
Xiao Ling ingin beranjak dari pembaringan dan dekapan Liu Bei, "Tidak! Kamu masih terluka, aku tidak peduli jika harus terseret dan tergelincir di dalam masalahmu, Xiao Ling.
"Aku lebih menderita jika engkau sengsara, apalagi sampai beneran tewas, aku tak sanggup melihatmu harus begini?" ujar Liu Bei, ia merasa tak bisa hidup tanpa melihat wajah Xiao Ling.
"Lebih baik aku melihatmu hidup bahagia bersama Liu Fei!" tukas Liu Bei, "daripada aku melihat kamu menderita apalagi, hingga tewas," ujarnya.
Liu Fei menatap wajah pucat pias yang teramat cantik di depan mata, ia tak ingin kehilangan senyum dan binar tawa kebahagiaan yang selama ini diperlihatkan oleh jendral hebat di depannya.
"Tapi, kamu tahu konsekuensinya! Jangan bodoh! Kamu adalah seorang pangeran tanggung jawab yang kamu emban sangatlah besar, aku tidak ingin kamu sengsara, hanya karena masalah ini," ujar Xiao Ling, ia ingin Liu Bei mengerti akan posisinya.
"Kau tahu, jika aku memutuskan untuk hidup bersama dengan putra mahkota Liu Fei, itu sama artinya aku membunuh diriku sendiri. Aku tidak bisa!" balas Xiao Ling, "cinta tidak bisa dipaksakan, Liu Bei!
"Aku ingin memilih takdir hidupku sendiri walau aku tahu, itu adalah hal yang mungkin. Salahkah jika aku mencari dan memutuskan kebahagiaanku sendiri?" tanya Xiao Ling, ia ingin menegakkan dan menumbangkan diskriminasi gender di masa itu.
"Lagian ini masalahku, tidak ada hubungannya denganmu. Kamu tidak perlu khawatir!" tegas Xiao Ling, 'kamu tidak mencintaiku, untuk apa kamu bersikap begitu baik padaku?' lirih benak Xiao Ling miris.
Akan tetapi, semua kata itu hanya terucap di dasar jiwa tanpa mampu untuk diucapkan hanya tersirat bukan tersurat.
"Aku tak peduli! Bagiku, engkau adalah segala-galanya Xiao Ling. Aku lebih bahagia melihatmu hidup bersama dengan Liu Fei, daripada engkau harus mati mengenaskan," ulang Liu Bei, ia menatap wajah sendu yang sarat kepahitan.
"Apa salahnya jika kamu menikahi Liu Fei? Percayalah, aku akan terus di sisimu sebagai panglima tertinggi Kekaisaran untuk melindungi dirimu dan tahta milikmu dari apa pun!" ujar Liu Bei, ia tak peduli hanya menjadi cinta bayang-bayang masa kelam yang tak mungkin terbalas.
"Kau gila! Itu memang kewajiban dirimu sebagai seorang pangeran. Bukan kewajibanku! Lagian, seluruh orang di dunia ini tahu, jika seorang jenderal Tan Jia Li telah tewas," ujar Xiao Ling, ia ingin mengingatkan kedudukannya yang sudah anumerta.
"Tidak! Kamu belum mati, aku tidak ingin kejayaan dan perjuangan yang telah kamu lakukan juga miliki akan lenyap begitu saja! Kamu pantas mendapatkan lebih dari medali atau penghormatan yang dilakukan di makammu," tegas Liu Bei, ia ingin memulihkan nama baik seorang Tan Jia Li.
__ADS_1
Pada akhirnya Xiao Ling hanya diam, ia lelah harus beradu argumentasi dengan Liu Bei, ia sendiri tahu jika dirinya tidak akan bisa mengalahkan adu argumen dengan pangeran kedua Kekaisaran Han.
Apalagi, ia merasa tubuhnya semakin lemah dan butuh istirahat. Xiao Ling merasa ngeri jika musuh mengetahui keberadaan dirinya sekarang. Xiao Ling tidak ingin biara Shaolin akan terlibat di dalam kemelut masalah yang diciptakan olehnya.
"Xiao Ling, bolehkah aku bertanya sesuatu?" tanya Liu Bei, ia masih meminumkan ramuan ke mulut Jia Li.
"Ya," balas Xiao Ling, ia menyesap ramuan dengan malas.
"Um, mengapa semua orang dari dunia persilatan dan Kekaisaran Han mencarimu? Bahkan, mereka menawarkan kepalamu dengan harga fantastis.
"Memang apa yang sudah kamu lakukan, Xiao Ling?" tanya Liu Bei, ia ingin tahu.
Liu Bei merasa selama tiga bulan kepergian Xiao Ling, Liu Bei tidak pernah mendengar kekacauan yang dilakukan wanita iblis kecuali menolong orang-orang lemah.
Namun, wanita iblis yang bergelar dengan nama Xiao Ling telah memporak-poranda kejahatan dari pendekar aliran sesat, Liu Bei mendengar kekacauan yang sering dilakukan Xiao Ling.
"Jadi, aku tidak tahu mengapa orang-orang kekaisaran Han mencariku dan apa kesalahanku? Aku tidak pernah mengusik mereka," balas Xiao Ling bingung.
Xiao Ling diam, ia mengamati para murid biara Shaolin yang bekerja dengan cekatan dan sebagian masih berlatih di lapangan pelatihan.
"Mungkin aku berada di situasi yang salah dan tempat yang salah," ujarnya, ia berusaha untuk memahami di mana dirinya berdiri dan bagaimana hukum yang sedang berlaku pada masa itu.
"Lalu, bagaimana dengan para pendekar dari dunia persilatan? Apakah kamu mengusik mereka juga?" tanya Liu bei, ia ingin mengetahui semua itu.
"Um, mungkin karena aku berhasil melukai Wu Yao, Xu Zhu Ping, dan Xu Liang. Lalu, aku juga melukai beberapa dari mereka saat menyelamatkan Yu Ji.
__ADS_1
"Kemungkinan masalah itu kali, aku pun nggak ngerti," balas Xiao Ling, ia tak peduli.
"Aku merasa sebanding dengan apa yang telah aku lakukan. Wajar jika musuh mencariku karena aku telah mengusik mereka," tukasnya, "hei, bukankah, engkau juga murid dari biara Shaolin?" tanya Xiao Ling.
Ia penasaran, ia pernah membaca di sebuah buku sejarah jika Liu Bei adalah murid hebat dari biara Shaolin.
"Ya, aku tinggal di sini sejak berumur 7 tahun," balasnya, ia mengenang semua kepedihan dan rasa sakit.
Liu Bei merasakan kurangnya kasih sayang dari kedua orang tuanya, ia hanya belajar dan belajar mengenai beladiri, aparatur negara, dan hal-hal kebajikan.
Liu Bei kecil menghabiskan waktu bertahun-tahun di biara Shaolin hingga lupa memiliki keluarga, "Biara Shaolin adalah rumah pertamaku sebenarnya, paling tidak itu yang aku rasakan," ujar Liu Bei, ia tersenyum menepis getir yang telah berlalu.
"Xiao Ling, sebaiknya engkau istirahat! Aku akan menemui Biksu Ching Fei, kamu akan membicarakan mengenai kedatangan Liu Fei.
"Um, sebaiknya kamu istirahat dan jangan keluar dari sini, aku tidak ingin Liu Fei akan menemukanmu!" ujar Liu Bei, ia membelai rambut Xiao Ling dengan penuh kasih.
Xiao Ling tersenyum dengan manis ia berpura-pura untuk tidur, ia tak ingin membuat Liu Bei khawatir. Sepeninggal Liu Bei, Xiao Ling tertidur karena ramuan yang diminumnya.
Xiao Ling terkejut kala ia terbangun karena mendengar terompet yang menggelegar, "Ada apa?" lirihnya, ia mencoba untuk mengintip dari balik pintu.
'Pasukan putra mahkota Liu Fei telah tiba? Ya, ampun! Jadi, aku tertidur selama 24 jam?' benaknya, ia melihat minuman dan makanan vegetarian di meja kamar.
Kriuk!
Cacing di dalam perutnya berontak menginginkan Xiao Ling untuk menyantap makanan tersebut. Ia langsung menarik kursi dan menyantap hidangan dingin dengan lahap.
__ADS_1
'Aku harus pergi dari sini, aku tidak ingin terjadi sesuatu pada biksu dan murid biara Shaolin. Aku tidak boleh terlalu lama di sini,' pikirnya, ia sudah bertekad untuk kabur.