Jendral, I Love You!

Jendral, I Love You!
Aku adalah pendekar wanita iblis!


__ADS_3

"Liu Bei, Anda benar-benar sangat luar biasa!" ujar Xiao Ling berulang kali, ia seakan ingin bersorak girang.


"Maukah engkau mengulanginya lagi?" pintanya bagaikan seorang anak kecil yang baru mendapatkan mainan baru.


Liu Bei hanya menatap wajah cantik itu begitu kekanak-kanakan seakan baru saja berumur 10 tahun, ia merasa heran. Kecantikan Jia Li begitu terpancar dari wajah polos yang selalu diperlihatkan oleh Xiao Ling.


'Terkadang, ia begitu menggemaskan dan terkadang dirinya begitu mengerikan! Jia Li seakan memiliki dua kepribadian yang aneh!' benak Liu Bei, ia masih menatap wajah Xiao Ling yang masih menatap nampan dengan pandangan takjub, ia merasa begitu bahagia dengan apa yang terjadi.


"Jia Li! Tidak usah terlalu takjub, kamu juga bisa melakukannya!" ujar Liu Bei, ia merasa jika Jia Li pun sama lihai dengan apa yang sudah dilakukannya.


"Aku?! Hahaha, kau bercanda! Aku pasti tidak bisa melakukannya. Eh, bagaimana dengan mayat-mayat yang dibawa ke balai desa untuk diautopsi?" tanya Xiao Ling.


"Apa?! Autopsi? Apaan itu?" tanya Liu Bei, ia tak paham.


Liu Bei merasa Jia Li selalu menggunakan bahasa yang berbeda pada zaman mereka, Xiao Ling terperanjat jika Liu Bei sama sekali tidak memahami apa yang dimaksudnya.


"Hehehe, maksudku apa yang didapatkan oleh para dok eh, tabib? Apakah mereka dibunuh oleh racun Xu Zhu Ping begitu?" ujar Xiao Ling, ia penasaran.


"Aku belum tahu, mereka masih butuh waktu!" balas Liu Bei, ia lupa akan niat awal mereka.


"Sayang sekali!" balas Xiao Ling, 'jika di duniaku, ini sangat mudah!' batinnya, ia mengingat kecanggihan teknologi.


Kini keduanya malah sudah berjalan dan duduk di bangku di bawah pohon persik yang sedang berbunga. Xiao Ling merasa bahagia berada di desa yang nyaman di lembah Ru Yi yang tenang dan damai.


"Andaikan aku bisa, aku ingin tinggal di sini," ujar Xiao Ling, ia seakan bicara pada dirinya.


Liu Bei hanya diam, ia tahu arah pembicaraan yang dimaksud oleh jendral tersebut. Akan tetapi, ia hanya berpura-pura tidak mengenali maksud dan tujuan jendral tangguh yang selalu bersikap kekanak-kanakan tersebut.


Hingga keduanya dan seluruh warga makan di bawah pohon persik dengan diam di bawah sinar purnama yang indah. Semua orang berusaha terlihat baik-baik saja dan melupakan sejenak kekacauan yang baru terjadi siang tadi.


"Yang Mulia! Yang Mulia Pangeran dan jendral Jia Li!" teriak seorang pemuda, ia terjatuh.


Liu Bei langsung berusaha untuk menolong pria tersebut, "Ada apa? Minumlah dulu! Katakanlah perlahan," ucap Liu Bei, ia merasa pemuda tersebut tersengal-sengal kehabisan napas.


"Yang Mulia! Di kampung sebelah terjadi kerusuhan, orang-orang dari kekaisaran mengambil para gadis dan anak-anak!" ujarnya, ia langsung pingsan.

__ADS_1


Liu Bei memeriksa urat nadi su pemuda di leher, "Ia pingsan! Mungkin terlalu jauh berlari dan mencoba untuk menyelamatkan diri."


Liu Bei menatap ke depan di mana bayang asap di cakrawala mulai membumbung tinggi seakan terjadi kebakaran.


"Bajingan siapa yang telah menghancurkan reputasi Han?" geram Liu Bei, ia tidak menduga jika keadaan semakin genting.


"Pak kepala desa, jika ada tempat persembunyian yang aman. Aku harap Anda membawa semua warga dari lembah Ru Yi untuk bersembunyi. Cepatlah!


"Aku akan mencoba untuk menolong mereka!" teriak Liu Bei, ia tak ingin membiarkan musuh begitu saja bebas melenggang pergi dan menjamin jika warga lembah aman sangat mereka tinggalkan.


"Baik, Yang Mulia!" balas kepala desa, "ayo, kita bersembunyi, cepat!" ajaknya.


Semua warga langsung berbondong-bondong menuju ke dalam lembah berkabut, membuat Xiao Ling dan Liu Bei mengernyitkan kening bingung.


Namun, keduanya tak lagi berpikir banyak. Mereka hanya ingin menyelamatkan nyawa warga desa sebelah, keduanya merasa kekacauan semakin mengerikan.


"Jia Li aku akan pergi! Berhati-hatilah di sini!" perintah Liu Bei, ia ingin meninggalkan Jia Li bersama para penduduk lembah Ru Yi.


"Tidak! Aku bersamamu! Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepadamu, hingga Yang Mulia Kaisar Liu Bang akan menghukumku!" tegasnya, ia benci jika harus disalahkan hanya karena hal sepele.


"Suit! Suit!" Jia Li langsung meletakkan jari tengah dan jempol di bibir untuk memanggil wenwen yang selalu saja berhasil menemukan dirinya seakan wenwen dan tubuh Jia Li memiliki kontak batin.


"Dasar!" umpat Liu Bei, ia pun menaiki kuda merah miliknya langsung melesat mengejar Xiao Ling yang sudah berlari bak angin mengejar bayangan di malam bercahaya purnama yang indah.


"Lihatlah! Ada kebakaran yang sangat mengerikan!" teriak Xiao Ling, ia semakin kencang memacu kudanya melintasi petak-petak sayuran dan terus menembus perkebunan buah plum.


"Tolong! Tolong! Bebaskan kami!" teriakan bergema mewarnai malam bercampur dengan kobaran api.


Para gadis muda berlarian ke sana kemari menghindari tangkapan para prajurit yang berusaha menangkap dan memperkosa mereka. Sebagian warga yang mencoba untuk mengangkat senjata malah sudah bergelimang jatuh bersimbah darah di rerumputan.


Teriakan dan jeritan kesakitan para penduduk membuat amarah di hati keduanya semakin membara, "Dasar, bajingan busuk!" ketus Xiao Ling, ia sangat membenci trafficking dan perlakuan semena-mena terhadap wanita dan anak-anak.


Salah satu tujuan Xiao Ling menjadi pengacara hebat adalah untuk menghukum para penjahat kerah putih yang selalu saja menggunakan wanita dan anak-anak untuk keuntungan sepihak.


Kras! Kras! Jleb!

__ADS_1


"Aaa!" teriak prajurit terkapar tewas.


Xiao Ling yang sudah emosi dan marah langsung melesat mencabut pedang, membunuh prajurit yang sedang memperkosa salah seorang gadis muda di antara tumpukan jerami padi.


"Mampus kau bajingan! Berani sekali kau melakukan semua perbuatan bejat ini? Apakah kau tidak terlahir dari seorang ibu!" maki Xiao Ling, ia langsung membunuh siapa saja yang berusaha mencari keuntungan di malam naas tersebut.


"Apakah kau bisa berdiri?!" tanya Xiao Ling, ia merasa terenyuh dan miris melihat darah telah mengalir dari kedua paha gadis belia yang masih begitu remaja jika di dunia modern.


Jiwa dan raga Xiao Ling seakan tak lagi mampu mengucapkan banyak hal, ia merasa gadis belia yang terbaring terkapar dengan mengenaskan karena diperkosa para prajurit gadungan seakan ingin mengatakan sesuatu sebelum pingsan.


Xiao Ling melemparkan jubah pakaian bagian luar miliknya, ia tak peduli jika ia hanya memakai 2 lapis pakaian sutra yang memperlihatkan lekuk tubuhnya yang indah.


Xiao Ling sudah marah, "Persetan dengan prajurit Han! Dasar manusia biadab!" hardiknya, ia melesat secepatnya langsung menyerang membabi buta kepada musuh hingga darah telah mewarnai bajunya.


Trang! Trang!


Suara pedang bergema bunga api bertaburan dari pedang biru Xiao Ling dengan pedang prajurit yang mencoba untuk melawan, Xiao Ling sudah dipengaruhi kemarahan dan kebencian.


"Dasar pembunuh!" umpatnya marah, ia melihat banyak tubuh-tubuh gadis muda dan anak-anak tergeletak di tanah meregang nyawa menggelepar menahan sakit dan darah terus membanjiri tanah.


Di tengah kobaran api yang mengelilingi desa, Xiao Ling melihat tak ada satu manusia pun lagi yang benar-benar masih bertahan. Ia melihat para pria yang masih menggunakan seragam prajurit Han tertawa bahagia setelah memperkosa gadis muda.


"Kau?!" geram Xiao Ling, amarah dan napasnya menderu penuh emosi bak banteng matador.


Shing! Trang! Jlep!


Xiao Ling melemparkan tiga bumerang sekaligus kepada musuh yang langsung berlari ke sana kemari berusaha untuk menghindari bumerang.


Akan tetapi, Xiao Ling tak lagi bermurah hati, bumerang miliknya telah memenggal kepala musuh tanpa ampun. Xiao Ling tak lagi peduli akan hukum kekaisaran, ia tak peduli dengan janji keprajuritan yang disandangnya.


'Jia Li yang berjanji! Bukan aku!' umpat batinnya murka, ia terus melesat dengan pedang di tangan kanan dan tangan kirinya terus mengerahkan kekuatan tenaga dalam untuk menggerakkan ketiga bumerang yang terus melayang ke sana kemari menebas musuh.


Xiao Ling berlari dengan cepat mengejar semua prajurit tanpa ampun, "Mati kau, bajingan!" teriaknya sambil berlari.


"Siapa Kau?" teriak beberapa prajurit yang mundur ketakutan.

__ADS_1


"Aku … aku adalah pendekar wanita iblis!" ketus Xiao Ling, ia tak ingin merusak reputasi Jia Li yang hebat dan selalu membela Han.


"Phih! Aku tidak peduli siapa pun dirimu! Aku hanya ingin kau mampus karena kau berani menghalangi tujuan dan pekerjaan kami!" teriak prajurit setengah tua tersebut.


__ADS_2