Jendral, I Love You!

Jendral, I Love You!
Prinsip seorang Xiao Ling


__ADS_3

Xiao Ling semakin bingung harus bagaimana, ia tak ingin jika Liu Fei mengetahui jika gadis yang ditolongnya dari amukan banteng adalah Jendral Jia Li calon istri masa depannya dan gadis itu berada tepat di depannya yaitu : dirinya sendiri.


'Aku tidak tahu, apa tanggapan Liu Fei, jika dia tahu kalau gadis itu adalah aku? Hadeh, apakah dia akan langsung akan mengurungku di istana harem miliknya?' pikir Xiao Ling gelisah.


Xiao Ling merasa jika Liu Fei memiliki sesuatu yang mengerikan dan menakutkan membuat hati dan jiwanya merasa tidak nyaman berbeda kala dirinya berdekatan dengan Liu Bei yang bisa memberikan kenyaman serta dirinya bisa menjadi dirinya sendiri.


'Sialan! Semua ini karena Liu Bei yang harus memintaku menjadi pengawal pribadi Putra Mahkota ini. Kalau bukan karena Liu Bei, aku tidak akan pernah mau melakukan semua ini,' batin Xiao Ling, ia menyesali apa yang sudah terjadi.


"Hm, tapi kamu pasti akan dengan mudah mengingat wajah jendral kamu bukan? Saya akan mencari dan meminta pelukis terkenal dari Donglai untuk melukis wajah Jia Li. Bagaimana?" usul Liu Fei, ia pun tak kehabisan akal.


'Aduh, bagaimana ini?' benak Xiao Ling kacau, "Yang Mulia, maafkan hamba. Bukan saya melanggar perintah Paduka, saya … tidak berani jika melakukan hal itu.


"Karena Nona Jendral Jia Li telah membuat kami semua bersumpah agar tidak memberitahu wajahnya kepada orang lain tanpa izinnya," balas Xiao Ling, ia langsung berlutut untuk meminta belas kasihan dari sang calon kaisar.


"Apa?! Kamu lebih mematuhi jendral kamu ketimbang saya sebagai calon kaisar masa depan begitu?" amuk Liu Fei, ia tidak suka jika ada yang membangkang kepada dirinya.


"Maafkan saya, Yang Mulia! Saya tidak bisa mengingkari sumpah saya. Biarpun Yang Mulia akan menghukum saya. 


"Saya akan menerimanya, seperti sumpah saya untuk melindungi kekaisaran Han begitu juga sumpah yang sudah saya lakukan kepada Jendral Jia Li," balas Xiao Ling, ia merasa jika Liu Fei adalah pria yang sangat sulit untuk ditolak.


'Sialan! Siapa menyangka jika Liu Fei ini begitu keras kepala sekali?! Hadeh, masa aku harus menghabiskan waktu di sisa hidupku bersama dengan pria gila ini?' benak Xiao Ling, ia pusing tujuh keliling.


'Sialan! Bagaimana jika Liu Fei bersikeras agar aku mau membeberkan dan mengatakan bagaimana wajah asli Jia Li? Hadeh? Dia pasti akan menghukumku,' batin Xiao Ling puyeng.


Bayangan hukuman cambuk atau pancung membuatnya sedikit limbung, walaupun demikian ia berusaha untuk tetap berpegang teguh pada prinsipnya dan tidak ingin menyerah.


"Apakah kamu tetap bertahan jika saya, akan memenggal kepala kamu, begitu?" tukas Liu Fei, ia menggunakan kekuasaan yang dimilikinya.

__ADS_1


"Maafkan saya, Yang Mulia! Saya akan menerimanya meskipun Yang Mulia akan menghukum pancung saya.


"Bagi saya, jika saya sudah berjanji dan sumpah maka, saya harus menepatinya walau nyawaku sebagai taruhannya. 


"Sebagai seorang pria dan manusia juga prajurit serta pelindung bayangan Phoenix dari kekaisaran Han. Saya tetap akan memegang teguh sumpah dan prinsip saya.


"Maafkan saya, Yang Mulia!" tegas Xiao Ling, ia tidak mau mengalah.


Xiao Ling tidak peduli jika dirinya harus dipancung maupun dicambuk 100 kali pun meskipun ia merasa debar di jantungnya memompa darah memacu adrenalin membuatnya ingin meninju sang putra mahkota di depannya.


Liu Fei hanya menatap kepada Xiao Ling dengan sejuta perasaan yang tidak suka dan membingungkan. Liu Fei hanya menatap ke langit dan terdiam menatap awan yang berarak.


"Baiklah! Aku menghargai sumpahmu kepada atasanmu. Walaupun aku kecewa, aku … hanya ingin tahu wajahnya seperti apa, itu saja! Bangkitlah!" ujar Liu Fei, ia melembut.


Liu Fei tak menduga jika bawahan Jia Li begitu setia dan tak takut mati, ia mengingat jika Jia Li tak pernah lagi mengambil prajurit mana pun selain ke-20 prajuritnya yang masih selamat hingga kini terus berada di setiap perbatasan demi perbatasan mengelilingi Kekaisaran Han.


'Tumben … nih, orang masih memiliki rasa perikemanusiaan. Aku kira … kepalaku akan melayang,' benak Xiao Ling, ia meraba lehernya.


'Syukurlah!' benak Xiao Ling mengucapkan syukur akan kemurahan hati Liu Fei.


Xiao Ling melirik kepada Liu Fei yang masih menatap langit. Liu Fei masih saja menemukan bayangan gadis misterius yang menghilang seketika pergi dari pandangan matanya. Liu Fei mendesah, ia ingin kembali bertemu dengan gadis yang telah membawa hatinya kabur.


'Siapakah gadis itu? Mungkinkah Dewa masih ingin mempertemukan kami?' pikirnya gelisah, ia tak pernah merasa segelisah itu.


"Yang Mulia! Selir Sarnai ingin Yang Mulia makan siang bersama dengannya," ujar seorang dayang dari kediaman Sarnai.


"Katakan saja padanya, aku akan makan malam bersamanya. Kali ini, aku ingin makan bersama raja Xi Cuan Li dan yang lainnya," ujar Liu Fei, ia kasih ingin menikmati gelisahan batinnya.

__ADS_1


"Baik, Yang Mulia!" balas datang undur diri.


Xiao Ling hanya diam berdiri bak patung menantikan perintah dari Liu Fei, Tan Yu Ji menghampiri mereka ingin melaporkan sesuatu.


"Ada apa Yu Ji?" tanya Liu Fei, ia mengawasi Tan Yu Ji.


"Lapor Yang Mulia! Pangeran kedua Liu Bei dan pasukan jendral Jia Li telah tiba di perbatasan Donglai," ujar Tan Yu Ji, ia mendapatkan pesan dari Liu Bei melalui merpati.


Xiao Ling langsung menatap kepada Yu Ji, ia merasa bahagia akan menemukan kembali ke-20 orang yang membuatnya nyaman dan damai bersama mereka.


'Apakah mereka semua selamat?' batin Xiao Ling, ia penasaran dan ingin sekali bertemu dengan Zhaozhao dan Lin Wei.


Xiao Ling ingin bertanya banyak hal, mengenai masa lalu Jia Li. Xiao Ling merasa kehidupannya mulai kacau dan bingung harus bersikap bagaimana.


'Aku tidak tahu apakah Jia Li ini konservatif atau bagaimana sih?' batin Xiao Ling, ia masih belum bisa menemukan kejelasan mengenai sikap Jia Li. 


Xiao Ling hanya merasa jika Jia Li menyukai peperangan dan senang berada di dalam alam terbuka juga berkuda. Xiao Ling merasakan kebebasan adalah kehidupan dari Jia Li. Xiao Ling merasakan Jia Li akan bersorak gembira berada di alam terbuka dengan berbagai kejutan yang menantinya. 


"Oh, benarkah?! Baiklah! Sebaiknya aku akan menemui mereka, Yu Ji! Um, kamu atur saja dan katakan kepada Raja Donglai jika aku ingin berkeliling di sekitar Donglai.


"Jangan ada yang tahu, jika Liu Bei dan pasukan Jia Li tiba di sini. Aku tidak ingin jika Donglai dan yang lainnya akan curiga dan takut jika kita akan menginvasi kerajaan Donglai dan sekitarnya.


"Apakah Tan Jia Li ikut?" tanya Liu Fei, ia sangat penasaran dan ingin bertemu dengan Tan Jia Li.


"Um, pangeran kedua tidak memberitahukan apakah Jendral Tan Jia Li ikut di dalam rombongan tersebut," balas Tan Yu Ji.


"Maaf, Yang Mulia Jendral. Apakah semua teman saya selamat?" tanya Xiao Ling, ia ingin kabur secepatnya dari sana, ia bingung harus bagaimana 

__ADS_1


__ADS_2