gurun pasir.


"Penginapan ini, milik umum bagi siapa pun!" ujar si wanita berdada montok yang memperlihatkan belahannya yang menggoda.


Si wanita hanya menatap dan meletakkan kedua tangan di atas kecapi, ia masih ingin memetik kecapinya untuk menghibur para pelanggan di penginapan tersebut.


"Nona Yang'er memang hebat!" puji si pria gempal tersebut, ia masih memperhatikan wanita dingin tersebut.


"Terima kasih, Tuan Zhu Tong, si Pendekar tapak Naga yang sangat melegenda bukan?" sindir Yang'er, ia tersenyum misterius menatap Zhu Tong.


"Hahaha, Anda sangat luar biasa begitu pintar melihat pengamatanku!" ujar Zhu Tong, ia pun kembali duduk di kursinya langsung minum sari kendi arak.


'Wah, wanita yang bernama Yang'er ini sungguh luar biasa keren!' benak Xiao Ling, ia serasa ingin meminta tanda tangan kepadanya.


Xiao Ling mengawasi jika seisi warung tersebut terdiri dari beberapa kelompok yang memiliki ilmu kanuragan yang cukup hebat. Ia hanya diam ingin tahu apa yang akan dilakukan oleh Liu Bei.


'Aku berharap sebagai panglima jendral tertinggi dan pangeran kedua, ia memiliki sesuatu yang bisa diandalkan. Bukan hanya omongan doang saja dan selalu mengomentari orang lain,' benak Xiao Ling, ia menantikan apa yang akan dilakukan oleh pria di sampingnya.

__ADS_1


Srang!


Si pria gempal yang bernama Zhu Tong, malah langsung menarik pedang dari sarungnya dan menghunus ke leher si pelayan yang semakin ketakutan. 


"Aku tidak peduli jika si pemilik tidak ada! Apalagi, di sini ada pendekar kecapi Yang'er! Penginapan ini menjadi milikku!" teriak Zhu Tong, ia tersenyum masih meletakkan pedang di leher si pelayan yang sudah terkencing-kencing.


Hal itu membuat semua orang tertegun tidak menyangka akan apa yang dilakukan oleh pendekar nomor 2 di dunia persilatan tersebut.


Glek!


'Sialan! Mengapa pendekar gila ini bisa berada di sini? Ini sangat bahaya, masalahnya Jendral Jia Li sedang lupa ingatan. 


"Aduh, jika Tuan Zhu Tong tahu jika Jendral Jia Li berada di sini bisa bahaya," batin Lin Wei dan Zhaozhao khawatir.


Sementara semua kaki tangan Xiao Ling hanya diam tidak berkomentar apa pun, mereka hanya menunggu atasan mereka memberi perintah.


Liu Bei hanya diam tak tidak peduli, ia hanya mengikuti apa yang ingin dilakukan pria sangar di depan mereka yang mencoba untuk mencari keributan.


Zhaozhao dan Lin Wei masih saling pandang dan berusaha untuk memberitahukan kepada Xiao Ling yang masih saja tak peduli dengan sekitarnya.


Xiao Ling ingin melompat menyumpal mulut si pria yang bernama Zhu Tong. Akan tetapi, ia mati-matian untuk menahan diri agar tubuhnya tidak melesat dengan sesuka hati ke arah musuh dan menambah masalah baru bagi mereka.


"Biarkan saja! Anggap saja, aku tidak melihat apa pun!" batin Xiao Ling, ia langsung makan dengan cepat dan mengalihkan pandangan dari tetesan darah yang merembes di lantai.


'Bukankah kami sedang di dalam misi penyamaran? Aduh, darah itu … membuatku semakin jijik!' benak Xiao Ling.


Namun, ia berusaha menghabiskan makanan sebelum malapetaka lain kembali terjadi, ia sudah merasa lapar dan lelah juga mengantuk perjalanan di dunia silam membuatnya membutuhkan banyak asupan energi.


"Sebaiknya aku harus menghabiskan makanan ini, agar kuat menghadapi kenyataan,' benaknya, ia langsung secepat kilat menghabiskan semua makanan yang ada di depannya membuat semua orang merasa heran.


Lin Wei dan Zhaozhao dan semua prajurit di bawah komando Jenderal Jia Li langsung menyantap makanan seperti apa yang dilakukan oleh atasan mereka tanpa komando seakan mereka memiliki tautan hati nurani tanpa diberi perintah.

__ADS_1


Semua orang terdiam tak bersuara satu demi satu berusaha untuk ke luar dari penginapan berusaha untuk menghindari keributan tetapi semua orang kembali lagi ke dalam dengan segera.


"Badai pasir telah datang!" keluh seseorang, ia merasa terjebak di penginapan tersebut dan tidak memiliki jalan lain selain bertahan di penginapan yang hanya ada di tengah gurun.


"Apa?! Badai?" jawab semua orang di ruangan.


Semua orang gelisah selain Xiao Ling dan Liu Bei juga para prajurit Han yang hanya diam seakan terbiasa menghadapi maut di tempat mengerikan sekalipun. Xiao Ling masih berlum mengerti mengenai badai dan kekacauan yang disebabkan oleh badai.


Xiao Ling tidak mengerti jika badai pasir datang maka mereka akan menghabiskan waktu berhari-hari bahkan hingga seminggu untuk pergi ke Donglai.


'Badai? Apa maksudnya dengan badai pasir? Matilah sudah! Mengapa semua orang merasa begitu tegang?' batinnya gelisah, ia berbisik kepada Lin Wei di sebelah kirinya sedangkan di sebelah kanannya adalah Liu Bei.


"Eh, Lin Wei, memang ada apa dengan badai pasir?" bisiknya, ia penasaran mengapa semua orang terlihat tegang.


"Yang Mulia, itu artinya kita akan terjebak di sini berhari-hari, kalau warung dan penginapan ini memiliki cadangan makanan mungkin kita akan selamat. Tapi, jika tidak … akan terjadi masalah lain lagi.


"Kita pasti akan saling berebut makanan dengan para pelanggan penginapan lain hingga nyawa sebagai taruhannya. Selain itu, badai akan menutup jalan kita ke Donglai.


"Hanya ini satu-satunya jalan menuju  ke Donglai dan kerajaan tetangga hingga Mongol. Selain itu …," balas Lin Wei berbisik, ia melihat ke arah Zhu Tong yang masih mengancam pelayan.


"Apa?! Yang jelas!" teriak Xiao Ling terlalu kencang membahana membuat semua mata tertuju padanya.


"Jadi … di luaran sedang ada badai begitu Tuan-tuan?!" tanya Xiao Ling, ia berusaha untuk menguasai keadaan dan menetralisir kekacauan dan keterkejutan di dalam benaknya.


"Begitulah Nyonya!" ujar beberapa orang.


"Hahaha, kau pasti istri orang. Kaya sehingga tidak pernah menghadapi badai, bukan?" tanya Zhu Tong, ia tersenyum dan memperhatikan Xiao Ling penuh minat.


"Ya, begitulah!" balas Xiao Ling sekenanya, ia melirik ke arah Liu Bei dengan tatapan mencibir.


"Pa, aku mohon … panggil aku pulang! Aku sudah tidak sanggup di dunia ini," benak' benak Xiao Ling, ia merasa dunia semakin kacau balau di mana dirinya berada.

__ADS_1


"Kau ..?!" teriak Zhu Tong murka, ia langsung melemparkan pedang ke arah Xiao Ling.


__ADS_2